ID171115

rabu 15 november 2017

24

Investor Daily/David Gita Roza

belum memanfaatkan bank dalam menyimpan dananya. Sementara itu, BNI Kantor Wilayah Manado juga ber upaya menjaga kualitas kredit hingga akhir tahun 2017.”Kami sangat menjaga kualitas kredit, sehingga non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah bisa ditekan,” kata Eko Setiawan. Dia mengatakan, NPL di BNI Wilayah Manado masih berada di bawah batas Bank Indonesia. Oleh karena itu, katanya, kualitas kredit terus dijaga, walaupun pertumbuhan penyaluran kredit cukup kecil tapi bermutu. Apalagi, jelas dia, BNI memberikan porsi kredit lebih besar kepada sektor produktif ketimbang konsumtif. Memang harus diakui secara nas- ional maupun global, ekonomi masih mengalami perlambatan sehingga banyak yang masih menunggu. “Perb- ankan juga tidak serta merta melak- ukan ekspansi kredit cukup tinggi, tapi tetap melihat situasi yang ada,” jelas dia. Menurut dia, hingga posisi Ok- tober 2017, pertumbuhan kredit BNI Manado di kisaran 7%, meskipun terjadi perlambatan namun tetap tumbuh. Berkaitan dengan kredit, Elyanus juga mengatakan hingga Agus- tus 2017 penyaluran kredit perb- ankan Sulut mencapai Rp 33 triliun. “Penyaluran kredit perbankan Sulut ini mengalami peningkatan sebesar 11,48% jika dibandingkan tahun lalu hanya Rp 31 triliun,” kata dia. Pihaknya berharap peningkatan kredit perbankan Sulut terus naik, karena mampu mendorong pertum- buhan ekonomi lebih besar lagi. “Masih banyak sektor riil yang be- lum disentuh oleh perbankan, dan berusaha masuk didalamnya,” jelas Elyanus. Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan sese- orang atau badan usaha untuk memin- jam uang, untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. (th)

MANADO – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Kan- tor Wilayah Manado menggenjot peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) dana pihak ketiga (DPK) di daerah tersebut. “Kami akan mendorong agar dana murah berupa tabungan dan giro bisa meningkat lebih tinggi lagi,” kata CEO BNI Manado Eko Setiawan, di Manado, Selasa (14/11). Eko menjelaskan, dengan menjaga kualitas CASA di level yang baik di- harapkan kondisi likuiditas BNI lebih sehat, sehingga dapat mencapai target ekspansi kredit tahun ini. “Dengan likuiditas terjaga, ekspansi kredit lebih optimal dengan lending rate lebih kom- petitif,” jelas dia seperti dilansir Antara . Saat ini, kata dia, pertumbuhan CASA di BNI Wilayah Manado pada kisaran 73,75% dari target hanya 68%. Penghimpunan dana masyarakat, kata dia lagi, mengalami peningkatan namun tidak terlalu tinggi, karena melihat pasar para pengusaha yang masih wait and see dengan berbagai kebijakan pemerintah baik nasional maupun global. Untuk meningkatkan dana, bank berlogo 46 ini akan mengoptimalkan peran kantor cabang serta kantor layanan guna menggali dana murah, baik untuk nasabah individu maupun korporasi atau institusi. “Dalamhal ini, BNI tidakmenaikkan bunga simpanan untuk menarik dana masyarakat, melainkan meningkatkan kualitas layanannya,” jelas dia. Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut Gorontalo dan Maluku Utara Elyanus Pongsoda mengatakan, secara keseluruhan DPK perbankan Sulut hingga posisi Agustus 2017 sebesar Rp 22,9 triliun. “Dana masyarakat yang terhimpun ini cukup tinggi atau naik 6,45% jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu,” kata Elyanus. OJK berharap perbankan bisa menyasar desa dan kecamatan di Su- lut, karena masih banyak warga yang

Total Rekening Simpanan Sejumlah nasabah berada di CIMB Niaga Digital Lounge, Jakarta, bru-baru ini. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merilis data mengenai pertumbuhan jumlah rekening dan nominal simpanan yang dijamin pada bank umum per September 2017. Total rekening simpanan per September mencapai 229.315.700 rekening, naik 2.246.180 rekening atau tumbuh 0,99% dibanding Agustus 2017 sebesar 222.462.654 rekening.

