ID190406

SABTU/MINGGU 6-7 APRIL 2019

49

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama.

Jumat (5/4). Kendati ada beberapa SPBU yang tidak beroperasi, Dewi memastikan pasokan BBM di wilayah Dayeuhkolot dan Bojongsoang dalam kondisi aman. Seper ti halnya BBM, pasokan LPG di wilayah tersebut juga dalam kondisi aman. Dia menegaskan seluruh agen dan pangkalan LPG serta Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dalam keadaan aman dan ber- operasi normal. “Kondisi penyaluran LPG secara umum di wilayah Kabu- paten Bandung dan sekitarnya berada dalam kondisi aman, baik dalam hal suplai maupun penyaluran,” ujarnya. (rap) jumlah total sebanyak 21.837 titik. Khusus Propinsi Papua mendapatkan alokasi pemasan- gan PJU-TS sebanyak 600 titik. Hendra menuturkan, peres­ mian PJU-TS di Boven Digoel merupakan upaya Pemerintah untuk memastikan infrastruktur tersebut telah terpasang dengan baik dan dapat dimanfaatkan olehmasyarakat. “Peresmian kali ini merupakan 50% dari alokasi PJU-TS yang dipasang di Propinsi Papua dengan anggaran 2018 yaitu sebanyak 600 titik. Kami inginmemastikan anggaran yang ada kembali langsungkepadama­ syarakat melalui pembangunan infrastruktur tersebut,” ujarnya. Melalui pemasangan PJU-TS tersebut, diharapkan pula dapat memberikan manfaat dan mem- bantu masyarakat di Propinsi Papua, khususnya Kabupaten Boven Digoel dan Asmat agar pengembangan perekonomian dapat berjalan lebih cepat. (rap) Dikatakannya, pengeboran tersebut merupakan rencana kerja Pertamina EP di 2019 yang dieksekusi menggunakan rig E-52 dengan kapasitas 1000 HP milik PT Pertamina Drilling Ser- vice Indonesia (PDSI. Dengan performa rig yang sangat baik sebagai implementasi sinergi mu- tual benefit yangmembanggakan. Sebelumnya Alfian Husein menyampaikan, pada Februari kemarin, Exploration Drilling Team Pertamina EP juga ber- hasil menemukan cadangan migas dari sumur Randuwangi di kawasan Subang Jawa Barat. Penemuan ini cadangannya diperkirakan sebesar 15 juta barel setara minyak. Penemuan cadangan baru migas ini bagi Per tamina EP diperuntukan menjaga tingkat produksi minyak dan gas di area Pertamina EP Asset-3, Jawa Bagian Barat. Se- hingga kegiatan eksplorasi di Jawa Bagian Barat juga masih menjanjikan, walaupun dengan ukuran yang tidak terlalu besar namun tetap bisa ekonomis karena tidak jauh dari fasilitas produksi eksisting. (rap) kawasan pantai timur Sulawesi Tengah,” ujarnya.

& CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami mengatakan, SPBU Pertamina di Jalan Anggadireja, Dayeuhkolot, dan di Jalan Moh Toha, Baleendah, sementara tidak beroperasi karena akses menuju SPBU terdampak luapan air. Meski demikian, sarana dan fasilitas SPBU berada dalam kondisi aman karena sudah dirancang sesuai dengan kondisi rawan banjir. “Masyarakat dapat memper- oleh pasokan BBM melalui SPBU alternatif yakni SPBUPer- tamina 34.40313 dan 34.40326 di Jalan Terusan Bojongsoang, Baleendah yang beroperasi seperti biasa,” kata Dewi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Digoel kurang lebih sebesar Rp 970.000 per bulan atau setara dengan penghematan 660 kWh per bulan. Rinciannya sebanyak 37 PJU-TS dipasang di ruas jalan pasar dan terminal, 11 titik di ruas jalanmenuju pelabuhan, dan 2 titik di depan asrama pelajar,” kata Hendra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/4). Hendra menjelaskan, PJU-TS merupakan lampu penerangan jalan yangmenggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya. Ini menjadi solusi un- tuk digunakan di jalan-jalan pada daerah yang belum terjangkau listrik PLNmaupun pada daerah- daerah yang telah terlistriki PLN, namun ingin mengurangi konsumsi listrik daerahnya. Pemasangan PJU-TS di Kabu- paten Boven Digoel dan Asmat merupakan bagian dari Program PJU-TS Tahun 2018. Pada tahun ini, pemasangan PJU-TS dilak- sanakan di 26 propinsi dengan dengan Contingent Resources sekitar 250 miliar kaki kubik gas plus beberapa juta barel minyak,” kata Alfian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/4). Alfian menuturkan, kawasan Donggi-Matindok diprediksi masih menyimpan beberapa prospek dan lead yang cukup menjanjikan. Apalagi kegiatan sur vei seismik 2D maupun 3D, baik di daratan maupun di lepas pantai, sedang dilakukan. Bahkan untuk seismik lepas pantai telah selesai pertengahan Maret lalu. Penambahan data melalui sur vei seismik yang lebih detail tersebut sebagai upaya untuk menambah tingkat keyakinan atau meningkatkan status prospek menjadi prospek siap bor. “Dengan penemuan cadangan migas baru dari struktur Wolai pada tahun lalu dan dari struk- tur Morea saat ini dipastikan akan menjadi cambuk semangat dan menambah keyakinan Per- tamina EP untuk terus agresif melakukan kegiatan eksplorasi, baik seismik maupun penge- boran sebagai upaya menambah cadangan migas, khususnya di

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) Marketing Opera- tion Region III memastikan keamanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan minyak gas cair ( liquefied petroleum gas / LPG) di Kabupaten Bandung yang terdampak banjir luapan Sungai Citarum. Namun, ada be- berapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tidak beroperasi sementara karena imbas luapan sungai tersebut. Seperti diketahui, Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, dan Da y euhko l o t me r up akan kawasan rawan banjir dari me- luapnya Sungai Citarum atau apabila terjadi hujan lebat. Unit Manager Communication JAKARTA – Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) telah dibangun sebanyak 300 titik di Kabupaten Boven Digoel dan Asmat, Papua. Penerangan itu mampu menerangi jalan-jalan di pemukimanwargadandapatmeng­ hemat tagihan rekening listrik. Direktur Pembinaan Pengusa- haan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi pada Peresmian PJU- TS di Papua, Kamis (4/4) meng­ ungkapkan, pemasangan PJU-TS pada 250 titik di Kabupaten As- mat akan mampu menekan pen- geluaran daerah dengan meng­ hemat rekening listrik Pemda kurang lebih sebesar Rp 4,850 juta per bulan yang setara dengan penghematan 3.300 kilowatt per hour (kWh) per bulan. PJU-TS yangmemiliki daya listrik sebesar 40watt ini dibangun dengan jarak antar PJU sepanjang 20 meter. “Sementara itu pemasangan di 50 titik akan menghemat listrik pemerintah daerah Boven JAKARTA – PT Pertamina EP (PEP) berhasil mengalirkan gas sekitar 10 juta kaki kubik per hari ( million standard cubic feet per day /mmscfd) melalui Drill Stem Test (DST) pada sumur eksplorasi Morea-001 (MOR-001) di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Pengeboran sumur eksplorasi MOR-001 ini menca­ pai titik kedalaman akhir 2300 meter. Exploration & New Discovery Project Director PEP Alfian Hu- sein mengatakan, penemuan cadangan gas tersebut dipas- tikan setelah Tim Exploration Drilling Morea-001 melakukan Drill Stem Test (DST) atau Uji Kandung Lapisan pada batuan karbonat FormasiMentawa. Dari proses ini, diperoleh produksi gas gas sekitar 10 mmscfd dan diperkirakan akan lebih besar lagi. Besaran cadangan tersebut baru akan diketahui dalam be- berapa bulan mendatang setelah selesai evaluasi lanjut dan veri- fikasi cadangan. “Penemuan baru ini didapat­ kan setelah penemuan cadangan dari pengeboran eksplorasi pada tahun lalu di struktur Wolai

PLTU Lontar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension 1x315 MW saat pembangunan di Desa Lontar, Tangerang, Banten, baru-baru ini. Proyek yang pengerjaannya di bawah tanggung jawab PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa bagian Barat ini sudah mencapai 87 persen pembangunannya, yang merupakan bagian dari proyek strategis pemerintah yakni program listrik 35.000 MW.

