ID200713

2 INTERNATIONAL SENIN 13 JULI 2020

TRUMP MAU PAKAI MASKER

ALEX EDELMAN / AFP

Oleh Iwan Subarkah Nurdiawan

PARIS – Kasus-kasus baru virus corona Covid-19 melonjak tajam sejak awal Juli 2020. Pandemi ini telah menewaskan lebih dari 565.000 orang dan hampir 13 juta kasus positif di seluruh dunia.

mengendalikan penyebaran virus ini, tapi selalu ada risiko untuk menyebar cepat. Terutama untuk kasus-kasus impor dari ne- gara lain. Hal ini diutarakan Dr Mike Ryan, direktur eksekutif WHO, akhir pekan lalu. “Dalam situasi saat ini, kecil kemungkinan kita dapat memberantas atau membasmi vi- rus ini. Kita sudah lihat negara-negara yang sudah dapat menghilangkan atau hampir dapat menghilangkan (penularan) kemudian mengimpor lagi kasusnya dari luar. Jadi, risiko itu selalu ada,” tutur Ryan. WHOmengingatkan wabah ini terus men- ingkat dan belum tertanggulangi di sebagian besar wilayah dunia. WHO terutama sangat prihatin dengan terjadinya penyebaran dalam jumlah banyak di beberapa kejadian. “Dapat dianalogikan dengan kebakaran hutan. Api kecil susah terlihat tapi mudah dipadamkan. Api besar mudah terlihat tapi sangat sulit dipadamkan,” tandas Ryan. Trump Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu waktu setempat untuk pertama kalinya mengenakan masker wajah di muka umum. Ia akhirnnya tunduk terhadap te- kanan untuk dapat menjadi contoh dalam menegakkan protokol kesehatan. Trump mengenakan masker berwarna hitamdengan cap kepresidenan, saat berjalan melintasi koridor di rumah sakit militer Wal- ter Reed di luar kota Washington. Ia datang untuk menemui para veteran yang dirawat di sana. Trump juga berjumpa dengan para wartawan tapi tidak menyampaikan apa pun. “Saya tidak pernahmenentangmasker tapi saya percaya ada saat dan tempatnya,” ujar Trump, saat meninggalkan Gedung Putih. Para pembantunya dilaporkan memohon kepada Trump untukmengalah danmengena- kanmasker di muka umum. Danharus terlihat oleh kamera. Seiring lonjakan kasus baru di sebagian negara bagian dan dirinya tertinggal dari JoeBidendalam jajak-jajakpendapat untuk pemilihan presiden November 2020. (afp)

Sambungan dari hal 1 Berdasarkan perhitungan AFP yang di- laporkan pada Minggu (12/7), pada bulan ini dunia mencatatkan tiga kali lonjakan terbesar kasus harian. Dan juga berturut-turut. Yakni pada Kamis (9/7) sebanyak hampir 220.000. Jumat (10/7) sebanyak lebih dari 225.000 dan Sabtu (11/7) sebanyak lebih dari 230.000. Sejak 1 Juli 2020, tercatat ada hampir 2,5 juta kasus baru. Ini adalah rekor tertinggi sejak Covid-19 muncul pertama kali di Tiong- kok pada Desember 2020. Jumlah kasus baru di seluruh dunia naik dua kali lipat hanya dalam tempo satu setengah bulan. Amerika Serikat (AS) sejauh ini mencatat- kan 3.247.782 kasus atau terbanyak di dunia. Disusul Brasil 1.839.850 kasus, India 849.553, Rusia 727.162, dan Peru 322.710. Kelima negara ini menyumbang lebih dari separuh total kasus Covid-19 di seluruh dunia. Hingga berita ini diturunkan, di seluruh dunia setidaknya sudah tercatat 12.736.737 kasus dengan 565.151 kematian. Eropa men- jadi benua yang paling banyak mencatatkan kematian, yakni 202.396 dari 3.355.128 kasus. Sedangkan AS yang memiliki kasus paling banyak telahmencatatkan 134.815 kematian. “Situasinya masih memungkinkan untuk dikendalikan jika ada tindakan cepat untuk menanggulangi penyebarannya,” kata Or- ganisasi Kesehatan Dunia atauWorld Health Organization (WHO) pada akhir pekan lalu. Jumlah kasus positif masihmencerminkan hanya sebagian kecil dari jumlah infeksi sebenarnya. Karena sebagian negara hanya menguji kasus-kasus yang berat. Sebagian lagi terutama menggunakan kasus berat untuk pelacakan. Sedangkan kebanyak negara miskin memiliki keterbatasan dalam kapasitas pengujian. Melihat situasinya sekarang, WHOmenilai kecil kemungkinan negara-negara di seluruh dunia dapat membasmi Covid-19. Malah kemungkinan harus menerapkan kembali sebagian langkah karantina, karena klaster- klaster baru dengan cepat menyebar. Walaupun sebagian negara sudah dapat Pemerintah memperkirakan per- tumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II-2020minus 3,8%. Kontraksi terjadi seiring diberlakukan- nya PSBB di berbagai daerah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untuk mengatasi pandemi corona dan dampaknya terhadap perekono- mian, pemerintah menganggarkan dana stimulus fiskal senilai total Rp 695,20 triliun. Dana itu dialokasikan untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial, insentif dunia usaha, usaha mikro, kecil, danmenengah (UMKM), pembiayaan korporasi, serta sektoral K/L dan pemda. Sebagian kecil dana stimulus sudah terealisasi. Di sisi lain, hingga semester I, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai 33,8%, belanja K/L 41,9%, belanja non-K/L 27,9%, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) 52,4%. Khusus belanja barang dan modal K/L, realisasinya mencapai 36,5% dan 27,4%. (Lihat tabel) Lebih Cepat Menurut Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, untuk periode setahun penuh, pertumbuhan PDB masih ber- peluang tumbuh positif, meski pada kuartal II-2020 hampir dipastikanmen- galami kontraksi dengan perkiraan minus 2,5% hingga minus 3,5%. Agar peluang itu bisa terwujud, kata dia, dibutuhkan setidaknya dua syarat. Pertama, ekonomi kuartal III-2020 sebisa mungkin diupayakan kembali tumbuh positif melalui sejumlah perce- patan ekonomi, terutama di sisi belanja pemerintah, seperti bantuan sosial (bansos), program Kartu Prakerja, dan berbagai stimulus. Syarat kedua adalah tidak ter- jadi gelombang kedua penyebaran Covid-19. Gelombang pertama pan- demi corona pun harus segera di- akhiri. “Bila syarat itu terpenuhi, ekonomi kuartal III akan mendaki, syukur bisa positif 0,2, 0,3, atau 0,5%. Sebab kalau minus 0,1% saja, artinya kita technically sudah resesi,” ujar dia. R yan Kir yanto menjelaskan, ekonomi yang tumbuh positif pada kuartal III-2020 dan tidak adanya sec- ond wave Covid sangat dibutuhkan. Soalnya, secara psikologis, hal itu akan mendorong keyakinan para pen- gusaha dalam negeri untuk memulai bisnis dan keyakinan investor asing untuk kembali berinvestasi. Pada kuar tal III-2020, menurut Ryan, belanja pemerintah benar-benar harus digenjot karena swasta belum cukup kuat danmasih ragu untuk kem- bali berusaha secara penuh. Pada saat bersamaan, UMKM harus didorong melalui berbagai stimulus yang sudah disiapkan, sehingga daya beli masyar- akat kembali meningkat.

Donald Trump Terlihat Memakai Masker untuk Pertama Kalinya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri depan) mengenakan masker saat mengunjungi Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, Sabtu (11/7/2020) waktu setempat.Trump yang sebelumnya enggan mengenakan masker mengatakan tidak pernah menen- tang masker, tapi yakin ada tempat dan waktu untuk memakainya.Sebelum men- genakan masker, Trump sempat bersikeras, mengenakan masker merasa membuatnya tampak lemah dan memberi kesan tidak dapat mengendalikan pandemi.Dia bahkan mencemooh pesaingnya, Joe Biden saat mengenakan masker di depan umum.

Erdogan kemudian menandatangani dekrit presiden yang menyerahkan pengelolaan Masjid Hagia Sophia kepada direktorat urusan keagamaan Turki, Diyanet. “Kamimengambil keputusan ini tidakuntukme- merhatikanapakatapihak lain, tapimemerhatikan hak kita dan apa yang diinginkan oleh bangsa ini, seperti yang sudah kami lakukan di Suriah, Libya, dan tempat-tempat lainnya,” tutur Erdogan. Erdoganmengabaikan desakan dari dua nega- ra sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yakni Amerika Serikat (AS) dan Rusia, untuk tidak mengambil keputusan tersebut. Yunani mengecamnya sebagai sebuah pro- vokasi. Prancis mengecamnya dan AS juga menyuarakan kekecewaan. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan, Rusia menyesalkan keputusan tersebut. (afp/sn)

berdaulatnya,” ujar Erdogan, pada upacara peresmia via konferensi jarak jauh. Hagia Sophia setiap tahunnya menjadi mag- net bagi para turis seluruh dunia. Bangunan ini awalnya dibangun sebagai sebuah gereja katedral pada masa Kekaisaran Kristen Byz- antium. Lalu diubah menjadi masjid setelah Kekhalifahan Usmaniyah menaklukkan Kon- stantinopel pada 1453. Kemudian pada 1934, keputusan kabinet di bawah kepemimpinan bapak sekulerisasi Turki Mustafa Kemal Ataturk mengubahnya menjadi museum. Keputusan tersebut dianulir oleh Mahkamah Agung Turki sekarang. Putusannya menyebutkan bahwa tidak ada ketentuan apa pun dalamkonvensi menyangkut PerlindunganWarisan Alamdan Budaya Dunia, yang tidak membolehkan penggunaan Hagia Sophia sesuai ketentuan domestik.

ISTANBUL – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (11/7) waktu setempat menepis kritik dari seluruh dunia atas keputu- san untuk mengubah peruntukkan bangunan era Byzantium, Hagia Sophia, dari museum menjadi masjid lagi. Menurut Erdogan, kepu- tusan itu menunjukkan keinginan Turki untuk menggunakan hak berdaulatnya. Erdogan pada Jumat (10/7) mengumumkan bahwa ibadah sholat di salah satu situs Warisan Dunia UNESCO tersebut akan dimulai kembali pada 24 Juli 2020. Ia sudah berkali-kali sebelumnya meminta agar bangunan tersebut dijadikan masjid lagi. Pada 2018, ia membacakan satu ayat Al Quran di dalam Hagia Sophia. “Mereka yang tidak bertindak melawan fobia Islam di negaranya masing-masing, menyerang keinginan Turki untuk menggunakan hak

nary ), sehingga dibutuhkan kebijakan yang tepat, cepat, serta terobosan yang konkret. “Ini extraordinary , yang dibutuhkan do it , do best, dan harus tepat dan ce- pat. Kita tetap menyelesaikan problem utamanya, yaitu pandemi, sekaligus beradaptasi juga. Bukan berdamai. Beradaptasi itu kita tetap menjalankan protokol, sambil mencari terobosan untuk survive ,” tegas dia. Cegah Kontraksi Menko Perekonomian, Airlangga Hartartomengungkapan, akibat PSBB dan pembatasan jarak fisik ( physical distancing ) dalam tiga bulan terakhir, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 hampir dipastikan terkontraksi. “Itu sebabnya, per tumbuhan ekonomi kuartal III dan IV tahun ini harus habis-habisan didorong,” ujar dia. Airlangga berharap komponen belanja pemerintah berupa belanja modal dan belanja barang di semua K/Lmeningkat guna mendukung pro- gram Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dibiayai stimulus fiskal. Optimalisasi belanja, menurut Air- langga, juga ditujukan untuk mence- gah resesi dan kontraksi ekonomi pada kuartal III dan IV-2020. “K/L didorong meningkatkan belanja pada kuartal III dan IV. Kemudian ada pro- gram PEN yang penyerapannya akan dipercepat,” papar dia. Sejak kuar tal II tahun ini, kata Menko Perekonomian, pemerintah sudah mulai menggelontorkan dana stimulus melalui program PEN. Pe- merintah akanmenyalurkan dana PEN Rp 300 triliun per kuartal. “Pemerintah juga mendorong pengucuran kredit oleh perbankan. Itu semua diharapkan menjadi faktor pengungkit,” tutur dia. Dia menjelaskan, pada dua kuartal terakhir tahun ini diharapkan terjadi peningkatan pertumbuhan PDB kuar- talan di atas 5% untuk setiap kuartal. Alhasil, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada 2020 bisa mencapai setidaknya 1%. “Agar kembali ke jalur positif maka

PSBB dan protokol kesehatan. Itu harus dilakukan jika ingin meningkat- kan perekonomian nasional, terlebih provinsi yang sedang dalam tren penderita Covid meningkat,” ucap dia. Dari sisi ekonomi, kata dia, pemer- intah harus melihat efektivitas pen- yaluran bansos. Saat ini, masyarakat menengah bawah masih membatasi aktivitasnya, tetapi mereka tetap harus melakukan aktivitas ekonomi. Ketika bansos tidak tepat sasaran, kelompok yangmenjadi target pemerintahmalah tidak tersentuh. “Secara agregat, ini bisa berdampak pada belum pulihnya daya beli mas- yarakt, sehingga akan berpengaruh ke konsumsi,” tutur dia. Yusuf mengemukakan, jika ingin mencapai pertumbuhan positif tahun ini, PDB harus diupayakan tumbuh minimal 0,1% pada kuartal III. Pada kuartal IV, pertumbuhan PDB harus ditingkatkan lagi minimal mencapai 1%. Tentukan PDB 2021 Ekonom senior Indef, Fadhil Hasan mengemukakan, penanganan Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian pada kuartal III dan IV-2020 akan menentukan pencapaian ekonomi 2021. Menurut Fadhil, agar pertumbuhan ekonomi tahun ini positif, pemerintah mesti membenahi langkah-langkah penanggulangan Covid-19 secara tepat dan cepat dengan implementasi yang baik. Dia menegaskan, jika pemerintah gagal menanggulangi Covid-19 hingga akhir 2020, percuma saja berharap terjadi perbaikan ekonomi pada 2021. “Kalau tahun ini Covid belum bisa ditanggulangi, upaya untuk membuat ekonomi tumbuh pada 2021 akan sia- sia,” tandas dia. Peneliti senior Indef, Enny Sri Har- tati menjelaskan, selama ini terkesan ada dikotomi penanganan kesehatan dan ekonomi. Padahal, keduanya harus ditangani secara bersamaan. Pandemi Covid-19, kata Enny, mer- upakan kejadian luar biasa ( extraordi-

“Jadi, pada kuartal III, yang lebih cocok menjadi pengungkit ekonomi adalah UMKM, karena demand -nya belum besar. Ini sekaligus untuk memperbaiki daya beli masyarakat. Baru setelah daya beli membaik, pada kuartal VI-2020 korporat muncul. Kalau sekarang, produk mereka tidak akan terserap,” papar dia. Berdasarkan lapangan usaha, kata Ryan Kiryanto, yang harus digencar- kan pada kuartal III-2020 di antaranya sektor-sektor yang memproduksi kebutuhan dasar ( basic needs ) dan kebutuhan sehari-hari ( fast moving consumer goods ). Jika dua syarat itu terpenuhi, perekonomian Indonesia tahun ini bisa tumbuh 0,5-0,9% dan pulih dengan pola V-shape. “ Namun, bila second wave sampai terjadi, perekonomian kita akan pulih dalam rentang waktu yang lama. Seperti logo Nike , pulih tapi lambat. Ini yang saya khawatirkan,” ucap dia. Karena itu, menurut Ryan, di tengah masyarakat jangan sampai muncul nar- asi bahwa new normal adalah kondisi yang sudah normal, sehingga mereka bisa berperilaku seper ti sebelum pandemi, misalnya tak lagi memakai masker dan tidak lagi menjaga jarak. Kesehatan dan Ekonomi Menurut peneliti Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, agar PDB tetap tumbuh positif tahun ini, pemerintah harus menjalankan kebijakan di bi- dang kesehatan dan ekonomi secara bersamaan. “Fokus pemerintah harus diarahkan pada penanganan Covid-19, setidaknya menurunkan tren kasus positif secara nasional terlebih dahulu. Apalagi seiring pelonggaran PSBB, jumlah positif Covid secara nasional justru meningkat,” ujar dia. Yusuf Rendy mengakui, pemerintah sudahmempermudah aturan investasi di bidang kesehatan. Tetapi, pada saat yang sama, masih terjadi celah dalam kebijakannya. “Perlu ada penegakan hukumuntuk masyarakat yang tidak mematuhi

mulai berbalik positif atau kontraks- inya menurun pada beberapa jenis penerimaan pajak. “Anda lihat kan penerimaan pajak membaik? Pada Juni memang negatif, tapi nggak sedalam Mei. Jadi, sudah ada pembelokan lebih positif,” tutur dia. Sri Mulyani menegaskan, perbaikan ekonomi ke depan sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Kecuali dari sisi penerimaan pa- jak, menurut Sri Mulyani, aktivitas ekonomi yang membaik ditunjukkan oleh penjualan semen pada Juni yang mulai positif. Menkeumenambahkan, pada kuartal II, PDBdiperkirakanminus 3,5%hingga minus 5,1%. Alhasil, selama semester I-2020, pertumbuhan ekonomi diperki- rakan minus 1,1% sampai minus 0,4%. Dalamprognosis atau outlook semes- ter II-2020, Menkeu mengestimasikan PDB membaik dengan pertumbuhan 0,3% hingga 2,2%. Stimulus bansos akan mendorong konsumsi masyarakat pada semester II-2020. Sejalan dengan itu, konsumsi pemerintah bakal meningkat seiring tingginya realisasi belanja pe- merintah pusat dan daerah. “Investasi pada semester II juga diperkirakan tumbuh moderat akibat membaiknya keyakinan investor. Namun, perdagangan internasional diperkirakan masih mengalami kon- traksi akibat rendahnya permintaan global,” kata Menkeu. (ns/az)

quarter to quarter ini kita memerlukan pertumbuhan sebesar 5,4%,” ucap dia. Menurut Airlangga Hartarto, salah satu yag dijadikan motor pendorong per tumbuhan ekonomi nasional adalah proyek-proyek pembangunan yang masuk Proyek Strategis Na- sional (PSN), termasuk infrastruktur, khususnya jalan tol. “Pemerintah akan melanjutkan proyek-proyek infras- truktur strategis,” kata dia. Dia menambahkan, pemerintah juga terus mendorong sektor bisnis yang bisa menjadi pengungkit pertum- buhan ekonomi, yaitu sektor-sektor yang tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19, misalnya industri makanan minuman (mamin), farmasi, alat pelindung diri (APD), logistik, batu bara, serta minyak nabati dan hewani. Pajak Membaik Di pihak lain, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi nasional masuk zona positif pada kuartal III dan kuartal IV-2020 seiring pelonggaran PSBB. “Pertumbuhan ekonomi kuartal III berpotensi minus 1% hingga 1,2% (positif), sedangkan kuartal IV-2020 berkisar 1,6% hingga 3,2%,” tutur Menkeu di Jakarta, pekan lalu. Menkeu optimistis pertumbuhan PDB membaik pada kuartal III dan IV. Hal itu tercermin pada indikator penerimaan perpajakan pada Juni yang

Made with FlippingBook Learn more on our blog