SP181105

Suara Pembaruan

28

Senin, 5 November 2018

Bogor Ingin Hapus 3 Pelintasan Sebidang

[BOGOR] PemkotBogorme- mastikanproyekpembangunan jalan layang menyeberangi pelintasan sebidang di Jalan RE Martadinata, Bogor Te- ngah, selesai Desember tahun depan. Setelah itu, proyek akan berlanjut di pelintasan KebonPedes danMASalmun. Pembangunan jalan layang di pelintasan sebidang mampu mengurangi tingkat kecelakaan danmereduksi kepadatan arus lalu lintas. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)KotaBogor,Chusnul Rozaqi mengatakan, selain pembangunan jalan layang di RE Martadinata, Pemkot Bogor juga telahmengusulkan pembangunan jalan layang di KebonPedes danMASalmun. “Memang kami usulkan tiga, tetapi yang disetujui baru REMartadinata,karenaituyang prioritas.Mungkin, setelahRE Martadinta selesai, kita akan

usulkan kembali,” katanya kepada SP , Minggu (4/11). Dua pelintasan lainnya, juga merupakan titik padat lalu lintas. Pembangunan tahap pertama jalan layang RE Martadinata dimulai dengan inventarisutilitas.Adasembilan utilitasyangharusdipindahkan, seperti dua tiang listrik, pipa gas, pipa PDAM, dan kabel fiber telekomunikasi. “Setelah utilitas selesai, baru pohon di sepanjang jalan kami akan pindahkan atau tebang,” katanya. Menurutnyapelebaranjalan tersebut sebagai upaya agar se- lamaprosespekerjaanJalanRE MartadinatamenujuCimanggu maupun Kebon Pedes tidak ditutup. “Jadi tujuannya untuk pengalihan arus lalu lintas ken- daraanselamaprosespekerjaan, sehingga tidak ada penutupan jalan sebagaimana permintaan masyarakat,” jelasnya.

Pada 2017, dalam periode yang sama terjadi 33 kasus. Dari jumlah itu, kecelakaan nonpenumpang sebanyak 18 kali dengan korbanmeninggal 3 orang dan selebihnya luka. Kepala Unit Pengangan KecelakaanKereta Suhardho­ no menjelaskan, kejadian nonpenumpang lebih kepada ketidakawasan para pejalan saat melintasi pelintasan ke- reta. “Umumnya kecelakaan nonpenumpang terjadi saat pejalanmelintas di perlintasan kereta. Menerobos palang perlintasan atau warga yang tidak awas ketika melewati perlintasan liar yang dibuat warga,” katanya. PT KAI melansir, saat ini terdapat 509 pelintasan sebidang di jalur kereta Jabo- detabek, 186 perlintasan resmi dan terjaga, 123 perlintasan resmi tidak terjaga dan 201 Tidak Awas

perlintasan ilegal. Sepanjang jalur Stasiun Bogor hingga Citayamterdapat 21perlintasan sebidang resmi dan delapan pelintasan liar. Pelintasan yang dianggap rawan kecelakaan sendiri meliputi perlintasan kereta di Citayam, Cilebut, Pondok Rumput, Bojong Gede, “Di daerah rawat tersebutmemang banyak sekali permukiman atau lalu lintas transpotasi yang padat,” katanya. Suhardhonomenjelaskan, saat ini perjalanan kereta setiap 7hingga15menitsekali.Ketika melewati pelintasan sebidang tersebut, secara otomatis pa- lang pelintasan kereta tertutup dan menyebabkan antrean kendaraan. “Bisa dibayangkan apabila palang di pelintasan sebidang tersebut tertutup tigamenit se- kali. Itumengakibatkanantrean kendaraan lebih panjang lagi,” katanya. [VEN/W-11]

istimewa

Maket jalan layang RE Martadinata, Bogor

Chusnul memastikan telah berkoordinasi denganpihak ter- kait dalamrekayasa lalu lintas, baik dari Dinas Perhubungan maupun Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota. “Sehingga satu sama la- innya tidak saling terganggu. Kita pastikan kegiatan ini akan selesai Desember 2019 mendatang,” ujarnya. Dalamkurunwaktu4bulan,

Agustus-Oktober 2018, telah terjadi 17 kejadian kecelakaan di pelintasan kereta. Hingga pertengahan Oktober, jumlah kecelakaan kereta terdata ada 17 kejadian. Berdasarkan data PolrestaBogor Kota, dari jum- lah itu, 10kejadiankecelakaan nonpenumpang atau orang yang berada di pelintasan. Dua orang meninggal dan delapan orang luka.

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker