SP190305

Suara Pembaruan

Utama

2

Selasa, 5 Maret 2019

Garbi Gerus Suara PKS?

G erakan Arah Baru In- donesia (Garbi) telah didirikan oleh mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anies Matta dan mantan Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah beberapa waktu lalu. Organisasi massa (ormas) baru ini lebih banyak pengurusnya diisi oleh mantan elite PKS. Maklum, ormas ini memang wadah

bagi barisan loyalis Anis Matta, yang kecewa dengan kepemimpinan PKS saat ini di bawah Sohibul Iman. Informasi dirian Garbi memang untuk menggerus suara PKS pada pemilu 17 April mendatang. Bahkan Garbi menargetkan yang diperoleh SP menyebutkan pen-

PKS tidak memenuhi syarat masuk parlemen atau yang biasa disebut parli- amentary threshold (PT) minimal 4%. “Menjelang pen- coblosan 17 April nanti, akan banyak lagi Garbi di daerah yang akan dideklara­ sikan. Targetnya mematikan PKS,” kata sebuah sumber di Jakarta, Senin (4/3).

Ia menjelaskan jika PKS tidak lolos PT, maka setelah Pemilu 2019, Garbi akan mendeklarasikan diri seba- gai partai politik (parpol). Mereka ingin menggantikan PKS. “Garbi diarahkan nanti- nya akan menjadi partai baru. Artinya, Garbi nanti meru- pakan pecahan PKS,” ujar sumber tersebut. [R-14]

Narkoba Jerat Politikus Andi Arief Kemungkinan Direhabilitasi

[JAKARTA] Tertangkapnya politikus yang juga wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang diduga menyalahgunakan narko- ba, membuktikan semua profesi rawan terjerat narkoba. Andi Arief bukanlah politikus pertama yang tersandung narkoba. Sebelum- nya, sejumlah politikus lain dan juga penyelenggara negara harus berurusan dengan hukum lantaran barang haram ini. Hal ini mengindikasikan bis- nis narkoba di Tanah Air masih menggiurkan. “Narkoba masih menjadi daya tarik bandar untuk diedarkan di Indonesia. Karena di daerah asalnya, dengan harga Rp 20.000, dijual di Indonesia dengan harga pasaran mencapai Rp 1,5 juta. Oleh karena itu peredaran narkotika cenderung lebih rentan terhadap kalangan masyarakat ekonomi mampu sebagai pasar potensial dan menjadi sasaran tembak bandar internasional,” ujar Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Har- tono, Selasa (5/3). Untuk itulah, BNN fokus memutus mata rantai permintaan dan penawaran ( supply-demand ) narkotika dalam jumlah besar dan signifikan. “Kalau BNN tidak menyasar politisi atau artis yang barang buktinya kecil, kami memang tidak pernah menyasar profesi tertentu. Sasaran kami adalah memutus ja- ringan besar s upply-demand . Kalau artisnya berperan sebagai bandar besar atau importir besar narkoba, baru kita tangkap,” jelasnya. Terkait tertangkapnya poli- tikus Andi Arief, Koordinator Kelompok Staf Ahli BNN, Ahwil Luthan menjelaskan pola distribusi narkotika saat ini bisa menyasar ke kalangan mana saja dan lebih disebabkan karena faktor ekonomi. “ Supply narkoba bergerak turun naik bergantung situasi dan keaktifan penegak hukum,” jelasnya. Konsumsi Sabu-sabu Sebelumnya, KadivHumas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal meng- ungkapkan, jajarannya menangkap Andi Arief, terkait dugaan penya- lahgunaan narkotika, di Kamar 14 Lantai 12, Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (3/3) sore. Hasil pemeriksaan urine, yang bersangkutan positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

sp/joanito de saojoao

kepolisian menjelaskannya secara transparan. Sehingga bisa terungkap secara transparan, apa sesung- guhnya peran wanita itu, apakah sebagai pemasok narkoba. Dalam foto yang sempat beredar di media sosial juga diketahui ada tas wanita di dalam kamar yang diduga tempat penangkapan Andi Arief. Namun dalam penjelasan resmi yang diberikan Polri, keber- adaan wanita itu tidak dijelaskan. “Sehingga muncul opini di masya-

rakat bahwa dalam menggunakan narkoba di kamar hotel itu, Andi Arief hanya seorang diri. Padahal sesungguhnya ada orang lain, yakni seorang wanita cantik. Karena itu polisi harus transparan ungkap tuntas siapa dan ke mana wanita tersebut,” desak Neta. Sikap Demokrat Secara terpisah, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hu-

tahaen menjelaskan, Andi Arief kemungkinan akan direhabilitasi jika terbukti sebagai pemakai narkoba. “(Rehabilitasi) itu kete- rangan dari Mabes Polri yang kami dengar juga. Kami hormati proses hukum yang dilakukan kepolisian,” katanya, Senin (4/3). Disinggung mengenai kemung- kinan pendampingan hukum, Fer- dinand belum dapat berkomentar banyak. “Kami harus dalami dan bertemu Andi Arief dulu, apakah beliau sudah tunjuk kuasa hukum atau belum. Kami sekarang belum bisa koordinasi denganAndiArief,” katanya. F e r d i n a n d me n e g a s k a n , partainya sangat menyesalkan tertangkapnya Andi Arief dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Menyikapi kasus ini, Demokrat konsisten dan tidak mentolerir kader yang terjerat narkoba. “Kami tegaskan, Partai Demokrat tetap di dalam posisinya, tidak akan memberikan toleransi dan kompromi kepada siapapun yang menyalahgunakan narkoba,” tegas Ferdinand. Terkait tindakan terhadapAndi, dia belummengungkapkan. “Kami masih akan mendalami langkah -langkah selanjutnya. Mengingat sekjen saat ini berada di daerah pemilihan. Terkait langkah-langkah lain, termasuk kode etik kami akan sampaikan berikutnya,” katanya. Ferdinand menambahkan, sesa- ma kolega di Partai Demokrat sama sekali tidakmengetahui bahwaAndi Arief pernah bermasalah dengan narkoba. “Cukup mengagetkan kami, karena sepengetahuan kami saudara Andi Arief tidak pernah bermasalah dan bersinggungan dengan narkoba,” ujar Ferdinand. [BAM/C-7/C-6/G-5]

Mohammad Iqbal

“Kami juga sudah melakukan tes urine terhadap saudara AA, dan positif, mengandung methap- hetamine atau jenis narkoba yang biasa disebut sabu,” ujar Iqbal, Senin (4/3). Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa seperangkat alat untuk menggunakan sabu-sabu, antara lain bong dan korek api. “Saat ini, saudara AA sedang dalam peme- riksaan dan pendalaman berikut saksi-saksi,” kata Iqbal. Dia menyatakan, hanya meng- amankan Andi Arief seorang diri. Dia juga membantah kabar kalau Andi Arief ditangkap bersama seorang perempuan di kamar hotel. “Masyarakat jangan cepat percaya dengan informasi dan foto-foto pe- nangkapanAndiArief yang beredar di media sosial. Informasi resmi berasal dari Polri. Pada saat petugas kami melakukan penggerebekan, cuma satu saudaraAA. Bahwa nanti berkembang, sebelumnya ada siapa dan lain-lain, kami akan sampaikan nanti. Kan sedang pemeriksaan sekarang,” jelasnya. Menurutnya, penyidik saat ini masih melakukan pendalaman dan memeriksa saksi-saksi. Sejauh ini, Andi Arief merupakan pengguna dan belumada hubungannya dengan sindikat peredaran narkotika. Iqbal menuturkan, bisa dikata- kanAndi Arief korban karena tidak ditemukan barang bukti narkotika. Kemungkinan, yang bersangkutan akan menjalani rehabilitasi. Terkait kabar adanya seorang wanita yang diduga ikut bersama Andi saat penangkapan, Ketua Presidium Indonesia Police Wat- ch (IPW) Neta S Pane mendesak

istimewa

Andi Arief di dalam tahanan Polda Metro Jaya.

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online