ID180319

senin 19 Maret 2018 2 INTERNATIONAL

Investor Daily / AFP PHOTO / ASEANINAUS / Andrew Taylor

para pemimpin di kawasan tersebut. Pasalnya, Pemerintah Beijing terus membangun pulau- pulau buatan yang digunakan untukmeletakkan instalasi-instalasi militer. Tindakan tersebut jelas membuat kecewa negara-negara lain yang juga menggugat kepemilikan atas wilayah itu. Bahkan dalam pertemuan puncak ini, Viet- nam menjadi negara yang paling vokal dalam menanggapi perselisihan dengan Filipina – di mana Presiden Rodrigo Duter te memilih bersikap ‘ramah’ dengan Tiongkok. Selain itu, Taiwan, Malaysia dan Brunei juga mengajukan klaim atas wilayah di Laut Tiongkok Selatan. Canberra dan Asean pun kembali menegas- kan pentingnya menjaga dan mempromosikan perdamaian, stabilitas, keamanan dan kea- manan maritim, kebebasan bernavigasi dan terbang di wilayah ini. Tapi tanpa menyebut nama Beijing. Para pemimpin menambahkan, bahwa mere- ka ingin melihat kesimpulan awal dari kode etik yang efektif di Laut Tiongkok Selatan. “Kami akan menjunjung tinggi komitmen kami terhadap tatanan berbasis peraturan dan hukum internasional di kawasan ini, termasuk Laut Tiongkok Selatan,” tegas Turnbull. Mengingat Negeri tirai Bambu itu kerap memaksa dengan kekuatan, mereka juga berkomitmen untuk meningkatkan lingkup dan kerja sama pertahanan yang canggih, seraya mengungkapkan keprihatinan serius mengenai meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea. Sementara itu dalam pertemuan puncak hari kedua, Sabtu (17/3), dikhususkan membahas kontra-terorisme, dengan mencapai kesepaka- tan untuk bekerja sama mengatasi ekstremisme di tengah merebaknya kekhawatiran mengenai penggunaan situs gelap hingga aplikasi pesan terenkripsi oleh teroris yang merencanakan serangan. Kekhawatiran itu diperparah dengan se- makin banyaknya anggota kelompok jihad yang terpaksa keluar dari Suriah dan Irak, karena sebagian besar kekhalifahan Islamis State (IS) telah hancur, dan masuk ke negara-negara lain. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak juga menyebut soal arus pengungsi Rohingya seba- gai ancaman keamanan baru yang potensial, mengingat orang-orang yang sangat putus asa lebih rentan terhadap radikalisasi. (afp/leo)

SYDNEY – Australia dan negara-negara tetangga yang tergabung dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) pada Minggu (18/3) berjanji meningkatkan hubun- gan pertahanan seraya menekankan pentingnya langkah non-militerisasi di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan puncak khusus antara Asean dan Australia selama 16-18 Maret di Sydney. Dalam pertemuan yang berlangsung tiga hari itu, krisis Rohingya yang kompleks menjadi sorotan utama yang dibicarakan. Selain itu, para pemimpin Asean juga sepakat bekerja lebih dekat untuk mengatasi ancaman ekstrem dan radikaliasi sengit. Meskipun dalamkomunike terakhir mencatat bertekad untuk ‘melindungi hak asasi manusia (HAM) rakyat kami’, tapi Asean telah gagal mengecam perlakukan negara anggotanya, Myanmar, terhadap warga minoritas Rohingya. Menurut laporan, sejak pihak berwenang melancarkan tindakan brutal pada enam bulan lalu terdapat hampir 700.000 warga Rohingya yang melarikan diri dari negara bagian Rakhine – yang dilanda masalah – menuju Bangladesh. Tindakan kekerasan itu pun dituding Pers- erikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai aksi pembersihan etnis. Namun Myanmar – yang mana pemimpin de facto Aung San Suu Kyi kini sedang berada di Sydney – membantah keras tudingan itu. “Kami melakukan pembahasan yang cukup panjang mengenai situasi di negara bagian Rakhine, pada hari ini. Aung San Suu Kyi me- nangani masalah ini secara komprehensif. Ini adalah masalah yang sangat kompleks. Semua orang berusaha mengakhiri penderitaan yang telah terjadi karena kejadian, konflik,” ujar Per- danaMenteri (PM) AustraliaMalcolmTurnbull dalam konferensi pers penutupan pertemuan puncak. Sedangkan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyatakan krisis tersebut telah menjadi perhatian semua negara anggota Asean, namun Asean tidak dapat melakukan intervensi untuk memaksakan sebuah hasil. Ancaman Keamanan Di sisi lain, ketegangan di Laut Tiongkok Sela- tan juga masih menuai kekhawatiran besar bagi