pada 2017 dan menyentuh 209,48 ribu pada 2018. Pada 2019 ini, produksi minyak Blok Rokan ditargetkan sebesar 190 ribu bph. Kepala SKK Migas Dwi So- etjipto menuturkan, Blok Rokan memang sudah masuk fase penurunan produksi. Blok yang digarap PT Chevron Pacific In- donesia ini dikatakannya sempat menghasilkan minyak hingga 1 juta barel bph. Sehingga minyak yang diperoleh saat ini merupakan sisa-sisa cadangan minyak yang ada. Di sisi lain, Blok Cepu belum lama ini baru mulai produksi penuh. “Exxon baru selesai 2017 produksi ( full scale ) mulai on stream, cadangan masih besar, sehingga hanya dilubangi sudah menyembur. Kalau di Rokan, harus dihisap-hisap,” kata dia. Blok Rokan mulai mengha­ silkan minyak mulai 1952 dan mencapai 1 juta bph pada Mei 1973. Sementara Blok Cepu baru mulai memproduksi minyak cukup besar, yakni 165 ribu bph, pada 2016. Selanjutnya, Ex- xon Mobil mampu menggenjot produksi blok ini menjadi 185 ribu bph mulai 2017 lalu. Kemu- dian, dari perhitungan data reser voir dan kinerja sumur, cadangan minyak Blok Cepu tercatat meningkat dari awalnya dalam rencana pengembangan ( plan of development /POD) 450 juta barel menjadi 729 juta barel dan terakhir 823 juta barel atau 80% lebih tinggi dari POD. sesuai dengan kesepakatan pemerintah yakni paling lambat pada 2023 mendatang. Dalam evaluasi pembangunan smelter pada Februari kemarin terungkap adanya desain smelter teranyar. Rancangan itu berupa penambahan fasilitas pemurnian anoda slime dengan kapasitas 6.000ton.Anodaslimemerupakan produk samping dari pemurnian konsentrat tembaga. Anoda slime termasuk jenis mineral yang harus dimurnikandi dalamnegeri terhitung sejak 2017 kemarin. Perubahan desain itu membuat investasi smelter membengkak menjadi US$3 miliar.( rap )

saat melakukan lifting , kapal berikutnya dapat terhambat. “Hal tersebut berpotensi mem- buat kita kehilangan opportunity dan supply crude oil untuk In- donesia. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama dalam lingkup sinergi Pertamina Group se- hingga bisa ditemukan solusi yang tepat,” jelas Jamsaton. Mengacu data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), realisasi produksi Blok Cepu sampai kuartal pertama lalu tercatat mencapai 220 ribu bph. Produksi Blok Cepu ini lebih tinggi dari Blok Rokan yang sebesar 197 ribu bph. Padahal, sampai akhir tahun lalu, Blok Rokan masih menjadi produsenminyak terbe- sar dengan realisasi produksi 209,48 ribu bph. Pada tahun ini, Exxon Mobil masih akan menggarap satu proyek lagi di Blok Cepu, yakni Proyek Kedung Keris. Mengacu data SKK Migas, Proyek Ke- dung Keris dijadwalkan mulai produksi pada kuartal ketiga tahun ini. Proyek ini diperkirakan dapat menghasilkan minyak se- besar 3.800 bph. Sementara itu, produksi Blok Rokan terus menurun setiap tahunnya. Pada 2016 lalu, berda­ sarkan data SKKMigas, produksi minyak Blok Rokan masih di kisaran 250 ribu bph. Namun, produksi minyak ini kemudian turun menjadi 223.885 ribu bph mencapai minimal 90% dari ren- canakerjamakadikenakansanksi. Adapun saksinya pencabutan izin ekspor. Selama masa 12 bulan mendatang pembangunan smelter masuk dalam kriteria tahap ad- ministrasi. “Kurang lebih seperti pemadatan tanah, procurement dengan vendor,” jelasnya. Secara terpisah Juru bicara Freeport Indonesia Riza Pratama membenarkan adanya peru- bahan penyedia jasa teknologi. Hanya saja dia enggan membe- berkan alasan memilih Outotec sebagai penyedia jasa teknologi smelter. Namun diamenegaskan target pembangunan smelter

Oleh Retno Ayuningtyas JAKARTA – PT Pertamina EP Cepu menargetkan produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu pada tahun ini bisa mencapai 230 ribu barel per hari (bph). Blok Cepu menggeser posisi Blok Rokan sebagai produsen minyak terbesar di Indonesia.

bisa dinaikkan sampai 225-230 ribu bph,” kata dia sebagaimana dikutip dalam keterangan re- sminya, Jumat (5/4). Meski demikian, diakuinya peningkatan produksi ini men- jadi satu tantangan tersendiri. Pasalnya, pihaknya harus mend- ongkrak produksi dengan kapas- itas yang ada saat ini. Karena it- ulah, pihaknya perlu melakukan uji coba terlebih dahulu. “Kalau uji coba ini berhasil, kita bisa menaikkan produksi minyak sehingga dapat meningkatkan suplai dalam negeri dan dapat mengurangi impor,” ujarnya. Tantangan lainnya, lanjut Jamsaton, frekuensi pengam- bilan minyak atau lifting melalui kapal yang cukup tinggi. Hal ini lantaran kapal-kapal yang digun- akan untukmembawaminyak ke kilang Pertamina adalah kapal menengah dan kecil. Frekuensi yang cukup tinggi ini sangat riskan terhadap lifting . Jika ter- jadi sesuatu dengan satu kapal hingga saat ini sekitar 2,8%. Capaian itu lantaran Freeport mengganti penyedia jasa tekno- logi dari Mitsubishi menjadi Outotec. Namun dia meneg- askan progres smelter tersebut memenuhi kriteria minimal 90% dari rencana kerja per enam bulan. “Diawal-awal memang landai. Tapi nanti 2020 sudah masuk tahap konstruksi,” kata Yunus di Jakarta, belum lama ini. Yunus menerangkan pemban- gunan smelter Freeport dievaluasi setiap enam bulan sekali. Terhi- tung sejak diterbitkannya reko- mendasi persetujuan ekspor. Bila kemajuan pembangunan belum

Lapangan Banyu Urip saat ini dikelola oleh Exxon Mobil Cepu Limited dengan kepemi- likan saham 45%. Sementara PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina EP Cepu, memegang hak partisi- pasi sebesar 45% di blok terse- but. Sementara sisa saham 10% dipegang empat Badan Usaha Milik Daerah, yaitu PT Blora Patragas Hulu, PT Petrogas Jatim Utama Cendana, PT Asri Darma Sejahtera, dan PT Sarana Patra Hulu Cepu. Direktur Utama Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan mengatakan, pada tahun lalu, realisasi produksi minyak Blok Cepu telah menyentuh 208,8 ribu bph, 4% di atas target yang ditetapkan. Tahun ini, pihaknya akan menggenjot produksi minyak blokmigas di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini menjadi lebih tinggi. “Kami mau mulai uji coba apakah [produksi Blok Cepu] JAKARTA – Kementerian En- ergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pem- bangunan fasilitas pemurnian mineral ( smelter ) konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia memasuki tahap konstruksi pada 2020 mendatang. Smelter yang terletak di Gresik, Jawa Timur itu memiliki kapasitas 2 juta ton konsentrat tembaga serta terdapat fasilitas pemurnian anoda slime dengan kapasitas 6.000 ton. Direktur Pembinaan Pen- gusahaan Mineral Kemen- terian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan progres smelter

ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc.

Revegetasi Areal Tambang Sejumlah pekerja menanam pohon dalam program revegetasi atau penanaman pohon kembali di areal bekas tambang yang telah di eksploitasi di kawasan Sulawesi Selatan, baru-baru ini. Revegetasi seluas 4.000 hektare dari sekitar 5.000 hektare lahan tambang yang telah dieksploitasi ini sebagai salah satu bentuk revitalisasi terhadap lingkungan. pertambangan nikel di Soroako, Luwu Timur,

Proyek Train-3 Kilang Tangguh dengan biaya pengembangan US$ 8 miliar. Tahun ini, proyek yang dikerjakanBPBerau Ltd dijadwalkan telah merampungkan instalasi pipa, memulai pre-co- missioning , serta menyelesaikan WDA drilling . Sebelumnya disebutkan bahwa Proyek Pengembangan Tangguh akan menambahkan satu fasilitas proses LNG baru (Train 3) dan tambahan kapasitas produksi sebesar 3,8 juta ton per tahun ( million ton per annum /mtpa) yang menjadikan kapasitas total kilang LNG Tangguh menjadi 11,4 mtpa. BP memegang 37,16% saham di proyek tersebut. Mitra-mitra kontrak Tangguh lainnya adalah MI Berau B.V. (16,30%), CNOOC Muturi Ltd. (13,90%), Nippon Oil Exploration (Berau), Ltd. (12,23%), KGBerau/KGWiriagar (10,00%), Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc. (7,35%), dan Talisman Wiriagar Overseas Ltd. (3,06%). (ayu)

enanya, produksi gas dari perusahaan ini berkur- ang menjadi sekitar 690 mmscfd. Penurunan produksigasinidisebutnyatidakmenjadimasalah bagi konsumen lantaran telah direncakan. “[Pemeliharaan rutin] sampai pertengahan April. Itu perawatan rutin di Train-1,” tutur Fataryani. Mengacu data SKK Migas, sampai akhir Maret lalu, produksi gas BP Berau tercatat sebesar 181 ribu barel setara minyak per hari ( barrel oil equivalent per day /boepd) dibanding target 188 ribu boepd. Sementara mengacu laman BP, produksi gas BP Berau (Tangguh) untuk kilang gas alam cair ( liquefied natural gas /LNG) Tangguh berasal dari enam lapan- gan di tiga blok migas, yakni Blok Wiriagar, Berau, dan Muturi. Kilang Tangguh saat ini terdiri dari dua train. Namun, BP kini tengah mengerjakan Train-3 yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2020.

1.000 mmscfd itu diakuinya tidak dapat dicapai di tahun ini. “Sekarang dilihat trennya dulu, kan dia [Per- tamina] ada beberapa proyek yang dipercepat juga. Walaupun enggak bisa [tahun ini 1.000 mmscfd], harus pelan-pelan,” jelasnya. Sebelumnya, Pertamina Hulu Mahakam menyatakan akan mengucurkan investasi hingga US$ 800 juta di Blok Mahakam. Per- tamina berencana mengebor 108 sumur, per- awatan sumur 6.423 kegiatan, melaksanakan shut in build up (SIBU) 820 unit sumur, dan lainnya. Sementara target produksi minyak Blok Mahakam yang ditargetkan Pertamina sebanyak 30.400 bph dan gas 715 mmscfd. Pertamina memegang 100% hak partisipasi di Blok Mahakam. Sementara terkait BP Berau (Tangguh), dikatakan Fataryani, tengah melakukan pemeli- haraan rutin selama 23 hari sejak pekan lalu. Kar-

Dia menjelaskan, pada 2017 lalu ketika masih masa peralihan, Pertamina seharusnya mengebor hingga lebih dari 100 sumur di Blok Mahakam. Nyatanya, sumur yang dibor hanya 13 buah. Hal tersebut berdampak pada realisasi produksi gas blok di lepas pantai Ka- limantan Timur itu pada saat ini. Untuk tahun ini, Pertamina seharusnya memperbanyak sumur yang dibor. “Enggak cukup hanya 118 sumur. Kalau dia mau sama seperti sebelumnya, harusnya 400 sumur dibor. Tetapi ini kan enggak mungkin. Enggak salah juga Pertamina,” ujar Fataryani. Karenanya, lanjut Fataryani, produksi gas Blok Mahakam akan stabil di kisaran 700 mmscfd sampai akhir tahun. Meski demikian, pihaknya akan terus menggenjot produksi gas blok migas ini agar dapat mencapai kisaran 1.000 mmscfd. Syaratnya, jumlah sumur yang dibor harus diperbanyak. Walaupun, produksi

JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat produksi gas dari dua produsen gas besar nasional belum optimal, yakni PT Pertamina Hulu Makamam dan BP Berau (Tangguh). Adanya perawatan dan minimnya pengeboran menjadi penyebabnya. Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas Fataryani mengatakan, hingga Maret lalu, produksi gas dari BlokMahakam tercatat baru sekitar 700 juta kaki kubik per hari ( million standard cubic feet per day /mmscfd), berkur- ang 300-400 mmscfd dari target. Minimnya sumur yang dibor pada masa transisi pengelo- laan dari Total E&P Indonesie ke Pertamina menjadi penyebabnya. “Kalau mau mengejar [target] harus menge- bor sumur dua kali lipa dari sebelumnya. Kalau dulu mengebor 150 sumur, tahun ini harusnya 300 sumur,” kata dia di Jakarta, Kamis (4/4).

Made with FlippingBook - Online catalogs