ID161220

Reksa Dana CIPTA

Reksa Dana CIPTA DANA CASH KEAMANAN DAN LIKUIDITAS

M

M

M

Reksa Dana CIPTA DINAMIKA

Y

Y

Y

SYARIAH BALANCE STRATEGI DIVERSIFIKASI SYARIAH YANG OPTIMAL 9 >>

16 >>

24 >>

money & banking

energy

lifestyle & sports

CM

CM

CM

ALOKASI ASET YANG DINAMIS

MY

MY

MY

CY

CY

CY

+62 21 2557 4883

+62 21 2557 4883

+62 21 2557 4883

www.ciptadana.com

www.ciptadana.com

www.ciptadana.com

MY

CMY

CMY

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana. Kinerja masa lampau bukan

K

K

K

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

indonesia

selasa 20 desember 2016

MEDIA HOLDINGS

16/5/16 4:57 PM

PF_SquareAds_RencanaCerdas_160516.pdf 1 16/5/16 4:58 PM

Investor Daily/David Gita Roza

C

M

Reksa Dana RENCANA CERDAS INVESTASI DITEMPATKAN PADA SAHAM-SAHAM UNGGULAN

Y

CM

MY

CY

+62 21 2557 4883

www.ciptadana.com

CMY

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

K

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

Seminar Prospek Ekonomi 2017 Menko Perekonomian Darmin Nasution (tiga dari kanan) bersama CEO Berita Satu Media Holdings Dr Sinyo Harry Sarundajang (dua dari kanan), para pembicara (dari kiri ke kanan) Direktur Panin Asset Management Rudiyanto, Direktur BRI Haru Koesmahargyo, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, Pengamat Ekonomi Lana Soelistianingsih, Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata (kanan), serta Pemimpin Redaksi Investor Daily Primus Dorimulu (empat dari kiri) sebagai moderator foto bersama usai Seminar Prospek Ekonomi 2017: Memetakan Sektor-sektor Unggulan di Jakarta, Senin (19/12).

infrastructure

IST

luhkan sangat mahal,” kata Darmin. Sektor ketiga dalam industri dasar yang rapuh adalah besi dan baja. Untuk itu, pemerintah mendorong asing kerja sama dengan produsen baja nasional PT Krakatau Steel. Menurut Darmin, pengembangan tiga industri strategi dasar tersebut membutuhkan waktu 5-7 tahun. Bila itu terealisasi, struktur indus- tri menjadi lebih solid, dan impor bahan baku dapat ditekan sehingga defisit transaksi berjalan pun bakal merosot. Tiga Langkah Besar Darmin Nasution mengun- gkapkan pula bahwa pemerintah telah mengambil tiga langkah be- sar agar Indonesia tidak terseret dalam pusaran pelemahan ekonomi global. Pertama, adalah keberanian melakukan pemotongan subsidi besar-besaran pada akhir 2014 dan dananya direalokasikan ke pemban- gunan infrastruktur, pendidikan, dan bantuan sosial.

Oleh Hari Gunarto dan Yosi Winosa

JAKARTA – Kerapuhan dalam struktur industri nasional menjadi penyebab perekonomian Indonesia cepat memanas ( overheating ) ketika pertumbuhan mencapai 6-7%. Hal itu disebabkan ketika pertumbuhan ekonomi tinggi dan permintaan meningkat, produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi sehingga impor melonjak. Lonjakan impor inilah yang memicu pembengkakan defisit transaksi berjalan.

kimia dasar sampai turunannya, ter- masuk farmasi. Padahal, sekarang Indonesia mengeluarkan dana be- sar-besaran untuk jaminan kese- hatan (BPJS), yang membutuhkan obat sangat besar. “Aneh kalau kita tidak bisa kembangkan industri ini. Masak kita mengeluarkan dana besar, mengimpor dari luar. Itu bukan hanya tidak cerdas tapi bodoh namanya,” kata dia. Itulah sebabnya, pemerintah merelaksasi kebijakan daftar neg- atif investasi (DNI). Dalam beleid itu, asing boleh 100% berinvestasi dalam industri bahan baku obat, yang sudah berabad-abad dikuasai Eropa. Dengan demikian, industri hilir farmasi dan obat dapat dikem- bangkan oleh industri domestik. “Ini akan mendorong penurunan harga obat yang selama ini dike-

n Rini Soemarno

Menteri BUMN: KA Cepat Tuntas Selambatnya Desember 2019 Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memperkirakan pembangunan jalur kereta api (KA) cepat Jakarta-Bandung tuntas selambat-lambatnya pada Desember 2019. Hal tersebut seiring dengan telah ditunjuknya konsorsium PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebagai kontraktor prasarana

produksi atau suplai tidak mampu mengimbangi lonjakan per tum- buhan permintaan, sehingga impor membengkak. “Inilah yang di zaman Orba disebut overheating, ekonomi yang kepanasanmesinnya,” kata dia. Setelah diteliti dengan cermat, kata Darmin, ada kerapuhan dalam struktur industri dasar strategis nasional, terutama di tiga sektor. Per tama adalah kilang dengan petrokimia dan produk turunannya. Petrokimia antara lainmenghasilkan bahan baku plastik, poliester, dan sebagainya. “Pertamina yang ditu- gaskan mengembangkan itu, tidak membangunnya. Mungkin lebih enak berdagang,” ujarnya. Kelemahan kedua adalah industri

