SP191006

Suara Pembaruan

28

Rabu, 6 November 2019

MRT Usulkan Subsidi Rp 2,64 T untuk Fase II

[JAKARTA] PT Mass Rap i d Tr ans i t (MRT) Jakarta mengajukan dana penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 2,64 tri- liun dalam Rancangan Kebijakan UmumAnggaran d a n P r i o r i t a s P l a f o n An g g a r a n S eme n t a r a (KUA-PPAS) APBD DKI 2020. Usulan tersebut disam- paikan Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta William P Sabandar dalam rapat pembahasan anggaran di Komisi B DPRD DKI, Jakarta, Selasa (5/11). Ia memaparkan, alokasi usulan dana PMD di- gunakan digunakan untuk membiayai pembangunan konstruksi MRT Jakarta Koridor Utara-Selatan Fase 2 dengan rute Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Ancol Barat, Jakarta Utara. “Sekitar Rp 2,32 triliun untuk mengerjakan kon- struksi MRT Fase 2 dan un- tuk konsultan konstruksi. Sedangkan sisanya, Rp 46,94 miliar digunakan se- bagai dana pendamping proyek Fase 2. Jadi totalnya sebesar Rp 2,64 triliun,” ujar William P Sabandar. Tahun lalu, PT MRT Jakarta sudah mendapatkan kucuran dana PMD untuk membayar pinjaman JICA sebesar Rp 4,4 triliun dari APBD DKI 2019. Bila mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) DKI No 9/2018 tentang Penyertaan Modal Daerah PT MRT Jakarta, maka Pemprov DKI dapat mem- berikan PMD kepada PT MRT Jakarta maksimal se- besar Rp 40,75 triliun. Realisasi PMD yang diberikan Pemprov DKI ke- pada PT MRT Jakarta dari 2008 hingga 2020, baru mencapai Rp 19,82 triliun. Artinya, masih memungk- inkan BUMD DKI ini mendapatkan dana PMD yang cukup besar.

P D I P e r j u a n g a n , Pandapotan Sinaga dengan nada canda mengatakan bila usulan PMD MRT Jakarta dan Jakpro disetu- jui, maka harus dibuatkan prasasti berisi nama-nama anggota dewan di Komisi B di MRT Fase 2 dan JIS. “Benar ya Pak. Catat ya. Jangan lupa dibikinin pra- sastinya. Biar kami setujuin nih usulan PMDnya,” kata Pandapotan. Ucapan Pandapotan disambut anggota komisi B lainnya, Wahyu Dewanto. “Kami mengusulkan kalau misalkan diketok siapkan prasasti nama-nama komisi B yang menyetujui dana MRT ini,” ujar Wahyu Wahyu berseloroh pra- sasti tersebut adalah pra- sasti asli bukannya batu nisan. "Tapi bukan batu nisan ya. Itu kebanggaan, sejarah,” ucap dia sambil tertawa. Begitu juga dengan ang- gota komisi B, Hasan Basri Umar juga mengingatkan kembali di akhir rapat pem- bahasan anggaran. “Jadi jangan lupa prasastinya buat kita ya. Biar cepat nih disetujui,” tutur Hasan Basri. Menanggapi hal terse- but, William menyebutkan bahwa pihaknya sudah mencatat agar semua pihak yang berpartisipasi dalam pembangunan MRT kemu- n g k i n a n d i a b a d i k a n . “Prasasti kami catat me- ma n g k omi tme n P a k Gubernur mencantumkan semua nama yang terlibat itu sudah dicatat," tuturnya. Hal senada juga disam- paikan Dirut PT Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto yang juga menjawabnya dengan nada bercanda. “Nanti kita buatkan pra- sasti satu batu satu nama. Namun, memang nanti ada walk of fame di sana,” ucap Dwi Wahyu Daryoto. [LEN/W-11]

ANTARA/Reno Esnir Warga melintas di area parkir sepeda di stasiun MRT Cipete, Jakarta, Selasa (15/10). Pemprov DKI Jakarta menargetkan parkir sepeda di seluruh stasiun kereta moda raya terpadu atau MRT Jakarta bakal rampung sebelum akhir tahun ini.

Saa t i n i , PT MRT Jakarta telah mengantongi persetujuan lokasi depo di Ancol Barat, Jakarta Utara dari Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat. Dengan begitu pemban- gunan MRT Jakarta Koridor Selatan-Utara Fase 2 akan dibagi dua bagian. Fase 2 akan dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Kota dan Fase 2B dari Kota hingga Ancol Barat. Untuk Fase 2, koridor Bundaran HI-Kota akan ter- bentang sepanjang 6,3 kilo- meter (km) dengan tujuh stasiun bawah tanah. Maka untuk Fase 2A, koridor Kota-Ancol Barat akan ter- bentang sepanjang 5,2 km dengan empa t s tas iun bawah tanah dan elevated . “Jadi dengan disetu- juinya depo di Ancol Barat maka untuk koridor Fase 2 ada tambahan panjang 5,2 km. Dengan begitu, stasiun- nya juga akan bertambah, dari tujuh menjadi 11 sta- siun. Pe-nambahan stasiun- nya itu dua di kawasan Mangga Dua, satu di Ancol Empat Stasiun

ran tujuh SKPD yang ada di Komisi B dan delapan BUMD yang mengajukan dana PMD,” kata Abdul Aziz. Da l am pembahasan anggaran di Komisi B ber- sama dengan beberapa badan usaha milik daerah (BUMD) DKI ternyata ti- dak melulu serius. Ada juga candaan yang terlontar dari mulut anggota dewan. Salah satunya, saat William P Sabandar mema- parkan rencana alokasi ang- garan untuk pengajuan dana PMD sebesar Rp 2,64 tri- liun dan Direktur Utama PT J a k a r t a P r o p e r t i n d o ( J a kp r o ) Dwi Wa hyu Daryoto memaparkan dana PMD yang diusulkannya, beberapa anggota dewan mem i n t a n ama - n ama mereka dibikinkan prasasti. Prasasti itu akan dipa- jang bila pembangunan MRT Fase 2 dan Jakarta International Stadium (JIS) di Taman BMW, Jakarta Utara rampung.

dan satu lagi beserta depo di Ancol Barat,” terang William Sabandar. Perubahan rute MRT Fase 2 dari Bundaran HI ke Ancol Barat telah mendapat dukungan dari Badan Kerja sama Internasional Jepang ( J a p a n I n t e r n a t i o n a l Coorporate Agency-JICA). Bahkan JICA sudah men- yatakan bersedia men- dukung pendanaan untuk pelaksanaan studi kelay- akan dan detail engineering design (DED) dari Kota ke Ancol Barat. Diakui, dengan penam- bahan panjang koridor pembangunan MRT Fase 2 ini, maka akan bertambah

pula biaya yang diperlukan. Namun, ia belum bisa me- mastikan penambahan dana untuk membangun MRT Fase 2B ini. Ketua Komisi B DPRD DKI Abdul Aziz mengata- kan, pihaknya belum me- mutuskan menyetujui atau tidak usulan PMD PT MRT Jakarta. Karena pembahasan dana PMD dari delapan BUMD DKI belum ram- pung. “Pembahasan BUMD belum rampung. Kita akan lanjutkan besok. Mungkin Kamis baru Komisi B akan menge t ok pa l u un t uk mengesahkan pagu angga-

Disetujui

S e p e r t i S e k r e t a r i s Komisi B DPRD dari Fraksi

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker