ID170812

sabtu/minggu 12-13 AGUSTUS 2017

| 24

BeritSatu Media/ Joanito

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kantor Staff Presiden Presiden, dan Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Femina Group mengadakan Lomba Masak Ikan Nusantara yang digelar di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (11/8).

merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Ikan dengan kandungan protein tinggi dianggap solusi bagi masalah gizi buruk (stunting) yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Chrisma Albanjar selaku Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan mengatakan kuliner Nusantara juga merupakan bagian dari budaya sebuah negara. “Sebab, kuliner dihasilkan berasal dari daerah masing- masing dengan menggunakan bahan setempat. Terlebih, Indonesia memiliki beragam sumber makanan yang membuat kulinernya sangat kaya dari Sabang sampai Merauke,” ungkap dia di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (11/8). Chef Vindex mengatakan acara tersebut diadakan untuk meningkatkan budaya makan ikan, meningkatkan persatuan bangsa dengan memperkenalkan masakan ikan khas daerah ke masyarakat Indonesia

ini berkesempatan menghidangkan menu mereka kepada Presiden Joko Widodo pada perayaan 72 tahun Kemerdekaan RI di Istana Negara. Ketiganya dipilih oleh dewan juri Vindex Tengker , Chef Garuda Indonesia (VP Inflight Service) sebagai Ketua Penjurian Final Lomba Masak Ikan Nusantara, didampingi Dharmastuti Nugroho (Kepala Biro Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden), Johan Susmono (Ketua Pokja 3,Tim Penggerak PKK Pusat), Roy N Mandey (Ketua Umum DPP APRINDO), dan Vita Datau (Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata RI).Tidak ketinggalan Koordinator Penjurian Chef Naldi Budhyarto (Editor Primarasa & Kepala Dapur Uji Femina). Acara tersebut bertujuan untuk dapat mendorong masyarakat untuk lebih mengenal masakan ikan sekaligus meningkatkan konsumsi ikan yang

Oleh Indah Handayani

B otok Ikan Masak Putih begitu menggoda selera. Menu racikan Abdul Kadir asal Pontianak, Kalimantan Barat itu menjadi pemenang pertama Lomba Masak Ikan Nusantara. Lomba ini merupakan bagian dari Taste of Indonesia yang diselenggarakan di Lippo Mall Kemang pada 11-13 Agustus 2017. Tak kalah menggugah selera adalah Gabus Pucung Sambal Pete racikan Ruben Jeremia (Jakarta) dan Ikan Santan Goroho racikan Narti Buo asal Gorontalo yang masing- masing menyabet juara kedua dan ketiga. Lomba Masak Ikan Nusantara tersebut diikuti oleh 10 finalis koki yang berasal dari Gorontalo, Batam, Biak Papua, Jakarta, dan Pontianak. Tiga pemenang dari lomba

kepada masyarakat luas. “Acara ini juga juga menunjukan dukungan kami dalam melestarikan resep dan makanan tradisional Indonesia yang sangat kaya dan beragam,” jelasnya. Sementara itu, pemenang pertama Lomba masak Ikan Nusantara Abdul Kadir bertekad ingin menghidangkan dan mengenalkan masakan khas Kalimantan Barat kepada Presiden serta tamu- tamu negara. “Kemenangan juga akan membuat nama saya, keluarga, daerah, dan perusahaan tempat saya bekerja menjadi lebih baik,” pungkasnya.

di daerah lain. Serta, memajukan bangsa melalui kuliner nusantara. “Tujuan acara ini sebenarnya adalah membuat orang lebih suka makan ikan, karena 70% dari wilayah kita adalah bahari. Tak kalah dengan negara lain kita menghasilkan berbagai hasil laut dengan kualitas sangat baik, contohnya tiram dari perairan Lombok,” ujar dia. Corporate PR Lippo Malls Nidia N Ichsan mengatakan sangat bangga Lippo Mall Kemang bisa menjadi bagian pada acara Taste of Indonesia dan mendukung mengkampanyekan gemar makan ikan

Jakarta --Wangi harum meruap dari panggangan wadah tanah liat. Kue tipis dengan taburan nangka dan coklat mesis itu begitu menggoda. Tak tahan, pengunjung pun singgah di warung Serabi Solo yang terletak di Skywalk Utara, Pondok Indah Mall, Jakarta. Seporsi berisi lima lembar serabi dipatok Rp25 ribu. Pengunjung pun puas menikmati kelezatan kue bercita rasa manis gurih itu. Selasar Skywalk mulai 10-20 Agustus memang diubah menjadi tempat jajanan Nusantara. Selain Serabi Solo, ada Gudeg, Empal Gentong, Empek-empek, Ayam Taliwang, Ketoprak, Sate Padang, Tahu Gejrot, Nasi Liwet, Kerak Telor, hingga asinan, Rujak Bebek, beragam, kami berkomitmen mengangkat keberagaman itu melalui kuliner dan fashion. Dari ujung ke ujung, pengunjung akan melihat bahwa inilah Indonesia,” kata Eka Dewanto, general manager PIM di Jakarta, Kamis (10/8). Jajanan Nusantara merupakan bagian dari acara ‘Pasar Nusantara’. Selain menampilkan gulali, dan arum manis. “Indonesia itu kaya dan Jakarta - Street food peranakan, istilah ini memang jarang kita dengar. Tapi tahukah, kuliner ini ternyata sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari sejak kita kecil. Sebut saja mie ayam, mie baso, siomay, fuyunghai, dan lain-lain, inilah street food peranakan di Indonesia yang sangat akrab dengan lidah kita. “Kalau kita searching di google, kuliner peranakan yang keluar adalah peranakan Malaysia, padahal di Indonesia banyak sekali kuliner peranakan yang akrab dengan menu sehari-hari kita, seperti mie ayam, fuyunghai, lumpia, klepon, onde-onde, dan lain- lain,” kata Lavinia Siswadi, head of marketing Sarirasa Group kepada Investor Daily. Karena itulah, kuliner peranakan Indonesia harus lebih dipopulerkan lagi. Salah satu strateginya, ujar Lavinia adalah mengangkat dan mengemasnya dalam sebuah restoran bergaya modern

“Koleksi yang saya tampilkan kali ini adalah kebaya. Kebaya harus diangkat lagi untuk dikenalkan ke anak muda dan ke dunia. Pakai kebaya itu gak harus dipadu kain, kecuali untuk upacara adat. Kebaya bisa dipadu dengan jins dan jaket untuk tampilan yang fun,” kata Musa kepada Investor Daily . Sementara Danjyo Hiyoji menampilkan busana bergaya sporty bernuansa hitam putih. Nuansa Indonesia ditampilkannya lewat aplikasi kain batik yang disemat di perut dan paha. Sejumlah tenant di mal ini juga memberikan promosi dan diskon menarik menyambut HUT ke-72 RI. (nan)

ragam kuliner, juga digelar Galeri Nusantara yang diisi berbagai macam hasil kreasi anak Indonesia. Diantaranya, batik, wayang, keris, kain Nusantara, kendaraan dan otomotif Nusnatara, dan dolanan anak Nusantara. Juga peragaan busana ‘Fashiontastic 2017’ yang menampilkan koleksi desainer Musa Widiatmodjo, Ivan Gunawan, Barli Asmara, Mahadevi, Danjyo Hiyoji, Hengki Kawilarang, Zainal Songket, Handy Hartono, Defrico Audy, Rasyid Salim, Priscilla Saputro, Sikie Purnomo, Hijup, Tiffany Kenanga, Dana Duryatna, Irwansyah Mecs, Ariy Arka, Yoyo Prasetyo, Dotsbox designers, serta Djoekids by Ayundavira Intan.

kacang, es dawet campur, bubur talas, bubur ketan hitam, hingga es alang-alang leci, jus tebu, dan es sarang burung. “Semua bahan makanan dibuat sendiri di Gopek. Misalnya untuk bakso dan mie, kami buat sendiri bakso dan mie nya sehingga kualitas dan kesegarannya dapat dijamin,” ungkap Lavinia. Saah satu menu yang maknyus adalah mie goreng. Mie dan bumbunya pas, taburan telur dan irisan baksonya pun bertaburan. Es dawet campurnya pun juara. Manis gula jawanya pas, ditambah rasa segar asam dari potongan tape singkong, dan potongan bangkuang yang garing renyah ketika digigit. “Es dawet campur memang banyak disukai karena rasanya segar,” ujar Lavinia. Gopek Restaurant merupakan brand kelima dari dari Sarirasa Group, setelah Sate Khas Senayan, Sate Khas Express, TeSaTe, dan 1945. (nan)

dan kasual, supaya disenangi oleh generasi muda. “Demi mengangkat keragaman kuliner peranakan Indonesia inilah kami menghadirkan restoran bernama Gopek ,” kata Lavinia.

Dalam restoran bernuansa modern dan kasual, ragam street food peranakan ini siap menawarkan lezatnya sensasi mie ayam, fuyunghai, siomay, bakso malang, nasi campur, mie goreng spesial, bakwan, lumpia, kue klepon, kue onde-onde, es

Made with FlippingBook - Online catalogs