Darmin Nasution dalam seminar “Prospek Ekonomi Indonesia 2017: Memetakan Sektor-sektor Unggu- lan” yang digelar oleh Berita Satu Media Holdings di Jakarta, Senin (19/12). Darmin menyebutkan adanya satu kelemahan mendasar ekonomi Indonesia sejak puluhan tahun. Se- tiap kali pertumbuhan ekonomi agak tinggi, mulai menyentuh 7%, defisit transaksi berjalan (CAD) selalu membengkak. Hal ini terjadi karena

Tiga sektor industri strategis nasional yang menjadi pendorong tingginya impor adalah industri petrokimia berikut turunannya, in- dustri kimia dasar beserta turunan termasuk farmasi, serta industri besi dan baja. Itulah sebabnya, sebagian paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan pemerintah bertujuan untuk mendorong investasi di tiga sektor industri strategis tersebut. Hal itu diungkapkan Men- teri Koordinator Perekonomian

sepanjang 142,3 kilometer (km) itu per 15 Desember 2016.

>> 6

Bersambung ke hal 11

agribusiness

2017, PTPN III Targetkan Penjualan Rp 46 Triliun PTPN III Holding menargetkan penjualan perusahaan mencapai Rp 46 triliun tahun depan, atau naik 32,95% dari target tahun ini sebesar Rp 34,60 triliun. Penjualan 2017 masih akan didominasi komoditas minyak sawit sebesar Rp 29 triliun, disusul oleh

Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Oleh Yosi Winosa dan Nasori

PT Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih pada seminar Prospek Ekonomi Indonesia 2017: Memetakan Sektor-sektor Unggu- lan yang diselenggarakan Ber- itaSatu Media Holdings (BSMH), di Jakarta, Senin (19/12). Keynote speech seminar ini dis- ampaikan Menko Perekonomian Darmin Nasution, sedangkan special remarks oleh Menkeu Sri Mulyani.

JAKARTA–Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyindir pen- gusaha yang melakukan tindakan kurang pantas, seperti membayar pajak yang tidak semestinya atau meminta proteksi. Tindakan yang disebut sebagai harassment economy ini banyak dilakukan oleh pen- gusaha di sektor sumber daya alam (SDA). Tindakan tersebut hanya akan mengerdilkan ekonomi. Perilaku serupa jugadilakukanoleh sebagian birokrasi nasional. Masih banyak birokrasi yang mengham- bat kreativitas dan partisipasi sek- tor swasta sehingga mereka harus membayar lebih tinggi ( cost of doing business ). Itulah sebabnya, dia me- nekankan pentingnya keberlanjutan reformasi birokrasi sebagai salah satu tema besar kebijakan nasional. Hal itu diungkapkan Menkeu dalam seminar Prospek Ekonomi Indonesia 2017: Memetakan Sek- tor-sektor Unggulan yang digelar oleh Berita Satu Media Holdings (BSMH), di Jakarta, Senin (19/12). Dalam seminar yang dimoderatori oleh Pemred Investor Daily , Suara

Oleh Devie Kania dan Rahajeng KH

JAKARTA – Industri perbankan diharapkan mendukung sekt- or-sektor yang menyerap tenaga kerja untuk mendukung pertum- buhan ekonomi pada 2017 dan memberikan kontribusi cukup besar terhadap produk domestik bruto (PDB). Sektor-sektor terse- but antara lain pertanian, manufak- tur, serta makanan dan minuman. Hal itu dikemukakan ekonom

gula Rp 7,80 triliun, karet Rp 4,20 trilun, teh Rp 1,50 triliun, dan sektor lainnya sebesar Rp 3,80 triliun.

>> 7

Bersambung ke hal 2

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan closing remarks saat kegiatan Seminar Prospek Ekonomi 2017: Memetakan Sektor-sektor Unggulan di Jakarta, Senin (19/12).

secara legal, sehingga Anda juga memiliki ketenangan usaha. Fokus usaha Anda adalah bagaimana un- tuk produkvitas tinggi, kompetitif, menghasilkan produk yang high quality , tergantung segmen mana yang anda pilih,” ujar dia.

Pembaruan , dan majalah Investor Primus Dorimulu ini, Menkeu mengatakan, banyak sekali yang diproduksi dari Indonesia, tapi sum- bangan terhadap penerimaan zero, hampir tidak ada. “Saya tidak mengatakan men- teri keuangan harus minta pajak yang banyak. Tapi ini adalah its all about governance . Jadi, kalau Anda mempunyai natural resourse , izin diberikan, aktivitas dilakukan

Bersambung ke hal 11

>> Investor Daily EDISI 2016 No. 4510

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

>> harga eceran rp 6.500 (berlangganan Rp 120.000 /bulan)

www.investorindonesia.co.id

Made with FlippingBook flipbook maker