SP170221

Suara Pembaruan

28

Selasa, 21 Februari 2017

Sidang Basuki Dengar Keterangan 4 Saksi Ahli

[JAKARTA] Pengadilan Negeri Jakarta Utara kem- bali menggelar sidang lan- jutan kasus dugaan penoda- an agama yang diduga dila- kukan Gube r nu r DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di G e d u n g A u d i t o r i u m Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (21/2). Kuasa Hukum Basuki, Edi Danggur mengatakan, agenda sidang hari ini ada- lah mendengarkan kete- rangan empat saksi ahli dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Keempat saksi itu antara lain dua ahli hukum pidana, yakni Mudzakkir dan Abdul Chair Ramadhan serta dua ahli agama Islam, Yunahar Ilyas dan Miftachul Akhyar. "Ahli agama Islam Profesor Doktor Yunahar

Ilyas dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan Kiai Haji Miftachul Akhyar dari PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama)," ujar Edi. Ia menambahkan, Abdul Chair Ramadhan merupa- kan ahli hukum dari MUI, sedangkan Mudzakkir ada- lah ahli hukum pidana dari U I I Y o g y a k a r t a . Sebelumnya keduanya su- dah dijadwalkan menjadi saksi ahli dalam sidang pe- kan lalu, namun ditunda. Kuasa Hukum Basuki, I Wayan Sidharta mengata- kan, tim kuasa hukum akan bersikap sama dengan si- dang sebelumnya, tidak me- nerima keterangan saksi ahli dari MUI, sebab dira- gukan objektivitas dan in- dependensinya "Kami hormati MUI. Namun, karena saksi tidak

Wayan menilai, kete- rangan saksi ahli dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam sidang lanjut- an kasus dugaan penodaan agama, tidak akan membe- ratkan. "Kita punya keyakinan bahwa keterangan-kete- rangan ahli (MUI), bagi kita tidak akan memberatkan. Itu sebabnya, kami tidak melakukan pertanyaan," ujar Wayan. Dikatakan, pihaknya ti- dak merasa dirugikan kare- na tidak memberikan perta- nyaan. "Sama sekali tidak rugi. Menurut hukum acara pida- na, hakim tidak terikat pada keterangan ahli," ungkapnya. Ia menambahkan, peng- acara bakal menolak kete- rangan saksi ahli dari MUI karena ragu dengan objekti- vitasnya. Sebab, MUI telah

lebih dulu mengeluarkan sikap keagamaan terkait ka- sus Basuki.

Demo

Sementara itu, massa demonstran dari berbagai elemen masyarakat yang menuntut penonaktifan kembali Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok mulai memadati pintu utama Gedung MPR, DPR, dan DPD di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa pukul 08.00 WIB. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, kepada SP menuturkan, dia memin- ta massa untuk demo secara tertib. “Saya lihat mereka tetap tertib. Demo harus aman dan kondusif. Massa jangan terpancing provoka- si. Kami juga sudah menyi- apkan pengamanan,” kata Iriawan. [Ant/BAM/W-11]

ANTARA/POOL/M AGUNG RAJASA Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berbincang de- ngan kuasa hukumnya saat sidang lanjutan kasus dugaan penis- taan agama di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/12).

bisa bersikap objektif kare- na mau tidak mau memper- kuat produk yang sudah ada (Fatwa MUI). Maka, keya- kinan hakim akan tergang- gu," ungkapnya.

Tim penasihat hukum pun tidak akan memberikan pertanyaaan kepada saksi ahli MUI. "Kami tidak memberikan pertanyaan," katanya.

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online