ID190304

senin 4 maret 2019 2 INTERNATIONAL

Photo by NICHOLAS KAMM / AFP) / ALTERNATIVE CROP

kemampuanmenjaga stabilitas makro, inflasi rendah, dan stabilitas sistem keuangan RI, di tengah negara-negara lain pertumbuhannya melemah kena dampak krisis global. “Jadi stabilitas itu juga menjadi faktor pendukung yang lain. Ya, set- idaknya 3 faktor yang mendukung keyakinan kami, bahwa aliran modal asing masuk ke portofolio ini akan terus berlanjut. Pertama, dari sisi im- bal hasil itumenarik di sahammaupun obligasi. Kedua, prospek ekonominya juga membaik dan ketiga, confident terhadap kebijakan-kebijakan pemer- intah, BI, dan OJK,” ungkapnya. Diperkuat ke FDI Perry menjelaskan, ke depan, BI akan mengarahkan aliran modal asing masuk tidak hanya ke aset portofolio, melainkan juga dalambentuk investasi langsung ( foreign direct investment/ FDI) atau Penanaman Modal Asing (PMA). Ini dapat dilakukan melalui sinergi dengan upaya pemerintah, seperti kebijakan penyederhanaan ekspor dan mendorong investasi. “Kemarin sudah dilakukan kebija- kan penyederhanaan prosedur. Selain itu juga bagaimana tax holiday diarah- kan untukmendukung manufacturing. Ini baik sisi mendorong ekspor oto- motif, makanan, dan garmen, maupun mendorong industri dalam negeri untuk baja dan chemical,” ucapnya. Secara terpisah, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono men- gatakan, investasi yang tahun ini akan dipastikan mulai naik antara lain di sektor minerba. Ini seiring dengan pengembangan tambang bawah tanah yang dilakukan oleh salah satu perusa- haan pertambangan emas terbesar di dunia, Freeport Indonesia. Beberapa proyek pengolahan dan pemurnian mineral ( smelter ) baru juga akanmulai terlihat pada 2019. Rupiah akan Menguat Sementara itu, dari sisi nilai tukar rupiah, Perry menilai akan lebih stabil bahkan cenderung menguat sepan- jang tahun 2019. Ini berbeda dengan tahun lalu, di mana rupiah tercatat mengalami depresiasi sebesar 6,9%. Rupiah yang akan bergerak stabil ditandatangani oleh Kim dan Trump, selama pertemuan pertama mereka di Singapura, pada tahun lalu. Siap Tempur Di sisi lain, pihak yang menentang pembatalan latihan telah memperin- gatkan bahwa langkah itu dapat ber- dampak pada kesiapan tempur pasu- kan gabungan AS dan Korsel, serta memberi Korut keuntungan strategis di semenanjung yang terbelah. Namun sebagian besar analis mengatakan kekhawatiran seperti itu terlalu dilebih-lebihkan. “Menghentikan atau mengurangi latuhan AS-Korsel bisa mer usak kesiapan kedua militer, tapi saya kira itu tidak akan menjadi ancaman keamanan serius bagi Korea Sela- tan. Pasukan konvensional Korsel mengungguli Korut, dan mengingat situasi saat ini (dengan AS dan sanksi yang ada), sangat tidak mungkin Pyongyang akan melakukan apa pun dengan senjata nuklirnya dalamwaktu dekat,” jelas Ahn Chan-il, presiden World Institute for Studi Korea Utara di Seoul, kepada AFP . Purnawirawan Jenderal Vincent Brooks – mantan komandan pasukan AS di Korea Selatan yang membantu mengatur pertemuan pertama Trump dengan Kim di Singapura – juga men- gatakan, pada tahun lalu, bahwa setiap berakhirnya pelatihan bersama tidak akan menghalangi kesiapan tempur Pentagon di semenanjung. “Mungkin sekarang kita disuruh menyarungkan pedang, tetapi kita belum lupa untuk menggunakannya,” pungkas dia. Pemerintah AS sendiri telah beru- paya mengakhiri ketegangan yang berkepanjangan di kawasan semenan- jung, dan mendesak Korea Utara un- tuk membatalkan program nuklirnya. Alhasil, sejak pertemuan pertama di Singapura, baik AS dan Korsel telah mengurangi atau membatalkan beberapa latihan militer bersama. Pesawat-pesawat pembom AS pun tidak lagi terbang di atas wilayah Korea Selatan. “Tidak mengurangi atau meng- hentikan latihan pada saat ini, berarti negara-negara yang terlibat tidak se- rius untuk mencapai kesepakatan de- nuklirisasi,” ujar profesor Studi Korea Utara Yang Moo Jin. (afp)

Oleh Happy Amanda Amalia  SEOUL – Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) mengumumkan berakhirnya latihan militer gabungan tahunan skala besar, pada Minggu (3/3). Pengumuman tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya diplomatik untuk merayu Korea Uta- ra (Korut) menghentikan program senjata nuklirnya.

terhadap ekspektasi pasar,” tutur Ari. Paling Populer Sementara itu, IIF mencatat, dilihat dari preferensi geografis investasi berdasarkan data kuartalan rata-rata aliran masuk modal asing ke pasar negara berkembang -- di luar RRT -- Indonesia telah menjadi tujuan paling populer bagi investor. Meksiko juga terbukti masih memikat, meski tidak seperti pasar negara berkembang lainnya karena ada beberapa hal yang masih harus dilakukan setelah men- derita tahun 2017, ketika berselisih dengan Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan perdagangan NAFTA. “Afrika Selatan juga masih sangat lemah. Mungkin kejutan terbesarnya adalah arus ke Brasil tetap sangat lemah, bahkan dengan posisi agenda reformasi yang menarik,” papar IIF. Pengembangan Pasar Perr y menilai, derasnya aliran modal asingmasuk, khususnya ke aset portofolio, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Investor juga percaya pada kebijakan-kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah, Bank Indonesia, serta berbagai pihak yang lain, yang juga disertai pengembangan pasar. Dia yakin aliran modal asing masih akan berlanjut, dipengaruhi oleh imbal hasil di aset keuangan dalam negeri yang menarik bagi para investor. “Ini kita harapkan terus berlanjut portofo- lio asing masuk,” ujarnya. Jika dibandingkan dengan negara lain, lanjut dia, Indonesia memberikan imbal hasil sebesar 7,8% untuk obligasi pemerintah tenor 10 tahun. Ini jauh lebih baik dibanding misalnya pada obligasi pemerintah Amerika Serikat, US Treasury dengan tenor 10 tahun, sebesar 2,7%. “Imbal hasil SBN di Indonesia dib- andingkan imbal hasil di luar negeri itu kan menarik. Dibandingkan kalau investasi dengan negara-negara lain, termasuk India segala macam, selisih suku bunganya kan Indonesia masih menarik,” tandasnya. Investor juga yakin terhadap ke- bijakan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, dan BI, sejalan dengan komandan militer, yang biasanya dimulai pada Maret dan berlangsung selama sekitar 10 hari. “Keputusan itu dicapai guna men- dukung upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk denuklirisasi Ko- rea Utara dan meredakan ketegangan militer dengan Korea Utara,” demikian menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Korsel di Seoul, pada Minggu. Namun dalam pernyataan militer bersama yang disampaikan, Minggu, menyebutkan AS dan Korsel akan me­ lakukan modifikasi latihan yang dimu- lai, Senin (4/3) hingga Selasa (12/3). Latihan selama sembilan hari, yang secara resmi disebut “Dong Maeng” atau “Aliansi”, kebanyakan akan fokus pada manuver pertahanan ber- sama daripada sikap posisi menyerang dalam latihan Key Resolve. Demikian disampaikan sumber dari salah satu pejabat militer Korsel kepada AFP . Selain itu tidak ada indikasi tentang berapa banyak pasukan AS dan Korea Selatan yang akan dimobilisasi untuk latihan baru ini. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korea Selatan menyampaikan, Lee Do-hoon, kepala utusan nuklir Seoul, juga akan pergi ke Washington, AS untuk mengadakan pembicaraan dengan rekannya, Stephen Biegun yang menjadi Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara. “Lee akan berangkat sekitar pekan ini,” ujar Juru bicara Kemlu Korsel Noh Kyu-duk kepada AFP . Menurut laporan, Lee dan Biegun diperkirakan membahas pertemuan puncak Hanoi, yang gagal memban- gun komitmen disertai kata-kata yang tidak jelas terkait upaya melucuti nuklir di semenanjung Korea yang

Yield RI Tinggi Ari Kuncoro menuturkan, situasi perang dagang Amerika Serikat-RRT membuat investor berpikir investa- sinya tidak semuanya dilakukan di Amerika. Saat bank sentral AS, Fed- eral Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga memang modal kem- bali ke Amerika, namun kemudian perekonomian Amerika menunjukkan tanda-tanda resesi sehingga modal kembali ke negara-negara Asia yang masih tumbuh baik. “Kita termasuk yang dapat, karena potensi pertumbuhan ekonomi kita masih lebih bagus (bisa naik dari 5,17% tahun lalu ke 5,3% tahun 2019). Ini membuat currency default swap Indonesia masih tidak terlalu tinggi, walaupun rupiah pernah Rp 15.200 per dolar AS. Ini menunjukkan inves- tor masuk ke Indonesia, dia memilih jangka panjang,” ucap Ari. Berdasarkan data Bloomberg , nilai tukar rupiah sebesar Rp 14.120 per dolar AS pada 1 Maret 2019 EDT. Se- cara year to date rupiahmenguat 1,88%. “Investor lebih memilih kalau main di pasar modal mungkin harus lebih lama dari setahun. Karena kalau mainnya cuma masuk-keluar dia rugi” paparnya. Ari menilai, imbal hasil di Indonesia dinilai masih menarik. “Orang AS menempatkan portofolionya hanya sekitar 40% di AS, kita kebagian dana sisanya ini. Yang menarik, walaupun neraca perdagangan Indonesia defisit tetapi rupiah relatif oke, tandanya bisa terlihat dari penguatan rupiah yang drastis. Tingkat bunga kita juga lu- mayan, yield obligasi 7,26%, yang lebih menarik dari surat berharga di tempat lain. Mereka (investor) masuknya jangka panjang, sesuai jatuh tempo surat berharga Indonesia,” ucap Ari. Ia menegaskan, pemerintah RI harus mempertahankan fundamental makroekonomi yang baik agar inves- tor lebih tertarik masuk pasar modal Indonesia. Neraca transaksi berjalan, neraca perdagangan, dan neraca jasa Indonesia juga harus diperbaiki. Ia mengatakan, tren sekarang pasar Indonesia diuntungkan, sebab investor melakukan investasi terhadap surat berharga pemerintah yang memiliki tenor lama. Namun demikian, pemer- intah RI tidak boleh terlena dengan modal yang masuk, justru harus me- lakukan pembenahan untuk menjaga kurs rupiah. “Selain itu, memperbaiki infras- truktur, logistik, dwelling time , serta pergudangan. Idealnya memang dana yang masuk berasal dari perdagangan barang dan jasa. Sebab, kalau bergan- tung dari capital inflow akan rentan Keputusan tersebut diambil selang beberapa hari menyusul kesimpu- lan dari pertemuan puncak kedua Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Korut Kim Jong Un di Ha- noi, Vietnam, akhir Februari. Kendati pertemuan itu berakhir tanpa kesepa- katan resmi, namun kedua belah pihak menunjukkan tekad untuk tetap mel- akukan pembicaraan. Menurut laporan, terdapat sekitar 30.000 tentara AS yang ditempatkan di Korea Selatan. Latihan tahunan mereka dengan puluhan ribu tentara Korsel itumenjadi sasaran kemarahan Pemerintah Korut, yang mengecam manuver itu sebagai latihan provokatif untuk melakukan invasi. Trump sendiri mengesampingkan soal penarikan tentara. Dia juga sudah berulang kali mengeluhkan tentang besarnya anggaran biaya un- tuk menggelar latihan, bahkan dalam konferensi pers di Vietnam, presiden menyebut biaya latihannya “sangat, sangat mahal”. Sementara itu, perbicangan via tele- pon, pada Sabtu (2/3), antara Menteri Pertahanan (Menhan) Korsel Jeong Kyeong Doo dan Pelaksana tugas (Plt) Menhan AS Patrick Shanahan telah memutuskan, bahwa kedua belah pihak akan mengakhiri serangkaian latihan penting Key Resolve and Foal Eagle. Demikian pernyataan yang disampaikan Pentagon. Foal Eagle merupakan latihan ga- bungan ruting terbesar yang diadakan para sekutu. Di masa lalu, latihan itu melibatkan 200.000 tentara Korsel dan sekitar 30.000 tentara AS. Latihan Foal Eagle tersebut juga disertai dengan Key Resolve, yakni berupa simulasi permainan perang di komputer yang dilakukan oleh para  Sambungan dari hal 1

Presiden AS Hadiri CPAC Tahunan Presiden Donald Trump mendekap bendera nasional Amerika Serikat (AS) saat tiba di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) tahunan di Pelabuhan Nasional, Maryland, AS pada Sabtu (2/3).

kan, pekan ini terdapat perilisan data penjualan ritel Indonesia. Namun, baik data penjualan ritel dan cadev per Februari 2019 kemungkinan efeknya cenderung netral terhadap kondisi IHSG pekan ini. Sebaliknya, diamengingatkan untuk mewaspadai kondisi yang terjadi di global. Pasalnya, pada perdagangan pekan lalu, negosiasi dagang AS- Tiongkok belum menentukan titik temu. Senada, pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tert- inggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam pekan lalu juga belum memberikan hasil. Kedua pihak belum mencapai kesepakatan. Korut menolak syarat dari AS untuk melakukan denuklirasi. ”Di samping itu, pada pekan lalu Dewan Keamaan Perserikatan Bang- sa-Bangsa (PBB) gagal mencapai konsensus untukmetode penyelesaian krisis di Venezuela. Tentunya, hal tersebut merupakan suatu sentimen yang negatif dari aspek global,” papar Nafan kepada Investor Daily. Mengenai pergerakan IHSG yang belakangan ini berulang kali terko- reksi setiap kali menjangkau level kisaran 6.500-an, Nafan mengatakan, avarage PER IHSG yang sebesar 15,3 kali sampai pekan lalu, sebetulnya tidak mahal. Namun, aksi ambil am- bil untung ( profit taking ) sebagian investor justru terjadi dan hal itu tidak terlepas dari situasi di global. Menurut dia, sejumlah investor asing tengah wait and see sehingga melakukan profit taking belum lama ini. “Pasalnya, belakangan ini nilai tukar rupiah juga kembali ke level Rp 14 ribu. Sehingga, kemungkinan ada beberapa investor yang memilih mengalihkan dananya sementara di instrumen save haven sebagai antisi- pasi kondisi global,” jelas dia . Adapun untuk proyeksi IHSG pekan ini, Nafan menduga, laju pergerakan indeks cenderung dalam fase konsol- idasi. Pasalnya, hingga kini belum ada sentimen yang mampu mendorong penguatan IHSG secara signifikan. “IHSG masih berpeluang kembali menguat ke level kisaran 6.500-an, tapi saya menilai pergerakan selama satu pekan akan cenderung konsol- idasi. Adapun Binaartha Sekuritas memproyeksi, laju support pertama IHSG akan berada dalam level 6.475,66 dan support kedua ada dalam posisi 6.451,44,” papar dia. Lebih lanjut Nafan mengemukakan, pihaknya memproyeksi level resisten per tama IHSG dapat menjangkau 6.514,6. Apabila level tersebut ber- hasil dicapai, IHSG berprospek men- capai level resisten kedua di posisi 6.529,31. (ark/dka/ant/b1/sumber lain/es) Dengan lima hingga enam partai yang diperkirakan memasuki parle- men dengan 101 kursi maka hasil yang terpecah-pecah akan membuat pembentukan koalisi kian rumit. Isu Pajak dan Upah Di sisi lain, para rival tradisional, seperti partai Tengah dan Reformasi sudah bergantian dalam memimpin pemerintahan. Bahkan kedua partai sempat memerintah bersama selama hampir tiga dekade, sejak Estonia membebaskan diri dari runtuhnya Uni Soviet. Kedua par tai diketahui sangat mendukung keanggotaan Uni Eropa (UE) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Mereka juga lebih me- milih melakukan penghematan guna mengendalikan pengeluaran, sehing- ga membuat negara itu mencatatkan rasio utang terendah diban dingkan produk domestik bruto (PDB) dalam zona euro. (afp/pya)

suara sebelumnya. Paraa pejabat yakin sistem online dapat menahan upaya campur tangan apa pun. Hasil jajak pendapat yang men- gumpulkan para pemilih elektronik ( e-voter ) dan mereka yang menggu- nakan surat suara pada Minggu, juga memperlihatkan perebutan suara yang sangat ketat. Par tai Tengah (Centre) haluan sentris Perdana Menteri Juri Ratas mendapat dukungan 24,5%, menyusul partai Reformasi liberal – yang dip- impin oleh mantan anggota parlemen Eropa, Kaja Kallas – dengan perole- han suara 26,6%. Demikian menurut jajak pendapat Kantar Emor. Sedangkan par tai sayap kanan EKRE – yang menjanjikan penguran- gan pendapatan dan pemangkasan pajak, serta mendorong retorika anti- imigrasi – meraih lebih dari dua kali lipat suara menjadi 17,3%. Di sisi lain, partai ini juga masih harus berjuang untukmenemukanmitra-mitra koalisi.

TALLINN – Persaingan ketat antar partai terlihat jelas dalam pemilihan umum (pemilu) Estonia yang digelar pada Minggu (3/3). Menurut laporan kubu koalisi sayap kiri harus berjuang untuk bertahan dalam duelnya de­ ngan para rival liberal tradisional dan partai sayap kanan – yang mendapat dukungan dari sebagian besar pemilih di wilayah pedesaan di negara Baltik, zona euro. Kampanye pemilu sendiri didomi- nasi oleh isu-isu yang memengaruhi sumber daya finansial, seperti perpa- jakan dan belanja publik, kemudian ketegangan soal pendidikan bahasa bagi minoritas Rusia yang cukup besar di Estonia, serta perpecahan di pedesaan-perkotaan. Menurut laporan, hampir setengah dari 880.690 pemilih – yangmemenuhi syarat – telah memberikan suaranya padaMinggu siang. Jumlah ini termas- uk 40% pemilih yang memanfaatkan teknologi e-voting dalam pemungutan

bisa masuk deras. Proyeksi Indeks Sepekan

juga ditopang semakin meningkatnya arus modal asing yang masuk. “Pasar valuta asing juga semakin berkem- bang, tidak hanya bergantung pada perdagangan spot dan swap , tetapi juga Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF),” tandasnya. Menurut Josua Pardede, aliran modal asing yang masuk deras juga masih disebabkan sentimen positif di akhir tahun lalu terkait kinerja fiskal. Kinerja yang baik menumbuhkan sentimen positif di pasar surat utang dan eksternal, khususnya sejak The Fed memberikan arahan sikap yang akan lebih dovish . “Kebijakan The Fed yang dovish membuat sentimen positif untuk penguatan di pasar obligasi RI. Ini ditambah sentimen global optimisme negosiasi dagang dan di dalam negeri didukung imbal hasil Indonesia yang menarik bagi investor,” ujar dia saat dihubungi Investor Daily . Dia juga sepakat dengan pernyataan BI untuk kadar risiko yang lebih ren- dah, sejalan dari stance kebijakan The Fed yang sekarang berhenti menaik- kan suku bunga acuan. Rendahnya risiko akan mendorong capital inflow masuk ke Indonesia. Piter Abdullahmenilai, perlambatan ekonomi global memengaruhi return di negara maju menjadi terbatas. Kedua sebab perlambatan itu bisa membuat The Fedmemutuskan untuk tidak ingin menaikkan suku bunga acuan AS. “Akibat perlambatan itu, maka The Fed bisa tidakmenaikkan suku bunga, atau mengubah rencana kenaikan suku bunga dari dua kali turun men- jadi satu. Jadi, ada kemungkinan The Fed tidak menaikkan suku bunga tahun ini, yang membuat ekspektasi return di negara maju menjadi turun dan membuat keluarnya dana global dari negara maju ke negara berkem- bang, itu faktor push ,” paparnya. Kemudian ada kondisi pull, yakni faktor domestik RI yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang masih bagus 5,17% tahun lalu, inflasi rendah, dan fiskal terjaga baik. Sedangkan masalah defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan RI dinilai tidak menjadi faktor penghambat be- sar, sehingga aliran dana asing masih

Sementara itu, laju indeks harga sa- hamgabungan (IHSG) pekan ini dipre- diksi berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan pergerakan secara terbatas. Ada empat sentimen utama yang dicermati investor, yakni kelanjutan negoisasi dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok, rilis neraca perdagangan AS, cadangan devisa (cadev) Indonesia, dan rilis kinerja emiten tahun 2018. Berdasarkan data Bursa Efek Indo- nesia (BEI), pada perdagangan akhir pekan lalu IHSG ditutup menguat 56,54 poin (0,88%) ke level 6.499,88. Namun demikian, selama sepekan lalu IHSG turun 0,02% dari posisi pada akhir pekan sebelumnya di 6.501,38. Analis PT Artha Sekuritas Indo- nesia Dennies Christoper Jordan menyatakan, secara teknikal laju IHSG cenderung bergerakmelemah dengan peluang bergerak secara terbatas. Lebih rinci, dia mengemukakan, pada pekan ini pihaknya memproyeksi posisi support -resisten IHSG akan berkisar 6.441-6.549. “Dari segi price to earning ratio (PER) IHSG, menurut kami masih cukup murah. Namun pekan ini terdapat beberapa faktor yang perlu dicermati dan mayoritas berasal dari eksternal,” ujar Dennies kepada Inves- tor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu. Lebih lanjut dia mengemukakan, investor mungkin akan mencermati kelanjutan negosiasi dagang antara AS-Tiongkok dan kelanjutan perilisan kinerja emiten tahun 2018. Sementara itu, momentum perilisan data cadev Indonesia per Februari 2019 dan data neraca perdagangan AS pun dapat menjadi sentimen yang cukup berpen- garuh pada pekan ini. Khusus cadev, sebelumnya Indone- sia meraih penurunan cadev per Janu- ari 2019 sebagai efek pembayaran se- bagian utang luar negeri pemerintah. Sebab, cadev per Januari lalu tercatat mencapai US$ 120,1 miliar atau lebih rendah dari posisi per Desember 2018 yang sebesar US$ 120,7 miliar. Terkait dengan sentimen dalam negeri, analis PT Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengata-

Made with FlippingBook - Online magazine maker