SP161111

Utama

Suara Pembaruan

2

Jumat, 11 November 2016

Ada Elite Parpol Dicopot?

S uhu politik yang panas terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta kem- bali “menelan” korban. Dikabarkan, ada elite par- tai politik (parpol) pengu- sung salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang dicopot karena tidak sejalan dengan partainya. “Ini imbas dari suhu politik jelang Pilgub DKI Jakarta yang memanas. Elektabilitas pasangan calon itu melorot. Elite itu pun berpikir hal itu akan berdampak juga kepada parpolnya. Dia merasa par- polnya akan ikut dirugikan jika terus memberikan dukungan,” ujar sumber

“Kalau partai, rasanya tidak mungkin mengalih- kan pilihan. Tetapi, kalau anggota, itu yakin perkem- bangannya semakin dina- mis. Ada beberapa yang tidak searah dengan garis partai,” katanya. DPP partai terse- but, kata sumber itu, akan terus mengimbau para kadernya untuk tetap setia pada garis pilihan partai. Namun, keputusan terakhir tetap berada di tangan masing-masing kader par- tai. “Ketika pemilihan, itu khan rahasia. Di dalam bilik suara siapa yang tahu,” tuturnya. Sumber itu mengung- kapkan, pada era kebebas-

an dan keterbukaan saat ini tidak ada yang bisa menja- min seseorang untuk kon- sisten dalam menentukan pilihan, apalagi pilihan politik. “Bisa saja ada yang hari ini mengatakan A teta- pi kemudian mengatakan B. Atau, mengatakan A, tetapi kelakuannya B,” ujarnya. Sumber itu mengata- kan, dirinya telah menya- rankan kepada ketua umum partainya agar bisa mengambil sikap tegas dan melakukan evaluasi terha- dap elite dan kader yang berbeda dukungan. “Dukungan partai sudah jelas dan telah diputuskan di rapat resmi,” katanya. [W-12]

SP di Jakarta, Jumat (11/11). Oleh karena itu, ujar- nya, karena berbeda garis dengan pimpinan, kader itu dinilai telah menyalahi aturan internal. Sanksi pencopotan pun segera diberikan. Sumber itu mengungkapkan, banyak kader yang tidak mendukung pasangan calon itu kendati partainya merupakan salah satu par- pol pengusung utama. Kendati begitu, kata sumber itu, parpolnya tidak akan menarik dukungan ke pasangan yang telah didukung dan diusung sejak awal.

Presiden Pastikan Pasukan Siap Bela NKRI

[JAKARTA] Dalam dua minggu terakhir, Presiden Jokowi begitu sibuk melaku- kan konsolidasi terkait situ- asi politik dalam negeri ter- utama sebelum dan pascaun- juk rasa besar-besaran pada 4 November 2016 lalu. JokowimengunjungiKetua UmumGerindra Prabowo dan mengundang ulama ke istana menjelang unjuk rasa. Pascademo 411, Presiden menemui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan pimpin- an Pusat Muhammadiyah, dilanjutkan dengan pertemuan dengan 20 pemimpin ormas Islam di istana Merdeka Jakarta. Di antara rangkaian sila- turahmi dengan para ulama, Jokowi juga menyempatkan diri ke Mabes AD dan PTIK untuk berbicara dengan selu- ruh jajaran TNI dan Polri. Inti pembicaraan adalah penekan- an pada persatuan dan kesa- tuan bangsa. Jadwal pertemuanmaraton ini diyakini karena ada kon- disi yang mendesak dan penting untuk diantisipasi terkait persatuan dan kesatuan bangsa. Ancaman bukan semata karena kasus tudingan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan kontestasi Pilkada DKI Jakarta, melainkan sudah ada sejak lama dan terakumulasi. KasusAhok adalah celah yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu sebagai pemantiknya. Jokowi mengakui bahwa safari yang dilakukannya dilatarbelakangi keinginan untuk memastikan bahwa seluruh pasukan pengamanan loyal dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Presiden juga ingin memastikan bahwa seluruh pasukan pengamanan siap membela kepentingan negara dan bangsa, serta melindungi

rintah maupun yang berada di luar pemerintah," kata Siti, Jumat (11/11). Komunikasi denganpemu- ka-pemuka umat sangat penting agar memenuhi repre- sentasi aspirasi yangmemadai bagi umat Islam. Menurutnya, langkah door to door Presiden bersilaturah- mi dengan pimpinan umat Islam akan lebih signifikan bila disertai dengan penegak- an hukum dan keadilan yang nyata. "Menyelesaikan masalah secara tuntas dan tegas. Pak Jokowi tidak boleh berbasa basi dalam menyelesaikan persoalan ini dengan menim- bulkan kegaduhan baru yang dialamatkan ke aktor-aktor politik dan aktivis yang diang- gap membangkang dan peru- S e m e n t a r a P a r t a i Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Silaturahim Nasional (Silatnas) Ulama Rakyat dalam rangka "Doa untuk Keselamatan Bangsa", Sabtu (12/11). Kegiatan dengan peserta perwakilan ulama se-Indo- nesia ini diperkirakan diikuti oleh 10.000 orang. Diharapkan acara ini dapat mendinginkan suasana Tanah Air yang memanas. "PKB sengaja mengum- pulkan ulama dari seluruh Indonesia untuk bersama-sama berdoa guna keselamatan bangsa Indonesia. Kita juga meminta partisipasi ulama untuk turut membantu men- dinginkan suasana di tanah air agar lebih kondusif," kata Ketua Steering Committee Silatnas Syaifullah Maksum, Kamis (10/11) di Jakarta. Saat ini, menurutnya, keikhlasan ulama dalammen- doakan bangsa Indonesia suh," ujar Siti. Mendinginkan

keluar dari persoalan-persoal- an yang melanda situasi nasional akan berdampak positif bagi stabilitas konste- lasi politik di Indonesia. "Masyarakat Indonesia yang tinggal di desa-desa dan seba- gian di perkotaan masih mendengar nasihat-nasihat yangdisampaikanpara ulama," ucap Syaifullah. Silatnas Ulama Rakyat juga sebuah manifestasi tang- gung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.Apalagi, di tengah-tengah kondisi bangsa Indonesia yang sedang memanas dengan isu-isu politik di Ibukota. Berbagai persoalan pelik, dikatakan, bukan hanya masih terjadi di Jakarta. Namun, masih banyak persoalan pelik lainnya yang muncul dari daerah-daerah, seperti perso- alan seperti narkoba, bencana Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Agus Rianto mengatakan pihaknya sedang memburu dan mengejar pembuat dan penyebar isu rencana pergantian Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. TimCyber Crime, kataAgus tengah melakukan penelusuran. "Saat ini siapa pembuat dan penyebar isu itu masih ditelusuri oleh teman-teman penyidik," ujar Agus Rianto di Kantor Bareskrim, KKP- Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11). Agus mengingatkan agar publik tidak terpancing dan terprovokasi dengan isu-isu negatif yang dapat memecah belah bangsa dan menimbul- kan kegaduhan.Agus memin- ta agar publik bersabar dan menunggu proses yang tengah dilakukan penyidik. [N-8/YUS/Y-7] alam dan lain-lain. Buru Penyebar Isu

ANTARA/Yudhi Mahatma Presiden Joko Widodo (kanan) berdialog dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (tengah) dan KSAD Jenderal TNI Mulyono (kiri) sebelum memberikan arahan kepada Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Mako Cijantung, Jakarta, Kamis (10/11).

masyarakat.

Presiden sebagai panglima tertinggi memerintahkan agar TNI menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. TNI harus berdiri tegak di atas semua golongan. Ketiga , kepada Polri di PTIK, Presidenmengingatkan agar Polri tegas menegakkan hukum, jangan tidak kalah olehkelompok-kelompokkecil, organisasi, atau tokoh terten- tu. Keempat , penegasan pemerintah tidak akan meng- intervensi proses hukumAhok. Bahkan meminta gelar perka- ra dilakukan terbuka. Kelima , tak hanya membantah isu pergantian panglima, Presiden juga akan meminta Kapolri mengusut sumber isu yang dianggap memanaskan suasa- na. Bahkan kepada saat mem- berikan arahan kepada perso- nel Kopassus, Jokowi menya- takan bisa menggunakan

pasukan khusus tersebut dalam kondisi darurat. Sedangkan kepada para ulama, Presiden menyatakan, para ulama adalah pilar-pilar penopang NKRI. Indonesia yang kita bangun bersama berdiri atas perjuangan para ulama, kiai, habib, ustaz, santri. “Termasuk Kyai As'ad SyamsulArifin yang kemarin telah dianugerahi gelar pahla- wan nasional,” kata Jokowi saat bertemu dengan 78 ulama dan kiai se-Jabar dan Banten. Pakar politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, berharap Jokowi mengambil langkah-langkah strategis untukmeng- atasi tuntutan massa yang dinilai semakin serius. "Presiden Jokowi harusmampu mengelola secara piawai kekuatan-kekuatan politik, baik yang mendukung peme-

"Yang pertama, memang saya belum pernah mengun- jungi prajurit-prajurit saya, sebagai panglima tertinggi. Yang kedua, dalam ketatane- garaan kita, saya inginmemas- tikan ke semuanya loyal pada negara, setia kepada Pancasila, padaUUD1945,kepadaNKRI, kepada kebhinekaan kita sehingga kalau sudah bertemu dan dekat seperti ini, bisa kita rasakan prajurit kita siap. Memastikan itu saja," tegas Jokowi seusai memberikan pengarahan kepada Prajurit Marinir di Lapangan Upacara Markas Korps Marinir, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, pada Jumat (11/11). KetegasanPresiden tampak pada beberapa kali pernyata- annya. Pertama , menyebut adanya aktor politik dalam demo 411. Kedua , kepadaTNI

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker