SP190612

Suara Pembaruan

20

Rabu, 12 Juni 2019

Terduga Teroris Bekasi Dikenal Tertutup

[JAKARTA] Terdakwa Ratna Sarumpaet berencana menyampaikan pledoi atau pembelaan sendiri terkait tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6) pekan depan. “Kami sudah siap. Jadi pembelaan kami ada dua. Pembelaan dilakukan sendiri oleh bu Ratna, kemudian pembelaan dari kuasa hukum. Pembelaan dari bu Ratna tentunya melihat persoalan ini dari sisi kemanusiaan. Pembelaan kami dari kuasa hukummenilai persoalan ini secara yuridis,” ujar kuasa hukum Ratna, Insank Nas- ruddin, Selasa (11/6). Dikatakan, poin penting dalam pembelaan adalah menanggapi dakwaan atau tuntutan JPU soal Pasal 14 ayat 1 Undang-undang No 1/1946, terkait menyiarkan berita bohong, menerbitkan keonaran. “Kami tegaskan lagi yang dituntut kepada bu Ratna hanya satu pasal. Pasal 14 ayat 1 Undang-undang No 1/1946, itu kan deliknya dalam pasal itu adalah delik materil. [BEKASI] Terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di Jatibening Baru,KecamatanPondokgede, dikenal warga sebagai pribadi yang tertutup. Warga sekitar kontrakan, tidak mengetahui secara pasti aktivitas terduga teroris itu. “Sering lihat, orang kelu- ar-masuk kontrakan itu (ke- diaman tiga terduga teroris),” ujar salah satu warga sekitar, Ruam (40), Rabu (12/6). Penangkapan yang dilaku- kan TimDensus 88 ini sontak membuatkagetwargasetempat. Hal itu lantaran di wilayah lainnya seperti di Jatikramat, Tambun, dan Bekasi Utara, juga ditangkap terduga teroris belum lama ini. “Warga kaget ada penang- kapandi kampungkami.Kaget, enggakmenyangka,” katanya. Warga lainnya, Bondan (30)mengatakan, saat penang- kapan tiga terduga teroris yang tinggal dalam satu kontrakan, berlangsungdengansenyapdan tanpa ada suara gaduh. “Saat penangkapan tidak ada suara ribut, tidak ada be- risik, kita juga koordinasinya bagus diminta oleh ketua RT

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keempat terduga teroris tersebut adalah Harin aliasAbu Zahra ditang- kap di Jalan Lampirin Raya, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Senin (10/6) sekitar pukul 21.00 WIB. Lalu, tiga pengikutnya (ja- maah)AbuZahrayakniAhmad Adhi Sudiro, Ikhsan, Khairul AminaliasAmin.Penangkapan, ketiga pengikurAbu Zahra ini padaSelasa (11/6) sekitar pukul 01.58WIB.Mereka ditangkap di kontrakan RT 01/RW 02 Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede. “Warga di sini, tahunya ada penangkapan tiga orang. Merekatinggalsatukontrakan,” sambung Bondan. Latih Militer Diduga, keterlibatankeem- pat terduga teroris inimenyem- bunyikan terduga teroris atas namaWahyudin Sarwani dan Tengku Rendi Risuda Santun. Selain itu, kelompok ini pernah ikut pelatihanmiliterdiGunung Salak, Aceh. Densus 88Antiterormeng- amankan barang bukti berupa

sepedamotor, tiga unit telepon seluler, serta Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Ahmad Adhi Sudiro. KepalaBagianPenerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes PolAsepAdi Saputra membenarkan penangkapan tersebut. “Terkait Informasi penangkapan teroris di Bekasi, bahwa benar penangkapan tersebut dilakukanolehDensus 88,”kataAsepsaatdikonfirmasi Antara, di Jakarta. Kendati membenarkan, Asepmengatakan, hingga saat ini pihaknyamasihmendalami hubungan para terduga teroris tersebut terkait jaringanmana. “Saat ini masih dilakukan pen- dalaman terkait eksistensi dan jaringan mereka,” ucapAsep. Bersama para terduga teroris tersebut, petugasmeng- amankan barang bukti berupa sepedamotorMiowarnahitam bernomor polisi B 6459 BSL, tiga buahponsel berbagaimerk dan satu lembarKTPatas nama Ahmad Adhi Sudiro. Polisi terus mengintero- gasi secara intensif keempat orang tersebut danmelakukan penggeledahan pada rumah tersangka. [160/G-5]

SP/Mikael Niman Kontrakan tiga terduga teroris di RT 01/RW02 Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Rabu (12/6).

