SP190909

Suara Pembaruan

28

Senin, 9 September 2019

Petugas Angkut Tenda Pengungsi dari Trotoar

Permasalahan Kota 28 Wali Kota Berkumpul di Bogor

berita satu/vento saudale Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri pertemuan 28 kepala wali kota di Balai Kota Bogor, Senin (9/9).

berita satu/bayu marhaenjati Petugas Satpol PP dan Polri membongkar tenda-tenda yang berdiri di trotoar, di Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (9/9).

[JAKARTA] Petugas Satpol PP dan Polri membongkar tenda-tenda yang berdiri di trotoar atau di luar pagar tempat penam- pungan sementara pengungsi pencari suaka, di Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (9/9). Tenda dibawa masuk ke pelataran gedung kemudian pengungsi tidak boleh berkumpul di pinggir jalan serta di halaman pertokoan warga sekitar. Berdasarkan pantauan, setidaknya ada 19 tenda kecil berdiri di trotoar depan ge- dung penampungan sementara. Menurut informasi, sejumlah pengungsi yang sudah sempat keluar kembali lagi ke tempat penampungan, dan mendirikan tenda di pinggir jalan. Salah satu petugas Dinas Sosial yang enggan disebutkan namanya menyampai- kan, para pengungsi itu kembali datang pada Minggu (8/9) sore. Mereka kemu- dian menginap dan mendirikan tenda di lokasi. Belum diketahui berapa jumlah pengungsi yang kembali datang. Namun, secara kasat mata jumlahnya mencapai puluhan orang. Pada pagi hari, mereka keluar dari tenda kemudian duduk-duduk di depan pertokoan yang ada di depan gedung penampungan sementara. Hal itu tentunya mengganggu ketertiban umum, khususnya pemilik ruko di seberang gedung penampungan sementara. Sekitar pukul 10.45WIB, petugas Polri dan Satpol PP kemudian meminta para pengungsi untuk masuk ke dalam gedung penampungan danmelarangmereka berada di sekitar pertokoan. “Silakan masuk ke dalam, jangan mengganggu fasilitas umum. Ke dalam, jangan sampai masyarakat marah nanti. Silakan masuk ke dalam, tidak ada yang di luar. Jangan mengganggu fasilitas sekitar,” kata salah satu anggota polisi menggunakan pengeras suara. Kemudian, para pengungsi yang sebe- lumnya duduk-duduk di depan ruko berdiri, dan bergerak masuk ke dalam gedung. Salah satu pengungsi perempuan yang sedang menggendong anak sempat menyampaikan, kalau di dalam gedung penampungan panas. Namun, petugas tetap

[BOGOR] Sebanyak 28 kepala daerah dari berbagai wilayah di Tanah Air bakal mengikuti Mayor Caucus 2019 yang digelar di Balai Kota Bogor, Senin (9/9). Acara ini merupakan perte- muan antarwali kota untuk mendiskusikan tantangan pembangunan perkotaan dan dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. “Hingga Minggu malam, sudahkonfirmasi akandihadiri oleh 28 kepala daerah se-Indo- nesia,” kataWali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Bima menambahkan, para kepala daerah itu akan mendiskusikan peran kota dan kepemimpinan daerah dalam menyukseskan pencapaian tujuan-tujuan di dalam sus-

memintanya untuk masuk ke dalam karena keberadaan mereka di luar mengganggu ketertiban umum. “Kenapa ke sini lagi. Kamu kan ke- marin sudah keluar. Ayo tidak ada yang di pinggir jalan atau sekitar pertokoan,” kata petugas itu lagi. Setelah pengungsi masuk, belasan tenda yang ada di luar kemudian dibawa petugas ke pelataran gedung penampungan. Proses pemindahan tenda dan pengungsi ke dalam gedung penampungan sementara, berlangsung kondusif. Petugas polisi dan Satpol PP terlihat melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Sementara Sementara itu, pascapenutupan tempat penampungan pencari suaka di Kalideres per 31 Agustus 2019 lalu, tidak semua pengungsi terdampak konflik di negaranya tersebut mendapatkan tempat baru untuk melanjutkan hidupnya. Atas dasar kemanusiaan, pemerintah Indonesia telah membantu 1.903 jiwa. Ke- menterian Sosial (Kemsos) turut membantu kebutuhan pangan dan sandang bersama Dinas Sosial DKI Jakarta. Pascapenutupan, penanganan pengungsi diserahkan ke The United Nations High Commissioner for Refugees (UNCHR). Namun ratusan pengungsi enggan me- ninggalkan pengungsian karena dengan berbagai alasan. Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumi- wang Kartasasmita mengatakan, Kemsos menyiapkan satu kompleks di salah satu balai yang dimilikinya untuk menampung pencari suaka yang masih ada di Kalide- res. Jumlahnya diperkirakan 300 orang. Sebagian besar lainnya sudah ditampung International Organization for Migration (IOM) atau Organisasi Internasional untuk Migrasi. “Kami mencari tempat yang dalam tanda kutip tidak terlalu dekat dengan masyarakat sekitar. Ini upaya kita supaya tidak terjadi masalah sosial karena keber- adaan pengungsi,” katanya di sela-sela Bimbingan Teknis Keserasian Sosial di Jakarta, Jumat (6/9). [BAM/R-15]

lingkungan perkotaan, serta pengembangan ruang terbuka hijau dan ruang publik yang aman, inklusif, dan mudah dijangkau. Kemudian, di penghujung acara akan dibacakan kesim- pulan dari pembahasan yang sekaligus dituangkan dalam kegiatan komunike bersama. “Komunike bersama ini akan ditandatangani oleh seluruh wali kota yang hadir sebagaiwujudkomitmenuntuk mendorong pencapaian kota danpermukimanyang inklusif, aman, tangguh, dan berkelan- jutan.Komunikebersama akan dibacakan di 55th ISOCARP World Congress yang akan dibuka Presiden Jokowi di IICC, Botani Square Bogor,” tutup Bima. [VEN/W-11]

tainable development goals (SDGs) atau tujuan pemba- ngunan berkelanjutan (TPB). “Garis besar diskusi nanti mencakup tantangan, langkah perbaikan, bentuk kolaborasi antardaerah yang paling sesu- ai, dan dukungan yang perlu diberikan dalam pencapaian tujuan pembangunan berke- lanjutan,” jelasnya. Ada 11TPByangmenjadi arah diskusi yakni perumahan dan pelayanan dasar yang layak, aman, dan terjangkau. Kemudian, sistem transportasi publik yang aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelan- jutan. Selanjutnya, urbanisasi yang inklusif dan berkelan- jutan, pelestarian warisan budaya, pengurangan risiko bencana, pengurangandampak

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker