SP200615

Senin, 15 Juni 2020

Pol i t ik & Hukum

2

Suara Pembaruan

Mayoritas Partai Keberatan Pres-T 0%

gatakan, Sistem pemilu proporsional tertutup bersyarat diusulkan menjadi alternatif pilihan untuk diterapkan. Sebab sistem terbuka banyak mela- hirkan sengketa antar calon anggota legislatif (caleg). “Alternatifnya pro- porsional tertutup bersyarat. Artinya pengaturan tentang rekrutmen caleg oleh parpol (partai politik) secara par- tisipatif melibatkan publik” kata Bagja menambahkan diperlukan pengaturan sanksi pidana dan admi- nistratif bagi parpol dalam rekrutmen caleg. Hal ini untuk mencegah adanya mahar politik dalam penentuan caleg. Pakar politik dari LIPI Firman Noor mendorong sistem terbuka tetap diterapkan. “Kalau kita ingin mem- perkuat demokrasi untuk mereduksi elitisme dan oligarki, maka pilihan- nya sistem terbuka,” kata Firman. Firman menuturkan, secara teori dan pelaksanaan, sistem terbuka membuat rakyat mengetahui caleg yang akan dipilih. “Setidaknya tahu namanya. Ini beda sekali dengan pro- porsional tertutup. Orang seperti beli kucing dalam karung,” ucap Firman. Firman menjelaskan, sistem ter- buka sebenarnya pun memiliki sisi negatif. “Ada kader-kader baru tapi dia populer lalu terpilih. Banyak yang masih butuh jam terbang lebih lama. Lalu cenderung tidak ramah perempuan,” katanya. [C-6] dapat mencari dan menemu- kan segala informasi, termasuk tentang ideologi bangsa lain. Menurut Basarah, kehadir- an negara sangat dibutuhkan untuk melakukan pembinaan ideologi bangsanya di tengah arus globalisasi yang begitu deras. Basarah menegaskan nilai-nilai Pancasila sepatutnya dilindungi dari kepentingan ideologi bangsa lain. Pancasila secara sistematis juga wajib dibumikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. “Pancasila perlu diketahui dan dipahami oleh anak cucu kita, dari generasi ke generasi, dari zaman ke zaman agar Pancasila dapat terus berfungsi sebagai pedoman hidup berma- syarakat, berbangsa, dan ber- negara. Untuk itulah mengapa kita memerlukan suatu undang- undang yang menjadi payung hukum pembinaan ideologi Pancasila kepada rakyat dan bangsa Indonesia,” ujar Basarah. Basarah menjelaskan, RUU HIP telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020. RUU HIP akan segera dibahas oleh DPR bersama Pemerintah. Pemba- hasan bakal melibatkan parti- sipasi publik. RUU HIP ini menjadikan tugas negara un- tuk melakukan pembinaan ideologi Pancasila memiliki landasan hukum yang kokoh. Basarah menyatakan, bang- sa Indonesia seharusnya bang- ga memiliki Pancasila. Sebab falsafah Pancasila digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sejak ratusan tahun silam ini. [MJS/C-6/R-14/Y-7] suai dengan hukum di Indonesia yaitu mengacu pada rehabilita- si-rekonstruksi. Namun, pemer- intah saat ini menggunakan isti- lah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dia mengatakan, salah satu tantangan dalam penangangan Covid-19 di Indonesia yaitu jumlah kasusnya yang masih terus meningkat. Misalnya di Jawa Timur, jumlah positif Covid semakin bertambah de- ngan jumlah orang meninggal juga masih cukup tinggi. “Itu menunjukkan bahwa sistem kesehatan di daerah masih lemah,” ujarnya. [W-12]

[JAKARTA] Mayoritas partai politik (parpol) menolak angka ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold ( Pres-T ) 0%. Sebab membuka peluang parpol baru mengajukan pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden.

“Kenapa mayoritas partai ke- beratan Pres-T 0%, karena akan ada parpol yang baru dibentuk, sudah bisa ajukan paslon. Hasil kerja be- berapa tahun ini menjadi tidak dini- lai,” kata anggota Komisi II DPR Wahyu Sanjaya dalam diskusi dar- ing, Minggu (14/6). Menurut Wahyu, sejauh ini usu- lan angka Pres-T yang mencuat yaitu tetap 20% kursi DPR dan 25% suara sah nasional, 10% kursi DPR, dan 4% atau sama dengan ambang batas parlemen. “Banyak yang tidak setuju dengan 0%. Jadi minimal parpol yang lolos ke DPR bisa ajukan paslon. Kalau ki- ta bicara itu idealnya 4%. Tetapi kita kan harus mendengar keinginan raky- at yang dinamis,” ucap Wahyu. Wahyu menuturkan, angka Pres-T yang tinggi akan membuat jumlah paslon dalam pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) menjadi se- dikit. “Berdampak terhadap sedikit- nya jumlah paslon. Memang kalau kita ingin ada kontestasi semarak, ha- rus diikuti banyak kontestan,”

demikian Wahyu.

Di sisi lain, Wahyu berharap re- visi Undang-Undang (UU) 7/2017 tentang Pemilu dilakukan secara terbatas. “Kalau setiap pemilu, UU direvisi terus, maka bisa jadi parpol yang susah, dan masyarakat yang dulu terbiasa, akhirnya menjadi ti- dak terbiasa,” kata Wahyu. Ciptakan Polarisasi Sementara itu, pengamat politik dari LIPI Firman Noor berpendapat, penerapan Pres-T akan melahirkan sejumlah permasalahan. Salah satu- nya yang akan terjadi yakni polari- sasi di tengah masyarakat sebelum dan sesudah pilpres. “Jika Pres-T tetap diberlakukan akan memelihara tendensi polarisasi. Ini sangat bahaya bagi politik yang waras, produktif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya. Firman menuturkan, Pres-T juga memicu negosiasi pragmatis, kare- na partai berupaya mencukupi ambang batas. Selain itu, Pres-T berpotensi meredupkan kandidat

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA Suasana saat Menteri Keuangan Sri Mulyani membacakan pandangan pemerintah pada Rapat Paripurna masa persidangan III 2019-2020 , di Komplek Parlemen, Jakarta, belum lama ini.

pemimpin alternatif.

Indonesia tidak akan semakin dewa- sa apabila selalu ada Pres-T . “Partai tidak diberi kesempatan bertarung menjadikan kadernya nomor 1 untuk memimpin negara,” kata Firman. Firman menyoroti adanya kekha- watiran yang tidak perlu dari segelin- tir kalangan. Misalnya penghapusan Pres-T bakal memunculkan banyak kandidat. “Apakah rakyat bingung dengan banyak calon yang maju? Saya rasa rakyat tidak terlalu bin-

gung-bingung amat,” tegas Firman. Di sisi lain, Firman mengatakan, wacana ambang batas parlemen 7% sangat tidak logis. Sebab berpotensi menambah suara rakyat yang ter- buang. “Akan ada problem keber- agaman. Tokoh-tokoh potensial ti- dak masuk, karena partainya tidak masuk parlemen. Alternatif ide menjadi tersungkur,” kata Firman. Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja men-

Menurut Firman, angka Pres-T dari hasil pemilu sebelumnya pun tidak sejalan dengan prinsip kes- erentakan. “Tidak relevan kalau kita mengambil referensi lima tahun la- lu. Bagaimana mungkin kita ingin bertarung serentak, tapi referensin- ya hasil lima tahun lalu. Pres-T juga mengaburkan makna penguatan presidensialisme,” ujar Firman. Firman menambahkan, partai di

Pramono EdhieWibowoWafat SBY: Kita Kehilangan Prajurit Terbaik

RUUHaluan Ideologi Pancasila Pemerintah Usulkan Pencantuman Tap MPR

AHY pun menyebut, “Ketika tadi malam beliau ber- pulang ke SangMaha Pencipta, barulah kami tersadar, 'Beliau sedang pamitan kepada kami'. Tepat tiga hari lalu, saya ber- mimpi bertemu Ibu Ani dan beliau menangis, hingga saya terperanjat dan terbangun. Saya membaca Surat Al Fatihah un- tuk beliau.” Diketahui, ibu AHY, Ani Yudhoyono merupakan kakak dari Pramono. Pramono yang lahir di Magelang, 5Mei 1955, menjadi Kasad pada 2011- 2013. Almarhum juga pernah menjabat sebagai Pangkostrad, Panglima Kodam III/Siliwangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan du- kacita mendalam atas berpu- langnya Jenderal TNI (Purn.) Pramono Edhie Wibowo. Mantan Kepala StafAngkatan Darat tersebut berpulang di usianya yang ke-65. “Atas nama pemerintah dan masyarakat, saya men- gucapkan turut berdukacita yang mendalam atas berpu- langnya ke hadirat Allah Swt. Bapak Jenderal TNI, Pramono Edhie Wibowo, di usia 65 tahun,” kata Jokowi, dalam keterangannya, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/6). Ia menjelaskan, Pramono Edhie Prabowo merupakan seorang prajurit TNI yang sangat baik. Karena itu, Jokowi mendoakan agar arwah beliau dan segala amalannya diterima serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. [LEN/C-6] dan Danjen Kopassus. Sampaikan Dukacita

100% Indonesia,” ujar Hargo. Sebagai rumah bersama bagi sarjana dan cendekiawan Katolik, ISKA senantiasa me- megang teguh rasa kebang- saan dan ke-Indonesiaan. Spirit intelektual dan iman Katolik menjadi perutusan ISKA dalam kehidupan ber- bangsa dan bernegara. Berkenaan dengan situasi pandemi Covid-19 yang me- landa hampir diseluruh dunia, dan khususnya di negara kita Indonesia, kata Hargo, ISKA juga ikut peduli, bersolidaritas dan bergotong-royong dengan sesama komponen dan Ormas [JAKARTA] Menko Polbukam Mahfud MD mengemukakan, pemerintah akan mengusulkan pencantuman TAP MPRS No XXV/MPRS/1966 dalam pem- bahasan Rancangan Undang- Undang (RUU) Halauan Ideologi Pancasila (HIP). Usulan itu jika pemerintah su- dah terlibat dalam pembahasan RUU tersebut. “Jika saat tahapan sudah sampai pada pembahasan, pemerintah akan mengusulkan pencantuman TAP MPRS No XXV/MPRS/1966. Akan ma- suk dalam konsiderans dengan payung 'Mengingat TAP MPR No. I/MPR/1966'. Di dalam Tap MPR No. I/MPR/2003 itu ditegaskan bahwa Tap MPR No. XXV/1966 terus berlaku,” kata Mahfud, di Jakarta, Sabtu (13/6). Ia menjelaskan, sampai saat ini pemerintah belum ter- libat pembicaraan dan baru menerima RUU dari DPR. Presiden belum mengirim Supres (Surat Presiden) untuk membahasnya dalam proses legislasi. “Pemerintah sudah mulai mempelajarinya secara seksama dan sudahmenyiapkan beberapa pandangan,” jelas Mahfud. Dia tegaskan, pemerintah akan menolak jika ada usulan memeras Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila. Bagi peme- rintah, Pancasila adalah lima sila yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 yang disahkan tanggal 18 Agustus 1945 dalam satu kesatuan pa- ham. Kelima sila tersebut tidak bisa dijadikan satu atau dua atau

SP/JOANITO DE SAOJOAO

Mahfud MD

Katolik melalui JKMC. “Kami bersama-sama bergerak mem- bantu mendistribusikan APD ke beberapa rumah sakit/klinik Katolik di berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya. Penanganan Covid-19 Mengawali pembahasan- nya, Agus Suprapto menjelas- kan, tentang istilah new normal . Menurutnya new normal bukan istilah baru, karena telah ada sejak ratusan tahun lalu. Istilah itu mengacu pada adaptasi ke- biasaan baru, great reset atau rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, istilah yang se- tiga tetapi dimaknai dalam satu kesatuan yang bisa dinarasikan dgn istilah “satu tarikan nafas”. Menurutnya, pelarangan komunisme di Indonesia bersifat final. Hal itu ber- dasarkan TAP MPR No I Tahun 2003, dimana tidak ada ruang hukum untuk men- gubah atau mencabut TAP MPRS XXV Tahun 1966. “Pancasila yang semula digagas dan diusulkan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 merupakan satu rangkaian dengan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan Pembukaan tang- gal 18 Agustus 1945. Pe- rumusannya semua dipimpin oleh Bung Karno sampai ada kesepakatan pendiri bangsa pada sidang BPUPKI tanggal 18 Agustus 1945,” katanya. Mudah Sementara itu, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah men- gatakan, kemajuan teknologi memudahkan masyarakat mengakses semua informasi dengan cepat. Masyarakat

SP/JOANITO DE SAOJOAO Prosesi pemakaman Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ke 27 Jenderal TNI Purnawirawan Pramono Edhie Wibowo secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (14/6). Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia pada usia 65 tahun, pada Sabtu (13/6) pukul 19.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Cimacan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

[JAKARTA] Masyarakat Indonesia saat ini bersiap-siap menyambut kehidupan normal baru atau new normal sebagai dampak dari adanya pandemi Covid-19. New normal bukan euforia kebebasan untuk berak- tivitas tanpa syarat, mengingat pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat dalam beraktivitas. “Kita harus secara bersa- ma mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berdisiplin dan peduli pada kesehatan diri dan kesehatan lingkungan [BOGOR] Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan rasa du- ka mendalam atas meninggal- nya mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo. Menurut SBY bangsa Indonesia telah kehilan- gan salah satu putra terbaiknya. Terlebih untuk keluarga besar militer TNI Angkatan Darat (AD). “Kita kehilang- an salah satu prajurit terbaik dan putra terbaik bangsa, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo,” kata SBY. SBY mengenang adik iparnya sebagai prajurit yang banyak membela kedaulatan Indonesia. “Dia prajurit seja- ti yang kenyang bertugas di medan laga untuk Sang Merah Putih,” ujar SBY. SBY menuturkan pada

sekitar agar wabah Covid-19 dapat dicegah, tapi produktivi- tas juga tetap terjaga,” Ketua Umum Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Hargo Mandirahardjo, dalam acara “Sarasehan Kebangsaan Dies Natalis ke- 62 ISKA,” di Jakarta, Sabtu (13/6). Acara tersebut, menghadir- kan para panelis yaitu Deputi B i d a n g K o o r d i n a t o r Peningkatan Kesehatan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dr Agus Suprapto, anggota 2019, istri terkasih Ani Yudhoyono sekaligus kakak dari Pramono terlebih dahulu berpulang. “Setelah tahun la- lu saya ditinggalkan oleh al- marhumah istri tercinta, setelah itu Ibunda saya sen- diri dan sekarang adik kan- dung ibu Ani,” tutur SBY. SBY ikhlas melepaskan Pramono untuk selama-la- manya . SBY be r ha r ap Pramono Edhie Wibowo ten- ang di sisi Tuhan Yang Maha Esa. “Selamat jalan adikku, istirahatlah dengan tenang di sisi Allah SWT,” kata SBY. Berpamitan Paman dari Ketua Umum Pa r t a i Demokr a t Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut sebelumnya secara ter- sirat “berpamitan” sebelum di- panggil Tuhan Yang Mahaesa.

Komisi X DPR, yang sekaligus juga sebagai Ketua Dewan Pakar PP ISKA, Adrianus Asia Sidot, dan Staf Khusus Menteri Keuangan yang juga Anggota Dewan Pakar PP ISKA, Yustinus Prastowo. Moderator acara yaitu Fransisca Romana, Pengurus PP ISKA Bidang Hukum dan P e r u n d a n g - u n d a n g a n . Sarasehan Kebangsaan ini dis- elenggarakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ISKA ke-62, tepatnya pada tanggal 22 Mei 2020 yang lalu. “Dalam usianya tersebut, ISKA tetap hadir dan ikut AHY mengungkap mo- men Pramono menyampaikan permohonan maaf. “Tanggal 1 Juni 2020, ketika ada doa ber- sama satu tahun berpulangnya Ibu Ani Yudhoyono, Pak Edhie datang ke rumah kami di Cikeas. Lalu saat pamitan, beliau mengatakan kepada sa- ya, 'Gus, mohon maaf ya. Om mohon maaf ya'. Saya pikir, karenamasih suasana Lebaran, almarhum menyampaikan hal itu. Saya tidak berpikir lain,” kata AHY, Minggu (14/6). Pramono ternyata sempat menghaturkan maaf kepada s a t u a n TNI . “Da n j e n Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa bercerita, 'Tanggal 2 Juni 2020, Pak Edhie datang ke Mako Kopassus. Beliau beberapa ka- li minta maaf, karena jarang main ke Kopassus',” ujarAHY.

Dies Natalis Ke-62 ISKA Aspek Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi di Era New Normal

ISTIMEWA

Hargo Mandirahardjo

peduli dalam merawat komit- men kebangsaan kita, menjadi 100% Katolik dan menjadi

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online