ID170919

SELASA 19 SEPTEMBER 2017

24

Investor Daily/ist

Di sisi lain, Global Credit Division Unit Head Bank KEB Hana Indonesia Deddy Surya Wibowo menjelaskan, dalam kredit sindikasi tersebut perseroan memiliki porsi sebesar Rp 500 miliar. Menurut Deddy, dengan bunga yang sebesar 7,77% pihaknya melihat Waskita sebagai perusahaan milik pemerintah yang dinilai memiliki reputasi yang baik dalam kemampuan membayar. Oleh karena itu, pihaknya berani berlibat dalam proyek sindikasi untuk kegiatan operasional tersebut. Sebelumnya, perseroan juga terlibat dalam kredit sindikasi, seperti pada proyek anak usaha PGN, perusahaan tambang, dan perusahaan garmen. “Un- tuk power plan kami belum ada. Kalau tambangkamilihatmemangberisiko,tapi kami juga sudah tidak main di tambang, jadikamitidakambiljuga,”ungkapDeddy. Portofolio kredit Bank KEB Hana Indonesia banyak pada segmen gar- men dan sepatu sebesar 15%, kemu- dian jugamasuk pada segmen properti dan infrastruktur. Perseroan juga mulai masuk sektor konsumer, seperti kredit pemilikan rumah (KPR), kredit tanpa agunan (KTA), dan kartu kredit. Pada kesempatan itu, Team Leader Corporate Division China Construction Bank Indonesia (CCB) Dennis Pratama Setiawanmengungkapkan, porsi kredit sindikasi yang diberikan untukWaskita sebesar Rp 400 miliar. Hal tersebut se- bagai dukungan dan ingin membantu memajukan infrastruktur Indonesia. “Kami porsinya Rp 400 miliar, kami ingin mendukung infrastruktur In- donesia. Sebab, Indonesia saat ini sep- erti di Tiongkok 15-20 tahun yang lalu, infrastrukturnya masih kurang sekali. Dengan ini kami harap 5-10 tahun ke depan infrastruktur Indonesia akan maju,” jelas dia.

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Sembilan bank menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp 5 triliun ke PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan tenor 5 tahun. Suku bunga pinjaman menggunakan tingkat bunga Jakarta Interbank Offerated Rate (JIBOR) sebesar 2,77% per tahun atau setara 7,77% per tahun.

Mandiri Syariah Peduli Kampus Direktur Utama Mandiri Syariah Toni E.B. Subari (ketiga kiri) menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan kantin, musholla, pusat kegiatan mahasiswa (Pusgiwa) kepada Rektor UI Prof Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met (kedua kanan) disaksikan Finance and Strategy Director Ade Cahyo Nugroho (kiri) dan Distribution and Services Director Edwin Dwidjajanto (kedua kiri) serta Dekan MIPA UI Dr. rer. nat Abdul Haris (kanan) di area kampus FMIPA UI, Depok, Jawa Barat, Senin (18/9/2017). Mandiri Syariah mendukung kegiatan mahasiswa UI melalui penyediaan kantin, musholla dan pusat kegiatan mahasiswa (Pusgiwa) di lingkungan kampus UI.

OCBC NISP ke Waskita sebesar Rp 500 miliar, sedangkan porsi Bank SBI Indonesia Rp 150 miliar. Sementara itu, Senior Vice Presid- ent Head of Corporate Banking State Owned Enterprise Business Loan Syn- dications Bank Permata Dedy Sahat menjelaskan, pihaknya mengambil porsi kredit sindikasi Rp 500 miliar. Menurut dia, suku bunga 7,77% terse- but masih cukup baik karena adanya tren suku bunga yang turun juga. “Berhubung sindikasi ini pakai JIBOR, jadi akan disesuaikan, kami melihatnya ini masih cukup baik juga. Kemudian, risiko debitor juga kami rasa tidak masalah karena Waskita adalah BUMN,” jelas Dedy. Porsi kredit untuk BUMN dari Bank Permata masih terbilang kecil, oleh karena itu pihaknya mengharapkan dapat tumbuh di segmen tersebut. Salah satunya dengan memberi kredit sindikasi kepada Waskita. “Kami secara prudent melihat kesempatan yang tumbuh, kemudian memilih yang risiko kreditnya rendah. BUMN itu milik pemerintah, jadi kami rasa bisa jadi contoh dan pasti tepat waktu membayarnya,” terang Dedy.