Pertemuan Puncak Khusus Asean-Australia Dari kiri-kanan: Menteri Luar Negeri (Menlu) Kamboja Prak Sokhonn, Wakil Menlu Filipina bidang kebijakan dan luar negeri Enrique Manalo, Wakil Menlu Brunei bi- dang luar negeri dan perdagangan Paduka Haji Erywan, Menlu Thailand Don Ramudwinai, Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Wakil Perdana Menteri dan Menlu Vietnam Pham Binh Ming, Menlu Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi, Menlu Malaysia Anifah Aman dengan Menlu Australia Julie Bishop di kegiatan Jamuan Makan Malam Pemimpin di sela-sela acara Pertemuan Puncak Asean- Australia di Sydney, pada Sabtu (17/3).

saat ini PDB Indonesia sebesar US$ 1 triliun, Indonesia akan cepat men- capai PDB sebesar US$ 3-5 triliun dalam beberapa tahun. Indonesia akan seperti Tiongkok. “Pasti kalau kita kerja keras dan tekun, kita akan mendapatkan porsi kita dari booming ekonomi global,” kata James. James juga menyebut bahwa in- vestasi asing ke Asia Tenggara saat ini sangat deras. Sayangnya, seperti dipertanyakan Presiden JokoWidodo, investasi yang masuk ke Indonesia tidak sebesar ke Vietnam dan Filipina. “Ini pekerjaan rumah pemerintah kita. Bagaimana investasi Indonesia bisa meningkat karena ekonomi bertum- buh itu perlu investasi, konsumsi, dan ekspor,” ujar James. Berdasarkan data Badan Koor- dinasi Penanaman Modal (BKPM), tahun ini target investasi sebesar Rp 765 triliun, meningkat dari realisasi 2017 sebesar Rp 692,8 triliun. “Pilihan itu dibuat untuk berinves- tasi di kilang yang lebih mahal dan lebih canggih, yang menghabiskan bi- aya lebihmahal untuk dikelola dengan pandangan bahwa Anda mendapatkan potongan harga untukminyakmentah. Mengingat dibutuhkan waktu antara lima sampai tujuh tahun untuk mem- bangun kilang maka Anda tidak bisa beralih begitu saja,” ujar Harry Tchi- linguirian, ahli strategi senior pasar minyak di pasar global BNP Paribas. Sebelum booming minyak shale – yang yang terjadi pada 2010 atau 2011 – AS telah merencanakan kapasitas jaringan pipa kilang minyak baru untuk memungkinkan impor minyak mentah lebih besar dari Kanada. Tapi pergeseran gambaran produksi min- yak AS juga telah mengubah prospek infrastruktur energi. Bahkan saat ini perusahaan-peru- sahaan AS fokus pada penambahan jaringan pipa dan terminal ekspor di wilayah Panatai Teluk guna mengirim- kan minyak Amerika ke luar negeri. “AS tidak bisa sepenuhnya inde- penden terhadap minyak asing,” pungkas Tchilinguirian. Dalam konteks ini, lanjut dia, gaga- san PresidenDonald Trumpmengenai ‘dominasi energi’ atau ‘era keemasan energi’ Amerika berarti bukan hanya sekedar mengurangi peran impor namun juga dapat secara aktif menang- kap pangsa pasar di luar negeri. Adapun kemungkinan proyek yang paling bersifat simbolik adalah pen- emuan kembali Louisiana Offshore Oil Port – sebagai satu-satunya terminal di AS yang mampu melayani super- tanker. Fasilitas itu digunakan untuk ekspor minyak dan bukan impor untuk pertama kalinya pada Februari. Kemudian lebih jauh lagi ke wilayah barat, terdapat pelabuhan Corpus Christi, Texas yang diperkirakan men- jadi tempat lebih besar untuk melaku- kan ekspor minyak mentah serta mer- encanakan proyek senilai US$ 327 juta guna memperluas dan memperdalam saluran pelabuhan tersebut. (afp/pya)

Pertumbuhan ekonomi global yang sempat tinggi sekitar 4% sebelum kri- sis dan turun menyentuh 1,8%, namun dalam tiga tahun terakhir meningkat luar biasa. Tahun 2016 produk domes- tik bruto (PDB) global tumbuh 3,2%, tahun 2017 sebesar 3,5%, dan estimasi tahun ini yang semula 3,7% direvisi menjadi 3,9%. “Ekonomi global sudah kembali seperti sebelum krisis. Kita bisa melihat ekonomi dunia sedang membaik, Amerika, Jepang, Tiongkok, dan Asia Tenggara sedang meningkat,” ujar James. James optimistis ekonomi Indonesia juga akan tumbuh cepat, mengikuti pertumbuhan ekonomi global. PDB dunia saat ini sebesar US$ 65 triliun dan akan menjadi US$ 210 triliun dalam 30 tahun ke depan. Apabila NEWYORK – Amerika Serikat (AS) saat ini menjadi eksportir minyakmen- tah paling signifikan karena terdorong oleh lonjakan produksinya. Hal itu pun menyebabkan sebuah pergeseran yangmengubah infrastruktur Amerika dan pasar minyak bumi global. Menurut catatan, Negeri Paman Sam itu telah memompa minyak lebih dari 10 juta barel per hari (bph), sehingga membuat AS menjadi pro- dusen minyak terbesar kedua di dunia menyusul Rusia dan mendahului Arab Saudi. Karunia ini diperoleh melalui booming minyak jenis shale yang di- dapat dari teknik-teknik pengeboran dan produksi baru. Seraya mencermati lonjakan ini maka pada akhir 2015, AS mem- batalkan embargonya terharap ek- spor – kebijakan yang berlaku sejak guncangan minyak di era 1970-an. Perusahaan-perusahaan energi pun memanfaatkan pembukaan dengan mengekspor 1,1 juta barel per hari ke 37 negara pada 2017. Meskipun Kanada adalah tujuan utama minyak mentah Amerika, na- mun AS juga telah mengekspor lebih banyak minyak ke Asia, yang meru- pakan pasar utama bagi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumu (OPEC) dan Rusia. Data juga menunjukkan bahwa Tiongkok meru- pakan pasar kedua untuk ekspor AS. Kendati disebutkan selama 10 tahun terakhir, impor minyak mentah AS turun dari 10 juta bph menjadi 8 juta bph, namun AS tetap menjadi importir utama minyak mentah. Hal itu sebagian besar dikarenakan kilang-kilang minyak Amerika tidak dirancang untuk minyak mentah yang lebih ringan yang keluar dari ladang minyak shale. Sebaliknya ada banyak pabrik-pabrik yang dibangun untukmengelola minyak-minyak yang lebih berat dari Kanada, Meksiko atau Venezuela, yang lebih murah untuk didapat serta menghasilkan margin keuntungan sangat tinggi setelah diolah menjadi bensin.  Sambungan dari hal 1

mindset mereka terbuka. Hasilnya, Shenzhen menjadi kawasan paling menarik investor dan menjadi pusat pertumbuhan yang luar biasa, efisien, dan makmur. Merujuk pada model Shenzhen, Indonesia juga memulai dengan pengembangan koridor Bekasi, Karawang, Purwakarta, hingga Band- ung. Koridor Jakarta-Bandung dengan 36 juta penduduk akan menjadi satu kota raksasa berpenduduk 80 juta. Ada 36 pengembang di koridor Bekasi-Pur- wakar ta dan 50 pusat produksi. “Tapi kawasan ini kurang kompetitif karena produksi di Karawang tapi up-stream -nya ada di Cilegon. Untuk mengangkutnya harus melewati jalan sepanjang 180 km. Ini high cost ,” kata James. Namun, James yakin bahwa koridor Bekasi, Karawang, Purwakarta, Ban­ dung bakal menjadi pusat pertumbu- han ekonomi yang luar biasa ke depan. Menurut para ekonom, kebijakan tarif bisa menyebabkan harga naik lebih jauh lagi dan mendorong The Fed bertindak lebih cepat guna mem- pertahankan inflasi tetap terkendali. “Kami berada dalam situasi mene- gangkan terkait perdagangan, menim- bulkan kemungkinan besar terjadinya perang perdagangan. Lebih buruk lagi, kerugian dalam pertumbuhan yang terkait dengan perang dagang akan meningkatkan biaya, kenaikan defisit federal dan hutang yang terkait dengan stimulus fiskal baru-baru ini. Ibarat sebuah keluarga yang terbelah oleh faksi-faksi yang bertikai, atau gara-gara satu pemain yang buruk, se- mua orang kalah,” tulis Diane Swonk, kepala ekonomGrant Thornton, dalam analisis bulanan. (afp) 10% selama tahun lalu sehingga mem- buat impor lebih mahal. Akan tetapi menurut para ekonom ada satu faktor tak terduga di setiap perkiraan The Fed, yakni Presiden Donald Trump. Pasalnya Trump bersiap memben- tuk kembali dewan gubernur The Fed, di mana masih ada empat kursi kosong yang akan memberinya po- tensi untuk memengaruhi kebijakan moneter selama bertahun-tahun yang akan datang. Pria berusia 71 tahun ini juga ham- pir setiap hari memicu kekhawatiran terjadinya perang dagang, di mana bar u-bar u ini ia mengumumkan penerapan tarif impor pada baja dan alumunium. Bahkan kebijakan tarif tersebut mendorong mundurnya penasehat ekonomi senior Gary Cohn sebagai bentuk protes. Menurut dia pandan- gan proteksionis menjadi semakin penting di Gedung Putih dan mitra- mitra perdagangan utamamengancam melakukan pembalasan.

