ID170718

SELASA 18 juli 2017

24

penyaluran kredit infrastruktur pada Juni 2017 mencapai Rp 87,73 triliun, tumbuh 13,56% dibandingkan Juni 2016 yang mencapai Rp 77,26 triliun. Sampai akhir 2017, BNI mem- proyeksikan pertumbuhan kredit in- frastruktur mencapai Rp 111,39 triliun. Sektor jalan tol dan pembangkit tenaga listrikmasih akanmenjadi sektor yang dominan, penyaluran kredit ke kedua sektor tersebut diproyeksikan men- capai masing-masing Rp 36,31 triliun dan Rp 27,55 triliun sampai akhir 2017. Di sisi lain, Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Jahja Setiaatmadja menjelaskan, kredit in- frastruktur BCA banyak disalurkan ke sektor jalan tol dan pembangkit listrik. Secara keseluruhan pada akhir 2017, kredit infrastruktur diperkirakan ber- tambah Rp 8 triliun atau bertumbuh 12% year on year (yoy).

kredit infrastruktur untuk kedua seg- men tersebutmeningkat pada semester I-2017 dibandingkan semester I-2016, yakni dari 25% menjadi 28% untuk jalan tol dan 27% menjadi 28% untuk pembangkit tenaga listrik. Adapun realisasi kredit infrastruk- tur untuk kedua segmen tersebut masing-masing mencapai Rp 24,14 tri- liun dan Rp 24,64 triliun. “Untuk jalan tol, BNI terlibat dalam enam proyek pembangunan jalan tol, yakni jalur Semarang-Solo, Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, Surabaya-Mojoker to, Kanci-Pejagan, Pejagan-Malang, serta Bekasi-Cawang-Kampung Melayu,” papar dia. Sedangkan untuk sektor infrastruk- tur lainnya, yakni transportasi berkon- tribusi sekitar 20%, minyak bumi dan gas sekitar 14%, dan telekomunikasi sekitar 10%. Adapun secara total

beberapa investor lain. Dikdik melanjutkan, dalam mem- biayai pembangunan jalan tol terse- but, Bank Mandiri akan melakukan sindikasi dengan pihak lain. Misalnya, dalampembangunan jalan tol Pandaan- Malang, Bank Mandiri mendapatkan porsi pembiayaan sekitar 20%. Sementara itu, untuk pemban- gunan jalan tol lainnya, porsi pem- biayaan Bank Mandiri akan lebih besar. “Bahkan, untuk pembangunan Jakarta-Cikampek ( elevated ), bank- bank yang tergabung dalam Him- punan Bank-bank Milik Negara (Him- bara) juga akan ikut serta,” kata dia. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) juga terlibat dalam banyak proyek pemban- gunan jalan tol dan pembangkit tenaga listrik. Sekretaris Perusahaan BNI Ryan Kiryanto mengungkapkan, porsi

ukan sindikasi dengan porsi sekitar 30-40% dari total proyek. “Proyek lain yang juga kami terlibat adalah proyek pertambangan dan pembangunan light rail transit (LRT),” ujar dia. Senior Vice President Corporate Banking BankMandiri DikdikYustandi menambahkan, pihaknya juga terlibat dalam beberapa proyek pembangunan jalan tol seperti finalisasi proyek pem- bangunan Jalan Tol Pandaan-Malang dan Gempol-Pasuruan. Selain itu, proyek lain yang masih dalam tahap pengembangan adalahManado-Bitung dan Jakarta Cikampek ( elevated ). “Ini prioritas untuk jalur pemudik pulang kampung,” ujar dia. Khusus untuk pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (elevated), ben- tuknya akan terdiri atas jalan tol di atas jalan tol. Adapun pihak yang terlibat adalah PT Jasa Marga (Persero) dan

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – Sejumlah bank semakin gencar menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur, dengan proyek yang banyak dibiayai adalah pembangunan jalan tol dan pembangkit tenaga listrik.

