ID180630

sabtu/minggu 30 juni - 1 juli 2018

| 24

Investor Daily/MARDIANA MAKMUN

Atraksi menegangkan roda maut digelar dua pemain akrobat bersaudara asal Santiago, Amerika Selatan, di Jakarta, mulai 21 Juni-15 Juli 2018.

P erubahan dan transformasi industri membutuhkan dukungan keterampilan tantangan . “Pengalaman vokasional yang kaya tentu menjadi pertimbangan utama perusahaan saat merekrut calon tenaga kerja di masa depan, dan fokus strategis kami menekankan pada pendidikan berbasis keterampilan untuk membekali lulusan kami dengan seperangkat ketrampilan yang tepat agar mereka dapat meraih kesuksesan dalam kancah global,” kata Sekretaris Jenderal MDIS Dr R Thevyendran dalam siaran pers yang diterima Investor Daily. Thevyendran berbicara saat meresmikan laboratorium keperawatan MDIS. Dikatakan, perubahan dan transformasi dalam industri berarti umur keterampilan yang dimiliki seseorang menjadi pendek, karena permintaan industri terhadap keterampilan baru terus berkembang dan meningkat secara pesat. “Sebagai institusi pendidikan, MDIS berada di garis terdepan dalam pergeseran fokus pendidikan yang kini sedang terjadi. Agar dapat mengantisipasi pengetahuan dan keterampilan apa yang dibutuhkan di masa mendatang,” katanya. MDIS sebagai kampus swasta pertama di Singapura yang membuka program keperawatan dengan dukungan fasilitas lengkap termasuk laboratorium praktikum keperawatan. Peresmian ini merupakan upaya MDIS untuk mengembangkan kurikulumnya yang berbasis keterampilan ( skill-based ) agar dapat memenuhi kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang siap pakai di masa depan dalam cakupan global. Lab Praktikum Keperawatan MDIS merupakan lab yang dilengkapi oleh berbagai fasilitas yang menunjang untuk perawat yang telah terdaftar ( post-registered nurses ) agar mereka dapat meningkat keterampilannya. Peresmian ini merupakan upaya MDIS untuk mengembangkan kurikulumnya yang berbasis keterampilan ( skill- based ) agar dapat memenuhi kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang siap pakai di masa depan dalam cakupan global. Lab praktikum yang baru diresmikan telah dilengkapi oleh peralatan dan fasilitas medis yang telah tersertifikasi, termasuk meneken Laerdal (Laerdal merupakan perusahaan manufaktur terbesar asal Norwegia yang memproduksi peralatan medis) dan juga teknologi simulasi amalgamate yang dapat digunakan mahasiswa keperawatan untuk berlatih prosedur dan metode diagnosis dalam skenario medis yang realistis. Maneken tersebut dapat juga digunakan untuk simulasi pada gagal jantung, penyempitan paru- paru, dan gejala penyakit umum lainnya, seperti batuk-batuk. (nan) sumber daya manusia terbaik sehingga dapat meraih sukses di kancah global. Menjawab

Oleh Mardiana Makmun

R oda berukuran besar berputar akrobat asal Santiago, Amerika Selatan itu terjatuh. Penonton yang menyaksikan dari bawah spontan berteriak kaget. Untunglah, lompatan Christopher pas dan tepat mendarat di roda dan dengan cepat kakinya berlari mengikuti laju roda kembali. Christopher tak sendiri. Dalam aksi roda maut Wheel of Death yang digelar di Pondok Indah Mall (PIM) 2 itu, dia ditemani saudaranya Rigoberto Ismael Cardenas. Sama hebatnya, Rigoberto juga lihai berlari dan sesekali melompat di atas roda raksasa yang berputar. Di akhir pertunjukan, keduanya berani menutup mata dengan kain hitam sembari terus berlari dna melompat. Aksinya itu membuat penonton tegang dan berteriak kencang. Keduanya akhirnya menyudahi aksi penuh risiko itu dan melompat ke lantai ketika roda berputar ke bawah. Dua pemain akrobat itu hadir di Jakarta untuk menghibur masyarakat sekaligus memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1439 H dan libur sekolah. Wheel of Death dapat dinikmati oleh pengunjung mulai 21 Juni hingga 15 Juli 2018 setiap hari, pukul 16 dan pukul 17 malam. Eka Dewanto, General Manager Pondok Indah Mall mengatakan, pada tahun 2013, Pondok Indah Mall telah mencatat kesuksesan membawa pertunjukan ekstrim Wheel of Death . Kesuksesan ini ditandai dengan diterimanya penghargaan rekor MURI sebagai mall pertama di Indonesia yang menampilkan pertunjukan Wheel of Death di dalam gedung mall. “Di tahun ini, tepatnya pada 21 Juni 2018, kami kembali membawa keseruan Wheel of Death yang akan ditampilkan oleh The Cardenas Brother. Pertunjukan kencang di ketinggian puluh meter. Di atasnya ikut berlari Christopher Bastian Cardenas mengimbangi laju putaran roda. Sesekali ia melompat dan uppsss...hampir saja pemain

Untuk sukses menampilkan aksi ekstrem, mereka mengaku tidak memiliki menu makanan khusus. “Yang penting cukup bergizi, berlatih terus, dan cukup istirahat sebelum pertunjukan,” kata Cardenas bersaudara yang sudah 14 tahun melakukan atraksi ekstrem ini. Eka Dewanto menambahkan, selain Wheel of Death , juga dihadirkan permainan asah kreativitas Blocks Playground. “Di arena Blocks Playground, anak-anak dapat bermain sekaligus belajar. Berbagai macam busa berbagai bentuk tersedia bagi anak-anak untuk mengasah kreativitasnya. Busa-busa tersebut dapat ditumpuk, disusun, atau disambungkan hingga berbentuk sesuatu sesuai imajinasi anak. Ukuran busa yang besar juga memungkinkan anak untuk bermain bersama anak-anak lainnya, sehingga proses bermain menjadi lebih aktif dan menyenangkan,”tandas Eka.

ini sangat menarik untuk dilewatkan, karena pengunjung dapat menyaksikan secara langsung aksi berbahaya dan menegangkan The Cardenas Brother dari atas roda raksasa yang terus berputar,” kata Eka di Jakarta, akhir pekan ini. The Cardenas Brother, terdiri dari kakak beradik Rigoberto Ismael Cardenas dan Christopher Bastian Cardenas. Mereka merupakan generasi ke-5 pemain sirkus dari Santiago, Amerika Selatan. Bakat sirkus keduanya diperoleh dari sang ibu, dan kakak beradik ini telah menampilkan Wheel of Death sejak usia 11 tahun. Kepiawaian The Cardenas dalam berakrobatik dari atas roda raksasa sudah dikenal oleh dunia. Keduanya kerap hadir di Sirkus Hippodrome yang sangat bergengsi di London, dan di seluruh Amerika Selatan, termasuk Peru, Argentina, Chille, dan Brazil.

Investor Daily/IST

bukunya mengajarkan Teladan Hidup Tanpa Utang, karena segala kesibukan kita percuma, segala amal ibadah kita pun terhalang di pintu akhirat jika kita masih bawa utang,” kata Cipto dalam siaran pers yang diterima Investor Daily . Buku dengan nilai yang terus meningkat tersebut berisi kalimat-kalimat lecutan dan sindiran terkait pengentasan masalah utang. Salah satu

Jakarta - Buku-buku bertema strategi, khususnya di bidang pengelolaan keuangan ternyata masih banyak diminati oleh masyarakat. Hal tersebut tak lepas dari permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat. Praktisi, pembicara, dan penulis buku national mega best seller, Cipto Junaedy, mengaku, buku pertamanya berjudul ‘Strategi Membeli Properti

