SP190305

Suara Pembaruan

28

Selasa, 5 Maret 2019

2 Bulan, Kasus DBDMeningkat Tajam

[JAKARTA] Dalam waktu dua bulan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di DKI Jakarta meningkat ta- jam. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI belum menyatakan status kejadian luar biasa (KLB) DBD. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, per 3 Maret 2019, jumlah DBD di DKI Jakarta sudah men- capai 2.343 kasus dengan satu kematian. Wilayah yang paling ba- nyak terjadi kasus DBD adalah Jakarta Timur seba- nyak 685 kasus. Disusun wilayah Jakarta Barat dan Selatan masing-masing 651 kasus. Kemudian Jakarta Utara sebanyak 220 kasus dan Jakarta Pusat sebanyak 134 kasus. Sedangkan yang pa l i ng r endah ada d i Kepulauan Seribu sebanyak dua kasus.

Bila dibandingkan de- ngan Januari, kasus DBD pada Februari meningkat tajam. Kasus DBD pada Januari mencapai 989 pasi- en. Sedangkan Februari ter- catat ada 1.354 kasus DBD. Artinya terjadi peningkatan sebanyak 36,9 persen pada Februari, sedangkan Maret ini masih nihil. Kepala Dinas Kesehatan DKI, Widyastuti mengakui, jumlah kasus DBD dalam dua bulan terakhir di atas rata-rata. Namun, untuk menjadikan sebagai status KLB DBD masih sangat ja- uh. Meski terjadi pening- katan secara tajam kasus DBD, katanya, belum bisa dinyatakan sebagai status KLB DKI. Kendati demiki- an, hal tidak membuat pi- haknya lengah terhadap DBD. “Untuk tahun ini me- mang sudah di atas rata-ra-

hat dari pola lima tahun ter- akhir ini, sekarang posisi kita masih biru,” kata Widyastuti di Kantor Dinas Kesehatan DKI, Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat, Senin (4/3). Status KLB DBD dapat ditetapkan, lanjutnya, bila jumlah DBD di DKI Jakarta sudah berada di atas angka kasus DBD pada 2016, yang mencapai 20.432 ka- sus. “Kalau terjadi KLB di atas ini (2016). Ini kita di sini masih biru muda. Masih jauh dari garis merah grafik maksimal kita dalam lima tahun. Saya tidak mau bilang masih jauh, tetapi ki- ta tetap harus waspada te- rus,” ujar Widyastuti. Untuk mencegah angka kematian akibat DBD me- ningkat, Widyastuti mene- kankan harus ada aksi cepat bila ada warga yang ter-

jangkit virus dengue. Agar segera diatasi dengan cara memberikan terapi secara adiktif. “DBD adalah penyakit demam akut yang disebab- kan oleh virus dengue yang menginfeksi bagian tubuh dan sistem peredaran darah manusia ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes ae- gepty yang terinfeksi,” ung- kapnya. Gejala penyakit ini bia- sanya diawali dengan de- mam, nyeri otot dan sendi, terdapat bintik merah atau ruam di kulit disertai mual dan nyeri ulu hati, pada ka- sus yang parah dapat terjadi pendarahan dan syok yang membahayakan nyawa. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkem- bangan nyamuk dan penya- kit DBD adalah kondisi ik- lim. Iklim berperan dalam memberikan lingkungan

yang kondusif untuk nya- muk berkembang, sehingga Iklim menjadi faktor sangat penting terutama pada awal masa perkembangan nya- muk. Untuk memudahkan pe- nanganan DBD, Dinas Kesehatan DKI Jakarta te- lah melakukan pemetaan kasus DBD per kecamatan berdasarkan angka kejadian ( i n c i d e n c e r a t e - I R ) . Hasilnya ada 84 rukun war- ga (RW) ditemukan rawan kasus DBD. Daerah yang paling ba- nyak jumlah RW rawan DBD ada di Jakarta Barat sebanyak 38 RW. Di posisi kedua ada di Jakarta Timur sebanyak 25 RW rawan, la- lu Jakarta Selatan sebanyak 11 RW rawan. Sedangkan di Jakarta Pusat ada seba- nyak tiga RW rawan dan Jakarta Utara sebanyak tu- juh rawan. [LEN/W-11]

ta, tetapi untuk menjadi KLB kita masih jauh. Namun, kita waspada terus jangan tembus menjadi se- suatu yang luar biasa. Karena saat ini, kita masih dalam posisi biru. Bila dili-

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online