BankMandiri terlibat dalam proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik yang dikelola oleh PT Perusa- haan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Proyek tersebut seharusnya direalisasikan pada semester I-2017, namun baru bisa terealisasi pada Agustus 2017. Dalam proyek pembangunan pem- bangkit listrik ini, PLN juga melak-

Senior Executive Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Alexandra Wiyoso mengungkapkan, sampai Juni 2017 BankMandiri sudah merealisasikan proyek infrastruktur dengan skema sindikasi sebesar Rp 15 triliun. “Kontributor utamanya berasal dari jalan tol dan pembangkit tenaga listrik,” kata Alexandra di Jakarta, belum lama ini.

Investor Daily/ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww/17.

konsumer pada kuartal ketiga tahun ini. “Kami juga rasa demikian terutama untuk kredit konsumer seperti kartu kredit, sehubungan dengan berlakunya peraturan BI terbaru tentang penur- unan bunga kartu kredit,” ujar Lani. Menurut dia, pihaknya telahmenur- unkan suku bunga kartu kredit sesuai dengan regulasi yang ditetapkan BI sejak Juni lalu. Untuk kredit pemi- likan rumah (KPR) dia juga mengaku memiliki bunga yang kompetitif. “KPR saat ini suku bunga kami terbaik juga di market. Bervariasi tergantung pro- gram, relationship , dan juga rekanan,” papar dia. Sebelumnya, Kepala Ekonom CIMB NiagaAdrianPanggabeanmemaparkan, terdapat kemungkinanpenurunan suku bunga kredit pada semester kedua tahun ini. Sedangkan, untuk penurunan suku bunga kredit konsumer dari satu bank dengan bank lain berbeda, tergan- tung kemampuan bank tersebut. “Itu tergantung dari kemampuan bank mengelola current account sav- ing account (CASA). Misalnya, CIMB Niaga dengan CASA 53-54% dari total funding , artinya kami bisamenurunkan suku bunga kredit. BCA dengan CASA sekitar 70% juga bisa menurunkan kredit. Tapi tidak semua bank memi- liki CASA yang cukup, jadi tidak bisa menurunkan suku bunga. Tergantung dari bank sendiri,” jelas dia. Adrian juga memproyeksikan, hingga akhir tahun per tumbuhan kredit perbankan sekitar 9% sampai 10%. Dengan perhitungan, bank BUMN pertumbuhan kreditnya se- besar 15-18%, sementara bank nasional lain seperti CIMB Niaga diproyeksi kredit tumbuh 5-9%, dan bank asing pertumbuhan kreditnya 1-5%. “Jadi pangsa pasar bank BUMN itu 40%, bank asing 10-20% share -nya, dan di- hitung dapat 9-10% loan growth tahun ini,” terang dia Terdapat tiga faktor yang menum- buhkan ruang penurunan suku bunga kredit, pertama, terjaganya tingkat in- flasi. Kedua, longgarnya likuiditas perb- ankan, serta ketiga penurunan persepsi risiko kredit bermasalah. (c02)

JAKAR TA – Sejumlah bankir menyatakan belum berencana untuk menurunkan suku bunga kredit pada semester kedua tahun ini. Hal tersebut karena risiko kredit bermasalah perb- ankan belum turun signifikan. Direktur Keuangan dan Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Iman Nugroho Soeko mengatakan, pihaknya tidak ada ren- cana untuk menurunkan suku bunga kredit. Pasalnya, suku bunga dana pihak ketiga (DPK) tetap, suku bunga acuan BI 7-Days Reserve Repo Rate juga tetap stabil. “Kalau tingkat inflasi terjaga men- urut Bank Indonesia (BI), harusnya BI turunkan tingkat suku bunga acuan 7 days RRR-nya. Risiko kredit atau non performing loan (NPL) juga masih belum turun signifikan,” kata Iman kepada Investor Daily , Senin (17/7). Menurut dia, pihaknya belum ber- encana menurunkan suku bunga, kar- ena kondisi likuiditas perseroan pada kuartal ketiga tahun ini diperkirakan tidak lebih melonggar dibandingkan kuartal sebelumnya. Meski begitu, dia mengaku likuiditas perseroan saat ini masih terjaga. “Likuiditas BTN sih pas-pasan saja, tapi likuiditas kami diperkirakan tidak lebih longgar pada triwulan tiga ini,” lanjut dia. Senada dengan Iman, Sekretaris Perusahaan PT Bank Negara Indone- sia (Persero) Tbk (BNI) Ryan Kiry- anto juga mengatakan, suku bunga kredit BNI mengikuti tren pasar atau mekanisme pasar. Menurut dia, pada semester kedua tahun ini belum ada penurunan suku bunga. Menurut Ryan, kondisi likuiditas perseroan pada semester II-2017 juga masih terjaga dan terkelola dengan baik juga. “Sejauh ini kami lihat belum ada rencana untuk menurunkan suku bunga kredit karena kondisinya masih stabil,” kata dia. Sementara itu, Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengatakan, pihaknya sepakat dengan survei Bank Indonesia yang menyatakan terdapat penurunan suku bunga kredit, khususnya kredit