menghasilkan kopi yang lezat. “Karena kelezatan itu, kami menghadirkan kopi Nanyang ke Indonesia lewat kedai kopi Toast Box,” kata Handrio.. Untuk menghasilkan kopi yang nikmat, campuran kopi dikembangkan setelah melakukan riset selama berbulan-bulan dan proses roasting kopi dilakukan di tempat khusus di Singapore International Headquarters. Ini untuk memastikan citarasa yang konsisten dan berkualitas. Kenikmatan kopi Nanyang, kata dia, makin lengkap, ketika diselingi dengan camilan kaya toast, roti panggang isi selai kelapa. Atau diseruput setelah memakan menu berat masakan Asia seperti kari ayam dan laksa. Handrio optimistis, paduan kopi Nanyang dan roti kaya toast ini disukai pasar Indonesia sehingga berani membuka outletnya di sejumlah mal ternama di Indonesia tahun ini. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian joint venture antara PT Pura Indah Berkat (PIB), perusahaan swasta Indonesia yang bergerak di bidang makanan dan minuman, dengan perusahaan Singapura BreadTalk International Pte Ltd (BTI), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh BreadTalk Group Limited (BTG), akhir pekan lalu. Hadir dalam acara penandatanganan PT BTG - Pura Indah Berkat Venture tersebut adalah Presiden Komisaris Tan Aik Peng, Presiden Direktur Vincent Lim Cheng Chye, para Komisaris yakni Handrio Arinto Budhi dan Lim Ee Tin, para Direktur yakni Ruth Leong dan Yvette Natalia C. Scheffer. Otlet pertama Toast Box akan dibuka di Jakarta pada kwartal keempat tahun 2018. Saat ini, PIB mengelola outlet Toast Box di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Kami telah memasang target untuk membuka lima otlet pada tahun 2018 dan 100 otlet dalam kurun 10 tahun ke depan,” ujar Tan Aik Peng, Presiden Komisaris PT BTG - Pura Indah Berkat Venture. (nan)

diantaranya juga menyindir para calon pemimpin yang diminta untuk tidak berutang kala mencalonkan diri. “Kalau perlu dibuat peraturan, utang dari para calon pemimpin tidak boleh lebih dari 30 persen aset. Karena kalau mereka saja banyak utang, bagaimana mereka memikirkan rakyatnya, karena mereka sendiri sibuk memikir cara melunasi utang mereka,” ujar Cipto. Percaya atau tidak, kata Cipto, buku motivasi karyanya akan naik terus harganya. Kalau koleksi lukisan saja ada yang Rp100 miliar per buah, buku koleksi pun bisa naik terus. Di negara yang budayanya sudah mapan bahkan harga buku koleksi bisa dihargai US$ 1 juta per buku. “Negara kita pun bisa menuju ke sana. Apalagi buku yang Mengajarkan Teladan Hidup Tanpa

Investor Daily/IST

Jakarta -- Menyeruput kopi hitam Nanyang diselingi mengunyah roti panggang kaya toast. Ahh nikmatnya. Sensasi kopi Nanyang memang berbeda. Kopi ini sangat tersohor da sudah menjadi tradisi di Singapura. “Kopi Nanyang dibuat dari campuran tiga jenis kopi, yaitu Arabica, Robusta, dan Liberica, sehingga menciptakan sensasi rasa kopi yang enak,” kata Komisaris PT BTG - Pura Indah Berkat Venture, Handrio Arinto Budhi, sekaligus CEO PT.Pura Indah Berkat (PIB) dalam siaran pers yang diterima Investor Daily di Jakarta. Handrio menjelaskan, rasa kopi Arabica yang asam dan cenderung pahit, ketika bercampur dengan kopi Robusta yang manis dan berasa seperti coklat, lalu dipadu lagi dengan kopi Liberica,

Utang,” ujar Cipto. Cipto Junaedy meluncurkan buku koleksi yang disertai tanda tangan asli olehnya sebagai author yang mengajarkan materi Teladan Hidup Tanpa Utang. Buku ini nilainya naik terus. Maret 2018 harganya Rp 100 ribu, April naik jadi Rp 200 ribu, Mei 2018 sudah Rp 300 ribu. Setiap buku koleksi diberi pesan spesial khusus yang ditulis tangan langsung oleh Cipto Junaedy yang isinya berbeda antar orang, sehingga menjadi private bagi pemiliknya. (nan)

Tanpa Uang Tanpa KPR’ yang diluncurkan tahun 2009, masih terus diburu orang. Hingga saat ini, buku tersebut sudah 16 kali cetak ulang dengan omset Rp 12 miliar. Tak heran, buku-buku berikutnya pun masih tetap fokus pada strategi terkait pemilikan properti dan utang. Dua hal tersebut menjadi fokus dalam buku-buku yang ia tulis, karena dinilai sebagai masalah krusial di tengah masyarakat. Yang terbaru, Cipto meluncurkan buku motivasi Mengajarkan Teladan Hidup Tanpa Utang. “Isi

Made with FlippingBook HTML5