ID180116

SELASA 16 januari 2018

24

startups ini melalui berbagai inovasi yang ditawarkan termasuk digibank,” tambah dia. Director Founders Institute Richie Wirjanmengatakan, sebagai salah satu penggiat terciptanya lebih dari 3.100 startup di 200 kota/70 negara dengan company survival rate 72% pihaknya mengapresiasi keputusan Bank DBS Indonesia untuk menjadi sponsor dalam program Founders Institute. “Semoga dengan adanya kehadiran mentorship Bank DBS Indonesia terhadap para startups peserta, akan memberikan lebih banyak insights yang relevan, khususnya terkait dengan pengembangan inovasi,” kata Richie. Head of Digital Banking Bank DBS Indonesia Leonardo Koesmanto menambahkan, startups bukan hanya inovasi produk tapi juga proses, oleh karena itu digibank hadir untuk memberikan kemudahan serta cara baru bertransaksi perbankan bagi para nasabah umumnya serta startups khususnya. “Kami berharap, dengan adanya kerjasama sponsorship kami pada Founders Institute ini, kami dapat saling berbagi dengan berbagai star tup untuk dapat memberikan inovasi-inovasi terbaru, khususnya dalam bidang fintech ,” kata dia. Bank DBS telah secara aktif meng- galangkan berbagai program dan strategi yang berorietasi pada in- ovasi, salah satunya dengan mengem- bangkan startup di kawasan Asia. Secara internal, Bank DBS telah merubah diri dari sebuah bank yang memiliki banyak perspektif kaku, menjadi institusi yang memiliki 22.000 orang startup . Secara ekster nal, Bank DBS mempunyai berbagai program yang digalangkan, diantaranya adalah DBS Accelerator, sebuah program hasil kerjasama DBS Bank (Hong Kong) dan Nest, sebuah platform inovasi global yang mendukung para wirausaha. (ris) sebesar 11,33%, yakni mencapai Rp 23,162 triliun terhadap DPK 2016. Sedangkan untuk total kredit yang disalurkan pada posisi Desember 2017 mencapai Rp 20,644 triliun, tumbuh 5,69% dibandingkan kredit 2016. Sementara itu, terkait saham, Bank Sumut menyatakan sampai posisi akhir 2017, saham Pemprov Sumatera Utara tidak mengalami pertambahan sebesar Rp 580,817 miliar. Angka tersebut tetap konstan seperti pada 2015 dan 2016. Namu n s e c a r a k omp o s i s i , persentase sahamnya mengalami penurunan dari 50,66% pada 2015, menjadi 48,94% pada 2016, dan terus menurun menjadi 44,28% pada 2017. Sedangkan presentasi saham pemer- intah kabupaten/kota menjadi 55,72%. Penur unan s aham Pemp r ov Sumatra Utara tersebut, karena be- lum disetornya modal tambahan yang saat ini dalam proses perda di DPRD Sumatra Utara. Gubernur Sumut HT Erry Nuradi menegaskan, Pemprov Sumut ingin tetap menjadi pemegang saham terbesar di Bank Sumut. “Pe- nambahan saham sudah diproses di DPRD Sumut dan diyakini akan segera masuk menjadi saham di Bank Sumut,” kata Erry. (ris)