“Jadi BTN ini memberikan kemuda- han, tipe yang paling kecil yang bisa dibeli oleh nelayan akan dibiayai BTN, tipe 36 dan uang muka juga sangat murah, nelayan di Jember ada sekitar belasan ribu orang, dan 2.000 rumah ini minimal membantu,” ungkap Faida. Maryono meminta seluruh Bupati yang ada di Indonesia untuk aktif sep- erti Bupati Jember dalammendukung terealisasinya program Sejuta Rumah. Selain di Jember, Maryono mengaku pihaknya akan memberikan KPR un- tuk komunitas tukang cukur di Garut, dan komunitas penjual bakso dan mie di Semarang. Hingga Oktober 2017, lanjut Ma- ryono, KPR mikro perseroan masih kecil, sekitar 300 unit rumah. Tahun depan perseroan mulai menggerakan dan memperbaiki skema KPR mikro agar bisa terjangkau oleh masyarakat. Di samping itu, melalui kemitraan tersebut, perseroan akan menye- diakan berbagai jasa dan layanan perb- ankan bagi Pemkab Jember. Melalui kemitraan tersebut, emiten bersandi saham BBTN ini juga akan melak- ukan kerja sama di bidang e-retribusi dengan Pemkab Jember. Menurut Maryono, untukmencapai target komitmen sebagai integrator utama Program Satu Juta Rumah, perseroan memang terus menggelar kemitraan baik dalam rangka men- ingkatkan realisasi ketersediaan rumah maupun permintaan akan hunian. Hingga Oktober 2017, lanjut Mary- ono, sebagai wujud komitmen terse- but, perseroan telah merealisasikan 75,32% dari target penyaluran kredit dalam rangka Program Satu Juta Rumah. Sedangkan sampai akhir 2017, perseroan menargetkan NPL bisa berada di angka 3,5%. “Tahun depan kami menargetkan NPL berada di angka 3%,” kata dia. Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan, peningkatan NPL terjadi karena penur- unan harga komoditas yang berdampak pada debitor yang berbisnis di pertam- bangan dan industri yang berhubungan dengan sektor tersebut. Salah satu sektor yang paling terkena dampaknya di industri perbankan adalah sektor komersial, yakni berupa pemberian kredit modal kerja dengan aset debitor sebesar Rp 250-900 miliar. Proses restrukturisasi terutama di kredit komersial ini membuahkan angka positif bagi NPL industri perbankan, yakni men- urun dari 3,05% pada Agustus 2017menjadi 2,93% pada September 2017. Penurunan ini diharapkan terus berlanjut sehingga memasuki fase normal. Dengan adanya penur unan kredit bermasalah ini, pertumbuhan kredit bisa lebih baik. Namun, pihaknya masih terus mewaspadai adanya potensi peningkatan kredit bermasalah terutama bersumber dari normalisasi suku bunga The Fed. (gtr)

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 1.001 unit rumah. Langkah ini sebagai bagian dari strategi perseroan mencapai target Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2015. Mar yono mengatakan, pada tahun lalu dalam membangun 1.001 rumah di Jember telah mencata- tkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). “Jumlah akad serentak pada tahun lalu, kami lipat gandakan dua kali lipat pada tahun ini menjadi 2.002 unit rumah. Tujuannya, kami ingin agar bagaimana wilayah Jember dapat berkembang sesuai dengan potensi yang ada, sehingga dapat berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat Jember,” jelas Maryono. Dia menambahkan, tahun depan perseroan akan kembali memberikan pembiayaan perumahan untuk 2.000 unit rumah dan 700 rumah. Dengan demikian, total rumah di Jember yang dibiayai BTN hingga 2018 akan mencapai 5.703 rumah. KPR yang diberikan kepada komunitas nelayan di Jember ini merupakan KPR mikro dengan ticket size sekitar Rp 50-75 juta. Kemudian perseroan juga memberikan uang muka yang kecil untuk memudahkan para nelayan dalam membayarnya. “Uang mukanya itu kecil, paling Rp 15 ribu per hari, jadi ini meringankan nelayan,” kata Maryono. Bupati Jember Faidamenambahkan, MoU untuk 2.002 unit rumah ini untuk pekerja formal dan pekerja nonformal. Dia juga mengaku respons BTN yang cepat mempermudah dalam mem- berikan hunian yang layak bagi pada nelayan di Jember.