jumlah smartphone juga sekitar 262 juta unit. Dalam 10 tahun ke depan, kepemilikan smartphone global bakal menembus 10 miliar unit. Selain itu, dalam dua-tiga tahun ini terjadi pe- rubahan supply chain . Jika Indonesia tidakmengikuti perubahan, pasti akan ditinggalkan. Lippo Group sendiri kini memiliki sejumlah lini usaha dengan 110 juta pelanggan. Lippo beroperasi di 9 negara tapi investasi terbesar tetap di Indonesia. Lippo juga harus me- lakukan transformasi digital, salah satunya dengan membuat aplikasi financial technology ( fintech ) Ovo. Saat ini Ovo telah diunduh oleh 8,5 juta pelanggan dan akan menuju 100 juta. James menyatakan pula bahwa pi- haknya mengacu pada model pemban- gunan Shenzhen di RRT yang digagas oleh Deng Xiaoping. Dia menyebut bahwa Deng butuh 10 tahun untuk meyakinkan kaum elite RRT agar lebar, kemudian ritel, dan penjualan mobil serta pasar perumahan telah melemah, pesanan-pesanan barang tahan lama pun sedikit berkurang dari perkiraan ditambah dengan ren- dahnya belanja konstruksi. Namun, hasil survei-survei menge- nai sentimen di sektor manufaktur dan jasa menunjukkan adanya momentum kuat dalamperekonomian. Sedangkan tingkat kepercayaan konsumen dan sentimen bisnis berada pada rekor tertinggi. Inflasi dalam Perang Dagang Penciptaan lapangan kerja juga me- ledak pada Februari – sebagai salah satu bulan terbaik dari pemulihan ekonomi saat ini – karena ada penam- bahan 313.000 lapangan kerja baru, sementara tingkat pengangguran tetap berada di level terendah dalam sejarah sebanyak 4,1%. Sedangkan inflasi – yang menjadi kekhawatiran utama pejabat the Fed lainnya – tampaknya seperti yang diperkirakan di mana akhirnyamuncul dari tahun ke tahun dalam kelesuan. Langkah-langkah inflasi baru-baru ini jugamenunjukkan kegagalan untuk mencapai target 2% The Fed. Meski be- gitu, Indeks Harga Konsumen (IHK) selama enam bulan terakhir memper- lihatkan rata-rata kenaikan 2,5%. Selain pasar tenaga kerja yang kuat dan tingkat pengangguran yang ren- dah, sekarang Amerika Serikat (AS) dihadapkan pada desakan jangka pen- dek yang diperkirakan tumbuh akibat pengurangan pajak sebesar US$ 1,5 triliun – yang muncul pada saat-saat langka ketika semua negara besar tumbuh secara bersamaan. Kemudian pada saat yang sama, harga minyak ikut pulih, sementara dolar AS turun dengan nilai kerugian

Oleh Leonard AL Cahyoputra  WASHINGTON – The Federal Reserve (The Fed) diperkirakan menyampaikan alasan-alasan terkait serangkaian kenaikan federal funds rate (FFR) 2018 pada Rabu (21/3), dengan harapan bisa mendahului kenaikan tingkat inflasi yang diperkirakan.