JAKARTA – PT Bank DBS Indone- sia menggelar kick off session bersama Founders Institute, sebuah program pelatihan entrepreneur dan pencetak founder startup terbesar di dunia asal Amerika Serikat. Kick off session terse- but merupakan tindak lanjut dari part- nership Bank DBS Indonesia melalui digibank bersama Founders Institute yang dihadiri oleh lima startup terpilih. Director of Consumer Banking Bank DBS Indonesia Wawan Salum mengatakan, kerja sama Bank DBS Indonesia bersama Founder Institute ini sejalan dengan fokus dan komit- men Bank DBS Indonesia dalam ber- transformasi dari bank konvensional menjadi bank digital dengan mindset startup yang selalu berorientasi pada inovasi. Salah satu bentuk inovasi yang telah diluncurkan oleh Bank DBS Indonesia adalah digibank. “Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk berorientasi kepada inovasi selain tentunya guna membangun ekosistem star tups. Melalui Founders Institute, kami ingin menggandeng para pendiri startups untuk saling berbagi mengenai berba- gai trends startups serta ekosistem pendukungnya,” jelas Wawan, di Jakarta, akhir pekan lalu. Selain menjadi sponsor, bentuk partnership yang dijalin oleh Bank DBS Indonesia bersama Founders Institute juga termasuk mentorship bersama beberapa expert dari Bank DBS Indonesia, terutama di bidang inovasi dan digitalisasi. Mentorship akan diberikan kepada para startups peserta selama program berlangsung, pun setelah program berakhir sebagai bentuk measurement guna keberlang- sungan bisnis mereka. Selain itu, Bank DBS Indonesia akan menempatkan expert terpilih untuk menjadi perwakilan juri selama program berlangsung. “Kami ber- harap, DBS dapat menjadi bagian dan berkontribusi pada perkembangan MEDAN – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) hingga Desember 2017 mencatat laba bersih Rp 630,472 miliar (belum di- audit resmi). Angka tersebut tumbuh 7,87% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Laba Bank Sumut pada 2017 tum- buh positif menjadi Rp 630,472 miliar dari 2016 sebesar Rp 584,500 miliar,” kata Direktur Utama Bank Sumut Edie Rizliyanto, di Medan, Sabtu (13/1). Menurut Edie, laba yang naik itu didorong terjadi pertumbuhan bisnis dan efisiensi pada berbagai sektor. “Manajemen tetap yakin laba Bank Sumut meningkat setiap tahun ter- masuk pada 2018 ini, dengan pertum- buhan bisnis akan didorong terus dan tetap melakukan efisiensi,” ujar dia seperti dilansir Antara . Edie juga yakin dan optimistis tidak ada dampak pilkada di Sumut pada 2018 bagi kinerja Bank Sumut, sehingga bisnis akan tetap tumbuh. Selain laba, total aset Bank Sumut pada posisi Desember 2017 tercatat mencapai Rp 28,965 triliun. Angka tersebut tumbuh 10,68% dibandingkan dengan aset 2016. Sepanjang 2017, Bank Sumut juga mencatat pertum- buhan dana pihak ketiga (DPK)

Investor Daily/David Gita Roza

Kinerja Bank Jatim Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso (dua dari kiri) berbincang dengan Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur (dua dari kanan), Pemimpin Divisi Anggaran & Pengendalian Keuangan Amiruddin (kanan) serta Corporate Secretary Bank Jatim Umi Rodiyah), usai menggelar Analys Meeting, Jakarta, Senin (15/1). Kinerja keuangan Bank Jatim tahun buku 2017 (audited), aset Bank Jatim tercatat Rp 51,52 triliun, tumbuh 19,72%. Laba bersih tercatat Rp 1,15 triliun, tumbuh 12,76% (YoY).

program yang dicetuskan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bank Jatim tetap menyalurkan loan agreement Pemprov Jatim ke UMKM sektor industri primer dan sekunder dengan bunga kompetitif. PeningkatanDPK jugamenjadi prior- itasBank Jatim. Diamenjelaskan, hal itu melalui programtabunganSiklusBunga Plus dan giro plus yang diyakini masih dapat menarik minat masyarakat untuk menabung di Bank Jatim. Perseroan juga meningkatkan branchless banking . Sampai akhir tahun lalu, ada 214 agen Laku Pandai dan 2.117 nasabah yang berhasil dijaring. Hingga Desember 2017, jumah jairnganBank Jatimseban- yak 1.608 titik layanan yang terdiri atas satu kantor pusat, 48 kantor cabang, 166 kantor cabang pembantu, 199 kantor kas, 191 kantor layanan syariah, 190 payment point , 88 kas mobil, 723 ATM, dan dua CDM. Pada kesempatan itu, Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha menjelaskan, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 275 miliar. Dari jum- lah tersebut, alokasi untuk pengem- bangan teknologi informasi Rp 50 miliar dan pengembangan jaringan Rp 23 miliar. Pihaknya juga sudah mengajukan rencana bisnis bank (RBB) 2018 ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada RBB tersebut, perseroan memproyeksikan pertumbuhan aset 7,5% dari kisaran 7-9%, DPK 8,34% dari kisaran 7-10%, kredit 7,5-9%, dan laba sebelum pajak 5%. “Meski demikian, angka-angka dalam RBB tersebut be- lum final, karena masih harus melalui strest test di OJK. Kami mendapat jadwal strest test tersebut akhir Janu- ari ini, jadi bisa saja angka-angka itu berubah,” kata dia.

sebesar 69,89%. Selama 14 tahun, kata dia, rasio CASA perseroan selalu di atas 65%. Penghimpunan giro tahun lalu Rp 12 triliun atau tumbuh 6,31%, tabungan Rp 16,85 triliun atau tumbuh 10,34%, dan deposito Rp 11,99 triliun atau tumbuh 67,83%. “Walau komposisi deposito men- ingkat, beban bunga menurun. Beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun dari 72,22% pada 2016 menjadi 68,63%. Penurunan BOPO ini mengindikasikan pertum- buhan Bank Jatim efisien dan cost of fund menurun,” jelas dia. Adapun indikator rasio seperti return on equity (ROE) Bank Jatim tahun lalu tercatat 17,43%, net interest margin (NIM) 6,68%, return on asset (ROA) 3,12%, loan to deposit ratio (LDR) 79,69%, dan capital adequacy ratio (CAR) 24,65%. Sedangkan non performing loan (NPL) gross tahun lalu 4,59% atau turun dibandingkan tahun 2016 di level 4,77%, dan NPL net tahun lalu 0,46%. Strategi Perusahaan Dia menambahkan, pada 2018 perseroan memproyeksikan pertum- buhan kredit dan laba 7,5-9%, karena masuk tahun politik pemilihan kepala daerah. Dengan demikian, proyeksi yang ditetapkan tidak terlalu ekspansif. Di sisi lain, untukmeningkatkan kinerja perusahaan, pihaknya menerapkan strategi pengelolaan secara good cor- porate governance (GCG), melakukan risk management , dan merevitalisasi sumber daya manusia (SDM). Pi- haknya juga mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan meningkatkan fee based income . Tahun ini, perseroan akan memper- mudah pengajuan kredit dengan lay- anan e-kredit. Selain itu, melanjutkan

Oleh Thomas Harefa

JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencetak laba bersih Rp 1,15 triliun pada 2017, tumbuh 12,76% secara year on year (yoy). Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan laba sekitar 7,5-9%.

Tahun lalu, Bank Jatim mencata- tkan outstanding penyaluran kredit mencapai Rp 31,75 triliun atau tumbuh 7,01% (yoy). Kredit di sektor kon- sumsi menjadi penyumbang tertinggi sebesar Rp 22,29 triliun atau tumbuh 12,42% (yoy). Untuk bunga kredit, jelas dia, menunjukkan tren menurun. Se- bagai contoh, perseroan memberikan bunga kredit di sektor primer sekitar 6-8%. Jika melalui lembaga keuangan mikro (LKM) dan bank perkred- itan rakyat (BPR) milik pemerintah daerah, pihaknya memberikan bunga kredit 4%. “Kredit tumbuh didongkrak oleh kredit konsumsi yang tumbuh 12,42%. Kredit-kredit yang dikelola mulai membaik, sehingga cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) tahun 2017 hanya Rp 217 miliar atau turun dibandingkan tahun 2016 yang mencapai Rp 510 miliar,” kata dia. Tahun lalu, jelas dia, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan tumbuh 21,48% (yoy) mencapai Rp 39,84 triliun. Per tumbuhan DPK tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat pada Bank Jatim. Pen- capaian DPK perseroan juga diperkuat dengan rasio dana murah ( current accounts and saving accounts /CASA)

Direktur Utama Bank Jatim R Soer- oso menjelaskan, tahun lalu perseroan mencatatkan kinerja cukup bagus. Berdasarkan neraca keuangan tahun 2017 yang sudah diaudit, jelas dia, tim auditor menilai keuangan Bank Jatim dikelola dengan wajar. “Kinerja keuangan Bank Jatim tahun lalu menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh dibandingkan tahun 2016. Pada 2017, total aset Bank Jatim mencapai Rp 51,52 triliun atau tumbuh 19,72%, dan laba bersih Rp 1,15 triliun atau tumbuh 12,76%,” kata dia pada jumpa pers kinerja keuangan tahun 2017 Bank Jatim di Jakarta, Senin (15/1). Berkaitan dengan upaya meraih laba, perseroan berpegang pada fundamental. Soeroso menjelaskan, pihaknya akan melakukan efisiensi dan ekspansi kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sep- erti menyasar perusahaan start up. Perseroan juga selektif menyalurkan kredit terutama di korporasi. Menurut dia, perseroan banyak menyalurkan kredit ke segmen kecil dengan tenor jangka pendek atau menengah, se- hingga turn over kredit cepat danmen- ingkatkan net interest margin (NIM).

ist

dalammendapatkanmodal segar untuk pengem- bangan bisnisnya. Proses pembiayaan kepada debitur, lanjut Liston, juga terbilang mudah. Rekomendasi KlikACC nantinya menjadi per- timbangan BCA dalammenyetujui permohonan debitor, demi mempertahankan prinsip ke- hati-hatian agar kualitas kredit yang disalurkan tetap terjaga. “Setelah debitor mengisi formulir aplikasi permohonan kredit yang terdapat pada platform dan mengunggah dokumen yang diperlukan, KlikACC akan memberikan rekomendasi kelayakan pembiayaan melalui program analisis kredit yang terdapat pada platform,” tambah Liston. Liston melanjutkan, pinjaman debitor melalui platform KlikACC ini minimum Rp 20 juta dan maksimum Rp 100 juta dengan jangka waktu fasilitas pinjaman tiga tahun. “Kami berharap tentunya kerja sama penyaluran kredit melalui KlikACC sebagai channeling agent ini dapat berkontribusi memperluas jaringan bisnis untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BCA, serta memudahkan akses finansial untuk UMKM di seluruh Indonesia,” lanjut Liston. (nid)

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyalurkan kredit usaha mikro, kecil, danmen- engah (UMKM) sebesar Rp 25 miliar di berbagai sektor usaha dengan menggandeng PT Aman Cermat Cepat, perusahaan financial technology ( fintech ) yang menyediakan platform pendanaan digital berbasis sistem kemitraan KlikACC. Executive Vice President Bisnis Komersial dan SME BCA Liston Nainggolan mengatakan, melalui kerja sama tersebut, perseroan menun- juk KlikACC sebagai penyalur ( channeling agent ) atas pemberian pembiayaan kepada debitur dengan jumlah maksimum kerja sama saat ini yang diberikan kepada debitor sebesar Rp 25 miliar. “Fasilitas kredit ini diharapkan dapat mem- berikan manfaat bagi pelaku UMKM berupa kemudahan akses dana, untuk keperluan investasi dan modal kerja yang penting bagi keberlangsungan dan pengembangan usaha yang dirintisnya,” kata Liston dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily , Senin (15/1). Listonmenilai, KlikACC sebagai online market- place yangmempertemukan langsung peminjam dan pemberi pinjaman secara peer to peer lending menjadi solusi tepat bagi para pelaku UMKM

BTN Syariah Luncurkan Aplikasi Fintech Bagi Santri Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Budi Satria bersama Habib Muhammad Waliyullah Bin Habib Saggaf, Kepala Divisi Syariah Bank BTN Marissa Gemiralda, dan Pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Boarding School Waheeda Binti Abdul Rahman melun- curkan finansial technology (fintech) bertajuk Mobile Apps Fintech Ponpes di Parung, Bogor, Minggu (14/1/2018). Aplikasi fintech tersebut diharapkan dapat memudahkan lebih dari 30.000 santi, wali santri, dan pengurus Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman dalam melakukan transaksi dana hingga pembayaran e-commerce. Melalui aplikasi ini, BTN Syariah mengincar pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Adapun, per Desember 2017, BTN Syariah telah menghimpun DPK sekitar Rp19 triliun atau naik sekitar 25% yoy dari Rp15 triliun pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Made with FlippingBook Learn more on our blog