ID190514

SELASA 14 mei 2019

24

pengadopsian teknologi perbankan yang tepat dan sesuai kebutuhan sangat penting, karena terdapat per- ubahan gaya hidup masyarakat In- donesia yang serba mobile dan digital,” kata Rico. Acara yang diselenggarakan ber- sama Kalibrr Indonesia ini akan mem- buka pendaftaran selama 30 hari dim- ulai dari tanggal 1 Mei hingga 2 Juni 2019. Setelah itu, Bank Mandiri akan menyeleksi aplikasi yangmasuk untuk mendapatkan 150 kandidat terpilih yang akan mengikuti rangkaian acara di Jakarta pada 27-30 Juni 2019. “Se- suai dengan nama hackathon yang kami usung, Bank Mandiri ingin menyatukan game changers yang memberikan ide-ide kreatif dan sesuai kebutuhan perbankan masyarakat yang digital-savvy ,” ujar Rico. Para peserta kompetisi, lanjut Rico, akan bekerja sama untuk mendesain prototipe aplikasi mobile yang dapat menjawab kebutuhan perbankan seper ti pembayaran, pembukaan rekening, dan peminjaman menggun- akan API BankMandiri. Mereka akan terbagi dalam 50 tim beranggotakan tiga orang, di mana masing-masing anggota memegang tanggung jawab sebagai developer, scrum master, dan d esigner. Dalam kompetisi ini, setiap tim berkesempatan untuk mendapatkan pembinaan langsung dan memperluas jaringan dengan pakar-pakar terbaik industri teknologi.

menjadi Rp 27,4 triliun, dan untuk sektor kelistrikan naik 3,2% menjadi Rp 35,6 triliun. Sementara itu, kredit infrastruktur untuk sektor telematika naik 104,1% menjadi Rp 16,8 triliun, sektor peruma- han dan fasilitas kota naik 3,8% (yoy) menjadi Rp 9,6 triliun. Sedangkan kredit untuk konstruksi mencapai Rp 20,5 triliun tumbuh 34,9%, serta sektor lainya tumbuh 6,3% menjadi Rp 11,3 triliun. Hingga Maret 2019, BankMandiri juga telah menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp 66,7 triliun atau secara tahunan berhasil tumbuh 37,6%. Dukung Inovasi Digital Di sisi lain, Bank Mandiri akan menggelar kompetisi hackathon pada 27-30 Juni 2019. Kompetisi berskala nasional yang dinamai What the Hack! (WTH) ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dan profesional Indonesia yang ber- pengalaman dalam ranah digital untuk mengekspresikan ide-ide inovatif yang dapat memajukan modernisasi perbankan Indonesia. Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengatakan, penyelenggaraan Mandiri Hackaton merupakan sa- lah satu cara Bank Mandiri dalam mengembangkan teknologi perb- ankan yang tepat dan sesuai ke- butuhan. “Kami menyadari bahwa

naik 3,0% (yoy) menjadi Rp 6,24 triliun. Sementara itu total pendapatan opera- sional tumbuh 5,57% (yoy) mencapai Rp 21,06 triliun, dengan total biaya op- erasional naik 5,34% (yoy) menjadi Rp 8,85 triliun. Perseroan juga mencatat pre provision operating profit (PPOP) sebesar Rp 12,21 triliun, naik 5,75%. Perseroan mencetak pertumbuhan kredit sebesar 12,4% (yoy) pada kuartal I-2019 menjadi Rp 790,5 triliun. Aset BankMandiri pada periode terse- but sebesar Rp 1.206,0 triliun atau naik 9,8% (yoy). Pertumbuhan kredit terse- but didorong oleh segmen korporasi dan mikro, serta mulai membaiknya segmen kredit usaha kecil dan men- engah (UKM). Kredit mikro tumbuh 24,4% (yoy) menjadi Rp 106,5 triliun dan kredit korporasi tumbuh 17,9% (yoy) menjadi Rp 301,9 triliun. Kredit konsumer meningkat 9,2% (yoy) menjadi Rp 87,2 triliun. Untuk UKM tumbuh 8,0% (yoy) menjadi Rp 55,1 triliun per kuartal pertama tahun ini. Sedangkan kredit komersial turun 7,8% (yoy) menjadi Rp 130,2 triliun, dari Rp 141,2 triliun tahun lalu. Khusus kredit infrastruktur sampai kuartal I-2019 tumbuh 29,5%mencapai Rp 177,8 triliun. Jika dirinci, kredit infrastruktur yang disalurkan untuk jalan raya mencapai Rp 17,7 triliun naik 81% (yoy), untuk kredit ke sek- tor transportasi disalurkan Rp 38,9 triliun atau naik 8%. Sektor migas dan energi terbarukan tumbuh 100,9%

“Kalau sekarang kami punya data tapi belum tahu angkanya mereka, tapi kami yakin itu terjadi, Newmont itu juga investasi, besar miliar dolar AS. Karena syarat Freeport dibeli itu sudah bangun smelter , itu angka besar, bagus untuk Indonesia,” jelas Royke. Terkait dengan suku bunga kor- porasi, menurut dia relatif bervari- asi. Untuk nasabah bagus, loyal, yang memiliki catatan transaksi banyak tentunya diberikan akan lebih rendah, dibandingkan dengan nasabah baru. Ke depan, Royke mengaku akan meningkatkan penyaluran kredit korporasi untuk sindikasi, dengan berbagi risiko dengan bank lain. Selain sindikasi infrastruktur dari perusa- haan BUMN, pihaknya ikut sindikasi proyek swasta. “Kami maunya banyak sindikasinya, proyek besar-besar itu kita sharing risk , formatnya keban- yakan akan sindikasi dengan menga- jak bank lain. Pipeline ada beberapa, seperti Pertamina,” tambah Royke. Pada kuartal I-2019 Bank Mandiri mencetak laba bersih konsolidasi Rp 7,23 triliun, melonjak 23,43% secara tahunan (yoy). Pencapaian laba ber- sih tersebut berasal dari pendapatan bunga bersih ( net interest income /NII) yang tumbuh 9,07% menjadi Rp 14,38 triliun per kuartal I-2019 dibandingkan dengan Rp 13,19 triliun pada tahun se- belumnya. Selain itu, total pendapatan berbasis komisi (fee based income)

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada kuartal kedua tahun ini memproyeksikan kredit korporasi tumbuh sekitar 15% secara tahunan ( year on year /yoy). Selain menyasar sektor infrastruktur, perseroan masuk ke sektor tambang yang kondisinya mulai membaik seperti proyek-proyek oil and gas dari Pertamina dan proyek lama dari PLN.

mulai menggenjot penyaluran kredit korporasi pada semester kedua tahun ini. Menurut Royke, karena pemi- lihan presiden sudah terlihat hasil pemenangnya, maka tidak banyak perubahan strategi. “Infrastruktur masih dirapikan, sekarang kalau kami lihat pemerintah mendorong industri manufaktur 4.0. Itu membuat saya senang-senang saja, manufaktur itu kan ada investasi dan modal kerjanya, tapi mudah-mudahan akan tumbuh,” lanjut dia. Selain itu, komitmen pemerintah, seperti B30 yang akan berjalan juga membuat ke depan akan lebih baik di sektor-sektor akan terjadi konsolidasi tambang. Sebab, sudah ada pemban- gunan smelter, seperti Newmont, yang memiliki nilai investasi besar.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, proyeksi tersebut lebih rendah dari pertumbuhan kredit korporasi pada kuartal pertama 2019 yang sebesar 17% (yoy). Di samping itu, proyek tambang swasta juga banyak yang akan dibiayai oleh BankMandiri tahun ini. Adapun sektor BUMN dan swasta masih sama sebesar 50:50. “Sampai akhir tahun kredit korporasi sebesar 17% targetnya, kalau kuartal II tidak terlalu tinggi karena ada Puasa dan Lebaran, itu normal sih. Kalau kuartal I sebesar 17%, pada kuartal II lebih sedikit sekitar 15% (yoy),” papar Royke di Jakarta, Senin (13/5). Dia juga menjelaskan, untuk meng- ganti perlambatan per tumbuhan pada kuartal kedua, perseroan akan

BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA – Unit Usaha Syariah PT Bank OCBC NISP Tbk dan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merilis produk unit link syariah terbarunya yakni PRUlink Syariah Care. Inovasi produk perlindungan jiwa tersebut dikaitkan dengan investasi sesuai prinsip syariah yang memberikan perlindungan jiwa sekaligus alokasi investasi sejak nasabah pertama kali membayarkan kontribusinya. Direktur Bank OCBC NISP Andrae Krishnawan W mengatakan, kerja sama UUS OCBC NISP dan Prudential Indonesia dalam menghadirkan PRUlink Syariah Care yang sejalan dengan komitmen perseroan untuk berkembang bersama nasabah dengan menghadirkan pilihan baru akan produk perlindungan jiwa dengan prinsip syariah. “Hal tersebut didorong oleh pertumbuhan nasa- bah syariah yang pesat serta tingginya kebutuhan masyarakat akan perlindungan jiwa sekaligus in- vestasi dengan prinsip syariah,” papar Andrae dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Senin (13/5). Sementara itu, Chief Partnership Distribution Of- ficer Prudential Indonesia David Nugroho mengun- gkapkan, Prudential Indonesia berkomitmen untuk selalu mendengarkan, memahami dan memenuhi kebutuhan nasabah akan produk-produk yang berkualitas dan memiliki nilai tambah. “Sejalan dengan fokus We DO Wealth, PRUlink Syariah Care merupakan solusi inovatif yang melindungi nasabah dari berbagai risiko finansial serta memberikan pilihan alokasi investasi berdasarkan preferensi nasabah,” tambah David. PRUlink Syariah Care ditujukan bagi masyarakat Indonesia dengan usia pemegang polis minimal 21 tahun dengan berbagai keunggulan, antara lain alokasi investasi dan kontribusi berkala sejak tahun pertama 20% kontribusi langsung dia- lokasikan untuk investasi sejak nasabah pertama kali membayar kontribusi. Kedua, nasabah dapat menentukan sendiri besarnya komposisi dari nilai proteksi dan nilai investasi. Komposisi minimal nilai proteksi 30% dan komposisi maksimal nilai investasi 70%. Ketiga, nasabah dapat memilih beragam manfaat asuransi tambahan (riders) sesuai kebutuhan 22 asuransi tambahan yang memberikan perlindungan kecelakaan, jiwa dan meninggal dunia. Lebih lanjut, Andrae menjelaskan pada 2019, UUS OBCB NISP menargetkan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis UUS sekitar 20% dan kami berharap dengan adanya pilihan baru ini, nasabah dapat mempersiapkan perlindungan jiwa sekaligus invetasi jangka panjangnya sejak dini. “PRUlink Syariah Care menawarkan solusi masa depan inovatif melalui kontribusi yang terjangkau, ragam manfaat bernilai tambah dan fleksibilitas dalam mengatur pilihan investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan nasabah,” terang Andrae. Berdasarkan hasil survei literasi yang dilakukan oleh OJK pada 2016, tingkat inklusi masyarakat akan produk dan jasa keuangan syariah masih rendah, hanya sebesar 11,06%. Selain memberikan pilihan baru bagi nasabah, kehadiran PRUlink Syariah Care diharapkan dapat memperkuat kemitraan bancas- surance antara Bank OCBC NISP dan Prudential Indonesia serta membantu meningkatkan inklusi asuransi syariah di Indonesia. (nid)

Paparan Kinerja Dari kiri ke kanan, Direktur IT BD Corporate Planning and Risk PT Federal International Finance (FIF) Indra Gunawan, Direktur Human Capital General Service and Corporate Communication FIF Sutjahja Nugroho, Direktur Finance FIF Hugung Gozali, Direktur Marekting FIF Antony Sastro Jopoetro, dan Direktur Operation FIF Setia Budi Tonigan, usai konferensi pers Penawaran Umum Berkelan- jutan Penerbitan Obligasi IV Federal International Finance dengan tingkat bunga tetap tahap I tahun 2019 dan pemaparan kinerja perusahaan di Jakarta, Senin (13/5/19). Penerbitan obliasi sebesar Rp1,5 triliun tersebut dimaksudkan untuk menunjang pembiayaan sepeda motor Honda.

untuk kemaslahatan umat, karena ini yang dibantu adalah sarana dan prasarana ibadah baik itu mesjid, musholla, Taman Pendidikan Al Quran hingga Pondok Pes- antren. Kami doakan semoga bantuan-ban- tuan ini selain bermanfaat juga senantiasa memberikan berkah dan barokah untuk kita semua khususnya bagi pemberi dan juga penerimanya,” ujar Dyah. Menurut Dyah, untuk Kabupaten Purbal- ingga sendiri, Pemda akanmengalokasikan bantuan tersebut untuk desa-desa merah ar tinya desa yang memiliki tingkat kemiskinan paling tinggi. “Hampir sebagian besar ada di wilayah utara, yang disebagian besar berada di daerah Pegunungan, kondisinya sangat memprihatinkan tinggal menunggu am- bruknya untuk beberapa mushola. Jadi alhamdulillah bantuan BUMN ini sangat- sangat bermanfat bagi kami,” terangnya. Dyah menambahkan kondisi Kabupaten Purbalingga, diantara kabupaten-kabu- paten lain yang berada di eks Keresidenan Banyumas, pihaknya masih memiliki permasalahan yang sangat mendasar dan krusial yakni kemiskinan. “Kami merupakan salah satu Kabupaten berzona merah, yang saat ini rangking kemiskinan berada di lima besar di Provinsi Jawa Tengah. Jadi memang Purbalingga ini masih memerlukan bantuan-bantuan,” tegasnya. (ris)

masyarakat di empat kabupaten di Provinsi Jawa Tengah meliputi Kabupaten Purbal- ingga, Kabupaten Purwokerto, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Cilacap dengan total bantuan sebesar Rp 2,61 miliar. Bantuan sosial BUMN diberikan untuk pembangunan dan perbaikan r umah ibadah seper ti Masjid, Mushola dan Gereja, pembangunan sarana pendukung di rumah-rumah ibadah, pemberian san- tunan kepada anak yatim dan kegiatan padat karya tunai ( cash for work ). BUMN juga bersinergi memberikan bantuan pen- didikan, perbaikan sarana dan infrastruktur pendukung di sekolah. “Ini adalah bentuk nyata dan kepedulian BUMN bagi masyarakat sekitar. BUMN tidak hanya mencetak keuntungan tetapi juga terus mewujudkan program-program yang secara langsungmemberikanmanfaat bagi masyarakat. Di bulan Ramadan ini, saya mengajak BUMN untuk memberikan aksi dan kepedulian kepada masyarakat. Terima kasih kepada BUMN yang sudah berperan,” kata Rini. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwimengungkapkanpihaknya berterima kasih atas bantuan CSR Bina Lingkungan yang diberikan BUMN kepada beberapa Kabupaten di Jawa Tengah antara lain Purb- alingga, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen. “Kami meyakini bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya

rumah. Adapun ABCG merupakan skema hasil kolaborasi empat pihak yang tediri dari akademisi, dunia usaha atau bis- nis, komunitas dan pemerintah untuk mendukung pembangunan perumahan swadaya berbasis komunitas yang mem- butuhkan rumah tinggal. “MBR yang dibidik dalam skema ABCG adalah mereka yang hidup di rumah kon- trakan, di lingkungan yang tidak layak huni. Sebagian dari mereka berprofesi sebagai pekerja honorer seperti guru tidak tetap, wirausaha, pegawai swasta dan lain- lain,” ujar Maryono. Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno dalam sambutannya pada acara penyerahan bantuan sosial secara simbolis oleh 15 BUMN tersebut meminta kepada direksi dan manajemen BUMN agar bisa turut menggerakkan ekonomi masyarakat di Jawa Tengah khususnya Purbalingga. Pasalnya, saat ini Purbalingga masih termasuk lima besar daerah termiskin di Jawa Tengah. “Saya minta kepada direksi BUMN yang berasal dari daerah ini, agar ikut memban- gun danmemajukan daerahnya khususnya Purbalingga, Cilacap dan Banyumas. Ap- alagi Purbalingga masih menjadi daerah yang angka kemiskinannya termasuk lima besar di Jawa Tengah,” kata Rini. Menur ut Rini, 15 BUMN bersin- ergi memberikan bantuan CSR kepada

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam kegiatan safari Ramadhan BUMN di Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (11/5) memberikan bantuan senilai total Rp 250 juta. Selain bantuan untuk renovasi masjid, BTN juga membangun rumah layak huni. Direktur Utama BTNMaryono mengaku prihatin dengan angka kemiskinan yang masih cukup tinggi di Purbalingga. Untuk itu pihaknya akan mendorong sektor per- umahanbisaberkembangdi daerah tersebut. “Jika sektor perumahan bisa berkem- bang, maka akan menggerakkan roda perekonomian di Purbalingga,” kata Maryono dalam keterangan tertulis yang diterima Invesor Daily , Minggu (12/5). Menurut Maryono salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun perumahan yang layak berbasis komunitas. Adapun produk yang akan ditawarkan yakni skema KPR Mikro Academy-Busi- ness-Community Government atau ABCG “Ini tadi saya sudah bicarakan dengan Bupati, misalnya pada karyawan-karyawan disini kan banyak industri-industri kecil, sehingga bisa kami biayai, kalau Pemda menyediakan tanah, nantinya kami bangun dengan pemerintah,” kata dia. Maryono menuturkan, melalui skema KPR ABCG, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan mendapatkan akses pendanaan dari bank untuk memiliki

Made with FlippingBook Learn more on our blog