ID170620

SELASA 20 JUNI 2017

24

Investor Daily/ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/aww/17.

"Ini merupakan diversifikasi, jadi kami ingin melihat, bagaimana de- mand -nya dan juga harus ada kajian apakah memungkinkan dari sisi ke­ tentuan di dalam negeri dan otoritas di luar negeri," jelas dia. Sementara itu, Direktur BTN Adi Setianto menjelaskan, sampai saat ini total pendanaan nonkonvensional yang sudah dilakukan BTN mencapai Rp 4,03 triliun. "Nilai tersebut berasal dari penerbitan NCD dan bilateral loan ," ujar dia. Dia mengatakan, pihaknya akan te­ rus memperbesar pendanaan nonkon­ vesional tersebut. Salah satunya melalui penerbitan obligasi yang merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III BTN Tahap I senilai Rp 5 triliun. "Kami membuka opsi untuk instrumen lain, sebelumnya kami sudah menerbitkan NCD, bilateral loan , sekuritisasi aset, dan lainnya," ujar dia. Meski penghimpunan nonkonven­ sional menjadi salah satu opsi pen­ danaan, perseroan tetap menjadikan DPK sebagai pendanaan utama. Pihaknya pun memperbaiki struktur pendanaan yang selama ini didominasi oleh nasabah menengah ke bawah. "Selama ini, masyarakat yang men­ jadi nasabah kami adalah masyarakat menengah ke bawah. Kami tahu ke­ mampuan menabungnya tidak besar, sehingga kami berupaya untuk mem­ perluas segmen dengan menjaring masyarakat menengah ke atas," kata dia. Dengan adanya diversifikasi pen­ danaan ini, perseroan optimistis bisa menurunkan biaya dana sebesar 0,2% sampai akhir tahun. Sedangkan posisi biaya dana sampai Maret 2017 sebesar 5,51%, menurun dibandingkan posisi biaya dana pada Maret 2016 yang mencapai 6,24%.

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat total penerbitan sertifikat deposito yang bisa diperdagangkan ( negotiable certificate of depos- its /NCD) selama Januari-Mei 2017 mencapai Rp 8,46 triliun. Penerbit dari instrumen tersebut beragam mulai dari bank milik negara, bank swasta, hingga bank asing.

CSR Himbara Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulah Yusuf (tengah) didampingi Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (ketiga kanan) yang mewakili pengurus Himbara, Direktur BRI Susy Liestyowati (kedua kanan), Direktur BNI Putrama Wahju Setyawan (ketiga kiri) dan Kepala Wilayah 2 Bank BTN Joni Prasetiyanto (kiri) menyerahkan bingkisan kepada anak yatim piatu dalam acara Berbagi Kasih Ramadan ber- sama Himpunan Bank-bank Milik Negara (HIMBARA) di Malang Jawa Timur, Senin (19/6). Himbara juga menyerahkan bantuan alat tulis serta CSR di bidang pendidikan masing masing sebesar Rp50 juta kepada sejumlah sekolah, yayasan dan pondok pesantren.

berkelanjutan (PUB) Tahap I tersebut memiliki tenor lima tahun. Adapun kupon yang ditawarkan sekitar 7,7% sampai 8,2%. Obligasi tersebut mendapat peri­ ngkat triple A (id AAA) dari Pefindo. Perseroan menunjuk enam sekuritas penjamin emisi efek, yakni PT BCA Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas. Sementara itu, untuk wali amanat, perseroan menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Tahun ini, perseroan berencana menerbitkan instrumennonkonvensio­ nal lainnya. "Banyak instrumen yang bisa kami terbitkan untuk di luar DPK, yaitu medium term notes (MTN), NCD, bilateral loan , obligasi, dan lainnya," kata Pandji di Jakarta, belum lama ini. Instrumen lain yang berpeluang diterbitkan adalah global bond dalam rupiah. Menurut Pandji, penerbit­ kan global bond dalam rupiah ini merupakan kali pertama dilakukan oleh perseroan sehingga pihaknya harus melihat ketentuan yang ada di dalam negeri dan juga peraturan otoritas di luar negeri.

Dari data KSEI diperoleh, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendaftarkan penerbitan NCD pada 21 Februari 2017 senilai Rp 1,73 triliun. Masih pada bulan yang sama, PT Bank Sulsebar menerbitkan NCD sebesar Rp 125 miliar. Selanjutnya, pada Maret 2017, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) me­ nerbitkan NCD senilai Rp 2,7 triliun. Dua bulan berikutnya pada Mei 2017, tiga bank kembali menerbitkan NCD. Bank pertama adalah PT Bank DBS Indonesia dengan nilai Rp 300 miliar. Disusul berikutnya, PT Bank CIMB Niaga Tbk Rp senilai 1,5 triliun, PT Bank Mizuho Indonesia sebesar Rp 600 miliar, dan PT Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ yang mencapai Rp 1,5 triliun. Direktur Treasury dan Internasional BNI Pandji Irawan menjelaskan, pihaknya memang sedangmemperbe­ sar pendanaan di luar DPK. Salah satu opsi yang sudah dilakukan adalah dalam bentuk penerbitan NCD se­ besar Rp 2,7 triliun pada Februari lalu. Perseroan juga menerbitkan obli­ gasi senilai Rp 3 triliun dari nilai total Rp 10 triliun. Obligasi yang me­ rupakan bagian dari penawaran umum

sesuai dengan peningkatan transaksi di jaringan ATM Bersama. “Dengan demikian, apabila bank telah melakukan Capacity Planning secara rutin, bisa dipastikan bank tersebut telah siap menghadapi ting­ ginya lonjakan transaksi pada libur Idul Fitri mendatang,” kata Teddy. Untuk menjaga agar kebutuhan transaksi perbankan masyarakat tetap terakomodir, Artajasa juga melakukan komunikasi secara intensif dengan seluruh Anggota ATMBersama. “Ber­ sama dengan seluruh Anggota ATM Bersama, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan transaksi perbankan yang optimal di masa Hari Raya Idul Fitri. Untuk itu antara Arta­ jasa dengan Anggota ATM Bersama sama-sama sepakat untukmenyiapkan tim helpdesk yang akan in-charge selama 24 jam guna memastikan jaringan ATM Bersama tetap termon­ itor dengan baik,” tambah Teddy. (ris)

peningkatan transaksi di ATM Ber­ sama tersebut, sejak tahun lalu Arta­ jasa telah menyiapkan peningkatan kapasitas mesin switching yang men­ gelola transaksi-transaksi di jaringan ATM Bersama. “Utilitas mesin switching ATM Ber­ sama pada priode normal/hari biasa baru terpakai sekitar 10%. Khusus pada priode menjelang Lebaran, kami telah tingkatkan kapasitas mesin switching hingga enam kali lipat untuk dapat menampung sesuai dengan prediksi transaksi tersebut,” lanjut Bayu. Artajasa juga mendorong bank Ang­ gota ATMBersama untuk melakukan kegiatan Capacity Planning. Menurut Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Artajasa Teddy Sis Herdi­ anto, Capacity Planning sangat penting untuk dilakukan agar performansi sistem yang dimiliki bank-bank ang­ gota ATM Bersama dapat meningkat

JAKARTA – PT Artajasa Pemba­ yaran Elektronis (Artajasa) mencatat, kenaikan transaksi di ATM Bersama menjelang Lebaran mencapai di atas 20% dibandingkan transaksi hari-hari biasa. Artajasa pun telah menyiapkan kapasitas mesin switching untuk mengantisipasi peningkatan tersebut. Direktur Utama Ar tajasa Bayu Hanantasena mengatakan, aktiv­ itas transaksi perbankan semakin tinggi karena kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri men­ ingkat, terutama untuk transaksi tarik tunai dan transfer antarbank melalui jaringan ATM Bersama. “Peningkatan transaksi yang ter­ jadi saat memasuki Bulan Ramadan hingga mendekati Lebaran signifikan. Bahkan, bisa mencapai rata-rata kenaikan hingga di atas 20% dibanding transaksi harian,” kata Bayu di Jakarta, Senin (19/6). Untuk mengantisipasi tingginya

Made with FlippingBook - Online magazine maker