Kemudian JPU mendalilkan membuktikan bahwa delik materil itu, artinya terjadi keonaran.Menyebarkan berita bohong, menerbitkan keonar- an. Harus ada keonarannya,” ungkap Insank. “Kemudian JPU mem- formulasikan demonstran 20 orang itu bentuk keonaran. Kemudian silang pendapat itu adalah keonaran. Kumpul -kumpulnya aktivis di Men- teng, itu adalah keonaran,” tambahnya. Insank menyampaikan, menurut penilaian kuasa hukumdikaitkan dengan pen- dapat ahli hukum pidana Prof Mudzakir, aksi 20 demonstran bukan termasuk keonaran. “Kemudian ahli ITE dari Kominfo menegaskan, bahwa di media sosial, silang pendapat itu bukan keonaran, dan di media sosial itu tidak ada keonaran, yang ada itu trending topic ,” katanya. Menurut Insank, hakikat dari keonaran itu harus ada korban, dibubarkan polisi, dan ada fasilitas yang dirusak. Jadi bukan seperti yang dimaksud JPU, 20 orang demonstran di depan Polda Metro Jaya. agar tidak mendekat lokasi penangkapan,” ujar Bondan. Begitu selesai penang- kapan, kata dia, warga baru mengetahui ada tiga terduga teroris yang dibawa Densus 88. Seorang terduga teroris lainnya telahditangkap terlebih dahulu di lokasi tak jauh dari rumah kontrakan tiga terduga

teroris tersebut.

pergi saja, warga tidakmenge- tahui aktivitas kesehariannya,” imbuhnya. Sebelumnya, TimDensus 88Antiteror Polri membekuk empat terduga terorisdiwilayah Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi,Senin(10/6)malamdan Selasa (11/6) dini hari.

“Mereka tinggal di sini, sebelum Lebaran. Warga su- dah melihat mereka memang belum lama ini, hanya saja tidak bergaul dengan warga sekitar,” katanya. Kegiatandi kontrakanpun, tidak diketahui warga. “Ke kontrakan hanya datang dan

Ratna Sarumpaet Berencana Sampaikan Pledoi Sendiri

“Kalau kita menilai demo 20 orang adalah keonaran itu terlalu keliru banget. Kalau menurut saya, bentuk keonaran itu demonstran di tanggal 21-22 Mei lalu, itu keonaran. Kenapa? Karena ada polisi yangmembubarkan, ada korbannya, ada fasilitas yang rusak. Demo 20 orang di depan Polda Metro Jaya tidak ada itu semua. Tidak ada fasilitas yang rusak, polisi tidak membubarkan, mereka dengan sukarela menyelesai- kan itu sendiri,” tandasnya. Sebelumnya, JPUmenun- tut terdakwa Ratna Sarumpaet dengan hukuman 6 tahun penjara, karena terbukti secara sah melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau pem- beritahuan bohong dan dengan sengajamenerbitkan keonaran di masyarakat, sesuai yang diatur dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan

ANTARA/Muhammad Iqbal Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet (tengah) berjalan ke ruang sidang untuk menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (28/5).

parah seperti sekarang ini. Itu luar biasa nyerinya, kemudian pusingnya itu, jalan aja agak susah,” ungkapnya. Insank menuturkan, akan menyampaikan permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/6) ini. [BAM/W-11]

Negeri Jakarta Selatan, agar kliennya yang sedang mengalami sakit bisa berobat ke rumah sakit. Dikatakan, berdasarkan surat pengantar rujukan dari Bidang Kedokteran dan Ke- sehatan Polda Metro Jaya, tekanan darah Ratna sekitar

160, kemudian mengalami sakit di bagian belakang leher, dan merasa pusing. “Saat saya ketemu sama beliau, ibu Ratna mengatakan bahwa sakitnya ini bukan baru tadi malam, tetapi sebelum lebaran beliau sudah mera- sakan. Namun belum terlalu

Hukum Pidana. Izin Pengadilan

Insankmengatakan, bakal mengajukan permohonan atau izin pembantaran kepada majelis hakim Pengadilan

Made with FlippingBook HTML5