ID170518

kamis 18 MEI 2017

23 telecommunication

juga ada perusahaan perkebunan dan manufaktur. Tapi hanya puluhan komputer dari mereka dan satu peru- sahaan mungkin tidak lebih dari 10 unit,” tambahnya. Rud i an t a r a menambahkan , pihaknya mengkonfirmasi kasus WannaCr y berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat. Ia juga meyakini, tidak ada pihak yang terinfeksi virus tersebut di dalam negeri membayarkan uang tebusan sekitar US$ 300 untuk bisa kem- bali membuka data yang terkunci. “Soal bayar, saya enggak yakin dari Indonesia ada yang bayar, karena saya anjurkan tidak bayar. Logikanya begini, itu kan bisnis triliunan, masak hanya dengan US$ 300, atau Rp 4 juta, orang mau kasih decrypt (pena- warnya)?Makanya, saya katakan tidak usah bayar,” ungkapnya. Ransomware merupakan sejenis aplikasi tools /perangkat perusak yang dirancang serta ditanamkan secara diam-diam dan ketika dijalankan secara jarak jauh akan menghalangi akses kepada sistem komputer atau data. Aplikasi jahat akan bekerja dengan mengunci sistem dengan cara mengenkripsi file, sehingga tidak dapat diakses hingga tebusan dibayar. Jenis ransomware yang saat ini se- dang mewabah adalahWannaCrypt0r 2.0, atau lebih dikenal sebagai Wan- naCry. Ransomware ini menyerang dengan memanfaatkan kelemahan security pada sistem operasi Windows yang telah ditambal oleh Microsoft melalui Security Update Patch pada Maret lalu. Namun sayangnya, karena masih banyaknya sistem komputer yang tidakmelakukan pembaruan tersebut, sehingga mengakibatkan ransomware tersebut cepat menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat. (ant) Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menu- turkan, tarif telekomunikasi di Indo- nesia sudah sangat murah walaupun jika dibandingkan dengan di negara- negara kawasan Afrika secara umum masih lebih mahal. Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia, tarif telekomunikasi di Indo- nesia masih lebih murah. Dia pun berpendapat, saat ini, per- saingan tarif antaroperator telekomu- nikasi di Indonesia sudah sangat ‘liar’. Mereka saling membanting harga layanan telekomunikasinya. Meski mereka bersaing pada tarif, namun dis- ayangkan tidak berkompetisi dalamhal keterjangkauan ( coverage) dan kualitas layanan yang bagus ( service level) . “Masyarakat sehar usnya tidak perlu lagi meributkan masalah tarif. Justru, masyarakat harus memikir- kan bagaimana kualitas layanan yang diberikan kepada operator, termasuk coverage dan service level . Seharusnya, BRTI lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap coverage dan service level,” terang Tulus. Jika ingin industri telekomunikasi se- hat, regulator pun seharusnya bisame- maksa operator telekomunikasi agar mau hadir hingga ke daerah terpencil, terluar, dan dan terdepan. Diharapkan, kehadiran lebih dari satu operator akan membuat operator memiliki pilihan. Mandulnya regulator pun dikritisi oleh Alamsyah Saragih, komisioner Ombudsman Republik Indonesia. Menurut dia, seharusnya Kemen- terian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tidak melakukan pembiaran terhadap promo tarif murah operator. (lm)

JAKARTA–Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengklaimbahwa Indonesia dan dunia sudah bebas dari ransomware Wanna- Cry. Aplikasi penyusup yang bertujuan memblokir data komputer dan kemu- dian minta tebusan kepada korbannya mulai Jumat (12/5) pekan lalu itu sebe- lumnya sempatmenginfeksi setidaknya 250 ribukomputermilikperorangandan institusi di seluruh dunia. “Boleh dikatakan, hari ini sudah tidak ada isu lagi mengenai WannaCry, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia,” kata Menkominfo di sela Asia Pacific Satellite Communica- tions System International Conference (APSAT) 2017 di Jakarta, Rabu (17/5). Menurut dia, virus yang terpapar melalui jaringan data atau internet pada komputer yang menggunakan sistem operasi Windows 8 dan genarai sebelumnya itu tidak berdampak signifikan di Indonesia. Hal itu lan- taran tangkasnya pencegahan yang dilakukan, yakni dengan memutus hubungan internet dan membuat sali- nan data cadangan ( back up ), terutama pada Senin (15/5) lalu. “Nah, banyak yang melakukan itu, masuk kantor cabut kabelnya, matikan Wi-Fi dan LAN, kemudian secepatnya back up data, dan unduh antivirus, jadi langsung terproteksi,” katanya. Rudiantara mengaku, meski masih ada pihak terinfeksi WannaCry yang hingga kini belum bisa membuka data, namun jumlahnya tidaklah besar. Komputer yang terinfeksi WannaCry di Indonesia masih berjumlah pulu- han, berbeda dengan yang terjadi di Eropa atau belahan dunia lain, seperti Inggris atau Rusia dan Tiongkok san- gat banyak. “Kita tahu, Rumah Sakit Dharmais (kena) tapi tidak seluruhnya. Ada juga Samsat di luar Jawa, di Sulawesi, JAKARTA – Industri telekomuni- kasi di Tanah Air diingatkan tidak mempraktikkan perang tarif dengan menjual layanan telekomunikasinya terlalu murah kepada masyarakat. Sebab, hal itu bisa berdampakmemba- hayakan bagi industri telekomunikasi dalam jangka menengah dan panjang. Bahkan, operator di Tanah Air teran- cam bisa mengalami kebangkrutan. Menteri Komunikasi dan Infor- matika (Menkominfo) Rudiantara berpendapat, industri telekomuni- kasi di Tanah Air harus terus tumbuh berkelanjutan ( sustainable) . Artinya, operator idealnya menjual dan men- etapkan tarif layanan telekomunikas- inya yang terjangkau bagi masyarakat. Tetapi di lain sisi, operator tel- ekomunikasi harus mempunyai dana untuk mengembangkan layanan dan menjaga kualitas yang diberikan ke- pada konsumennya. Hal itu bisa dida- patkan dari margin, atau keuntungan. Kalau masyarakat selalu diberi tarif di bawah biaya pokok produksinya, op- erator tidak akan mempu memelihara jaringannya karena merugi dan tidak punya dana untuk investasi. “Operator sebenarnya telekomunikasi itu ingin membuat bisnis, atau charity? Jika terus-menerus banting-bantingan harga, industri telekomunikasi akan rusak. Kalau saya jadi pemegang saham perusahaan telekomunikasi, jika ada manajemen yang mengeluarkan produk Rp 1 per detik, akan saya ganti mereka. Mereka tidak memberikan edukasi ke- pada masyarakat. Masyarakat seharus membayar dengan harga yang sesuai. Jangandibuatnol,ataumendekatinol,”pa- parMenkominfodiJakarta,baru-baruini. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/17

Pembelian Satelit Palapa-N1 Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (tengah) didampingi CEO Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso (keenam kanan), CEO PT Indosat Alexander Rusli (kelima kanan), Komisaris Utama Pasifik Satelit Nusantara Erry Riyana Hardjapamekas (keempat kanan), CEO Pintar Nusantara Sejahtera Adi Widjarnako (ketiga kanan), Presiden Direktur PT PSNS Johanes Indri Priatmodjo (kedua kanan), Founder Universitas Surya Yohanes Surya (kanan), Charge D’affairs of The Chinese Embassy Sun Eide (keempat kiri), Vice President of China Aerospace Science and Technology Corporation Yang Baohua (ketiga kiri) dan President of China Great Wall Industry Corperation Yin Liming (kedua kiri) foto bersama seusai penandatanganan kesepakatan pada acara Asia Pasific Satellite Communications System International Conference (APSAT) 2017 di Jakarta, Rabu (17/5). Penanda- tanganan kesepakatan kerja sama tersebut untuk pembelian satelit Palapa Nusantara 1 (Palapa-N1) dengan produsen satelit terkemuka asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation.

egis untuk melanjutkan komitmen di industri satelit. Melalui kolaborasi ini, kami berharap mampu memecahkan masalah kesenjangan digital yang ada di masyarakat kita, sekaligus memper- cepat penetrasi akses internet ke se- luruh wilayah Indonesia,” terang Adi. Keterjangkauan Lebih jauh, Menkominfo pun men- gapresiasi langkah yang diambil oleh Indosat. Sebab, bisnis satelit sebenarnya penuh risiko, terutama risiko kegagalan dalam peluncuran. Tetapi, dia melihat, apa yang dilakukan merupakan langkah tepat bagi Indo- sat untuk menjembatani kesenjangan akses internet di Indonesia. “Bisnis satelit mulai ramai sekitar dua tahun terkahir ini. Tapi, memang, risikonya tinggi kalaugagal. Pemerintah tidak berpikir dari financial feasible saja, tetapi pemerintah berpikir bangun saja dulu, nanti akan create demand . Dengan demikan, confidence dari stakeholder makin tinggi,” ungkap Rudiantara. Dia juga mengingatkan kepada para pemain bisnis satelit tidak ragu-ragu dalam menginvestasikan dana untuk membangun infrastruktur satelit. Sebab, jika infrastrukturnya sudah tersedia, otomatis demand -nya akan terbuka dengan sendirinya. Apalagi, selama ini, Indonesia kekurangan pasokan satelit. Pasokan satelit pun harus bisa dikejar dua tahun ke depan agar kebutuhan yang besar bisa terpenuhi di Tanah Air. “Bagaimana kita bisa mengkoneksi- kan internet kecepatan tinggi bagi seluruh masyarakat. Dengan cara mengguyur Indonesia dengan in- frastruktur, demand akan tumbuh den- gan sendirinya,” pungkas Rudiantara. “Belum pernah ada sebelumnya. Ini perlu dicontoh oleh pelaku lain di industri ponsel,” kata Wahyu yang ikut meninjau proses pemusnahan perangkat rusak Oppo. Sementara itu, selama 10 ta- hun terakhir, Oppo telah ber- fokus pada pengembangan kam- era smar tphone ,melalui terobosan teknologi dengan inovasi pada fo- tografi mobile . Oppo memulai era swafoto ( selfie ) dengan fitur percantik wajah, danmerupakanmerek pertama yang meluncurkan smartphone den- gan kamera depan 5MP dan 16MP. Oppo juga menjadi merek pertama yang memperkenalkan kamera ber- putar otomatis, fitur Ultra HD, dan teknologi 5x Dual Camera Zoom. Seri Selfie Expert F Series diluncurkan pada 2016 pun mendorong tren selfie pada industri smartphone . Pada 2016, Oppo menempati per- ingkat smartphone nomor empat pen- guasaan pasar ( market share ) secara global, menurut data International Data Corporation (IDC). Sekarang, Oppo diklaim menyediakan pengala- man fotografi smartphone terbaik un- tuk lebih dari 100 juta pelanggan dari kalangan muda di seluruh dunia. (lm)

dari Xichang Satellite Launch Center di Tiongkok. Secara umum, lanjut dia, sebagian besar masyarakat Indonesia hanya mengetahui bahwa Indosat Ooredoo merupakan operator seluler dan tel- ekomunikasi digital. Rabu kemarin, pihaknya menegaskan dan meny- ampaikan kembali salah satu profil bisnis penting, yakni sebagai penyedia layanan satelit di Indonesia. “Hal ini menggarisbawahi komit- men kami kepada para pelanggan, terutama pelanggan bisnis, keberlan- jutan layanan dan kerja sama jangka panjang dengan mereka,” tambah dia. Sementara itu, CEO PSN Adi Rah- man Adiwoso mengungkapkan, terpil- ihnya CGWIC sebagai perakit satelit Palapa N-1 telah melewati proses tender yang ketat. CGWIC dipilih karena memiliki pengalaman yang telah teruji. “CGWIC memiliki reputasi yang bagus. Mereka memiliki teknologi yang bisa diandalkan dalam perakitan satelit. Sedangkan Long March yang merupakan perusahaan peluncur juga memiliki reputasi yang bagus. Long march itu 60 kali launch gak pernah failure . Jadi, kami yakin peluncuran satelit akan berhasil dan berjalan normal,” ungkap Adi. Adi menambahkan, menjadi sebuah kehormatan bagi PSN untuk dapat bekerja bersama dengan Indosat Oore- doo dalam membentuk perusahaan joint venture yang bernama PSNS. Perusahaan patungan tersebut yang akan melakukan pengadaan dan men- goperasikan satelit Palapa-N1, sebagai pengganti satelit Palapa-D. “PSN selalu membangun kerja sama yang erat dengan mitra strat- Oppo Indonesia,” ujar Media Engage- ment Oppo Aryo Meidianto A, dalam keterangannya, Rabu (17/5). Menurut dia, proses pemusnahan dimulai dengan pemisahan antara unit dan aksesoris dengan kemasan- nya. Unit dan aksesori digilas, serta selanjutnya diletakkan ke dalam se- buah wadah berisi konsentrat garam selama tiga hari, atau lebih dengan tujuan menghilangkan aliran listrik yang terkandung di dalamnya. Langkah terakhir adalah dengan meletakkan unit tersebut di stabiliza- tion pit yang akhirnya menjadi limbah untuk ditangani oleh PPLI. “Oppo Indonesia sebagai perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkun- gan juga memastikan bahwa proses pemusnahan ini dilakukan dengan cara yang tepat dan aman sesuai den- gan prosedur yang telah ditetapkan pihak berwenang,” tambah Aryo. Direktur Pengawasan Barang Ber- edar dan Jasa Kementerian Perdagan- gan, Wahyu Hidayat, pun menyambut baik upaya Oppo memusnahkan lim- bah berupa perangkat rusak. Menurut dia, Oppo adalah pabrikan smartphone pertama di Indonesia yangmenempuh langkah tersebut.

Oleh Emanuel Kure

JAKARTA -- Operator telekomunikasi Indosat Ooredoo akan meluncurkan satelit Palapa N-1 pada 2020. Satelit dengan investasi senilai US$ 200 juta tersebut akan diposisikan sebagai pengganti dan generasi penerus dari satelit Palapa-D pada slot orbit 113 derajat Bujur Timur.

Penandatanganan Kerja sama Antara Indosat Ooredoo dan CGWIC di Ja- karta, Rabu (17/5). Menurut dia, dana investasi yang digelontorkan hingga peluncuran satelit tersebut mencapai sekitar US$ 200 juta. Satelit akan mengoptimalkan sumber daya spektrum yang ada un- tuk menyediakan layanan penyiaran ( broadcast ) dan pita lebar internet ( broadband ) ke seluruh wilayah Indo- nesia. Teknologi yang digunakan juga terbaru dalam industri satelit, yakni High Throughput Satellite (HTS). “Dari sisi investasi sekitar US$ 200 juta. Satelit ini akanmemiliki kapasitas 12 Gbps. Memang dari sisi kontribusi dari bisnis satelit hanya sekitar 1% dari total pendapatan kami, tetapi dari sudut kelengkapan yang kami berikan kepada B2B customer memang sangat penting,” ujarnya. Alex menjelaksan, CGWIC akan mengerjakan danmengorbitkan satelit untuk mendukung proyek strategis. Satelit tersebut akan dikembangkan dengan menggunakan Chinese DFH 4 Bus yang sudah teruji dan akan diluncurkan dengan Long March 3B JAKARTA – Vendor teknologi asal Tiongkok, Oppo Indonesia telah me- musnahkan 23.000 perangkat ponsel pintar ( smartphone ) dengan kualitas di bawah standar yang tera- kumulasi selama tahun 2013-2016. Hal itu dilakukan di fasilitas PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Total ada 11 model smar tphone Oppo yang dimusnahkan kemarin, antara lain A11W, R821, R5, Find 7, Find 7e, hingga yang paling baru F1 Plus. Jumlah 23.000 itu pun sebe- narnya kurang dari 1% total produksi smartphone Oppo dalam kurun waktu empat tahun antara 2013 hingga 2016. Perangkat yang dimusnahkan meli- puti unit, kemasan, dan aksesoris yang mengalami kerusakan saat penyim- panan. atau yang sudah tidak bisa diper- baiki di pusat layanan ( service center) . Oppo Indonesia selalu berkomitmen terhadap kualitas produk-produknya. “Kami hanya akan mempersembah- kan produk yang telah melalui proses jaminan kualitas yang ketat kepada konsumen, bukan produk rekondisi. Tindakan ini kami lakukan untuk menjaga dan meningkatkan kepuasan konsumen terhadap produk-produk

Karena itu, Indosat menggandeng PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) un- tukmembentuk perusahaan patungan ( joint venture ) yang diberi nama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS). Perusahaan patungan tersebut yang menandatangani kerja sama peme- belian satelit kepada produsen satelit terkemuka asal Tiongkok, China Great Wall Industr y Corporation (CGWIC). Penandatanganan disak- sikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Mekominfo) Rudiantara. Alexander Rusli, president director and CEO Indosat Ooredoo, mengata- kan, satelit Palapa N-1 akan menjadi keempat yang berada di slot tersebut. Nantinya, ada C1, C2, Palapa D, dan N1. Satelit Palapa N-1 akan memiliki ekosistem terbesar di Indonesia karena memiliki 25 juta base yang pointing terhadap satelit yang berada di 113 derajat Bujur Timur. “Kami bekerja sama dengan PSN untuk meluncurkan satelit ini yang intinya mencari skala karena banyak sekali resources, sehingga operation satelit bisa di- share ,” kata Alex, pang- gilan akrab Alexander, saat acara

ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc/17.

Kerjasama Kalcare Dan Go-Mart Presiden Direktur PT Cakra Radha Mustika (A subsidiary of Kalbe Group) Andreas Santoso (kiri), berbincang dengan Head of GO-MART Nadia Tenggara (tengah) dan Manager KALCare Antonius Tjhang (kanan), usai peresmian kerjasama PT Cakra Radha Mustika dengan GO-MART, di KALCare Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/5). Kerjasama tersebut ditujukan untuk mempermudah pelanggan dalam memesan produk-produk nutrisi melalui layanan GO-MART dengan kemudahan pembayaran menggunakan GO-PAY yang ada di dalam aplikasi GO-JEK.

Made with FlippingBook HTML5