Bantuan BNI Direktur Perencanaan & Operasional BNI Bob T Ananta (kiri) Menyerahkan Bantuan CSR untuk SMPN Silawan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain, Atambua, Nusa Teng- gara Timur, Senin (17/7). BNI menetapkan 205 lokasi penukaran uang baru dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang-uang pecahan kecil dan baru. Seluruh lokasi tersebut berada di daerah paling terdepan, terjauh, dan terpencil yang ditetapkan sebagai bagian dari program Bank Indonesia (BI) Jangkau atau pendistribusian uang baru ke daerah-daerah yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap uang pecahan baru.

GANDENG NONGHYUP BANK DUKUNG SEKTOR PERTANIAN

tanian. Pasalnya, Bank Mandiri tidak memiliki jaringan yang luas sehingga tidak bisa menyalurkan kredit secara langsung. “Dari Nonghyup Bank kami belajar, kalau di Korea Selatan, penyaluran kreditnya dilakukanmelalui union-union tertentu, misalnya untuk padi, susu, dan lainnya,” kata dia. Setelah pengetahuan tentang sektor pertanian meningkat, pihaknya baru secara ekspansif menyalurkan kredit. Menurut Kartika, pihak Nonghyup Bank sudah berkeinginan untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor pertanian di Indonesia. “Mereka su- dah mau memberikan pembiayaan, tapi kami minta tahan dulu sebelum keahlian kami di sektor pertanian meningkat,” kata dia. (gtr)

KUR dari pemerintah sekitar Rp 13 tri- liun, sekitar 40% diharuskan ke sektor produktif, sehingga kami menggenjot sektor pertanian untuk bisamemenuhi alokasi tersebut,” ungkap dia. Untuk mengoptimalkan penyaluran kredit ke sektor per tanian, Bank Mandiri meningkatkan keahliannya dengan menggandeng Nonghyup Bank asal Korea Selatan. “Kerja sama kami dengan Nonghyup Bank merupakan kerja sama untuk men- ingkatkan knowledge di bidang per- tanian, karena kami pada dasarnya tidak seperti bank lain yang punya keahlian di sana,” jelas dia. Melalui kerja sama ini, BankMandiri akanmencari skema pembiayaan yang cocok untuk diberikan ke sektor per-

kata Kartika di Jakarta, Senin (17/7). Untuk menurunkan NPL, Bank Mandiri melakukan upaya restruk- turisasi dan penjualan aset terhadap sejumlah debitor besar. Misalnya untuk PT Modern International Tbk yang membawahi jaringan bisnis 7 eleven dan juga PT Trada Maritime Tbk. Perbaikan NPL ini juga diikuti dengan peningkatan pertumbuhan kredit. Pada semester I-2017, pertum- buhan kredit Bank Mandiri tumbuh 11% ( year on year ). Dia mengatakan, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang men- dukung pertumbuhan kredit Bank Mandiri. Kredit ke sektor tersebut disalurkanmelalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Kami mendapat alokasi

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan laba pada semester I-2017 akan meningkat dibandingkan periode sama tahun se- belumnya. Pertumbuhan ini diprediksi mendekati kinerja pada Juni 2015 yang tercatat tumbuh 3,5%. Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, peningkatan laba pada periode semester I-2017 seiring dengan mem- baiknya rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL). Perbaikan laba ini mengurangi beban pencadangan yang harus dialokasikan, kendati perseroan tetap menjaga coverage ratio di atas 130%. “NPL kami memang belum sepenuhnya membaik, walau sudah mulai menurun ke angka 3,8%,”

