ID180623

sabtu/minggu 23-24 juni 2018 22

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/pras/18

rumah untuk mengindentifikasi ke- butuhan pasar yang lebih luas. Fesyen streetwear menjadi salah satu strategi memperluas pasar ekspor, terutama dalam menghadapi perubahan politik perdagangan dunia. “Komoditi fesyen internasional juga dipengaruhi perubahan politik. Kebijakan Pemerintah AS kepada Tiongkok, juga menjadi peluang brand artisan yang memiliki ciri kuat, untuk bisa masuk ke pasar AS. Dan di Agenda Show, Long Beach inilah kami mulai ekspansi pasar,” kata dia. Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntakmengatakan, dengan dukungan ini, diharapkan industri fesyen streetwear Indonesia semakin berkembang pesat. Ber- dasarkan outlook Ekonomi Kreatif 2017, fesyen merupakan sub sektor dengan nilai pendapatan terbesar, senilai Rp 166 triliun pada 2018. Angka ini berkontribusi 18,01% terhadap PDB ekonomi kreatif. Secara umum, nilai ekspor produk fesyen Indonesia pada 2015 senilai US$ 10,90 miliar, naik 1,84% diband- ingkan 2014. “Nilai tersebut men- jadikan sub sektor fesyen sebagai salah satu yang sangat penting bagi ekonomi kreatif,” kata dia. Negara tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai US$ 4,72 miliar, disusul Jepang US$ 943,6 juta, dan Jerman US$ 701 juta. Komoditas terbesar produk fesyen ke AS berasal dari industri pakaian jadi. “Ekonomi kreatif yang kami dorong adalah nilai tambahnya, bukan hanya komoditi garmen. Agenda yang ada di Amerika adalah pintu masuk brand yang kita dukung. Kami memutuskan melakukan program ini, terutama karena ke depannya daya beli dari gen- erasi Z dan Milenial terus meningkat. Mereka mendekat pada brand indie, dan independent brand ,” kata dia. (ajg) memperkenalkan wisatawan dengan berbagai atraksi khas Ramadhan seperti wisata kuliner, seni, tradisi, hingga event-event yang hanya digelar khusus selama bulan puasa,” kata dia. Menparmengatakan, ditawarkannya wisata minat khusus seperti wisata zi- arah dan religi bagi wisatawan cukup beralasan. Pasalnya, Ramadhan tidak bisa dipisahkan dengan tradisi ziarah ke makam yang hingga kini masih ter us dilestarikan. Makam yang ditawarkan untuk dikunjungi dalam paket ini mer ujuk pada makam- makam Islam kuno dari para tokoh yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islamdi Indonesia. “Dikemasnya Pesona Wisata Ra- madhan ini merupakan implementasi dari programKementerian Pariwisata untuk mengangkat potensi daya tarik destinasi wisata religi Indonesia, sek- aligus untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik wisman maupun wisnus, sehingga mampu memberi dampak positif bagi sektor kepariwisataan Indonesia,” terang Menpar. Dia menyebut, atraksi wisata yang dipromosikan dalam Pesona Ra- madhan ini meliputi wisata ziarah, baik ziarah kubur maupun kunjungan ke masjid. Menpar mengatakan, potensi jum- lah kunjungan wisatawan dari wisata religi cukup besar. Berdasarkan data 2014, ada 12,2 juta kunjungan wisatawan untuk berziarah, dimana 3 ribu diantaranya adalah wisman. Dari jumlah itu, terjadi perputaran uang di destinasi terkait sebesar Rp 3,6 triliun, dengan jumlah pengeluaran wisman mencapai US$ 450 ribu. “Jumlah kunjungan wisatawan, perputaran uang, dan pengeluaran uang wisman tersebut diprediksi mengalami kenaikan pada tahun ini,” pungkas Menpar. (epa)

JAKARTA – Badan Ekonomi kreatif (Bekraf) memfasilitasi lima brand lokal memamerkan produknya di ajang Streetwear terbesar, Agenda Show, di Long Beach, California, Amerika Serikat (AS). Lima brand tersebut adalahElhaus dengan modern menswear dan denim, Paradise Youth Club dengan inspirasi gaya hidup 90- an skate dan musik, OldblueCo yang fokus pada produk denim, Monstrore yang memiliki konsep unisex, apparel , dan home , serta Potmeetspop dengan denim rancangan modern. Agenda Show yang dilaksana- kan pada 28-30 Juni mendatang, merupakan pameran fesyen khusus kategori streetwear, action spor t, denim, footwear, surfing, dan skate . Sejak digelar pertama pada tahun 2003, Agenda Show dihadiri oleh lebih dari 10 ribu peserta setiap tahunnya dari 50 negara. Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik mengatakan, fasilitasi dalam Agenda Show merupakan dukungan pertama Bekraf terhadap sub sektor fesyen, karena kontribusinya yag cukup signifikan terhadap ekspor. In- dustri fesyen merupakan kontributor kedua terbesar terhadap PDB eko- nomi kreatif. Selain itu, dari rata-rata ekspor US$ 20 miliar per tahunnya, 53%nya merupakan dominasi dari industri fesyen. “Pasarnya yang paling besar adalah AS. Kehadiran produk Indonesia ke sana sangat penting, seiring berkem- bangnya pasar global. Konsumen global mulai mengarah ke brand yang memiliki ciri khas unik. Adanya e-commerce juga menghilangkan batas-batas, sehingga peluang ini harus ditangkap Indonesia,” kata Ricky, Jumat (22/6). Berkembangnya industri fesyen dan lunturnya batas-batas global, menurut Ricky, menjadi pekerjaan JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, terdapat pergerakan 30 juta wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang mudik Lebaran tahun 2018. Sebanyak 20 juta diantaranya adalahwisnus yangmudik lebaran di kampung halaman. “Total ada 30 juta wisnus yang se- cara umum alhamdulillah berjalan lan- car, dan semua itu kita skenariokan,” kata Menpar, Jumat (22/6). Menpar menjelaskan, untuk meng- optimalkan wisnus dalam menikmati wisata lebaran 2018, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) gencar mem- promosikan obyek dan daya tarik wisata di masing-masing daerah agar menarik serta mudah dikunjungi. ”Kita pilih 10 destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, juga 10 event wisata serta 10 kuliner daerah terbaik dan kita lombakan. Semua upaya ini mendapat sambutan positif wisatawan,” ujar dia. Menpar mengatakan, selama bulan Ramadhan, pergerakan wisnus di Ta- nah Air turun hingga 50%. “Rata-rata pergerakan wisnus per bulan 20 juta, di Ramadhan turun menjadi 10 juta. Namun tertutupi ketika memasuki liburan Lebaran atau Idul Fitri, jumlah pemudik mencapai 20 juta, sehingga periode Ramadhan-Lebaran terjadi pegerakkan 30 juta wisnus,” terang dia. Sepajang bulan Ramadhan kemarin, Kemenpar meluncurkan program Pe­ sona Wisata Ramadhan untuk meng- gaet lebih banyak kunjungan wisnus danwisatawanmancanegara (wisman) pada tahun ini. Menpar mengatakan, bulan Ramadhan merupakan mo- mentum yang tepat untuk mengajak wisatawan menikmati paket-paket Ramadhan sekaligus mulai meren- canakan kunjungan destinasi. “Hadirnya bulan suci Ramadhan ini menjadi momen yang tepat untuk

Penjualan Susu Sapi Lokal Pekerja pengepul susu mengecek susu yang diperoleh dari peternak sapi perah lereng Gunung Merapi, Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (22/6). Para peternak menjual hasil susu sapi perah kepada pengepul susu dengan harga Rp 4.000 per liter.

masukan dan keinginan dari pelang- gannya,” tutur dia. Airlangga optimistis, kinerja indus- tri mamin nasional bakal terus cemer- lang. Pada tahun 2017, sektor ini men- jadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) indus- tri nonmigas yang mencapai 34,33%. Di samping itu, pertumbuhananya sebesar 9,23%, naik dibandingkan tahun 2016 sekitar 8,46%. Selanjutnya, nilai ekspor produk mamin termasuk minyak kelapa sawit pada tahun 2017 mencapai US$ 31,7 miliar, sehingga menjadikan neraca perdagangan yang positif jika diband- ingkan impornya US$ 9,6 miliar. “Jika dilihat dari perkembangan realisasi investasi sektor industri mamin pada tahun 2017, yakni mencapai Rp 38,54 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar US$ 1,97 miliar,” ungkap Airlangga. Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto me­ yakini, industri mamin nasional tetap tumbuh positif pada tahun 2018. Momentum pemilihan kepala daerah yang berlangsung tahun ini di berba- gai wilayah di Indonesia berpotensi dapat meningkatkan konsumsi produk mamin lokal. “Trennya memang pertumbuhan industri mamin di atas 7%, dengan cata- tan adanya aturan atau kebijakan yang mendukung peningkatan produksi. Kami memproyeksi kinerja industri mamin tahun ini sebesar 8-9% sebagai target moderat,” ungkap dia. Untuk itu, lanjut Panggah, mutlak dilakukan sinergi program dan kegi- atan antara pemerintah dan stake- holder dalam pengembangan industri mamin nasional, mulai dari memper- mudah akses bahan baku, sistem logistik dan distribusi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan inovasi. “Upaya ini juga mendukung dalampenerapan Industri 4.0,” pungkas dia. tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. “Ini merupakan salah satu temuan ter- kait jaringan distribusi produk ilegal secara online . Kami terus melakukan penelusuran terhadap temuan ini un- tuk mengungkap siapa pelaku utama kejahatan ini. Kami juga akan bekerja sama dengan penegak hukum untuk memastikan pelaku kejahatan ini mendapatkan hukuman maksimal,” tegas dia. Terkait maraknya peredaran obat ilegal, Penny kembali meminta kepada seluruh pelaku usaha untukmematuhi segala peraturan perundang-undan- gan yang berlaku. “Masyarakat juga diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih obat yang akan dikon- sumsi. Jangan membeli atau memilih produk obat yang tidak memiliki izin edar. Ingat selalu Cek KLIK, Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin edar, dan Cek Kedaluwarsa sebelum membeli atau memilih produk obat,” pungkas dia. (epa)

menengah atas juga kemungkinan mengurangi konsumsi mi instan de­ ngan alasan isu-isu kesehatan. “Meski sebenarnya isu itu tidak benar, karena semua produk mi instan tentu sudah lolos pengujian dan disetujui oleh BPOM,” ujar dia. Adhi meyakini, bisnis mi instan di Indonesia masih sangat prospektif ke depannya, seiring bertambahnya penduduk di Indonesia. “Terlebih, sekarang inovasi produknya semakin banyak, yang akan memberikan pilih­ an lebih lengkap kepada konsumen,” tutur dia. Pusat Inovasi Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Har tar to sebelumnya mengatakan, pihaknya mendorong in- dustri makanan danminuman (mamin) agar mendirikan pusat inovasi ( inno­ vation center ) untuk mencetak produk- produk yang kompetitif di pasar dalam negeri dan ekspor. “Pemerintah tengah menyiapkan insentif super deductible tax bagi perusahaan yang ingin mengem- bangkan innovation center ,” ujar dia. Airlangga mengatakan, industri mamin berperan penting terhadap pemerataan usaha di Tanah Air, di- mana para pelakunya sebagian banyak berskala industri kecil dan menengah (IKM). dengan adanya innovation cen- ter , diharapkan pelaku sektor mamin juga dapat memanfaatkan pengem­ bangan teknologinya, sehingga produk yang dihasilkan lebih kompetitif. Dalam upaya memfasilitasi perlu- asan pasar produk-produk industri na- sional, menurut dia, Kemenperin aktif melakukan kegiatan promosi, baik melalui pameran di dalam maupun luar negeri. ”Penyelenggaraan pam- eran ini diharapkan menjadi wahana pendorong bagi para pengusaha di bidang industri mamin guna mem- perkenalkan produk, kualitas dan citra merek, serta memperoleh berbagai produk-produk skincare sebanyak 146 item (127.900 pieces) dengan nilai keekonomian diperkirakan mencapai Rp 3,5 miliar. Selain itu, petugas juga menyita tujuh unit handphone dan lima unit personal computer yang digun- akan untuk transaksi dan administrasi penjualan serta dokumen dan catatan penjualan. Dia menegaskan, BPOM telah menyita seluruh produk obat ilegal beserta dokumen dan catatan pen- jualan tersebut. Berdasarkan pe- meriksaan sementara terhadap sak- si-saksi, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM telahmenetapkan satu orang tersangka berinisial UA. “Dari dokumen yang ditemukan dan ke­ terangan tersangka, usaha dijalankan sejak tahun 2015 dengan omzet Rp 400-500 juta per bulan. Temuan ini akan ditindaklanjuti BPOM melalui proses pro-justitia guna mengungkap aktor intelektual,” ujar Penny. Dia menjelaskan, pelaku diduga melanggar Pasal 196 dan 197 Un- dang-Undang No. 36 Tahun 2009

Oleh Eva Fitriani  JAKARTA – Konsumsi mi instan Indonesia mencapai 12,62 miliar bungkus pada tahun 2017, atau 12,6% dari total konsumsi mi instan dunia yang sebanyak 100,1 miliar bungkus. Ini menjadikan Indonesia sebagai konsumen mi instan terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok yang mencapai 38,970 miliar bungkus.

IST

diproduksi dan disesuaikan dengan selera lidah masyarakat Indonesia, yang membuat popularitasnya melejit. Berdasarkan data World Instant Noodle Association yang dirilis baru- baru ini, Indonesia menempati posisi kedua terbesar di dunia untuk kon- sumsi mi instan setelah Tiongkok. Di bawah Indonesia adalah Jepang dengan konsumsi 5,66miliar bungkus, disusul India 5,42 miliar bungkus, dan Vietnam 5,06 miliar bungkus. Meski demikian, konsumsi mi instan di Indonesia mengalami pen- urunan dalam 5 tahun terakhir. Pada tahun 2013, konsumsi mi instan di Indonesia mencapai 14,9 miliar bungkus, menurun menjadi 13,43 miliar bungkus pada 2014, dan kem- bali berkurang menjadi 13,2 miliar bungkus. Pada tahun 2015, konsumsi mi instan kembali turun jadi 13,01 mi­ liar bungkus, dan menjadi 12,62 miliar bungkus pada tahun 2017. “Penurunan tersebut kemungkinan salahsatunyadipengaruhi hargaproduk yang tidak semurah sebelumnya. Jadi kalau yang awalnya bisa konsumsi dua bungkus, karena harganya naik maka konsumsinya dikurangi menjadi hanya satu bungkus,” terang Adhi. Dia melanjutkan, sebagian kelas Sebelumnya, BPOM juga menyita berbagai jenis obat ilegal di sebuah gudang di Semarang dengan nilai Rp 3,5 miliar. Penyitaan tersebut dilakukan setelah adanya informasi dari Balai Besar POM (BBPOM) di Pekanbaru yangmenyebutkan adanya penjualan obat ilegal berupa sediaan injeksi melalui online yang berasal dari Semarang. “Dugaan sementara, praktek dis- tribusi ilegal ini dilakukan dengan modus menjual obat ilegal melalui e-commerce dan media sosial, serta didistribusikan melalui jasa pengi­ riman ke seluruh Indonesia. Pe­ laku menjalankan usaha di gudang ini sebagai tempat penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman ba­ rang,” kata Penny. Penny menjelaskan, dari TKP ditemukan barang bukti kejahatan berbagai jenis obat ilegal yang banyak ditemukan di peredaran, antara lain berupa injeksi vitamin C, Kolagen, Gluthathion, Tretinoin, obat-obat pelangsing, Sibutramine HCl, serta

Adhi S Lukman

“Tingginnya konsumsi mi instan di Indonesia karena dipengaruhi jumlah penduduk yang besar dan juga harganya yang terjangkau,” kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman kepada Investor Daily , baru-baru ini. Adhi menambahkan, mi instan telah menjadi salah satu alternatif makanan pengganti nasi, sehingga tingkat kon- sumsi di masyarakat cukup tinggi. Terlebih, berbagai varian rasa telah

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/pd/18

JAKARTA – Badan Pengawas Obat danMakanan (BPOM) memusnahkan 50 ribu produk pangan ilegal yang tidak memiliki izin edar. Tindakan tegas ini diambil oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Manado dalam rangka melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan TIE (Tanpa Izin Edar). “Sebanyak hampir 50.000 kemasan, baik cup maupun galon AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) merk AM1 telah dimusnahkan di lokasi pabrik,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam keterangan resminya, Jumat (22/6). Penny menegaskan, produk terse- but dimusnahkan sebagai bentuk pemberian sanksi administratif karena izin edar telah habis masa berlakunya sejak tahun 2017 dan tidak ada upaya perpanjangan dari pihak produsen. Produsen juga telah mengabaikan aspek keamanan produk dengan tidak melakukan pengujian laboratorium AMDK yang diproduksinya secara rutin.

Produksi Telur Ayam KUB Bupati Aceh Barat Daya Akmal Ibrahim (kiri) mengamati telur Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (Ayam KUB) yang sedang dikembang di Kuala Bate, Aceh Barat Daya, Aceh, Jumat (22/6). Ayam KUB) merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik yang memiliki keunggulan mampu bertelur 160180 butir/ekor/tahun,

Made with FlippingBook flipbook maker