SP200629

Senin, 29 Juni 2020

20

Keroyok Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Suara Pembaruan

SIKM Masih Berlaku di DKI Jakarta SeorangWarga Jerman TerjaringOperasi

[JAKARTA] Polisi me- nangkap 11 warga negara asing (WNA) asal Nigeria, lantaran mengeroyok dan memukul anggota Polri yang tengah bertugas, di Apartemen Green Park View Tower F RT 08 RW 0 5 , D u r i K o s a m b i , Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (27/6). "Pada saat kejadian da- pat diamankan sembilan o r a n g w a r g a n e g a r a Negeria. Kemudian sema- lam ada penambahan dua WNA, jadi total 11 orang WNA. Selanjutnya kita ber- koordinasi dengan pihak Imigrasi (personel imigrasi datang ke TKP) untuk dide- tensi dan ditangani pihak Imigrasi," ujar Kepala B i d a n g H u b u n g a n Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yu s r i Yunu s , Mi nggu (28/6). Dikatakan Yusri, krono- logi kejadian bermula keti- ka 12 anggo t a Subd i t K e j a h a t a n S i b e r Ditreskrimsus Polda Metro Jaya hendak mengembang- kan dan menangkap WNA Nigeria terkait kasus peni- puan online , di apartemen tersebut, sekitar pukul 12.00 WIB. Tiba-tiba, ang-

gota diadang kurang lebih 60 orang asing. "Kemudian ada salah sa- tu warga negara asing didu- ga asal Nigeria berteriak a d a r a z i a d a r i p i h a k Imigrasi. Tak lama, sekelompok warga negara asing lang- sung melawan dan menge- royok lima anggota Subdit Cyber Crime Polda Metro. Anggota sudah menyampai- kan kalau mereka anggota polisi, tetapi masih tetap melawan sehingga terjadi keributan sampai terjadi pe- mukulan terhadap anggota Polri," ungkapnya. Kondusif Yusri menyampaikan, pasca-penangkapan situasi di Apartemen Green Park Vi ew, Du r i Ko s amb i , Cengkareng, Jakarta Barat, terpantau aman dan kondu- sif. 11 WNA itu ditangkap a nggo t a Subd i t S i b e r Ditreskrimsus Polda Metro J aya , d i ban t u Re smob Polres Metro Jakarta Barat, Polsek Cengkareng, dan warga. “Korban lima personel Subdit Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya menga- lami luka ringan,” katanya. [BAM/W-11]

[JAKARTA] Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih memberlakukan surat izin keluar masuk (SIKM). Pemberlakuan SIKM bagi warga yang hendak keluar-masuk Jakarta selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

“Hingga saat ini, kami ma- sih memberlakukan SIKM di wilayah perbatasan Jakarta,” u j a r K e p a l a D i n a s Perhubungan Pemprov DKI Jakarta, Syafrin Lupito, Minggu (28/6). Dia mengatakan, pember- lakuan SIKM berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Bepergian di Provinsi DKI J a k a r t a d a l am Up a y a Pencegahan Penyebaran Covid-19. Pemprov DKI memberla- kukan PSBB transisi sejak 19 Juni-2 Juli 2020. Selama perio- de ini, petugas masih menerap- kan SIKM bagi warga yang hendak keluar masuk wilayah DKI Jakarta. Pemeriksaan SIKM berlaku bagi pelat no- mor pengendara selain pelat B

atau pengendara yang berdo- misili di luar wilayah hukum Polda Metro Jaya. Di stasiun, terminal, petu- gas juga masih memeriksa SIKM kepada masing-masing penumpang. Namun, menurut Humas Tol Jakarta-Cikampek Hendra Damanik, mengatakan petugas gabungan yang berpatroli di pos pantau Cikarang Barat KM 31A dan Karawang Barat KM 47B, sudah tak lagi bersiaga di pos pantau. Dengan begitu, warga yang hendak menggu- nakan Tol Jakarta-Cikampek, tak lagi dilakukan pemeriksaan SIKM. Petugas juga tak lagi melakukan penyekatan kenda- raan di dalam tol. “Pemeriksaan SIKM di Tol Jakarta-Cikampek sudah ditia- dakan,” ujar Hendra Damanik. Hal itu, kata dia, bersama-

ANTARA/Muhammad Adimaja Petugas gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP melakukan pemeriksaan terhadap pengguna kendaraan yang akan masuk ke wilayah DKI Jakarta di kawasan perbatasan Bekasi-Karawang, Jawa Barat, Jumat (29/5).

an dengan dibukanya kembali pengoperasian Tol Layang Jakarta-Cikampek II, pada 7 dan 8 Juni 2020 lalu. Syarat Masuk Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat menjaring seorang warga negara asing (WNA) Jerman di Stasiun Pasar Senen karena tidak me-

miliki SIKM sebagai syarat masuk ibu kota. "WNA itu naik kereta dari Semarang, pas sampai sini di- cek ternyata tidak punya SIKM. Jadi kita bawa ke Gedung KONI Gambir untuk menjalani isolasi mandiri sela- ma satu hari," kata Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Jakarta Pusat Gatra Pratama Putra.

Gatra mengatakan WNA berinisial ST tersebut mengaku datang ke Jakarta untuk bisnis atau membuka usaha. Karena tidak memiliki SIKM, ST me- mutuskan kembali ke tempat awal keberangkatannya, yaitu Semarang. "Sudah kembali lagi ke Semarang Sabtu pagi, naik ke- reta pukul 07.00 WIB," ujar Gatra. [Ant/160]

Made with FlippingBook - Online catalogs