ID190713

SABTU/MINGGU 13-14 JULI 2019

3

AFP / Tolga Akmen

SINGAPURA – Tingkat pertumbu- han ekonomi Singapura mengalami kontraksi tajam yang mengejutkan pada Kuartal II -2019. Data resmi yang dirilis pada Jumat (12/7) itumengirim- kan peringatan keras bahwa ketegan- gan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah merugikan perekonomian global. Menurut data resmi, produk domes- tik bruto (PDB) Singapura tercatat menyusut dari 3,8% dalam tiga bulan pertama tahun ini menjadi 3,4% dis- etahunkan, dan diperkirakan sedikit berekspansi. Kementerian perdagangan menga- takan, pada basis year-on-year (yoy) laju ekonomi Singapura naik 0,1% dan menandai tingkatnya yang paling lam- bat, yang tercatat sejak global krisis finansial pada 2009 sekaligus berada jauh dari yang diperkirakan. Mengingat ketergantungan Sin- gapura yang sangat besar terhadap perdagangan luar negeri maka negara itu sering dipandang sebagai indikator kesehatan ekonomi global. Oleh karena itu, angka-angka suram yang dirilis pada Jumat, menjadi tanda- tanda terbaru bahwa ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok telahmenimbulkan dampak besar pada negara yang perekonomiannya bergan- tung pada ekspor di seluruh dunia. “Perang dagang AS-Tiongkok yang sedang berlangsungmemiliki dampak negatif pada sektor-sektor utama man- ufaktur dan ekspor Singapura,” ujar Stephen Innes dari VanguardMarkets. Chua Hak Bin, ekonom dari May- bank KimEng Research di Singapura, menambahkan bahwa Singapura ibarat burung kenari di tambang batu bara, sangat terbuka dan sensitif ter- NEWDELHI – TimAmerika Serikat (AS) dan India memulai perundingan dagang pada Jumat (12/7), menyusul semakin memuncaknya ketegangan terkait langkah-langkah proteksionis yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Hubungan diplomatik India dan Amerika Serikat sendiri sempat se- makin dekat dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi hubungan itu goyah setelah Presiden AS Donald Trump kembali mencuitkan pernyataan bahwa kebijakan tarif India “tidak lagi dapat diterima”, via akun Twitter-nya pada pekan ini. Pemerintah AS dikabarkan telah menghapus India dari daftar negara- negara yang mendapat akses bebas bea ke Negeri Paman Sam untuk barang impor senilai lebih dari US$ 6 miliar pada awal tahun ini. Langkah- langkah tersebut diambil untuk men- dukung penerapan tarif AS yang lebih tinggi pada baja dan alumunium India. India pun merespons kebijakan tarif AS dengan kemarahan dan balas memberlakukan beamasuk yang lebih tinggi pada 28 produk AS termasuk kacang almond, buah apel, dan kacang kenari sejak bulan lalu. Pemberitahuan tersebut disampai- kan oleh Dewan Pusat Pajak Tidak Langsung dan Bea Cukai India den- gan menyebut penarikan bea masuk berlaku untuk 28 produk, mulai dari kacang almond, apel, dan kenari. “In- dia akan menerapkan pengenaan bea balasan pada 28 barang tertentu yang berasal dari atau diekspor dari AS,” demikian isi surat pemberitahuan. Menurut tarif baru India, bea impor untuk kacang kenari telah dinaikkan dari 30% menjadi 120%, sementara untuk buncis dan kacang lentil saat ini tarifnya telah dinaikkan dari 30% menjadi 70%. India sendiri tercatat se- bagai pasar nomor dua terbesar yang mengimpor kacang almond California dan apel Washington. Sebelumnya, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross telah melontarkan kritikan terhadap kebijakan perda- gangan India dan aturan tarif, dengan

