ID190302

sabtu/minggu 2-3 MARET 2019

| 24

Investor Daily / Emral Firdiansyah

P ernah mendengar seseorang melakukan berbagai cara diet, namun tetap gemuk? Bisa jadi, dia memiliki gen gemuk yang diturunkan oleh orang tuanya, apakah ayah atau ibunya. Pengamat gaya hidup, pakar fisiologi, konsultan penurunan berat badan, dan behavioural scientist, dr. Grace Judio-Kahl, mengungkapkan, ada beberapa faktor yang membuat seseorang menjadi gemuk, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. “Pada faktor genetik, setiap manusia memiliki deoxyribonucleic acid atau DNA (gen) unik yang mempengaruhi cara tubuh dalam mengolah makanan. Karena itu, tes DNA dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui dengan pasti potensi bentuk tubuh seseorang,”jelas dr.Grace. dalam bincang kesehatan yang digelar klinik LightHOUSE di Jakarta, Rabu (27/2). Lebih lanjut dia menjelaskan, tubuh manusia memiliki 3,2 miliar kode gen untuk sifat atau pun ciri-ciri, diantaranya adalah kode untuk sifat gemuk yang jumlahnya mencapai 50 gen. “Karena itu, bisa jadi seseorang gemuk karena memang memiliki gen gemuk dari orang tuanya,” kata dr.Grace. Masih-masing gen gemuk, papar Grace, memiliki sifat berbeda-beda. “Ada gen yang membawa sifat rendah metabolisme atau irit bahan bakar. Jadi meskipun orang ini sudah melakukan banyak aktivitas, tetapi pembakaran karbohidrat dalam tubuhnya rendah alias irit bensin, sehingga kalori tetap utuh dan menumpuk menyebabkan gemuk,” jelas Grace. Ada juga gen gemuk yang menyebabkan tubuh seseorang mudah mengikat lemak lbih banyak. Ada juga gen gemuk yang menyebabkan seseorang selalu merasa lapar meskipun sudah makan banyak. Rekayasa faktor lingkungan Lantas, bila sudah ditakdirkan mewarisi gen gemuk, apakah pasrah saja atau bisa dilakukan rekayasa untuk mencegah gemuk? “Gen gemuk yang diwariskan oleh orang tua memang tidak bisa dikoreksi, tetapi untuk mengatasi supaya tidak gemuk, faktor lingkungan bisa direkayasa,” jelas Grace. Faktor lingkungan ini, kata Grace adalah kebiasaan dan pola makan seseorang. “Mungkin sekitarnya banyak yang menawarkan makanan. Seseorang yang memiliki gen gemuk, sebaiknya dapat bersikap tegas untuk tidak makan berlebihan dan mau melakukan olahraga rutin supaya tidak terjadi penumpukan kalori berlebih di dalam tubuh,” tegas Grace. Tak hanya itu, tambah psikolog LightHOUSE Tara De Thouars, mindset seseorang terhadap makanan juga harus diubah bila tidak ingin gemuk. “Ada orang menganggap makanan adalah sebuah hiburan dan solusi berbagai masalah. Lagi senang, makan. Lagi sedih, makan. Lagi kedinginan, juga makan. Mindset ini harus diubah,” ujar Tara. Satu lagi, lanjut Tara, setiap manusia seharusnya memiliki mindset self love, bukan self pity atau self harm. “Kalau memiliki self love, maka orang tersebut akan membuat keputusan yang baik untuk tubuhnya, termasuk keputusan memilih makanan yang dimakannya,” tegas Tara. (nan)

Penyanyi muda H.E.R tampil di BNI Java Jazz Festival, Jakarta, Jumat 1 Maret 2019. Penonton antusias menyaksikan aksi panggung H.E.R yang bergenre musik Contemporary R&B.

Sponsor Direktur Utama Java Festival Production Dewi Gontha mencatat, satu yang tak kalah penting dalam perjalanan 15 tahun Java Jazz Festival adalah peran sponsor yang membentuk dan membesarkan festival musik ini sehingga menjadi agenda penting setiap tahun. Dewi Gontha mengatakan sponsor sebagai partner, serta penonton setia, masing-masing punya peran yang tak boleh dilupakan. “Dengan adanya sponsor yang turut mensubsidi harga tiket, sehingga harga tiket yang kami jual dapat lebih terjangkau. Selain itu, peran penonton yang membeli tiket juga sangat besar agar acara ini dapat semakin sukses,” kata Dewi. Sementara itu, Direktur Retail Banking BNI Tambok P Setyawati mengatakan Java Jazz Festival adalah saksi evolusi produk-produk perbankan yang dikembangkan BNI. Dalam lima tahun terakhir ini saja dapat terlihat perubahan signifikan pada produk digital BNI. Pada Java Jazz Festival 2014 hingga

2016, BNI memperkenalkan uang elektronik dalam bertransaksi di area festival dengan nama Kartu TapCash, dengan beragam varian yang mengangkat budaya leluhur tanah air (motif batik hingga barong Bali). Lalu pada Java Jazz Festival 2017, BNI memperkenalkan produk Dompet Elektroniknya yang saat itu memang sedang booming. Kemudian pada Java Jazz Festival 2018, BNI juga memperkenalkan produk berupa Aplikasi Pembayaran Multi Sumber Pembayaran yang saat itu baru BNI yang memiliki. “Setiap tahunnya BNI selalu berinovasi dan membawa hasil inovasi ini pada gelaran Java Jazz Festival. Pada Java Jazz Festival 2019 ini, BNI menghadirkan gelang Tapcash, Smart Kiosk, Digital Open Account, dan Vending Machine TapCash yang akan semakin membuat penonton nyaman saat datang ke area BNI Java Jazz Festival 2019,” jelas Tambok.(iin)

Jakarta International BNI Java Jazz Festival di JIExpo Kemayoran, Jakarta, mulai digelar Jumat (1/3) hingga Minggu (3/3).

Oleh Indah Handayani

untuk bisa tampil di Indonesia. Ini merupakan kedatangan pertamanya di Indonesia. Dira pun dibapuk menjadi penyanyi yang membawakan lagu Indonesia Raya pada saat pembukaan special Show H.E.R. Di luar itu, Dira mengaku tahun ini penampilannya akan sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada Sabtu (2/3), ia akan berkolaborasi dengan Harvey Mason dalam “A Tribute to Aretha”. Pemain jazz drum asal Amerika Harvey Mason akan memainkan lagu-lagu Aretha Franklin. Hal ini sempat membuatnya gugup karena Harvey pernah berduet sersama Aretha. “Sempat gugup, terlebih banyak fansnya Arleta yang pasti hapal dengan lagunya,” ujar Dira.

S ejumlah musisi dalaam dan luar negeri ikut tampil di pesta jazz ke-15 ini. Penyanyi jazz Dira Sugandi menilai dari tahun ke tahun festival ini makin besar dan dikenal orang di seluruh dunia, terlebih deretan artis yang akan tampil semakin bagus. “Saya sangat penasaran dengan penampilan H.E.R. penyanyi muda tapi jenius. Karyanya sangat easy listening tapi dengan standard baik. Baru menang Grammy Awards,” jelasnya kepada Investor Daily di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/3). Sementara itu, dalam konsernya H.E.R mengaku sangat senang

Investor Daily/IST

Jakarta - Wakuliner meraih Best E-Commerce Startup se- ASEAN di ajang ASEAN Rice Bowl Startup Awards 2019. Wakuliner menjadi perwakilan Indonesia untuk kategori E-Commerce. Sebelumnya, Wakuliner memenangkan kompetisi Rice Bowl Award di tingkat nasional pada tahun 2018 lalu. ASEAN Rice Bowl Startup Awards adalah ajang kompetisi menunjukan potensi besar di masa depan, mampu mem- penetrasi dan hidup di negara ASEAN lainnya, serta membawa dampak positif terhadap ekosistem startup, masyarakat, dan negaranya. Penghargaan tersebut dibagi menjadi 18 kategori, diantaranya yaitu Best E-Commerce, Best FoodTech/AgriTech, Best IoT, dan Best Fintech Startup. Startup-startup terbaik dipilih dari semua negara ASEAN yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Philippines, Brunei Darussalam, Myanmar, Kamboja, Laos, dan Indonesia. Penghargaan ini mengukuhkan Wakuliner sebagai marketplace kuliner pertama dan terlengkap di Indonesia yang diakui hingga di tingkat ASEAN. “Ke depan, saya harap Wakuliner dapat terus membawa manfaat lebih dan dampak positif yang sangat besar bagi pertumbuhan dan kemajuan Indonesia. Kami akan lakukan yang terbaik untuk terus membawa nama Indonesia ke panggung International”, ucap Anthony, CEO Wakuliner dalam siaran pers yang diterima bergengsi bagi startup se- ASEAN. Rice Bowl Awards memberikan penghargaan kepada para startup yang berkembang pesat dan

dan pengalaman dalam industri wedding. Diantaranya mulai dari jewellery, bridal, dekorasi, wedding organizer, undangan, kue, fotografi, videografi, dan masih banyak lagi. Konsep one stop shopping dan hadirnya vendor-vendor pilihan tersebut menjadikan Gading Wedding Fair VI sebagai destinasi yang patut didatangi oleh para calon pengantin yang ingin mendapatkan inspirasi dalam merancang hari besar mereka. Beragam hadiah menarik pun telah disiapkan oleh KKG untuk para calon pengantin yang beruntung memenangkan undian doorprize maupun grandprize pada saat acara, yaitu Return Flight Ticket to Paris, Honeymoon Package ke Bali, Logam Mulia 5gr, Wedding Ring, Voucher Pre Marital Check Up, dan masih banyak lainnya. (nan)

Fair VI menjadi agenda tahunan untuk menyediakan kebutuhan pernikahan dan memfasilitasi para calon pengantin bertemu dengan vendor-vendor terbaik. Banyaknya vendor yang kami libatkan diharapkan dapat memberikan rekomendasi terbaik dalam menggelar pernikahan istinewa yang diidamkan. KKG menargetkan para calon pengantin rentang usia 20 - 35 tahun dan kami perkirakan total sebanyak 15.000 pengunjung akan membanjiri Gading Wedding FairVI dalam 5 hari tersebut,”ujar Helmy dalam siaran pers yang diterima Investor Daily . Terpusat di satu area, Gading Wedding Fair menampilkan konsep one stop shopping kekinian yang menghadirkan 32 vendor dengan spesialisasi

Jakarta - Klub Kelapa Gading (KKG) untuk ke-6 kalinya mempersembahkan event pameran pernikahan “Gading Wedding Fair” yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Kali ini Gading Wedding Fair VI hadir kembali pada 27 Februari – 3 Maret 2019 berlokasi di The Forum, MKG 3, Jakarta. Pernikahan merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan yang patut dipersiapkan secara matang, Gading Wedding Fair memberikan solusi untuk para calon pengantin, agar mudah mendapatkan beragam pilihan vendor-vendor terbaik, mulai untuk acara akad hingga resepsi. Helmy Purboyakti, general manager Group Clubs (Klub Kelapa Gading & The Spring Club) menjelaskan, “Gading Wedding

kebutuhan kuliner. Seperti tagline kami: Wakuliner, Solusi Kuliner!”, ucap Anthony. “Terimakasih atas semua dukungan dari pelanggan dan partner setia Wakuliner, beserta seluruh tim dan associate Wakuliner yang telah bekerja keras bersama membangun Wakuliner. Kami mohon terus dukungannya dengan men- download & menggunakan aplikasi Wakuliner. Dukungan kalian semua adalah bahan bakar & semangat bagi kami untuk terus berkarya untuk Indonesia” ujar Anthony. (nan)

Investor Daily di Jakarta. ASEAN Rice Bowl Awards telah diadakan sejak 2015 dan telah memberikan penghargaan- penghargaan kepada startup yang saat ini terbukti sukses dan berkembang sangat pesat seperti GO-JEK (Indonesia), Grab (Singapura), Eatigo (Thailand), Tokopedia (Indonesia), Ruang Guru (Indonesia), dan Zoom (Malaysia). “Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi Wakuliner untuk terus berinovasi dan menciptakan terobosan baru dalam memudahkan masyarakat Indonesia, memenuhi semua

Made with FlippingBook Annual report