SP170714

Suara Pembaruan

28

Jumat, 14 Juli 2017

Dibangun, Gedung Tertinggi se-Asia Tenggara

[JAKARTA] Pemprov DKI Jakarta berencana menginte- grasikan bangunan gedung tertinggi se-Asia Tenggara, yakni Jakarta Signature Tower di SCBD dengan be- berapa transportasi, seperti mass rapid transit atau mo- da raya terpadu (MRT), Transjakarta, hingga light rapid transit (LRT). Hal tersebut disampai- kan Sekretaris Daerah (Sekda ) DKI J aka r t a , Saefullah dalam rapat pena- taan kawasan terpadu di Balai Kota, Kamis (13/7). Integrasi tersebut dilakukan supaya kawasan SCBD bisa menjadi kawasan yang le- bih tertib. “Konsepnya akan ada gedung tertinggi di Asia Tenggara. Ini kan nanti mau jadi ikon nasional,” ujar Saefullah. Pembangunan gedung tersebut sudah direncana- kan sejak lama, tetapi be- lum terealisasi hingga saat ini. Para pengembang di ka- wasan SCBD akan bersurat kepada Presiden Jokowi agar mendukung bangunan tertinggi di Asia Tenggara yang akan menjadi ikon na- sional jika sudah jadi nanti. Gedung yang rencana- nya akan mempunyai 111 lantai tersebut akan diba- ngun oleh para pengem- bang yang ada di kawasan SCBD. Pemprov DKI akan mengatur tata kelola di ka- wasan SCBD tersebut supa- ya bisa terintegrasi dengan MRT dan LRT. Di dalam wilayah tersebut, nantinya akan ada shuttle bus yang mengantarkan ke stasiun-s- tasiun MRT, LRT, maupun ke bus Transjakarta. [BOGOR] Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kem- bali mendapatkan penghar- gaan Pastika Paranam atas komitmennya menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dari Kementerian Kesehatan (Kemkes). Penghargaan tertinggi tersebut diterima langsung Wali Kota Bogor Bima Arya di acara pertemuan dengan Aliansi Bupati Wali Kota se-Indonesia, di Yogyakarta Rabu (12/7) terkait moni- toring perkembangan pene- rapan Perda KTR.

ngembang itu juga sudah mengajukan urban design guide line (UDGL) atau panduan rancang kota supa- ya kawasan yang akan me- reka bangun menjadi kawa- san yang lebih terintegrasi, salah satunya dengan MRT. “Setelah UDGL tidak ada masalah, siap diserah- kan, tetapi memang ada be- berapa hal catatan MRT yang harus diperhatikan se- dikit. Misalnya, apakah pin- tu masuk sudah oke dan ba- gaimana pemeliharaannya nanti, lalu bagaimana sirku- lasi orang sehingga mudah keluar dari MRT,” katanya. Ia menargetkan pemba- ngunan gedung tersebut di- lakukan dalam jangka wak- tu 5-6 tahun. Pihaknya menginginkan tahun ini pembangunannya bisa di- mulai sehingga sekitar 2023 sudah bisa selesai. [D-14]

BERITASATU PHOTO/MOHAMMAD DEFRIZAL

Gedung-gedung perkantoran di SCBD dan sekitarnya. Di tempat ini akan berdiri gedung tertinggi se-Asia Tenggara.

“Supaya orangnya dan lalu lintas betul-betul tersa- lurkan, mengalir, tidak ada penyumbatan-penyumbat- an,” katanya. Dia berharap rencana tersebut segera dilaporkan ke Presiden dan dibahas da- lam rapat terbatas. Pihaknya pun menunggu kebijakan nasional terkait rencana ini. “Ini kan karena tertinggi, jadi ikon nasional sehingga harus dapat persetujuan dari Istana,” katanya. Ia menjelaskan, saat Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, ide pemba- ngunan gedung tertinggi ini sudah bergulir dan pernah dipaparkan. Oleh karena itu, dengan adanya pelaporan kembali, ia berharap ada respons da- rinya untuk kemungkinan mulai groundbreaking . Namun, saat ini nilai pro- Bima mengatakan, sudah banyak kota-kota yang me- miliki Perda KTR, tetapi ti- dak semua bisa mengimple- mentasikan Perda tersebut dengan baik. Kota Bogor de- ngan segala dinamikanya di- anggap paling maju dalam menerapkan perda KTR se- kaligus menjadi tempat bela- jar bagi kota-kota lainnya. "Di sana saya berbagi pengalaman bagaimana Kota Bogor bisa terus kon- sisten dalam penegakan ti- piring (tindak pidana ri- ngan) dan tidak memberi- kan ruang pada iklan-iklan

yeknya belum dihitung ka- rena swasta yang memiliki proyek tersebut. “Dimulainya belum ta- hu ya, kalau izin-izinnya sudah semua. Bukan CSR (tanggung jawab sosial per- usahaan), ini gedung swasta dan bukan gedung pemerin- tah,” katanya. Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan, Benny Agus Chandra mengatakan, ge- dung setinggi 111 lantai ter- sebut secara aturan me- mungkinkan untuk diba- ngun. Kendati tidak dipung- kirinya harus ada kompen- sasi yang diberikan pemba- ngun kepada DKI. “Karena ini kan tinggi dan akan jadi ikon nasional, setidaknya pemerintah pu- sat juga harus terinformasi. 111 Lantai rokok," ujarnya saat dite- mui langsung di Balai Kota Bogor, Kamis (13/7). Ia menerangkan, di sana ia juga memaparkan berba- gai rencana ke depan Pemkot Bogor untuk memperkuat Perda KTR Nomor 12 Tahun 2009 dengan merevisi bebe- rapa bagian. Mulai dari pela- rangan rokok elektrik yang sekarang semakin marak ser- ta memperluas wilayah titik KTR yang sebelumnya dela- pan kawasan menjadi sembi- lan kawasan dengan meram- bah kawasan permukiman. [VEN/W-11]

Ini rencananya akan terinte- grasikan dengan pengem- bangan MRT sebagai bagi-

an dari pengembangan TOD,” katanya. Ia mengatakan, pe-

Perda KTR Kemkes Apresiasi Pemkot Bogor

Made with FlippingBook flipbook maker