SP200630

Selasa, 30 Juni 2020

20

Suara Pembaruan

Polda Metro Bongkar Pabrik Liquid Vape dan Tembakau Gorila Beromzet Miliaran Rupiah

anak muda. Keterangan para ter- sangka ini mulai Januari 2020, mereka mulai melakukan home industry tersebut. Omzetnya cu- kup besar, sindikat ini sudah bermain antar-provinsi, Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi, ada Sumatera Kalimantan, dan Bali. Jadi cukup besar ini miliaran rupiah,” jelasnya. 24 Kilogram Pada saat penangkapan, Nana menyebutkan, penyidik menyita barang bukti berupa 24 kilogram tembakau gorila, tujuh liter liquid vape , dan 500 gram bibit tembakau gorila. “Kemudian ada uang Rp 500 juta kita dapatkan dari tersang- ka. Mereka juga ada barang bukti emas 150 gram. Ini hasil penjualan liquid vape dan tem- bakau gorila,” ucapnya. Atas perbuatannya, para ter- sangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009, ten- tang Narkotika. “Ancaman hu- kumannya pidana seumur hidup, paling sedikit 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” tandas- nya. [BAM/W-11]

[JAKARTA] Tim Subdit I Ditresnakoba Polda Metro Jaya, membongkar pabrik rumahan liquid vape yang mengandung narkotika dan tembakau gorila beromzet miliaran rupiah, di Palem Regency, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Sebanyak tujuh tersangka di- tangkap, salah satunya merupa- kan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan di Bali. “Pengungkapan home industry liquid vape yang mengandung nar- kotika dan tembakau gorila. Ini di- lakukan sindikat antarprovinsi, dan mereka memasarkan barang haram tersebut melalui online ,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Senin (29/6). Dikatakan, pengungkapan kasus ini bermula ketika penyi- dik membekuk seseorang berini- sial FA dengan barang bukti li- ma botol liquid vape , di kawa- san Cawang, Jakarta Timur, 12 Juni 2020 lalu. Berdasarkan hasil pemerik- saan, yang bersangkutan menga- takan, barang haram itu didapat- kan dari Bali. “Kemudian, penyidik me- ngembangkan ke Bali dan ber- hasil menangkap tujuh tersang- ka di beberapa (lima) wilayah di [ JAKARTA] Tim peny i d i k Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 11,82 kilo- gram, di Perumahan Puri Bintaro, Sawah Baru, Ciputat Tangerang, Selasa (16/6), dan Jalan Raya Tapos, Kota Depok, Sabtu (27/6). Sebanyak empat tersangka pengedar ditangkap. “Dalam masa pandemi Covid-19, Direktorat Narkoba PoldaMetro Jaya, kembali mengungkap peredaran nar- kotika jenis sabu yaitu, sebesar 11, 82 kilogram. Ini diperoleh dari dua TKP. Ini adalah upaya kita dalam komit- men zero narkoba. Walau pun dalam faktanya seperti itu, kita tangkap di mana-mana, hari ke hari, narkoba ini tidak habis-habis. Namun, tetap kita terus melakukan tindakan tegas kepa- da para pelaku ini,” ujar Nana, di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/6). Dikatakan Nana, polisi menang- kap dua tersangka berinisial MJ ali- as Jaja dan ER, di Perumahan Puri Bintaro. Barang bukti yang disita sabu-sabu seberat 8,82 kilogram.

Bali,” ungkapnya.

Nana menyampaikan, tujuh tersangka yang ditangkap berini- sial AAN, IK, NIKA, AAP, ANA, AEP, dan K. Nama terakhir me- rupakan seorang narapidana di Lapas Bali, berperan sebagai pe- nyalur bibit tembakau gorila yang dipesan dari Tiongkok de- ngan bantuan tersangka AAP, AAN, dan AE. “TKP yang menjadi home industry berada di perumahan Palem Regency, Kuta Selatan, Badung, Bali. Untuk home indus- try ini tersangkanya berinisial NK. Ditangkap pada Minggu 21 Juni kemarin,” katanya. Menurut Nana, tersangka mulai memproduksi liquid vape dan tembakau gorila di pabrik rumahan itu mulai Januari 2020 lalu. Omzetnya diduga mencapai miliaran rupiah. “Terkait dengan liquid vape dan tembakau gorila memang sekarang menjadi tren anak-

ANTARA/Galih Pradipta Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sujana (kedua kiri) bersama Kabid Humas Kombes Pol Yusri Yunus (kedua kanan), Diresnarkoba Kombes Pol Mukti Juharsa (kiri), dan Wadirresnarkoba AKBP Sapta Marpaung (kanan) memperlihatkan barang bukti saat gelar kasus pengungkapan jaringan narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/6). Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dua kasus narkoba dengan mengamankan sejumlah barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 11,82 kilogram, tembakau sintetis atau tembakau gorila seberat 24 kilogram, “liquid vape” 7 liter, serbuk “canabinoid” atau tembakau sintetis 500 gram dengan 11 orang tersangka.

Polisi Gagalkan Peredaran 11,82 Kg Sabu-sabu

“Modus operandinya, sabu-sabu disembunyikan di shock breaker ba- gian depan mobil, kemudian ditaruh di parkiran. Selanjutnya, tersangka tadi mengambil mobil dan dibawa ke kediamannya,” ungkapnya. Nana menyampaikan, tersangka Jaja selama sebulan belakangan me- mang telah menjadi target operasi polisi terkait peredaran narkotika. Jaja adalah pengedar sabu-sabu. “Kemudian terus didalami oleh anggota dan informasi yang dida- patkan yang bersangkutan memba- wa beberapa kilo, dan terus kami ikuti sampai kemudian ketika mere- ka mengambil kendaraan di parki- ran di sekitar Tangerang itu, diikuti ke rumahnya. Begitu sampai di ru- mahnya anggota langsung melaku- kan penangkapan dan penggeledah- an di dalam rumahnya,” katanya. Iran Menurut Nana, barang bukti 8,82 sabu-sabu itu berasal dari Iran. Dia mengungkapkan, belakangan

memang banyak sabu-sabu dari Iran yang coba diedarkan di Jakarta. “Jadi dari hasil keterangan ter- sangka, 8,82 kilogram itu berasal da- ri Iran. Ini akan terus kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya. Sementara itu, penyidik menang- kap dua tersangka berinisial MA dan R, termasuk menyita 3 kilogram sa- bu-sabu, di Jalan Raya Tapos. “Kami dapatkan barang bukti 3 kilogram, jadi semuanya berjumlah 11,82 kilogram (8,82 ditambah 3 kilogram). Kalau yang 3 kilogram berasal dari Aceh. Aceh biasanya merupakan daerah transit dari Malaysia. Jadi dari Malaysia, Aceh, baru Jakarta,” sebutnya. Keempat tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya pidana se- umur hidup, paling sedikit 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” tandasnya. [BAM/W-11] terbilang sedikit, dikarenakan hasil sisa konsumsi oleh dua tersangka. Artis itu tetangkap seusai polisi terima laporan masyarakat terkait adanya penyalahgunaan narkoba di sebuah rumah mewah di kawa- san Cibubur, Jakarta Timur. “Memang barang buktinya se- dikit karena begini kami menga- mankan yang bersangkutan atas laporan masyarakat. Tiap laporan atau informasi dari masyarakat pasti kita tindaklanjuti ternyata be- tul yang bersangkutan memakai narkoba” ujar Audie. Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat menangkap artis ber- umur 34 tahun itu di kediamannya di salah satu perumahan elite ka- wasan Cibubur, Jakarta Timur. Bintang ratusan judul FTV, sa- lah satunya Suami yang Tak Dianggap itu harus berurusan de- ngan Unit 1 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin Kanit 1 Narkoba AKP Arif Purnama Oktora. [Ant/BAM/W-11]

Polres Jakbar Kejar Pemasok Narkoba Artis FTV Ridho Ilahi

ANTARA/Devi Nindy Artis FTV Ridho Ilahi (baju merah) dalam pemeriksaan atas penyalahgunaan narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (29/6).

[JAKARTA] Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat tengah mengejar pemasok sabu-sa- bu artis FTV Ridho Ilahi, yang ter- tangkap basah menggunakan barang haram tersebut di kediamannya. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie Latuheru menga- takan pihaknya sudah kantongi iden-

titas pemasok sabu terhadap Ridho. “Saya perintahkan petugas ka- mi untuk segera menangkap orang yang mensuplai narkoba tersebut terhadap RI,” ujar Audie di Jakarta, Senin (29/6). Ridho ditangkap bersama so- pirnya. Namun, polisi mengaman- kan barang bukti sabu-sabu yang

Made with FlippingBook - Online catalogs