SP200630

Harian Umum

MEMIHAK KEBENARAN

Selasa, 30 Juni 2020

Kredit Tumbuh BTN optimistis kredit tumbuh 5-6% di tengah pendemi.

Bongkar Pabrik Narkoba Polda Metro Jaya membongkar pabrik narkoba beromzet miliaran rupiah.

55.092

23.800

2.805

11.237 625 10.285.144 5.583.314 505.219 6.118

> 8 Ekonomi & Keuangan

> 20

Jakarta

DATA WORLDOMETERS DAN COVID19.GO.ID SAMPAI SENIN (29/6) PUKUL 21.00 WIB

Penanganan Covid-19 Jokowi: Jangan Bertele-tele Cairkan Anggaran Kesehatan

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena menyatakan masalah penyerapan anggar- an bidang kesehatan yang masih minim hendaknya dili- hat dalam konteks yang tepat. Anggaran penanganan Covid-19 bidang kesehatan telah mengalami kenaikan dari Rp 75 triliun menjadi Rp

87,55 triliun.

Dari total anggaran terse- but, Kementerian Kesehatan mengajukan anggaran Rp 54,56 triliun, tetapi yang di- s e t u j u i K e m e n t e r i a n Keuangan hanya Rp 25,73 triliun.

bersambung ke hal > 5

na atau Covid-19 dan pemulih- an ekonomi masih sangat lam- bat. Seperti diberitakan, Jokowi mengungkapkan kekesalannya dalam rapat paripurna kabinet pada 18 Juni 2020. Melalui vi- deo yang diunggah Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Negara, Minggu (28/6), Jokowi memerintahkan kementerian dan lembaga negara segera me- ngeluarkan belanja pemerintah yang bersumber dari APBN un- tuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan eko- nomi. Apabila terbentur aturan, Jokowi siap mengeluarkan per- ppu maupun perpres.

Jokowi memberi contoh anggaran bidang kesehatan se- besar Rp 75 triliun, tetapi yang baru terserap hanya 1,53%. Berdasarkan data terbaru, Senin (29/6), anggaran kesehatan te- lah dinaikkan menjadi Rp 87,55 triliun dan terserap 4,68%. Ia meminta anggaran tersebut se- gera dikeluarkan untuk memba- yar tunjangan dokter, dokter spesialis dan tenaga medis lain- nya, serta untuk membeli pera- latan kesehatan yang berkaitan dalam percepatan penanganan Covid-19. Konteks Menanggap i ha l i t u ,

ANTARA/POOL/AKBAR NUGROHO GUMAY Presiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pan- demi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6). Dalam rapat, Presiden salah satunya meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk memprioritaskan kabupaten/kota yang masih berstatus zona merah.

gal, santunan harus keluar.” Tidak hanya itu, Jokowi meminta prosedur pencairan pembayaran di Kementerian Kesehatan dipangkas. Dengan begitu, pencairannya tidak ter- hambat oleh aturan birokrasi yang panjang. Pembayaran klaim rumah sakit, pemberian insentif bagi tenaga medis dan petugas laboratorium juga ha- rus dilakukan secepatnya, apa- lagi anggarannya sudah dialo- kasikan dalamAPBN. “Pembayaran klaim rumah sakit secepatnya. Insentif tena- ga medis secepatnya. Insentif petugas laboratorium juga sece- patnya. Kita nunggu apa lagi? Anggarannya sudah ada,” te- gasnya. Seperti diketahui, Presiden Jokowi merasa kesal dan ke- cewa melihat penyerapan belanja pemerintah untuk pe- nanganan pandemi virus coro-

[JAKARTA] Presiden Joko Widodo kembali menginstruksikan percepatan pencairan anggaran bidang kesehatan dalam penanganan Covid-19. Pencairan anggaran kesehatan tidak boleh bertele-tele.

Jokowi meminta pembayar- an dan bantuan dana bagi pela- yanan kesehatan serta tenaga medis yang telah disiapkan bisa segera dilakukan. Misalnya un- tuk bantuan santunan, pemba- yaran klaim rumah sakit, hing- ga insentif bagi tenaga medis. “ P r o s e d u r n y a d i Kementerian Kesehatan betul -betul bisa dipotong. Jangan sampai bertele-tele. Kalau atur- an di permen (peraturan mente- ri, Red) berbelit-belit, ya di- sederhanakan,” kata Jokowi saat membuka ra- pat terbatas (ratas) tentang percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19

di Istana Merdeka Jakarta, Senin (29/6). Berdasarkan keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (29/6), dari anggaran ke- sehatan Rp 87,55 triliun untuk penanganan Covid-19, sampai saat ini baru terserap 4,68%. Lebih jauh Jokowi menya- takan,”Jangan sampai ada ke- luhan. Misalnya, yang mening- gal harus segera diberi santu- nan. Mestinya begitu mening-

11% Kabupaten/Kota Masih di Zona Merah

DOK SP

Doni Monardo

[JAKARTA] Ketua Gugus T u g a s P e r c e p a t a n Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan dalam waktu tiga pekan, jumlah ka- bupaten/kota yang masuk zo- na merah Covid-19 berhasil diturunkan sebesar 52,7% menjadi 57 kabupaten/kota atau sekitar 11% dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Hal tersebut disampai- kannya kepada wartawan se- usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di k o m p l e k s I s t a n a Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6). “Kita lihat ada sejumlah daerah yang merah pada 1 Juni lalu, sekarang sudah meng a l ami pe r ubahan . Dalam kurun waktu yang ti- dak lama, hanya dalam dua sampai tiga minggu, daerah yang zona merah bisa beru- bah dari 108 menjadi 57 dae- rah,” katanya Agar jumlah daerah yang masuk zona merah dapat di- turunkan hingga nol, Doni

menegaskan diperlukan lang- kah optimal oleh segenap komponen bangsa, di antara- nya tokoh masyarakat, tokoh agama, dan juga antropolog. Pasalnya, setiap daerah me- miliki karakteristik masing -masing dan potensi yang berbeda-beda untuk mena- ngani Covid-19. Pelibatan

para tokoh dan antropolog diharapkan mampu menekan laju penyebaran Covid-19. Da l am p e n a n g a n a n Covid-19, pihaknya telah membagi daerah menjadi em- pat zona, yakni zona merah, oranye, kuning, dan hijau. Pembagian zona tersebut ju- ga tergantung pada tingkat

kepedulian masyarakat. “Zonasi ini sangat tergan- tung dari tingkat kepedulian bersama. Tidak cukup bupati, wali kota, atau gubernurnya.

bersambung ke hal > 5

 Redaksi: 2995 7500 • Sirkulasi: 2995 7555 - 2995 7500 ext 3206 • Iklan: 2995 7500 ext: 1469, 3409 • Tahun XXXIV 11.296 • 20 Halaman • Rp 4.000 • Langganan Rp 75.000 • beritasatu.com • suarapembaruan.com

Made with FlippingBook - Online catalogs