PT Bank Sumitomo Mitsui Indone- sia (SMBC) ditunjuk sebagai sole manded lead arranger and bookrunner . Dana yang diperoleh akan digunakan sebagai general purpose , yakni dana untuk membiayai berbagai kegiatan operasional Waskita. Direktur Utama SMBC Indonesia Kazuhiza Miyagawa mengatakan, pinjaman kredit sindikasi tersebut merupakan bentuk dukungan perb- ankan internasional terhadap pemban- gunan di Indonesia, khususnya di sek- tor infrastruktur. Pihaknya mengambil porsi dalam sindikasi tersebut sebesar Rp1,2 triliun. “Kami terusmenyalurkan kredit pada sektor infrastruktur seperti yang diharapkan pemerintah Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Kazuhiza di Jakarta, Senin (18/9). Selain SMBC, delapan bank lain yang menyediakan pinjaman adalah Bank of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta, PT Bank KEB Hana Indonesia, PT Bank Permata Tbk, PT OCBC NISP Tbk, PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk, PT Bank CTBC Indonesia, PT Bank Shinhan Indonesia, dan PT Bank SBI Indonesia. Porsi kredit sindikasi Bank

hadap penggunaannya, outstanding tidak bisa sebesar KPR (kredit pemi- likan rumah), lebih ke penggun- aannya. Jadi kuncinya dengan pro- gram dapat meningkatkan transaksi,” ungkap dia. Sementara itu, Kepala Divisi Bis- nis Kartu Kredit BNI Corina Leyla Karnalies menjelaskan, pihaknya menargetkan volume transaksi kartu kredit menembus angka Rp 35 triliun. Hingga akhir Agustus 2017 perseroan mencatat sales volume kartu kredit mencapai Rp 24 triliun. Pihaknya akan mendorong volume transaksi kartu kredit pada kuartal ketiga tahun ini untuk lebih tinggi lagi. Jika dilihat, secara tahunan ( year on year /yoy) sales volume kartu kredit perseroan naik 11%. (nid)

mer upakan sinergi kerja sama antar dua badan usaha milik negara (BUMN) ini pun memberikan kele- bihan yaitu free extra miles hingga 180.000 miles bagi nasabah terpilih. “Kemarin (GATF Phase I) dapat 9.000 nasabah baru, untuk phase II ini kami targetkan akuisisi nasabah baru 9.000 juga dalam tiga hari,” kata Anggoro di Jakarta, Senin (18/9). Dia menjelaskan, BNI belum akan meningkatkan porsi portofolio kartu kredit yang saat ini sebesar Rp 11 triliun dari total kredit konsumer mencapai Rp 66 triliun, atau sekitar 20%. Anggoro mengatakan, pihaknya akan meningkatkan volume transaksi kartu kredit, salah satunya dengan gelaran GATF 2017 Phase II. “Kalau kartu kredit kan lebih ter-

JAKARTA - PTBankNegara Indone- sia (Persero) Tbk (BNI) menargetkan mendapat 9.000 nasabah kartu kredit baru dari gelaran Garuda Airline Travel Fair (GATF) 2017 Phase II. Perseroan juga mengharapkan 30 ribu transaksi dari gelaran selama tiga hari tersebut. Direktur Bisnis Konsumer BNI Ang- goroEkoCahyomengatakan, pihaknya menawarkan program One Day Process dalam pengajuan aplikasi kartu kredit kepada masyarakat pada GATF Phase II. Langkah ini dimaksudkan sebagai salah satu dukunganBNI terhadap pro- gram pemerintah yang menghendaki Indonesia sebagai tujuan utama wisat- awan dalam dan luar negeri. Dalam kegiatan tersebut, Kartu Kredit dan Debit BNI Garuda yang

Made with FlippingBook flipbook maker