SP180104

Suara Pembaruan

28

Kamis, 4 Januari 2018

2018, KCI Targetkan 320 Juta Penumpang KRL

[JAKARTA] PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan 320 juta pe- numpang kereta rel listrik (KRL) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2018. Jumlah ini meningkat 4,2 juta orang atau 9,5%. Tahun lalu, jumlah penum- pang KRL mencapai 315,8 juta orang. Direktur Utama PT KCI, Muhammad Nurul Fadhila mengatakan, pe- ningkatan tersebut dapat terwujud karena pihaknya terus menambah daya ang- kut jumlah rangkaian de- ngan formasi 12 kereta yang jumlahnya menjadi 26 rangkaian. "Sepanjang 2017 kami melayani 926 perjalanan KRL, di 76 stasiun. Formasi panjang ini sudah mulai di- operasikan untuk perlintas- an Bogor dan Bekasi ke arah stasiun Jakarta Kota," ujar Fadhila, di Jakarta, Kamis (4/12). Pihaknya juga mengan- tisipasi peningkatan pe- numpang dengan melaku- kan modernisasi sistem e-ticketing dengan menam- bah sedikitnya 200 vending machine dan 200 gate terse- bar di seluruh stasiun.

Kota Tangerang Arief R Wismansyah berharap per- mohonan terkait perpan- jangan akses kereta listrik h i ngga ke Kabupa t en Tangerang bisa disetujui o l e h K e m e n t e r i a n Perhubungan. Me nu r u t Ar i e f , d i Tangerang, Kamis (4/1), permohonan untuk penam- bahan akses tersebut sudah disampaikan dan sekarang tinggal menunggu jawaban saja. Diakui, masyarakat yang menikmati transporta- si massal kereta api di Tangerang mengalami pe- ningkatan tajam. "Sekarang masyarakat Ko t a d a n Ka bup a t e n Tangerang kalau naik kere- t a h a r u s k e S t a s i u n Tangerang, jadi kalau akses KRL-nya diperpanjang bisa mengurangi kepadatan di stasiun yang ada di kota," katanya. Selain perpanjangan ak- ses KRL, pihaknya juga meminta penambahan jalur bus Transjakarta koridor 13 saat ini baru sampai area Puribeta hingga ke Terminal Poris Plawad, karena dinilai dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas jalan Ciledug menuju Jakarta Selatan. [Ant/C-7]

ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA Rangkaian KRL melintas di dekat proyek pelebaran peron Stasiun Buaran, Jakarta, Rabu (3/1). Selain merupakan program revitalisasi Kementerian Perhubungan, pelebaran peron stasiun tersebut juga bertujuan untuk memudahkan aktivitas naik turun penumpang kereta agar tidak berdesakan bila terjadi kepadatan.

Sebanyak 26 mesin gate di 25 stasiun juga sudah dila- kukan penyelarasan tarif ( fare adjustment ) yang mu- lai diterapkan resmi pada Senin (8/1) pekan depan. Perluasan pembangunan hal baru dilakukan PT KCI di empat stasiun yakni Jakarta Kota, Tanah Abang, Tebet, dan Tangerang. Dukungan dari jajaran stakeholder dilakukan de- ngan membangun enam un-

derpass di Pondok Ranji, Sudimara, Tebet, Bojong Ge d e , C i t a y am , d a n Cilebut. Jalur untuk pe- nyandang disabilitas juga terpasang di 61 stasiun. "Kami melakukan per- luasan jangkauan layanan ke arah barat hingga Stasiun Rangkasbitung sedangkan ke arah timur hingga stasi- un Cikarang, ditambah inte- grasi antarmoda dengan pemda. Memang ada pe-

ngurangan keberangkatan di ruas Stasiun Duri- Tangerang yang dilintasi kereta bandara ditambah dengan penyesuaian bagasi p e n ump a n g , " t amb a h Fadhila. Pada 2018 akan disele- saikan pembangunan empat terowongan penyeberangan d i s t a s i u n D e p o k , Universitas Indonesia, Pasar Minggu, dan Kalibata untuk menjaga keselamatan

penumpang yang hendak pindah peron. "Nilai PSO pada 2018 ini sebesar Rp 1,29 triliun bila dibagi subsidi untuk penumpang, maka hanya mencukupi untuk 295 juta penumpang. Kami akan gu- nakan berbagai sistem un- tuk menanggulangi hal ter- sebut," tandasnya.

Kabupaten Tangerang

Sementara itu, Wali

Anggawira Klaim Didukung Gerindra sebagai Calon Wali Kota Bekasi

[BEKASI] Calon Wali Kota Bekasi dari Partai Gerindra, Anggawira, memang belum sete- nar dengan calon lain yang diga- dang-gadang bakal maju dalam Pilkada Kota Bekasi 2018. "Sejauh ini, saya masih dire- komendasikan oleh DPC Kota Bekasi ke tingkat DPD dan DPP Gerindra," ujar Anggawira, Kamis (4/1). Dirinya siap berkompetisi di gelaran Pilkada Kota Bekasi 2018 dengan calon lain. Dibandingkan d e ng a n c a l on l a i n , n ama Anggawira memang masih asing di telinga warga Kota Bekasi. Sebut saja, calon petahana dari Partai Golkar, Rahmat Effendi. Di sepanjang jalan raya di Kota Bekasi, sudah terpampang foto- nya. Inilah keistimewaan calon petahana, masyarakat sudah me- ngenal dengan calon petahana ini. Bahkan, program-program yang telah dijalankan seperti Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK) menda- pat respons positif oleh warga Kota Bekasi. "Saya orang yang paling se- ring mengkritisi kebijakan petah-

ana. Pembangunan di Kota Bekasi belum terarah. Simbol Kota Bekasi sebagai Kota Patriot, su- dah hilang. Tidak ada lagi patriot- isme yang muncul dari warganya, padahal ini sangat berpengaruh terhadap karakteristik pemba- ngunan kota itu sendiri," sambung Anggawira, yang juga Wakil Ketua DPD Jawa Barat Partai Gerindra. Dia pun mengaku, masih ba- nyak program-program unggulan yang bakal direalisasikan apabila dirinya terpilih menjadi pemimpin di Kota Bekasi mendatang. Latar belakangnya yang lama berkecimpung di dunia bisnis membuatnya tidak awam dalam pembangunan kota. Anggawira masuk jajaran pengurus DPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) sebagai Ketua Bidang Organisasi. "Harus ada terobosan dalam membangun Kota Bekasi. Masih banyak program saya ke depan- nya," tuturnya. Dia berharap, koalisi dengan PKS dan PAN akan terwujud di Kota Bekasi sebagaimana telah terjalin koalisi yang sama di ting-

di DKI Jakarta, Jawa Barat dan tingkat nasional begitu juga de- ngan PAN," bebernya.

cukup mengenal sosok yang ber- sangkutan sejak lama. Dedie me- miliki profesionalitas tinggi saat menjabat posisinya di KPK sela- ma 12 tahun terakhir. Pertemuan keduanya terjadi saat Dedie diun- dang beberapa kali ke Balaikota Bogor untuk memberikan pembe- kalan dan pencerahan terkait re- formasi birokrasi di dalam peme- rintahan daerah. Bima mengaku membutuhkan figur seperti itu untuk membenahi birokrasi di Kota Bogor. "Sesuai dengan kompetensi beliau. Beliau sangat paham dengan masalah ini karena berkecimpung di aspek pencegahan (saat menjabat) di KPK. Bagaimana membangun pe- merintahan yang mengabdi dan melayani itu beliau sangat pa- ham," katanya. Meski bekerja di luar daerah- nya, Bima yakin figur pilihannya itu memiliki rasa kecintaan sangat besar kepada Kota Bogor karena berasal dari keturunan asli masya- rakat lokal. Menurutnya, Dedie juga akan mudah diterima oleh masyarakat setempat karena memiliki sikap yang santun. [VEN/160]

Nonpartai

Sementara itu, bakal calon wa- li kota Bogor yang juga petahana Bima Arya, memastikan akan ber- pasangan dengan calon nonpartai. Bima yang juga Wakil Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) menunjuk Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dedie A Rachim. Keputusan Bima memilih Dedie bukan tanpa alasan. Kata dia, keduanya sudah lama menja- lin hubungan. Bahkan, kakek dan orangtua mereka sudah saling ke- nal dekat. “Jadi, kami memang sudah mengenal lama,” paparnya, Rabu (3/1). Keputusannya dikuatkan dengan pengunduran diri Dedie sebagai Direktur Pembinaan J a r i ngan dan Ke r j a Sama Antarkomisi dan Instansi KPK pekan lalu. Alasannya memilih Dedie se- bagai wakil diakui karena Bima

DOK SP

Anggawira

kat nasional dan Provinsi Jawa Barat. "Di tingkat nasional koali- si ini sudah terjalin, di Jawa Barat juga. Dan, saya berharap di Kota Bekasi pun demikian. Koalisi de- ngan PKS dan PAN dapat terwu- jud di Kota Bekasi," imbuhnya. Dia menjelaskan, di tingkat akar rumput PKS Kota Bekasi menginginkan koalisi Gerindra, PKS dan PAN tetap berlanjut. "Sekitar 90% akar rumput dan elite partai PKS menginginkan koalisi tetap terjalin sama seperti

Made with FlippingBook - Online catalogs