ID190831

sabtu/minggu 31 agustus-1 SEPTEMBER 2019

| 24

Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2019

Investor Daily/IST

JAKARTA - Keindahan tenun yang dijalin dari benang secara lungsi (vertikal) dan pakan (horizontal) diperagakan lewat koleksi sejumlah desainer. Koleksi tersebut digelar di JFFF 2019.

Oleh Mardiana Makmun

K oleksi bertema ‘Jalinan Lungsi Pakan’yang berkolaborasi dengan Cita Tenun itu mengawali rangkaian Fashion Show di Ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading Jakarta, Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF). ‘Jalinan Lungsi Pakan’ memiliki makna benang yang disusun lurus secara vertikal (lungsi) dan sebagian lainnya disusun lurus secara horizontal (pakan) kemudian dijalin dengan teknik khusus menggunakan alat tenun

tenun polos serta Enrico Marsall yang menggunakan kain tenun lurik dari Jawa Tengah. Kain-kain tenun ini diolah menjadi sebuah karya mode yang modern sesuai trend terkini tanpa meninggalkan nafas budaya aslinya. Seluruh karya ditampilkan menjadi sebuah narasi berupa ajakan untuk melestarikan kain nusantara sebagai warisan kekayaan budaya. “Kami bersyukur ada sekelompok anak muda Tidore yang bersemangat menyambung kembali mata rantai menenun yang sempat hilang,” kata Didi Budiarjo.

budaya Nusantara,” ujar Soegianto Nagaria, Chairman JFFF 2019. Dalam shownya kali ini, CTI menampilkan desainer-desainer yang kesemuanya menggunakan kain tenun dari berbagai daerah di Indonesia dalam rancangan koleksinya yakni Eridani menggunakan tenun Sulawesi Tenggara, Yogie Pratama menggunakan kain tenun Sambas, Didi Budiardjo menggunakan kain tenun Tidore, serta pemenang Next Young Promising Designers tahun 2018 yakni Koko Rudi yang menggunakan kain tenun Bali dan

melalui sentuhan para perajin. Hal ini merepresentasikan cinta, semangat, kesabaran, ketekunan, serta nilai sejarah, dan estetika yang terkandung di dalam selembar kain tenun. “Jalinan Lungsi Pakan merupakan jalinan benang yang membentuk keindahan kain tenun sebagai salah satu wastra Nusantara. Hal ini mencerminkan sinergi yang terjalin baik antara JFFF dan Cita Tenun Indonesia yang saling melengkapi satu sama lain dalam misinya memajukan industri mode Indonesia berbasis

Latte, Caffee Dolce. Produk non-kopi seperti Cookies & Cream, Signature Chocolate. Disediakan pula berbagai jenis cake dan pastries serta Kopi BAPER (Bawa Pergi) untuk melayani kebutuhan milineal dan professional yaitu simpel dan cepat (Grab & GO Concept). Sekitar ratusan gerai Point Coffee beroperasi di Indomaret, tersebar di kota-kota besar di Indonesia, dengan komposisi terbesar di Jawa dan sisanya di Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Jumlah gerai akan bertambah terus, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (nan)

yaitu kopi di-brew oleh barista terlatih yang ditraning secara intensif, biji kopi 100 % asli Indonesia dalam kualitas fresh. “Kopi disiapkan menggunakan espresso machine berkualitas tinggi dan berstandar internasional. Semua ini guna menjaga kualitas pada kondisi terbaik sehingga setara, bahkan lebih tinggi dari coffee shop ternama lainnya. Kami juga mematok harga yang terjangkau,” ujar Burhan dalam keterangan tertulisnya. Ia memaparkan ada tiga minuman andalan Point Coffee seperti Cappucino, Brown Sugar

JAKARTA – PT Inti Idola Anugerah (IIA) menggandeng PT Indomarco Prismatama (Indomaret) sebagai operator coffee shop chain dengan merek Point Coffee. Kopi yang diracik dari biji kopi Indonesia pilihan 100% Nusantara ini menambah deretan panjang tempat ngopi di Indonesia. Direktur PT IIA, Burhan Bahar menyatakan rasa optimisnya pada peluncuran Point Coffee di sela-sela acara Jakarta Coffee Week, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Jumat (30/8). Burhan mengatakan beberapa kelebihan Point Coffee

Clara. Kisah ‘Into the Woods’

sebagai Happy, dan Ryan Chandra, penyanyi cilik pemenang World Championship of Performing Arts 2016 di Amerika Serikat. Kesukesan pentas perdana ‘Into the Woods’ pada tahun 1987 yang diadaptasi dari buku karya James Lapine yang mengisahkan kesinambungan dongeng karya Grimm Bersaudara dan Charles Perrault. Pada 2014, ‘Into the Woods’ diangkat ke dalam layar lebar dengan mengusung genre drama fantasi musical di Amerika Serikat yang disutradarai oleh Rob Marshall. “Cerita aslinya agak lebih serius dan terkesan kelam, tapi di sini kita membuat cerita yang lebih ringan mengingat target audiens dan pemeran ‘Into the Woods JR.’ adalah anak-anak,” ujar Priscillya

JAKARTA – Relasi Nada Dunia (RND) menampilkan pertunjukan ala Broadway, ‘Into the Woods JR.’ yang diperankan oleh anak-anak Indonesia, Minggu (25/8). Pentas yang berkolaborasi dengan Teater Tatak ini diproduseri oleh Priscillya Carla, disutradarai oleh Venantius Vladimir Ivan dari Teater Katak, dan pengarah musik oleh Ivan Tangkulung. Pertunjukan yang sudah mengantungi perizinan resmi dari Musical Theatre International (MTI) ini juga menghadirkan siswa-siswi kursus olah vokal dan seni pertunjukan Karunia Bersama Lucky (KBL) cabang Intercon, Kemang, dan Bintaro. Salah satu pemeran berbakat dari KLB adalah Lil’li Latisha yang memiliki pengalaman film ‘Kulari ke Pantai’

menceritakan bagaimana tokoh- tokoh dalam dongeng ‘Cinderella’, ‘Jack & The Beanstalk’, ‘Little Red Ridinghood’, ‘Rapunzel’, dan ‘Witch’ berusaha untuk mewujudkan harapan dan impian dalam benak setiap karakter. Melalui pertunjukan ‘Into the Woods JR.’ ini, Sutradara Venantius berharap agar seni pertunjukan broadway mendapat lebih banyak perhatian di masyarakat. “Atas nama Relasi Nada Dunia, saya merasa terhormat drama broadway musikal pertama kami dapat menghadirkan cerita yang penuh dengan kejutan dan keajaiban kepada penonton,” tutup Executive Producer, Eveline Listijosuputro. (nan)

Investor Daily/IST

tetap menjadi bahan utama, namun ditambah cokelat sebagai bahan isian. Cokelat dibentuk seperti batok kelapa yang akan melingkupi Klappertaart di sisi luar sehingga menonjolkan nuansa dari kelapa sebagai bahan utama Klappertaart. Hadir sejak Januari 2019, APCA Indonesia memiliki misi untuk menghasilkan Chef yang memiliki skill bertaraf internasional serta dapat bersaing di pentas global serta mencetak tenaga profesional yang siap terjun di industri kuliner. “Saat ini tidak banyak Chef yang secara khusus memiliki spesialisasi di kuliner Indonesia. Sebagai sekolah kuliner berlevel internasional, APCA Indonesia ingin membawa kuliner tradisional agar dapat diterima masyarakat dunia”, ujar Director & Executive Chef APCA Indonesia, Louis Tanuhadi. (nan)

TANGERANG - Saat ini tren kuliner lebih mengarah kepada resep-resep klasik yang divariasikan hingga akhirnya menghasilkan satu menu hidangan yang baru dan unik tanpa menghilangkan ciri khas menu klasik tersebut. Bertajuk ‘APCA Indonesia Media Special Cooking Class’ menu-menu spesial dihadirkan, diantaranya Bhinneka Bahari Dabu Dabu, Archipelago Chocolate, Ketan Item Gelato dan Petit Gateau Modern Klapertart. Bertempat di APCA Indonesia, Alam Sutera, Chef Andy Ramadhan, Chef Christian Dewabrata, Chef Caesar Andry Priatno dan Chef Glenn Nethanael Peter memperkenalkan kuliner khas nusantara bernuansa modern. Chef Christian Dewabrata menyajikan Archipelago Chocolate yaitu empat varian cokelat yang dipadukan

dengan rasa kuliner tradisional. Beberapa kuliner dan minuman khas Indonesia seperti Wedang Ronde, Rempeyek, Bajigur dan Nasi Uduk dikemas dalam chocolate pralines . Klappertaart sebagai classic dessert khas Manado. Petit Gateau Modern Klappertaart yang bermakna kue kecil atau individual cake . Jika biasanya dipanggang, kali ini Klappertaart disajikan lebih modern dengan cara didinginkan saja. Kelapa

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker