ID190404

kamis 4 APRIL 2019

24

Utama Bank Panin Herwidayatmo mengatakan, OJK meminta ANZ le- bih tegas untuk menentukan, apakah ingin menurunkan porsi kepemi- likan sahamnya atau ingin menjadi pemegang saham pengendali Bank Panin. “Anjurannya kalau diatas 25% jadi pengendali, mereka harus masuk ke situ, tapi mereka (ANZ) ingin men- urunkan dari 38%, dan minta waktu lagi, ini kewenangan OJK kasih waktu sampai kapan, kami sudah siap kalau memang harus begitu, tidak ada pili- han,” terang Herwidayatmo. Adapun, saat ini porsi saham ANZ sebesar 38,82% di Bank Panin. Kepemi- likan saham ANZ tercatat atas nama Vontraint No 1103 PTY Ltd. Sisanya, sebesar 46,04% digenggam oleh PT Panin Financial Tbk dan publik 15,14%. Deputi Komisioner Pengawas Perb- ankan IV OJK Slamet Edy Purnomo menambahkan, pihaknya juga akan menunggu respon lanjutan dari Bank Panin terkait hal tersebut. Namun pihaknya juga enggan berkomentar lebih lanjut terkait tenggat waktu yang diberikan mengenai divestasi saham. “OJK sudah meng i nga t kan , sekarang masih menunggu follow up Panin tentang hal tersebut,” lanjut Edy.

ngomong ke OJK bank dan juga pasar modal. Tapi ini belum bicara sama sekali, jadi saya tidak bisa bicara,” terang Heru. Pihaknya juga akan mengkaji lebih lanjut terkait fintech yang berniat untuk menyuntikkan modal kepada perbankan. Namun, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai injeksi dari Akulaku kepada Bank Yudha Bhakti. Divestasi Saham ANZ Lebih lanjut Heru mengatakan, ter- dapat dua opsi bagi Australia and New Zealand Banking Group Ltd (ANZ) terhadap sahamnya di PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin). Pertama, ANZ bisa menjadi pemegang saham pengendali (PSP). Kedua, melepas porsi sahamnya di Bank Panin. Sejak 2013, ANZ memang mengun- gkapkan rencana divestasi sahamnya untuk memenuhi ketentuan kepemi- likan tunggal bank (SPP). Seperti diketahui, ANZ juga memiliki 99% saham PT Bank ANZ Indonesia. “Jadi opsinya itu dua, ANZ mau jadi PSP atau mau menjual saham Panin kepada investor, itu saja, mereka bisa pilih” ujar Heru. Menanggapi hal tersebut, Direktur

jadi finalnya berapa itu masih belum, tapi kurang lebihnya sudah setuju,” jelas Jahja. Sementara itu, terkait bank lainnya yang juga berencana melakukan ak- uisisi mupun merger, Heru enggan menyebut lebih detail. Hal tersebut karena belum ada yang memberikan laporan formal kepada OJK. “Saya tidak bicara yang belum, nanti takut- nya salah. Jadi yang sudah terjadi saja yang kemarin-kemarin,” kata dia. Di sisi lain, Her u juga belum mendapat laporan mengenai aksi korporasi yang dilakukan perusahaan financial technology ( fintech ) peer to peer (P2P) lending Akulaku kepada PT Bank Yudha Bhakti Tbk. Pada 15 Maret lalu Bank Yudha Bhakti mengu- mumkan mendapat suntikan dana sebesar Rp 500 miliar dari Akulaku. “Akulaku itu belum bicara ke OJK, belum datang ke kami. Injeksi itu juga belumdilaporkan ke OJK,” ucap Heru. Menurut dia, apabila ada bank yang akan mendapat suntikan modal atau investor yang ingin menyuntikkan modalnya di lembaga jasa keuangan, harus melaporkannya lebih dulu ke- pada OJK sebagai pengawasnya. “Kalau PUT (Penawaran Umum Terbatas) atau rights issue itu pasti

Umum Pemegang Saham (RUPS). Pihaknya akanmengumumkan peri- hal rencana akuisisi bank pada bulan Juni mendatang kepada pemegang saham dalamRapat UmumPemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Se- belumnya pada 11April 2019 perseroan akan mengadakan RUPS Tahunan. “Sementara belum, karena harus terima persetujuan di RUPS, tanggal 11 April ada RUPST, tapi kami belum siap, mungkin ada RUPSLB setelah itu, mudah-mudahan Juni sudah ada persetujuannya,” ungkap Jahja. Saat ini lanjut Jahja, proses akuisisi masih menunggu hasil due diligence , karena menurut dia hal tersebut tidak mudah. Sebab, harus menunjukkan dokumentasi dan keperluan yang dibutuhkan lainnya yang dinilai me- makan waktu. Sedangkan, terkait negosiasi harga Jahja mengaku saat ini sudah sepakat. Namun, hal tersebut bisa berubah setelah mengetahui hasil dari due diligence nanti. “Harga sudah sepakat, tapi dari due diligence nanti menentukan koreksinya. Misalnya kalau mau beli barang yang sempurna, harganya se- gitu oke. Tapi, begitu ada cacat dikit, seperti beli mobil nanti minta diskon,

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait rencana dari sejumlah bank besar yang akan melakukan konsolidasi, yakni dengan mengakuisisi bank. Meski demikian, OJK menyebut memang sudah ada obrolan informal dengan beberapa bank yang berencana melakukan konsolidasi.

masih harus RUPS dulu, terus ada due diligence juga, ke kami belum resmi,” papar Heru usai peresmian pembangunan gedung OJK di Lot-1 SCBD, Jakarta, Selasa (2/4). Sebelumnya Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menyebut, sedang tahap uji tuntas ( due diligence ) dengan calon bank yang akan diakuisisi Bank Royal Indonesia dan akan segera rampung setelah memenuhi doku- mentasi. Setelah proses due diligence , perseroan akan meminta persetujuan dari pemegang saham pada Rapat

Adapun, sejumlah bank besar yang akan melakukan akuisisi bank adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang akan mengakuisisi PT Bank Royal Indonesia dan juga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang disebut akan mengakuisisi PT Bank Permata Tbk. Kedua bank besar tersebut belum memberikan laporan secara resmi kepada OJK perihal rencana tersebut. “Mandiri belum bicara sama kami, kalau BCA itu on progress, tapi tan- yakan ke Pak Jahja (Dirut BCA) soal itu, belum ke OJK. Karena mereka

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.

JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk menyediakan program fasil- itas supply chain financing (SCF) yang pada tahap pertama disiapkan dana pembiayaan Rp 300 miliar. Hal tersebut guna mendukung kelancaran arus keuangan fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS Kesehatan dengan membantu perce- patan penerimaan pembayaran klaim layanan kesehatan. Direktur Bank OCBC NISP Martin Widjaja mengun- gkapkan, pada tahap awal kerja sama, Bank OCBC NISP akan menyiapkan dana pembiayaan hingga sejumlah Rp 300 miliar untuk sekitar 11 rumah sakit yang menjadi mitra BPJS Kesehatan di wilayah Jakarta, Bandung, Cirebon, dan Yogyakarta. Program SCF merupakan pembiayaan khusus untuk membantu percepatan penerimaan klaim pelayanan kese- hatan. Dalam hal ini Bank OCBC NISP akan membiayai invoice sebelum jatuh tempo pembayaran. “Kontribusi Bank OCBC NISP melalui program ini diharapkan dapat mendorong fasilitas kesehatan untuk tetap memberikan layanan optimal dan berkesinam- bungan kepada para peserta JKN-KIS. Dengan demikian, kami berharap semakin banyak masyarakat yang mem- peroleh fasilitas kesehatan yang optimal,” kata Martin dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Senin (1/4). Sampai dengan 1 Maret 2019, tercatat sebanyak 218 juta jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta program JKN-KIS. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.024 fasilitas kese- hatan tingkat pertama (FKTP), yang terdiri dari puskesmas, dokter praktik perorangan, klinik TNI/POLRI, rumah sakit kelas D pratama, serta dokter gigi praktik perorangan. Sementara itu di tingkat fasilitas kesehatan tingkat rujukan lanjutan, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 4.187 fasilitas kesehatan yang meliputi rumah sakit dan klinik utama. Kerja sama fasilitas pembiayaan (SCF) ini bukanlah yang per tama bagi Bank OCBC NISP. Sebelumnya, perseroan melakukan kerja sama SCF dengan berbagai perusahaan milik negara (BUMN) maupun dengan per- usahaan swasta. Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan, kini sejumlah perbankan, baik nasional maupun swasta siapmemberikanmanfaat pembiay- aan tagihan pelayanan kesehatanmelalui SCF. “Bank OCBC NISP akan semakin memperkuat jajaran perbankan yang mendukung Program JKN-KIS. Ini bisa dimanfaatkan oleh fasilitas kesehatan, agar arus finansial rumah sakit berjalan baik,” jelas Kemal. (nid)

Mandiri Syariah Komitmen Dukung Sektor Pariwisata Lokal Pegawai Mandiri Syariah berbincang dengan nasabah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) kerajinan tangan khas Bali di kawasan Seminyak, Badung, Bali, Selasa (2/4/2019). Mandiri Syariah berkomitmen untuk mendukung sektor pariwisata lokal melalui pendampingan usaha nasabah Usaha Kecil dan Menengah.

nasabah baru,” terang dia. Sementara itu, Managing Director Bank Amar Vishal Tulsian juga optimistis pembukaan Kantor CabangWiyung akan meninkatkan kinerja bank terutama pen- capaian dana pihak ketiga (DPK). Sampai akhir tahun 2018, DPK Bank Amar men- capai Rp 1 triliun lebih. “Kami berkomitmen untuk terus tum- buh dan berkembang bersama pasar ritel. Karena ini merupakan visi Bank Amar untuk membawa senyum kepada 200 juta wajah pada 2025, dan juga misi kami un- tukmenyediakan layanan perbankan bagi mereka yang membutuhkan dan bukan hanya mereka yang menginginkan,” ungkap dia. (ros)

terdiri atas tiga kantor cabang, yakni dua di Surabaya, satu di Jakarta dan satunya lagi kantor cabang pembantu di Surabaya dan satu kantor fungsional di Jakarta. Perluasan kantor baru diharapkan akan meningkatkan penyaluran kredit. Tahun ini perseroan menargetkan penyaluran kredit mencapai Rp 1,9 triliun naik dari tahun lalu sekitar Rp 1 triliun. Sampai Maret 2019, posisi kredit telah mencapai Rp 1,4 triliun. Hampir 50% kredit tersebut dimanfaatkan oleh nasa- bah untuk renovas rumah dan selebihnya digunakan untuk biaya pendidikan, ritel, kesehatan dan modal kerja. “Kami op- timistis penyaluran kredit tahun ini akan meningkat seiring peningkatan jumlah

Amar di Wiyung, Surabaya, Senin (1/4). Lebih lanjut Anggrahini memapaparkan dari data yang dimiliki, jumlah nasabah Bank Amar yang berdomisili di wilayah Surabaya Barat cukup banyak. Ke- beradaan kantor cabang baru di Wiyung tersebut selain untuk melayani nasabah yang ada sekarang juga untuk menjaring nasabah baru. Saat ini dari total 170 ribu nasabah, 17 ribu diantaranya berada di Surabaya. “Kami berharap pembukaan kantor baru ini akan memberi tambahan 100 nasabah baru tahun ini,” papar dia. Dengan pembukaan kantor cabang baru diWiyung tersebut, kata Anggrahini, Bank Amar memiliki lima jaringan kantor yang

SURABAYA – PT Bank Amar Indonesia memperluas jaringan di Surabaya dengan membuka kantor cabang pembantu di Surabaya Barat untuk membidik nasabah potensial di wilayah itu. Area Head Bank Amar Surabaya Anggrahini Stephanie mengatakan, potensi Surabaya Barat sangat besar bagi pengembangan bisnis Bank Amar. Potensi itu ditandai dengan berdirinya beberapa pusat bisnis baru, kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan dan be- berapa apartemen serta perumahan baru. “Potensi inilah yang menjadi pertim- bangan kami membuka kantor cabang di Wiyung ini,” kata dia di sela acara pem- bukaan Kantor Cabang Pembantu Bank

safe deposit box bagi nasabah dengan jumlah saldo minimal Rp 500 juta. Keempat, movie treat , yakni tiket bioskop gratis sampai dengan Rp 240 ribu per bulan dengan menggunakan kartu debit UOB. NasabahWealth Banking juga dapat menikmati layanan perbankan UOB seperti bebas biaya tahunan untuk kartu kredit UOB PRVi Miles Card, bebas biaya transaksi lewat layanan personal internet banking , bebas biaya tarik tunai di seluruh jaringan ATM UOB di Indonesia, Singapura, Malay- sia, maupun jaringan ATM Bersama dan Prima. (th)

Indonesia. Layanan UOB Wealth Banking menawarkan sejumlah keuntungan. Pertama, healthyversary , yakni man- faat cek kesehatan ( medical check-up ) gratis di Prodia dan/atau Biotest bagi nasabah setiap tahun tepat pada tanggal pembukaan rekening UOB. Kedua, birthday special offers (pen- awaran khusus ulang tahun) dengan pemberian suku bunga khusus untuk top up deposito serta diskon biaya pembelian obligasi dan reksa dana pada hari ulang tahun nasabah. Ketiga, biaya yang ringan untuk safe deposit box, diskon hingga 50% untuk biaya

berkala meninjau portofolio investasi nasabah, membuat alokasi aset yang dinamis, ser ta menyeimbangkan antara strategi taktis jangka pendek dengan solusi investasi jangka pan- jang,” terang dia di Jakarta, pekan lalu. Selain menyiapkan tim relationship manager khusus, Wealth Banking UOB juga menghadirkan berba- gai produk keuangan, termasuk tabungan, investasi, bancassurance , kredit pemilikan rumah (KPR), dan kartu kredit dengan berbagai keun- tungan yang dapat mendukung gaya hidup masyarakat menengah ke atas

bijaksana, serta menyediakan solusi dan nasihat keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Layanan Wealth Banking ditujukan bagi nasabah kelas menengah ke atas yang memiliki jumlah saldo mulai dari Rp 100 juta sampai dengan Rp 1 miliar di UOB. Tahun 2018, terdapat sekitar 60 juta orang atau sebesar 23% dari jumlah penduduk Indonesia termasuk dalam kategori masyarakat menengah ke atas. Data untuk tahun tersebut memperlihatkan masyarakat menengah ke atas menyumbang hingga 40% dari total kekayaan rumah tangga.

JAKARTA – PT Bank UOB In- donesia meluncurkan layanan Wealth Banking baru pada 28 Maret 2019 yang memberikan nasabah solusi pengelolaan por tofolio keuangan yang lengkap, serta layanan nasihat keuangan berdasarkan kepada pen- dekatan smart risk . Pendekatan ini memberikan nasihat investasi dengan mengedepankan pertimbangan risiko sebelumnasabahmempertimbangkan potensi imbal hasil investasi. Pendekatan smart risk ini mencer- minkan komitmen UOB Indonesia untuk membantu nasabah menghad- api siklus pasar yang berbeda dengan

Head of Personal Financial Services and Digital Bank UOB Indonesia Khoo Chock Seang mengatakan, dengan menempatkan pemahaman risiko sebagai pusat nasihat keuangan, pihaknya membantu nasabah dalam mengidentifikasi tingkat toleransi risiko yang berbeda bagi setiap in- dividu. “Dari pemahaman tersebut, kami kemudian dapat membahas risk ap- petite nasabah sehubungan dengan produk-produk investasi yang dit- awarkan, serta meninjau portofolio investasi mereka. Melalui pendekatan ini, tim relationship manager secara

Made with FlippingBook flipbook maker