Investor Daily/ ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/ama/17

kan semakin banyak komunitas Flazz Card dan berdampak positif pada men- ingkatnya pembelian dan penggunaan BWS Flazz. Esther menambahkan, nasabah diharapkan menikmati kepraktisan melakukan pembayaran dengan BWS Flazz. Sebab, nasabah tak perlu mem- bawa uang tunai dalam jumlah banyak, juga tidak perlumenyimpan kembalian recehan. Transaksi pembayaran dapat dilakukan dengan amat mudah, karena nasabah cukupmeletakkan kartu pada reader , maka seketika transaksi selesai dilakukan. “Selembar kartu BWS Flazz, jelas dia, bersifat multifungsi karena bisa digunakan untuk pembayaran di Tol Cipali, food and beverage , minimarket , supermarket , hipermarket , SPBU, parkir, toko buku, tempat rekreasi, transportasi umum (Transjakarta, Commuter Line Jabodetabek dan Trans Jogja), dan banyak lagi jenis merchant lainnya di lebih dari 57 ribu outlet merchant ,” tambah Esther. (th)

ragam program dan penawaran men- arik yang diselenggarakan oleh Flazz. Sama halnya dengan Flazz BCA, kartu Flazz yang diterbitkan Bank Woori tersebut dapat diisi ulang dengan uang tunai di cabang Bank Woori dan merchant-merchant Flazz dengan fasilitas Top Up Tunai yang tersebar di kota-kota yang telah mengaplikasikan Flazz. Pemegang kartu Flazz terse- but juga dapat menikmati seluruh kemudahan, fasilitas, dan beragam penawaran menarik yang Flazz se- diakan bagi penggunanya.” Sementara itu, Direktur Bank Woori Saudara Denny Novisar Mah- muradi mengatakan, BWS Flazz akan diperkenalkan kepada masyarakat dengan desain Seri Tari Jaipong. Pi- haknyamengusungTari Jaipong, karena tarian ini merupakan ciri khas budaya Sunda dan kesenian andalan Jawa Barat. Kerja sama antara BWS denganBCA akan makin meningkatkan value bagi kedua bank di masyarakat. Dengan peluncuran kartu BWS Flazz, diharap-

JAKARTA – PT BankWoori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) pada pertengahan Juli 2017 meluncurkan produk dan alat pembayaran berbasis kartu kepada nasabah, yakni BWS Flazz. Produk tersebut merupakan bagian dari tetralogy paket kerja sama strategis antara BWS dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Senior Vice President BCA Esther Meliana Wibowoyang yang hadir dalam peluncuran BWS Flazz terse- but mengatakan, kehadiran Flazz hasil co-branding dengan Bank Woori Saudara Indonesia atau yang disebut BWS Flazz, merupakan bukti ko- mitmen BCA untuk terus mengem- bangkan pelayanan dan inovasi kepada nasabah Bank Woori Saudara Indone- sia dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” terang dia dalam siaran pers yang diterima Investor Daily , Senin (17/7). Pemegang kartu BWS Flazz dapat bertransaksi di seluruh merchant Flazz dan diikutsertakan dalam be-

Program Siswa Mengenal Nusantara Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa barat Riadi (kedua kanan) memberikan baju kepada siswi asal Provinsi Bangka Belitung Lilis Karlina (kedua kiri) disaksikan Direktur Keuangan, Investasi dan Manajemen Resiko Perum Jamkrido I Rusdonobanu (kiri) dan Kepala Bidang Monitoring dan Evaluasi Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Kementerian BUMN Sandra Firmania (kanan) pada Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2017 Provinsi Jawa Barat-Bangka Belitung di Bandung, Jawa Barat, Senin (17/7). Program Kementerian BUMN ini merupakan program pertukaran pelajar untuk meningkatkan wawasan pelajar terkait lingkungan, potensi wisata, sejarah, pendidikan, keanekaragaman budaya nusantara serta mendorong pemahaman tentang peran Kementerian BUMN dalam membangun “National Capacity Building” melalui generasi muda.

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker