SP160727

Metropolitan

Suara Pembaruan

28

Rabu, 27 Juli 2016

SistemGanjil-Genap Digelar, Waspadai Pemalsuan Pelat Nomor

[JAKARTA] [JAKARTA] Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar uji coba pemba- tasan kendaraan dengan sis- tem ganjil-genap, di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, dan sebagi- an Jalan Gatot Subroto Rabu (27/7) hingga 26 Agustus 2016. Pekan perta- ma, polisi hanya memberi- kan imbauan kepada pe- ngemudi. " Ya uji coba mu- lai diberlakukan hari ini pu- kul 07.00 sampai pukul 10.00 WIB, dilanjut nanti sore pukul 16.00 hingga 20.00 WIB," ujar Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Rabu (27/7). Diketahui, pelaksanaan sistem ganjil-genap akan melalui sejumlah tahapan. Pertama, tahapan sosialisa- si 28 Juni sampai dengan 26 Juli 2016, kedua, tahapan uji coba pada 27 Juli hingga 26 Agustus 2016, dan pem- berlakuannya 30 Agustus 2016. Kendaraan dengan pelat nomor (nomor ekor) ganjil dapat melintas pada tanggal ganjil. Begitu sebaliknya, nomor genap pada tanggal genap. Waktunya, Senin sampai Jumat pukul 07.00- 10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB. Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional tidak berlaku. Ganjil-genap hanya ber- laku untuk mobil di Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, dan sebagi- an Jalan Gatot Subroto. Namun, bukan berarti ken- daraan dengan pelat ganjil tidak boleh beroperasi pada tanggal genap atau sebalik- nya. Kendaraan tetap dapat beroperasi, tapi di luar ka- wasan dan di luar jam pem- berlakuan ganjil-genap. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah mengakui dampak dari pe- nerapan uji coba pembatas- an kendaraan bermotor me- lalui sistem nomor polisi ganjil-genap akan menim- bulkan penumpukan kenda- raan di jalur-jalur alternatif.

mudah dibandingkan peng- awasan yang dilakukan saat penerapan kebijakan 3 in1 . Selama uji coba sistem gan- jil genap berlangsung, pi- haknya tidak akan melaku- kan tindakan langsung (ti- lang) kepada para pengen- dara yang kedapatan me- langgar lalu lintas di kawa- san ganjil genap. “Dalam pengawasan nanti, pihak kepolisian yang d i b a n t u p e t u g a s Dishubtrans DKI, hanya akan menegur dan membe- rikan penjelasan kepada pe- ngendara pribadi di setiap lampu merah,” ujarnya. Tetapi, lanjutnya, apabi- la ke depannya sistem gan- jil-genap malah membuat arus lalu lintas semakin ma- cet dan semrawut, maka sis- tem akan dikaji ulang kem- bali. Sambil menunggu p emb e r l a k u a n s i s t em Elektronic Road Pricing (ERP). Dalam penerapan uji co- ba sistem ganjil-genap ini, Syamsul juga memperkira- kan akan lebih banyak pengguna kendaraan priba- di yang memilih jalur alter- natif dari pada beralih naik bus TransJakarta. Sementara itu, penga- mat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, meminta pihak kepolisian untuk lebih me- waspadai tindakan pemal- suan nomor plat kendaraan yang melibatkan oknum da- ri Samsat atau pun pihak lainnya. “Segmen dari kebi- jakan ganjil genap ini ada- lah mobil pribadi yang me- miliki kocek cukup tebal. Oleh sebab itu saya memin- ta pihak kepolisian untuk lebih memperketat penga- wasan sistem kepemilikan kendaraan di Jakarta khu- susnya dalam hal resiko pe- malsuan plat nomor kenda- raan,” ujar Agus, Rabu (27/7) pagi. Lebih lanjut, ia meng- ungkapkan sistem kepemi- likan kendaraan yang ideal seharusnya terintegrasi de- n g a n E - KT P d a l a m Registration Identification System (RIS) sehingga data pemilik kendaraan dapat terpantau dengan lebih aku- rat dan mempermudah pe- laksanaan dari sebuah kebi- jakan. “Kalau sekarang pem- berlakuan sistem ganjil ge-

SP/Joanito De Saojoao Polisi wanita membantu menyosialisasikan sistem pembatasan lalin ganjil genap di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7).