hadap perdagangan. “Data tersebut menunjukkan risiko pelambatan yang semakin dalam un- tuk seluruh Asia,” katanya. Hal itu dikarenakan sektor manu- faktur utama terpukul keras dan mengalami kontraksi 3,7% yoy diband- ingkan dengan penurunan 0,4% pada kuartal sebelumnya. Di sisi lain, data tersebut juga me- nambah kekhawatiran tentang per- lambatan di sektor ekspor – di mana ekspor domestik non-minyak jatuh pada Mei dan merupakan penurunan terbesar sejak Februari 2013 akibat didorong oleh penurunan tajam di sektor elektronik. Bahkan sekarang beberapa analis bertaruh jika Singapura dapat terge- lincir ke dalam resesi teknis - dua per- empat kontraksi ekonomi – pada 2020. Sementara para ekonom menyam- paikan ada juga peluang yang lebih besar bahwa Monetary Authority of Singapore (MAS) atau bank sentral Singapura, akan melonggarkan ke- bijakan moneter dalam rangka men- dukung ekonomi. Tercatat selama setahun terakhir, baik Tiongkok dan AS telah saling menaikkan tarif ekspor satu sama lain dalam perang dagang yang semakin pahit sehingga membebani ekonomi global dan pasar. Meskipun ada tanda-tanda pen- ingkatan dampak negatif di seluruh Asia, tetapi aktivitas pabrik-pabrik di kawasan ini sendiri telah melambat. Sedangkan data yang akan dirilis pada Senin (15/7), diperkirakan menunjuk- kan perekonomian Tiongkok tumbuh pada tingkat yang paling lambat dalam hampir tiga dekade pada Kuartal II. (afp/pya) mengatakan bahwa India telah men- jadi penghalang besar untuk menarik investasi asing. Ketika perdebatan antara kedua pihak memanas baik Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi memerintahkan agar dilakukan pembicaraan, ketika mereka bertemu di sela-sela kgiatan KTTG-20 di Osaka, Jepang, pada Juni. Sumber-sumber di kementerian perdagangan pun mengungkapkan bahwa Asisten Perwakilan Dagang AS Christopher Wilson telah bertemu dengan para pejabat industri perdagan- gan India di Delhi, pada Jumat, men- jelang pertemuannya denganMenteri Perdagangan Piyush Goyal. Juru bicara Kementerian Luar Neg- eri India Raveesh Kumar mengungka- pkan pada Kamis (11/7), bahwa semua keputusan dalam pembicaraan akan bertujuan menjaga hubungan positif. “Kita harus mengingat gambaran yang lebih besar dan di dalam gam- baran yang lebih besar itu mencoba untuk mengatasi semua masalah yang ada di meja perundingan,” ujar Kumar saat memberikan pengarahan singkat. Tercatat volume perdagangan India- AS pada 2018 bernilai US$ 142,1 miliar, dengan defisit Amerika Serikat sebesar US$ 24,2 miliar. Sementara Forum Kemitraan Strategis AS-India telah memperkirakan volume perda- gangan akan mencapai US$ 238 miliar pada 2025. Tahapan terjadinya perselisihan diawali pada tahun lalu, ketika AS menolak membebaskan India dari penerapan tarif baja dan alumunium yang lebih tinggi – kebijakan yang disesuaikan dengan keputusan Trump untuk mengambil tindakan terhadap negara-negara yang memiliki defisit perdagangan besar. India pun merespons dengan men- gancam menaikkan pajak impor atas sejumlah barang AS. Tetapi pemerin- tah masih menunda menaikkan tarif beberapa kali dengan harapan hasil dari negosiasi yang dilakukan dapat mengatasi masalah perdagangan me- lekat. (afp/pya)

Operasi Penyelamatan Thomas Cook Sejumlah Pejalan kaki melintas di salah satu gerai agen perjalanan wisata Thomas Cook di London, Inggris, Jumat (12/7/2019). Sebuah konglomerasi dan perusahaan investasi internasional asal Tiongkok yang tergabung dalam Fosun Group dikabarkan tengah mempertimbangkan penyelamatan kepada perusahaan asal Inggris itu senilai hampir satu miliar dolar.Diskusi lanjutan yang sedang berlangsung dimungkinkan utuk melakukan pertukaran hutang ke ekuitas untuk menjadi solusi potensial bagi perusahaan yang tengah berjuang dari lilitan hutang tersebut.

mun (GWM) lebih lanjut, dan belanja infrastruktur yang sedang berlang- sung,” tambah dia. Di samping itu, tren penurunan kes- eluruhanmemberi Presiden Tiongkok Xi Jinping sedikit ruang untuk mela- wan balik AS dengan menggunakan tarif sebagai pengaruh guna mencoba memaksa pemerintah Tiongkokmem- buka ekonominya. Tercatat, Pemerintah AS dan Tiong- kok sudah saling balas menerapkan tarif satu sama lain yang mencakup lebih dari US$ 360 miliar dalam per- dagangan dua arah, dan merusak produsen di kedua sisi Pasifik. Pres- iden Donald Trump dan Xi kemudian sepakat kembali bernegosiasi saat bertemu di sela-sela KTT G-20 di Jepang pada 29 Juni. Kendati para juru runding AS dan Tiongkok telah melakukan pembic- araan via telepon pada Selasa (9/7). Tetapi masih belum diketahui jelas apakah perpecahan yang terjadi sejak mandeknya pembicaraan pada Mei dapat diperbaiki. Sementara itu pada Kamis (11/7) Trump kembali menuding Pemerintah Tiongkok ingkar janji untuk membeli produk-produk pertanian lebih ban- yak. “Semoga (janji) mereka akan segera dimulai!” demikian cuitnya via Twitter. Bjorn Giesbergen dari RaboRe- search mengatakan, perang perda- gangan AS dengan Tiongkok saat ini berada dalam keseimbangan stabil dan tidak stabil. “Pada akhirnya kami percaya, tidak mungkin mencapai kesepakatan jangka panjang. Karena itu, pertanyaannya bukan pada apakah ketegangan akan memanas lagi, tetapi kapan,” pungkasnya. (afp) kepulauan itu dengan pencapaian pen- dapatan yang diperkirakan mencapai US$ 2,5 miliar per tahun. Wisatawan Amerika mulai ke Kuba setelah presiden AS saat itu, Barack Obama mengambil langkah untuk mengurangi embargo perdagangan selama setengah abad, pada 2014. Tetapi, Presiden Trump kembali memperketat kebijakan dalam be- berapa bulan setelah menjabat. Oleh karena itu antara Januari dan Mei tahun ini, Kuba telah menerima keda- tangan lebih dari 400.000 wisatawan Amerika. (afp/pya) minyak melonjak di saat pertumbuhan permintaan mulai goyah. Tampak jelas, ketatnyapasarbukanmasalahuntuksaat ini dan setiap penyeimbangan kembali tampaknya telah bergerak lebih jauh ke masa depan,” kata IEA. IEAmenambahkan, dengan asumsi produksi OPEC konstan pada level saat ini yakni sekitar 30 juta barel per hari maka pada akhir Kuartal I 2020, persediannya dapat meningkat 136 juta barel. Kemudian pada saat bersamaan, permintaan minyak mentah OPEC pada awal 2020 bisa turun menjadi hanya 28 juta barel per hari. “Jelas, hal ini menghadirkan tan- tangan besar bagi mereka yang telah mengambil tugas manajemen pasar. Gambaran tersebut akan berkembang seiring 2019 berlangsung, tetapi dalam waktu dekat area fokus utama tetap pertumbuhan permintaan,” demikian isi laporan IEA. (afp/pya)

sehingga tercatat sebagai kenaikan paling lambat sejak 2002. Pembangunan dalam investasi infrastr uktur juga telah mundur dari Kuartal I dan tercatat 4% pada Januari-Mei, atau turun tajam dari ekspansi bertahun-tahun yang nyaris mendekati 20%. Namun, keberadaan 1,3 miliar konsumen Tiongkok masih dipandang sebagai titik terang. “Konsumsi bertahan relatif baik, mungkin mencerminkan efek pen- dapatan dan pengurangan pajak per- tambahan nilai,” kata Tommy Wu dari Oxford Economics. Data yang dirilis Jumat juga men- unjukkan, pembelian barang-barang AS oleh Pemerintah Tiongkok tahun ini turun sekitar 30%, sementara ek- spornya menyusut sekitar 8%. Hal ini menyebabkan surplus perdagangan Tiongkok dengan AS mencapai US$ 140 miliar selama enambulan pertama tahun ini, dari US$ 134 miliar yang tercatat tahun lalu. Keseimbangan Tak Stabil Di sisi lain, tingkat penjualan ba- rang-barang yang sangat mahal seperti mobil belum meningkat, bahkan pen- jualannya turun 12,4% pada semester pertama tahun ini. Demikian menurut Asosiasi Produsen Otomotif Tiongkok atau China Association of Automobile Manufacturers. Para analis memperkirakan Tiong- kok akan meningkatkan pelonggaran lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Bahkan Cochrane mem- beri petunjuk tentang langkah-langkah baru menuju 2020. “Ini akan termasuk tingkat suku bunga riil yang lebih rendah bagi perusahaan-perusahaan kecil, pengurangan giro wajib mini- jungi kepulauan itu pada tahun lalu dengan menggunakan kapal pesiar, dan hampir 40% adalah wisatawan Amerika. Pemerintah Kuba sepertinya sudah siap menyambut jumlah wisatawan yang datang menggunakan kapal pe- siar AS pada tahun ini. Dalam empat bulan pertama pada 2019 saja tercatat sudah ada 250.000 orang yang tiba atau sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah penjualan jasa medis, sektor pariwisata merupakan sumber penda- patan terbesar kedua untuk wilayah negara anggota OPEC dan produsen minyak lain, seperti Rusia, sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi harian selama sembilan bu- lan dengan tujuan mendukung harga dan menyerap kelebihan pasokan. Akan tetapi, IEA menambahkan bahwa persediaan minyak saat ini sudah jauh melebihi permintaan. “Pesan utama dari laporan ini, bahwa pada semester pertama 2019 perse- diaan minyak telah melampaui per- mintaan sebesar 0,9 juta barel per hari (bph),” demikian disampaikan lembaga – yang bermarkas di Paris, Prancis. Menurut data terbaru dari IEA, terdapat surplus global pada Kuartal II sebanyak 0,5 juta bph, dibandingkan ekspektasi sebelumnya akan terjadi defisit sekitar jumlah yang sama. “Surplus ini memperbanyak persedi- aan, yang sudah tampak besar pada se- mesterkedua2018yakni ketikaproduksi

Oleh Grace El Dora BEIJING – Pertumbuhan ekonomi Tiongkok Kuartal II-2019 dilaporkan berada pada tingkat paling lambat dalam hampir tiga dekade, menyusul perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok dan melemahnya permintaan global. Demikian disampaikan hasil survei AFP pada Jumat (12/9).

menaikkan pengurangan pajak bagi para eksportir. “Tarif ekspor ke AS yang sudah ada saat ini berdampak pada ekonomi Tiongkok. Produksi dan ekspor indus- tri juga lemah, sementara pengiriman ke AS menurun secara signifikan,” ujar Steven Cochrane, kepala ekonom APAC di Moody’s Analytics. Awal tahun ini Pemerintah Tiong- kok mengeluarkan serangkaian lang- kah stimulus guna meredam dampak dari lemahnya ekonomi, serta menin- gkatkan belanja untuk pembangunan jalan raya, rel-rel kereta api, dan proyek-proyek infrastruktur besar yang sangat membutuhkan biaya besar, serta menurunkan pajak senilai 2 triliun yuan (US$ 297 miliar) yang dimulai sejak April. Kebijakan-kebijakan tersebut telah dikeluarkan guna mendukung pere- konomian negara pada Maret dan meningkatkan per tumbuhan 6,4% untuk Kuartal I, tetapi semua langkah itu terbukti tidak lebih dari solusi jangka pendek. Produksi industri pada Maret mel- onjak 8,5% sebelum jatuh pada April dan turun menjadi 5% pada Mei, Venezuela Nicolas Maduro. “Terlepas dari langkah-langkah Pemerintah AS untuk mengekang pariwisata di negara kami, kami akan menyambut 4,3 juta pengunjung pada 2019,” ujar Menteri Pariwisata Kuba Manuel Marrero dalam pidato di depan parlemen yang disiarkan televisi. Jumlah itu mencapai sekitar 15% di bawah perkiraan 5,1 juta wisatawan pada 2019 dan sekitar 10% lebih rendah dari jumlah pengunjung pada 2018. Menurut catatan resmi, hampir 900.000 wisatawan telah mengun- PARIS – Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) mengatakan, keputusan perpan- jangan penurunan produksi minyak mentah yang disepakati oleh Or- ganisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) baru-baru ini tidak akan mengubah secara funda- mental prospek pasar minyak yang telah kelebihan pasokan. “Keputusan yang sudah dinanti- nantikan oleh para menteri OPEC+ untuk memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi minyak mentah mereka sampai Maret 2020 memang telah memberikan panduan, tetapi tidak mengubah pandangan fundamental pasar yang telah kelebihan pasokan,” demikian disampaikan IEA dalam laporan bulanan terbarunya, pada Jumat (12/7). Seper ti telah diketahui, dalam pertemuan yang berlangsung dua pekan lalu di Wina, Austria, negara-

Berdasarkan survei AFP terhadap 10 ekonom, diprediksi bahwa negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu hanya tumbuh 6,2% pada April-Juni. Sementara angka res- mi produk domestik bruto (PDB) baru dirilis pemerintah pada Senin (15/7). Angka 6,2% tersebut bakal menjadi pertanda buruknya pertumbuhan tri- wulanan Tiongkok dalam hampir tiga dekade, walau masih dalam kisaran target pemerintah antara 6%-6,5% untuk sepanjang tahun. Sementara catatan 2018 menunjukkan, ekonomi Negeri Tirai Bambu tumbuh 6,6%. Tahun ini Pemerintah Tiongkok telah meningkatkan dukungannya untuk ekonomi negara, tetapi langkah tersebut belum cukup mengimbangi perlambatan di dalam negeri dan menurunnya permintaan dari luar negeri akan mainan, gawai ( gadget ), dan elektronik. Kalangan analis mengungkapkan, para pembuat kebijakan kemungkinan akan mengambil tindakan lebih lanjut mengingat PerdanaMenteri Tiongkok Li Keqiang – yang memimpin rapat dewan negara pada Rabu (10/7) – telah berjanji menurunkan tarif dan HAVANA – Pemerintah Kuba telah merevisi turun sekitar 15% untuk prediksi jumlah kunjungan wisata- wan pada tahun ini, menyusul laran- gan Amerika Serikat kepada kapal pesiar untuk berhenti di kepulauan Komunis itu. Demikian disampaikan pemerintah pada Kamis (11/7) waktu setempat. Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan larangan itu pada 4 Juni, dengan tujuan mengu- rangi sumber pendapatan penting bagi Kuba yang dituding Amerika Serikat telahmembantumenyokong Presiden

Spencer Platt/Getty Images/AFP

Ford dan VW Jalin Kemitraan Baru CEO Ford Jim Hackett (kanan) dan CEO VW Herbert Diess duduk bersama untuk mengumumkan kemitraan baru antara dua raksasa perusahaan otomotif dalam produksi kendaraan listrik pada Jumat (12/7), di New York City, Amerika Serikat (AS). Kemitraan itu diyakini sebagian besar ahli sangat penting bagi masa depan industri otomotif di Eropa maupun Amerika.

Made with FlippingBook flipbook maker