SP200627-P

Harian Umum

MEMIHAK KEBENARAN

Sabtu-Minggu, 27-28 Juni 2020

Air Mata Klopp Liverpool juara Premier League setelah menunggu 30 tahun, Juergen Klopp menitikkan air mata saat wawancara. Sport > 16

Jawa Barat New Normal Jabar di luar Bodebek memasuki fase new normal , adaptasi kebiasaan baru tanpa PSBB.

51.427 21.333 10.640 5.542 632 9.747.721 5.276.705 492.552 2.683

> 14

Nusantara

DATA WORLDOMETERS DAN COVID19.GO.ID SAMPAI JUMAT (26/6) PUKUL 20.00 WIB

KTT Ke-36 ASEAN Presiden: Perkuat Kerja Sama ASEAN Hadapi Covid-19

[BOGOR] Penguatan kerja sama antara beberapa negara, t e r u t ama k awa s a n As i a Tenggara, merupakan satu hal krusial yang harus dilakukan. Pada masa pandemi, kerja sama akan mempercepat pemulihan ekonomi kawasan. Ha l i t u d i s amp a i k a n Presiden Joko Widodo pada sesi pleno KTT ke-36ASEAN melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor,

Jawa Barat, Jumat (26/6). “Di tengah pesimisme terhadap multilateralisme, kerja sama kawasan menjadi lebih penting artinya,” kata Presiden. Peningkatan kerja sama di antara negara-negara ASEAN akan mengembalikan harapan akan munculnya kerja sama antarnegara yang efektif, efi- sien, dan berkeadilan. Di era baru atau adaptasi kebiasaan baru dalam konteks global,

peningkatan kerja sama di tingkat kawasan ASEAN juga dapat menjadi mesin penggerak bagi stabilitas dan perdamaian kawasan. Untuk itu, persatuan dan sentralitas ASEAN meru- pakan suatu keharusan. “ASEAN harus menjadi guardian agar kawasan kita tidak menjadi ajang power projection negara-negara besar. ASEAN harus menjadi subjek dan bukan menjadi objek dalam

politik global," tuturnya. Peningkatan atau pengu- atan kerja sama kawasan tersebut salah satunya juga dapat dicapai dengan mem- perkokoh Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik yang sebelumnya telah disepakati oleh para pemimpin ASEAN dalamKTT ke-34 pada 22 Juni 2019 lalu.

AFP/ SIGID KURNIAWAN Presiden Indonesia Joko Widodo menghadiri KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang diadakan melalui telekonferensi karena pandemi Covid-19, dari Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/6).

bersambung ke hal > 6

Peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional Penyalahgunaan Narkoba Meningkat saat Pandemi

Industri Diajak Susun Kurikulum Pendidikan Vokasi

[JAKARTA] Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat-obatan terlarang (narkoba) meningkat selama pandemi Covud-19 berlangsung. Di Jakarta sejak Maret 2020, peningkatan penyalahgunaan sabu-sabu dan ganja mencapai 60%.

prevalensi penyalahgunaan narkoba yangmasihmengkha- watirkan itu, BNN selaku lea- ding sector mengambil langkah melalui strategi demand reduc- tion denganupaya pencegahan, supply reduction berupa kegi- atan pemberantasan dan defen- ce active melalui kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk negara lain agar barangharamitu tidak masuk ke dalam negeri. "Jadi bukan hanya dengan Kepolisian,denganTNI,dengan Bea Cukai, semua unsur. Kita juga kerja sama dengan teman luar negeri. Kita sama-sama menekan supply dan demand. Alhamdulillah dari 2019 sam- pai sekarang lebih kurang 700.000 hampir 1 juta penggu- na narkoba kita bisa pulihkan. Ini kita harapkan makin lama makin baik, dan kita terbebas dari narkoba," ungkapnya. Secara terpisah Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, Brigjen Pol Tagam Sinaga menyatakan peningkatan pe- nyalahgunaan sabu-sabu dan ganja di Jakarta sejak Maret 2020 mencapai 60%. "Memang narkoba jenis sabu dan ganja itu meningkat karena digunakandi apartemen dan rumah. Sementara untuk narkoba jenis ekstasi itumenu- run karena tempat-tempat hi- buran juga tutup," katanya, Jumat (26/6).

Maraknya peredaran nar- koba kemungkinan karena para bandar narkoba meman- faatkansituasipendemi.Mereka mengira aparat keamanan dan pemerintahan berkonsentrasi pada penertiban dalam rangka pembatasan sosial. Selain itu, banyaknya warga kalangan bawah yang kehilangan mata pencaharian, dibujuk jadi kurir narkoba. Namun mereka ter- ekecoh karena aparat kepolisi- anmaupunBNNternyata tidak mengendorkan pengawasan. Demikian rangkuman pernyataan sejumlah nara sumber yang dihimpun SP pada peringatan Hari Anti- Narkoba Internasional (HANI) yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) secara virtual, Jumat (26/6). Tema HANI tahun ini adalah "Hidup 100 Persen di EraNewNormal, Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia Tanpa Narkoba". Pada peringatan itu ditandatangani Keputusan Bersama 13 Kementerian/ Lembaga secara virtual, pem- berianpenghargaanPencegahan PemberantasanPenyalahgunaan dan PeredaranGelapNarkoba (P4GN). Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan sambutan sekaligus launching website aduannarkoba.bnn.go.id ,BOSS (BNN One Stop Service) dan peresmian tagar hidup sehat 100 persen ( #hidup100%). Menurut Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko, s e l ama ma s a pandemi Covid-19, peredaran narko- ba marak dengan pengirim- anmenggunakan jasa daring ( online ). Sekitar 16 kasus peredarangelapnarkotika lewat online berhasil diungkap. Herumenyebutkan, berda- sarkan hasil penelitian BNN dengan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI pada 2019, tren prevalensi penyalahgunaan narkoba seta- hun terakhir sebesar 1,80 persen atau setara dengan 3,4 juta penduduk. Gunamenekan

[JAKARTA] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan melibatkan kalangan industri untuk me- nyusun kurikulum pendidikan vokasi, baik di tingkat menengah (SMK) maupun pendidikan tinggi. Upaya tersebut, meru- pakan bagian dari kebijakan Ditjen Pendidikan Vokasi Kemdikbud untuk mewujudkan konsep link and match. Kebijakan lain yang ditem- puh antara lain menyusun program jalur cepat ( fast track ) dalam proses pendidikan di SMK dan pendidikan tinggi vokasi. Langkah terobosan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendi- dikan vokasi, terutama mening- katkan kompetensi lulusannya,

sehingga sesuai dengan kebu- tuhan pasar tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri. “Selama ini program pendi- dikan vokasi tidak menjadi pi- lihan utama. Orang tidak diteri- ma di SMAumum atau univer- sitas, baru lari ke pendidikan vokasi. Kita berusahamengubah ekosistem pendidikan vokasi, agar menarik bagi calon siswa dan mahasiswa, dan lebih dari itu bagaimana agar lulusannya memiliki kompetensi yang se- suai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri, baik saat ini maupun masa depan,” ungkap Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbud, Wikan Sakarinto, kepada SP , Kamis (25/6)malam.

> 6

bersambung ke hal

> 6

bersambung ke hal

 Redaksi: 2995 7500 • Sirkulasi: 2995 7555 - 2995 7500 ext 3206 • Iklan: 2995 7500 ext: 1469, 3409 • Tahun XXXIV 11.294 • 20 Halaman • Rp 4.000 • Langganan Rp 75.000 • beritasatu.com • suarapembaruan.com

Made with FlippingBook Learn more on our blog