SP190531

Suara Pembaruan

Utama

2

Jumat, 31 Mei 2019

Contra Flow Urai Kemacetan di Tol

Golkar Minta Jatah 5 Menteri?

M esin parpol Koalisi Indo- nesia Kerja (KIK) rupanya telah on fire . ereka tak mau keduluan bah-

ke Jokowi untuk duduk sebagai menteri? Dia membeberkan lima nama kandidat menteri tersebut. Dua di antaranya kini masih menjadi

kan jangan sampai kehilangan momen- tum lowongan kursi menteri di kabinet pimpinan Joko Wi- dodo pada periode pemerintahan lima tahun mendatang. “Pokoknya jangan sampai kita kehi- langan momentum atau keduluan ngisi kursi menteri,” kata sumber SP, di kawa- san Menteng, Rabu (30/5) malam. Sumber itu meng- ungkapkan, Partai Golkar meminta jatah lima menteri. Jumlah itu bertambah dari dua kursi pada

menteri, yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. Tiga nama kandidat lainnya, yakni Ilham Habibie, Ganjar Razuni, dan Ponco Su- towo. Ketiganya berasal dari unsur Dewan Pakar Golkar. “Tapi ini tidak masuk ke keputusan rapat pleno. Soal menteri sepenuhnya kami serahkan ke DPP, kami hanya mengusulkan. Lazimnya, enggak beru- bah,” katanya. Kendati demikian, sumber itu menyerahkan keputusan menteri kabinet kepada Jokowi yang ham-

SP/Joanito De Saojoao Ribuan kendaraan berjalan perlahan di ruas jalan tol Cikarang menuju Cikampek, Jawa Barat (30/5). Meski diberlakukan One Way-Contraflow Tol Cikampek masih mengalami kemacetan akibat melonjaknya volume kendaraan, dan keluar masuknya kendaraan di "rest area".

Kabinet Kerja saat ini. Alasannya, Partai Golkar menjadi partai dengan kursi kedua terbanyak di DPR “Wajar dong kami minta empat atau lima kursi, tak perlu 10 kursi seperti partai yang lain,” katanya. Ditanya siapa elite yang ditawarkan

pir dapat dipastikan bakal kembali menjadi presiden. Pihaknya, hanya menyodorkan sejumlah nama karena Golkar tak keku- rangan kader berkualitas. “Kami hanya ingin menyampaikan bahwa kami tak pernah kekurangan kader berkualitas,” ucapnya. [W-12]

[JAKARTA] Rekayasa lalu lintas berupa contra flow (melawan arus) dan satu arah yang diterapkan di sejumlah ruas tol Jakar- ta-Cikampek dan tol Trans Jawa mampu mengurai kemacetan lalu lintas pada arus mudik Lebaran 2019 sejak Rabu (29/5) lalu. Hal itu dilakukan PT JasaMarga (Persero) selaku pengelola jalan tol Jakarta-Cikampek dan Polri, sebagai antisipasi kepadatan arus lalu lintas pada puncak mudik yang diperkirakan akan terjadi pada Jumat (31/5). “Untuk mengantisipasi kepadatan tol Jakarta-Ci- kampek, Jasa Marga atas diskresi Kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas contra flow sebanyak dua lajur ke arah Cikampek di KM 29 hingga KM 61 sejak pukul 05.45WIB,” ujar Corporate Communications Depart- ment Head PT Jasa Marga (Persero)Tbk, Irra Susiyanti, Jumat (31/5).  Dia menjelaskan, peng- guna tol dapat mengantisi- pasi titik awal rekayasa lalu lintas lawan arus, di KM29, sehingga pengguna jalan jarak jauh dapat langsung mengambil lajur paling kanan untukmasuk ke dalam lajur contra flow (di jalur B). Sementara untuk pengguna jalan dengan jarak perjalan- an yang pendek, agar tetap menggunakan lajur normal (di jalur A). Selain itu, kata dia, atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga jugamemberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah ( one way ) sejak pukul 07.20 WIB dari KM 70 di Gerbang Tol Cikampek Utama sampai dengan KM 263 Brebes Barat. “Pemberlakuan one

way ini lebih cepat dari yang telah direncanakan sebelumnya pukul 09.00 WIB. Pemberlakuan ini diputuskan dengan memas- tikan lajur sebaliknya (arah Jakarta/jalur B) telah steril sehingga tidak ada pengguna jalan yang terjebak dalam perjalanan ke Jakarta,” katanya. Alhasil, tol Jakarta-Ci- kampek terpantau ramai lancar dengan kombinasi dua rekayasa lalu lintas sekaligus, yakni lawan arus dan satu arah. Sementara itu, Kepala Humas JasaMarga, Derma- wan Heru mengungkapkan, untukmemaksimalkan efek- tivitas rekayasa lalu lintas contra flow dari Jakarta ke Cikampek, pihaknya meng- ubah area pemberlakuan contra flow yang semula di titik KM 29 sampai dengan KM 61, sejak Kamis (30/5) pukul 13.15 WIB diubah dari KM 35 sampai dengan KM 69. Selain itu, Jasa Marga juga menambah kapasitas lajur contra flow secara ber- tahap, yang semula satu lajur menjadi dua lajur, diawali dari KM 60 sampai KM 69 yang terintegrasi langsung dengan jalur one way , dan akan dilanjutkan hingga titik awal contra flow di KM 35. “Ini dilakukan karena ja- lur arah sebaliknya (arah Ja- karta) relatif kosong sehing- ga penambahan lajur arah Cikampek dimungkinkan untukmencairkan kepadatan jalan tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek terutama menjelang titik-titik  rest area di KM 33, KM 39, KM 50, dan KM 57. Dermawanmenjelaskan, jumlah tersebut baru 13,5% dari prediksi Jasa Marga, yakni sebanyak 1,383 juta

kendaraan meninggalkan Jakarta sejak H-7 sampai dengan H-1 Lebaran 2019. Kepala Dinas Perhu- bungan Jawa Barat, Hery Antasari mengatakan, kepadatan kendaraan itu sempat terpantau sejak pukul 2 dini hari di sekitar KM85. “Sempat memanjang sampai lepas masa sahur,” kata Hery ketika dihubungi via telepon, Kamis (30/5) sore. Namun, seiring pem- berlakuan skema satu arah, sambung Hery, antrean kendaraan itu perlahan ber- kurang sejak pukul delapan pagi hingga berita ini ditulis. “Kendaraan itu bisa melaju dengan kecepatan antara 70 sampai 80 kilometer per jam,” tutur Hery yang sempat memantau arus lalu lintas di wilayah Cikopo. Secara terpisah, Di- r ek t ur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengungkapkan, pihaknya menyiapkanmanajemen lalu lintas berdasarkan pemetaan kerawanan menggunakan perangkat digital. Hal ini memungkinkan aparat Polri dapat memantau secara real time dan merespons setiap kejadian dalamwaktu cepat. Un t uk memas t i kan kelancara arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, Polri dan pemangku kepen- tingan lain menggelar 2.448 pos pengamanan, 764 pos pelayanan, 174 pos terpadu, dan 12 lokasi check point sepeda motor, pada pusat aktivitas masyarakat, lokasi rawan gangguan kamtibmas, serta lokasi rawan gangguan keamanan, keselamatan, ke- tertiban, dan kelancaran lalu lintas. [160/E-8/BAM/153] Pemantauan Digital

Made with FlippingBook Annual report