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) hingga Oktober 2017 telah menyalurkan kredit sebesar Rp 188,3 triliun, tumbuh 19,8% secara tahunan ( year on year /yoy). Sampai akhir tahun ini perseroan optimistis pertumbuhan kredit mencapai 19% (yoy).

rumah nonsubsidi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk 154.702 unit rumah atau sekitar Rp 30,84 triliun per Oktober 2017. Lebih lanjut, Maryono memproyek- sikan pertumbuhan kredit pada tahun depan bisa meningkat sekitar 19-20%, atau sama dengan target pertumbuhan kredit tahun ini yang sebesar 19% (yoy). “Tahun depan kami perkirakan tumbuh antara 19-20%, kan tahun ini 19% targetnya. Jadi tidak ada penur- unan, tapi realisasinya bisa lebih tinggi lagi tahun depan,” papar Maryono. Hal tersebut, menurut dia, diseb- abkan oleh beberapa faktor. Pertama, karena pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan akan lebih baik dari tahun ini. Kedua, proyek in- frastruktur akan bayak yang sudah selesai pada tahun depan. Ketiga, keadaan ekonomi dunia yang juga mulai stabil. Pembangunan Rumah di Jember Pada kesempatan itu, BTN meng- gandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk membiayai pembangunan 2.002 unit rumah di Kampung Nelayan Puger tahun ini.

Direktur Utama BTN Mar yono mengatakan, hingga Oktober 2017, realisasi penyaluran kredit perseroan sudah mencapai 96% dari target akhir tahun. Dengan komposisi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) su- dah 70% dari target tahun ini, yang didominasi oleh KPR subsidi sebesar 60-65%, sisanya mer upakan KPR nonsubsidi. “KPR kami per Oktober itu sudah 570 ribu unit rumah, atau mencapai lebih dari 70% dari target 666 ribu unit rumah tahun ini, itu KPR subsidi selisih bunga (SSB),” jelas Maryono di sela acara penandatanganan per- janjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember terkait penyediaan layanan dan jasa perbankan di Menara BTN, Jakarta, Selasa (14/11). Hingga bulan ke-10 tahun ini, perseroan telah merealisasikan penyaluran kredit untuk 501.626 unit rumah atau setara 75,32%. Jumlah unit tersebut setara penyaluran kredit senilai Rp 55,7 triliun. Untuk jenis rumah subsidi, BTN telah menyalurkan pembiayaan un- tuk sekitar 346.925 unit rumah atau setara Rp 24,86 triliun. Untuk jenis

berdampak pada stabilitas keuangan. Sementara itu, lebih dari 70% menyatakan tidak siap jika tiba-tiba didiagnosis terkena penyakit berat seperti kanker atau tertimpa musi- bah kecelakaan yang mengakibatkan cacat permanen dan berdampak pada hilangnya pekerjaan. “Ketidaksiapan dalam perencanaan keuangan jangka panjang di kalan- gan mayoritas masyarakat Indonesia, mengakibatkanharusmengorbankanke- butuhan lain yang sama pentingnya. Jika dihadapkan pada kebutuhan pendidikan anak, 78% orang tua mengaku rela men- gorbankan kesiapan dana pensiunnya,” papar dia seperti dilansir Antara . Menurut dia, literasi keuangan yang masih rendah menjadikan se- bagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan yang lengkap tentang produk-produk keuangan apa saja yang tepat, untuk mendukung ter wujudnya kebutuhan di masa mendatang ser ta mengantisipasi kejadian-kejadian tidak terduga. (th)

JAKARTA – PT Bank HSBC In- donesia menyediakan layanan wealth management untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan masyarakat di tengah rendahnya tingkat suku bunga. “Layanan wealth management HSBC dirancang untuk menjawab tantangan itu, danmasyarakat dapat memperoleh edukasi dan arahan dalammembangun strategi pengelolaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan per individu, termasuk memilih produk-produk keuangan danmengenal manfaat serta risikonya,” ujar Head of Wealth Man- agement Bank HSBC Indonesia Steven Suryana di Jakarta, Selasa (14/11). Dia mengemukakan, kebutuhan masyarakat saat ini semakin kompleks dan biaya untuk memenuhinya pun meningkat. Berdasarkan studi HSBC Power of Protection 2017, hanya 35% masyarakat Indonesia mengaku telah memiliki pengelolaan keuangan dengan baik. Sebagian besar lainnya mengaku belummemiliki antisipasi yangmemadai jika terjadi peristiwa tidak terduga yang

Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA – Sejumlah bank terus men- gurangi penyaluran kredit ke segmen komersial. Hal ini menyusul rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL) yang cukup tinggi di segmen tersebut. Chief Executive Of ficer Citibank In- donesia Batara Sianturi mengungkapkan, hingga kuartal III-2017, perusahaan telah menyalurkan kredit sebesar Rp 40 triliun. Nilai tersebut meningkat tipis 2,1% ( year on year /yoy). Rendahnya pertumbuhan kredit terse- but lantaran penyaluran kredit komersial yang menurun 23% (yoy). Penurunan ini terjadi karena permintaan kredit yang belum membaik. Citibank juga sedang memperbaiki kual- itas kredit, sehingga menahan penyaluran kredit di segmen tersebut. “Kami tumbuh secara hati-hati di segmen komersial,” ujar Batara di Jakarta, belum lama ini. Sementara itu, untuk segmen kredit lainnya seper ti segmen kredit untuk perusahaan multinasional bertumbuh sebesar 13%. Pertumbuhan yang cukup besar lainnya berasal dari segmen ready credit atau personal loan , yakni sebesar 7%. Diikuti pertumbuhan selanjutnya dari kredit untuk perusahaan lokal sebesar 5%.

Kehati-hatian perusahaan pada segmen komersial membuahkan hasil. Batara menjelaskan, NPL gross per usahaan mencapai 1,92% pada kuartal III-2017. Nilai tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,91%. Hal yang sama juga terjadi di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Direktur Distri- bution Bank Mandiri Hery Gunardi men- jelaskan, perseroan sudah menyalurkan kredit sebesar Rp 686,15 triliun, meningkat 9,8% (yoy). Dari jumlah tersebut kredit untuk segmen kredit komersial menurun 3,1% (yoy). Segmen lain, yakni kredit dari anak usaha bertumbuh 23,9% menjadi Rp 80,3 triliun. Disusul selanjutnya kredit dari seg- men mikro bertumbuh 22% ke angka Rp 57,1 triliun, kredit konsumer bertumbuh 20,6%, menjadi Rp 95,2 triliun dan segmen korporasi bertumbuh 11,7% menjadi Rp 236,1 triliun. Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, penur- unan pada segmen komersial tersebut berefek positif terhadap NPL perusahaan. Pada kuartal III-2017, NPL perseroan men- urun ke angka 3,75%.

Literasi Keuangan Syariah Direktur Utama AJS Bumiputera Kartono (kanan), berbincang dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) K H Ma’aruf Amin (tengah), dan MUI Propinsi Jawa Timur Abdussomad Buschori, usai penandatangan naskah kerja sama di Jakarta, Senin (13/11) malam. AJS Bumiputera bersama MUI memperkenalkan literasi perencanaan keuangan syariah bagi ulama indonesia.

Made with FlippingBook flipbook maker