Karena itu, selain me- nyiapkan segala tekhnis pe- laksaaan uji coba ganjil ge- nap sudah siap dilakukan, mulai dari rambu-rambu la- lu lintas, personel di kawa- san ganjil genap dan jalur alternatif, hingga penam- bahan bus TransJakarta, pi- haknya juga siap menganti- sipasi penumpukan kenda- raan di jalur alternatif. “Kita tidak khawatir di rute yang diterapkan uji co- ba sistem ganjil-genap. Penumpukan kendaraan ke- mungkinan akan terjadi di jalur alternatif. Makanya kita sudah tempatkan petu- gas kita bersama Dirlantas Polda Metro Jaya dan Satpol PP untuk mengatur lalu lintas di jalur alternatif tersebut,” kata Andri seusai mengikuti Apel Gabungan Sistem Ganjil-Genap di Pintu Barat Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/7). Diprediksinya, penggu- na kendaraan pribadi pasti akan lebih memilih jalur al- ternatif ketimbang menggu- nakan bus. Sebab, saat ini pelayanan bus Transjakarta belum dapat dimaksimal- kan untuk melayani warga Jakarta. Dengan prediksi tersebut, Andri mengaku sudah siap untuk mengatasi kemacetan di jalur alternatif sekitar kawasan ganjil ge- nap. Makanya, dalam Apel gabungan, semua arahan pengawasan juga difokus- kan di jalur alternatif. “Tetapi kami masih me- nemui kendala, yakni be- lum bisa menutup semua pintu perlintasan sebidang mengingat tidak ada alter-

natif jalur yang bisa dilaku- kan sebeblum dibangunnya fly over dan under pass ,” ujarnya. Sedangkan, peningkatan pelayanan bus Transjakarta baru mencapai sterilisasi ja- lur saja. Sementara, opera- sional bus yang terintegrasi hingga ke daerah dan pe- mukiman di Jakarta masih terkendala oleh pengadaan bus yang dilakukan oleh PT Tr a n s p o r t a s i J a k a r t a (Transjakarta). Akibatnya, sejak diha- pusnya kebijakan 3 in1, pe- nambahan penumpang bus TransJakarta tidak signifi- kan. Sehingga, operasional bus hanya membuang-bu- ang biaya Public Service Obligation (PSO). Padahal sejak kebijakan 3 in1 dihapus, pihaknya su- dah menambah bus dari 500 unit menjadi 804 unit. Tetapi penambahan penum- pang sangat minim, dari awalnya hanya 320 orang per hari menjadi 380 orang per hari. “Harusnya penumpang- nya bertambah menjadi 500 orang dong. Kalau kita ti- dak bertambah signifikan, PSO kita bisa jebol,” tutur- nya. Ke t u a DPRD DKI J aka r t a , P r a s e t i o Ed i Marsudi meminta penegak- an hukum yang tegas dalam penerapan sistem ganjil-ge- nap ini, termasuk menindak angkutan umum yang tidak layak jalan. Sebab, umum- nya, angkutan umum men- jadi salah satu faktor penye- bab kemacetan di jalur al- ternatif dan kawasan ganjil

-genap. “Ketegasan hukum harus dijalani. Masyarakat harus beralih ke angkutan umum. Nah , bereskan sege- ra angkutan umum kita. Ceburkan ke laut bus-bus yang tidak layak dan sudah dikandangi Dishubtrans,” tegasnya. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Syamsul Bahri, mengatakan, untuk memastikan efektivitas pe- nerapan kebijakan pemba- tasan kendaraan bermotor melalui sistem ganjil-ge- nap, Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Dishubtrans DKI akan melakukan eva- luasi setiap satu minggu se- kali. Menurut Syamsul, pe- laksanaan uji coba sistem ganjil-genap yang dimulai hari ini, Rabu (27/7) hingga 26 Agustus mendatang, akan dievaluasi setiap minggunya. Sehingga dida- patkan hasil evaluasi yang dapat meningkatkan penga- wasan dari minggu ke minggu hingga pelaksana- annya selama 30 hari. “Sambil uji coba sambil dievaluasi. Kami akan eva- luasi setiap minggu. Kalau makin ribet, ya kita evaluasi apa kekurangannya. Nanti dari hasil evaluasi itu, kita bisa tahu kebijakan apa yang harus kita ambil untuk mengatasi kekurangan ter- sebut,” kata Syamsul seusai Apel Gabungan di Pintu Barat Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/7). Ia menilai, pengawasan sistem ganjil-genap lebih Evaluasi

nap hanya diawasi dengan cara sistem manual tidak akan berjalan dengan efektif meski sudah ditempatkan ra- tusan personil kepolisian dan dishub sekalipun,” katanya. Dikatakannya, meski di- berlakukan sistem ganjil dan genap tetap diberlakukan se- cara permanen pasca masa sosialisasi selama sebulan ke depan, maka pemerintah harus mempertimbangkan berbagai celah yang masih bisa digunakan oleh masya- rakat. “Salah satunya misal- nya masyarakat bisa saja bermain mata sogok-me- nyogok dengan or ang Samsat agar dibuatkan satu nomor lainnya yang berbe- da, atau ia akan membeli kendaraan baru dengan ala- mat atau kepemilikan dari anggota keluarganya yang berbeda,” ungkap Agus. [BAM/LEN/C-7/D-14]

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online