SP181012

Suara Pembaruan

28

Jumat, 12 Oktober 2018

Ruang Tahanan Ratna Sarumpaet Ditambah CCTV Polisi Proporsional dan Profesional

[JAKARTA] Polri menegas- kan, penyidik bekerja secara profesional dan proporsional dalam menangani kasus penyebaran berita bohong atau hoax tersangka Ratna Sarumpaet. Kepala BidangHubungan Masyarakat PoldaMetro Jaya Komisaris Besar Polisi Ra- den PrabowoArgo Yuwono, Kamis (11/10), mengatakan, sejauh ini penyidik telah melakukan penyelidikan dan penyidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi seperti Said Iqbal danAmien Rais. Setelah memeriksa sak- si-saksi, penyidik melakukan analisis dan evaluasi terkait dengan keterangan yang disampaikan. “Kita sudah memeriksa beberapa saksi berkaitan dengan kasusnya bu RS.

Setelah memeriksa saksi, kita melakukan analisis dan evaluasi kepada keterangan saksi itu. Jadi dari keterangan saksi itu kita evaluasi kete- rangannya,” ungkapnya. Terkait apa saja yang diga- li dalam pemeriksaanAmien, Argomenuturkan, seputar dari mana mengetahui berita hoax itu dan siapa saja yang tahu. “Kami menanyakan kepada beliau yang pertama adalah berkaitan dengan latar bela- kang beliau. Itu kan SOP-nya pemeriksaan di berita acara. Kemudian juga kami mena- nyakan dapat mengetahui berita itu dari mana, kan gitu. Kemudian siapa saja (yang mengetahui),” katanya. Menyoal Amien yang merasa dimuliakan pada saat pemeriksaan, Argo mengata- kan, penyidik mengormati

buah CCTV. Nanti kami bisa memantau keluar masuknya orang siapa yang besuk, siapa yang datang, kita bisa tahu di situ,” ujar Argo. Argo mengungkapkan, beberapa makanan yang disajikan kepada tahanan juga sudah dilakukan se- curity food oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya. Direktur Perawatan Ta- hanan danBarangBukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengatakan, Ratna lebih sering menyantap makanan dari keluarga karena sedang menjalani program diet. “Beliau kan diet. Jadi diba- wakan nasi merah, sayuran sawi, buah apel sama yang lain-lain,” katanya. Ke n d a t i d em i k i a n , tambahnya, petugas tetap

memberikan makanan dari penjara kepada Ratna. Penyidik Polda Metro Jaya, telah mengambil re- kam medis tersangka Ratna sebagai barang bukti kasus penyebaran berita bohong dari Rumah Sakit Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. “Rekam medis yang ada di Rumah Sakit Bina Estetika, sudah kami ambil, setelah dapat persetujuan dari pengadilan kemarin. Kami ambil sebagai barang bukti,” ujar Argo. Diketahui sebelumnya, penyidik telah dua kali memanggil pihak RS Bina Estetika, pada 4 dan 9 Ok- tober 2018. Namun, mereka menolak memberikan rekam medis karena belum ada persetujuan dari pengadilan. [BAM/W-11]

ANTARA/Reno Esnir Tersangka penyebaran berita bohong atau "hoax" Ratna Sarumpaet (tengah) dikawal petugas saat keluar untuk menja- lani tes kejiwaan di Rutan Dirkrimum Polda Metro jaya, Jakarta, Rabu (10/10).

Amien karena merupakan negarawan dan orang tua. Sementara itu, Polda Metro Jaya menambah ka- mera pengawas atau CCTV

di ruang tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Ruang tahanan Ratna juga ditambah. “Kami tambah empat

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online