sekali,” ujar James. James setuju dengan pandangan Luhut Pandjaitan bahwa Presiden Jokowi memiliki kredibilitas tinggi. Saat dirinya dipanggil Jokowi un- tuk memberi masukan, James me- nyarankan dua hal. Pertama, Presi- den harus menguasai politik karena tidak memiliki basis partai. Kedua, Presiden jangan berbisnis karena kelak akan timbul masalah. “Dan ter- bukti, Presiden memiliki kredibilitas tinggi. Ini menjadi modal utama untuk memimpin negara,” tegas James. Transformasi Digital Pada bagian lain, James juga me- nekankan pentingnya transformasi digital untuk mendorong pertumbu- han ekonomi. Saat ini sedang terjadi transformasi digital secara besar-be- saran di dunia. Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 262 juta orang. Dia yakin ekonomi terbesar di dunia, yang men- urut mereka harus cukup lemah untuk memungkinkan tingkat pengangguran terus rendah dan ada beberapa kenai- kan upah tanpa memicu inflasi. “Mereka mencoba mempersiapkan pasar dan mengatakan untuk ‘Jangan bertindak gila’,” ujar Joseph Gagnon dari the Peterson Institute for Interna- tional Economics, kepada AFP . Namun seperti kalangan ekonom lainnya, dia kini memperkirakan ada empat kali kenaikan di tahun ini dari- pada tiga kali kenaikkan. “Saya mem- prediksi mereka harus melakukannya. Ini bukanlah hal yang buruk, ini adalah hal yang bagus,” tambahnya. Selain itu, para pejabat The Fed juga akan memperbarui perkiraan kuar talannya untuk ekonomi dan jalur tingkat suku bunga pekan ini, mengingat sempat ada kegelisahan di pasar saham pada bulan lalu. Bahkan Powel menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa prospek ekonomi AS telah menguat sejak Desember. Sejak pertemuan kebijakan terakhir The Fed pada Januari, data ekonomi telah menunjukkan hasil yang ber- variasi. Dengan memper timbang- kan perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di Kuartal I maka defisit perdagangan terus me-

James melihat bahwa potensi ekonomi Indonesia untuk tumbuh ce- pat dan berlipat itu antara lain didukung oleh reformasi struktural yang di- lakukan pemerintah. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai paket ekonomi danmembuat reformasi fiskal pertama lewat amnesti pajak ( tax amnesty ). Tax amnesty yang sudah lama direncanakan dan baru dieksekusi Presiden Jokowi ini dinilainya sangat berhasil. Sebel- umnya, Presiden juga mereformasi besaran subsidi yang dialihkan untuk pembangunan infrastruktur. “Saya berharap akan ada reformasi fiskal lanjutan, yakni penurunan tarif pajak penghasilan, baik untuk peru­ sahaan maupun perorangan,” kata dia. Reformasi struktural yang juga sukses dilakukan Presiden Jokowi adalah di bidang infrastruktur. “Kami menunggu kapan reformasi struktural bidang pendidikan dan kesehatan. Ini sudah dijanjikan dan pasti bagus Pasar saham, para analis dan in- vestor sendiri telah memprediksi kenaikan acuan tingkat suku bunga pertama tahun ini akan terjadi, Rabu, atau usai pertemuan kebijakan dua hari bank sentral Amerika Serikat (AS). Pertemuan tersebut juga akan menjadi yang pertama dilakukan di bawah kepemimpinan Gubernur The Fed yang baru Jerome Powell. The Fed dikabarkan bersiapmenaik- kan tingkat suku bunga pinjaman ka- rena kondisi ekonomi cenderungmem- berikan tekanan pada harga, termasuk pengurangan pajak besar-besaran yang terjadi baru-baru ini, ditambah dengan dolar yang lebih lemah dan bahkan ancaman perang dagang. Di sisi lain, The Fed khawatir dapat menaikkan acuan tingkat suku bunga pada laju yang lebih cepat – yang kemungkinan terjadi sebanyak empat kali di tahun ini – yang berujung pada ketakutan pasar pada bulan lalu dan memicu aksi jual sahamglobal singkat di awal Februari. Akan tetapi, para pejabat The Fed mengaku telah menenangkan pasar. Mereka mengisyaratkan meskipun direncanakan dengan mantap tapi pengetatan kebijakan moneter ber- tahap seharusnya tidak menganggu momentum negara dengan kekuatan

Made with FlippingBook HTML5