ID170518

kamis 18 MEI 2017

24

Investor Daily/IST

Undian Bank DKI Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi melakukan penarikan Grandprize usai membuka segel komputer undian disaksikan oleh perwakilan Kementerian Sosial,Notaris serta Kepolisian di Kantor Pusat Bank DKI,Jakarta,Rabu (17/5). Bank DKI konsisten tingkatkan layanan ,kembali menyelenggarakan penarikan undian program Hajatan periode kedua Januari-Maret 2017,dengan hadiah berupa Grandprize 1 All New Toyota fortuner,1 All New Toyota Innova,5 All New Avanza,16 Yamaha Mio dan 212 keping emas seberat 2 gram.Program Hajatan ditujukan khusus nasabah Tabungan Monas,Tabungan Monas Bisnis,Tabungan Simpeda Bank DKI dan Tabungan iB Simpeda.

kendaraan bermotor, namun belum masif, KPR juga belum dalam bentuk program. Tahun ini akan lebih dikem- bangkan dengan produk kartu kredit dan nantinya kredit tanpa agunan (KTA) serta program KPR,” jelas dia. Sebelumnya, sampai akhir 2016, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 820,19 miliar, naik 25,73% secara year on year (yoy). Perolehan laba bersih tersebut berasal dari pendapatan bunga yang mencapai Rp 2,42 triliun. Dari sisi kredit, pada akhir 2016 tercatat sebesar Rp 47,19 triliun, naik 37,84% (yoy). Sementara DPK tercatat sebesar Rp 51,64 triliun, naik 25,32% (yoy). DPK tersebut mengkontribusi aset yang mencapai Rp 60,84 triliun, naik 29% (yoy). Dari segi modal, Bank Mayapada masuk kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dengan modal mencapai Rp 7,05 triliun pada akhir 2016. Namun, status tersebut belum disahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sambil menunggu pergerakan modal dalam enam bulan ke depan. Pada kesempatan itu, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BankMayapada menyetujui penggun- aan laba bersih sebesar Rp 20 miliar atau 2,44% dari laba bersih untuk ca- dangan umum. Sementara itu, sekitar 24% dari laba bersih atau Rp 196,77 miliar dibagikan dalambentuk dividen dan Rp 603,41 miliar sebagai laba dita- han untuk memperkuat permodalan.

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – PT Bank Mayapada International Tbk berencana menerbitkan subdebt senilai Rp 1 triliun dan rights issue senilai Rp 1 triliun pada semester kedua mendatang. Penerbitan kedua instrumen tersebut untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Rp 7,3 triliun atau tumbuh 5% secara tahunan atau year on year (yoy). Dengan komposisi 55% berasal dari sepeda motor baru dan bekas, pem- biayaan mobil baru dan bekas sekitar 42%, dan sisanya 3% untuk pembiayaan barang-barang elektronik. Tahun ini, pihaknya menargetkan pembiayaan dapat tumbuh antara 5-10% atau sebesar Rp 34 triliun dibandingkan dengan pencapaian pembiayaan baru tahun 2016 sebesar Rp 30,9 triliun. “Pembiayaan baru per Maret Rp 7,3 triliun, masih dominan sepeda motor baru dan bekas 55%. Tahun ini target pembiayaan kami Rp 34 triliun,” lanjut dia. Hingga April, Made mengatakan, penjualan telah mencapai Rp 9,85 triliun atau tumbuh 16% dibandingkan pembiayaan baru periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan komposisi 55% untuk motor baru dan bekas, 42% untuk mobil baru dan bekas, dan 3% untuk barang-barang elektronik. (c02)

gan industri,” kata Willy di Jakarta, Rabu (17/5). Pada kesempatan itu, Direktur Keuangan Adira Finance I Made Dewa Susila memaparkan, dividen yang dibagikan sebesar 50% dari laba bersih tahun buku 2016 atau sekitar Rp 505 per lembar saham. Rasio dividen tersebut sama dengan dividen yang dibagikan tahun lalu. Dia mengatakan, dividen akan dibayarkan pada 16 Juni tahun ini. Sedangkan Rp 10,1 miliar atau 1% dari laba bersih disisihkan sebagai cadangan umum perseroan. Made mengungkapkan, hingga kuartal I-2017, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 328 miliar atau meningkat 14,6% dibandingkan periode sama tahun se- belumnya Rp 286 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh diversifikasi sumber pendanaan perseroan. Hingga kuartal I-2017, Made juga memaparkan, perseroan berhasil mendapat pembiayaan baru sebesar

JAKARTA – Rapat umumpemegang saham taunan (RUPST) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memutuskan Hafid Hadeli sebagai direktur utama menggantikan Willy Suwandi Dharma yang diangkat sebagai komisaris. Perseroan juga sep- akat untuk membagi dividen sebesar Rp 505miliar kepada pemegang saham. Komisaris Adira Finance Willy Suwandi Dharma mengatakan, per- gantian posisi direktur utama tersebut sudah direncanakan sejak lama. Selain itu, dia mengatakan perlu ada regen- erasi untuk mengikuti perubahan industri yang semakin berkembang. Willy juga menambahkan, pihaknya sudah masuk masa pensiun dan akan fokus meluangkan waktu untuk kegi- atan sosial serta keluarga. “Pergantian ini wajar dan sudah disiapkan sejak lama, karena ingin pensiun untuk keluarga dan kegiatan sosial. Memang perlu ada regenerasi di Adira Finance seiring perkemban-

sembilan kali dengan nilai total Rp 3,98 triliun. Sedangkan untuk penerbitan subdebt (obligasi subordinasi) sudah empat kali dengan nilai total Rp 1,25 triliun. Sementara itu, Presiden Direktur BankMayapada Hariyono Tjahjarijadi menjelaskan, adanya modal terse- but juga akan mendukung ekspansi perusahaan tahun ini. Hariyono men- gungkapkan, pada tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 17% dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 19,6%. Berkaitan dengan ekspansi kredit, pihaknya menyasar segmen komer- sial, korporasi, dan UMKM. Namun, tahun ini pihaknya mulai mengem- bangkan bisnis konsumer dengan meluncurkan produk kartu kredit dan kredit pemilikan rumah (KPR). “Produk kredit konsumer kami sebenarnya sudah ada seperti kredit

Direktur Keuangan BankMayapada Hariati Tupang mengungkapkan, pihaknya konsisten untuk terus me- nambah permodalan. Setelah melak- sanakan rights issue pada tahun lalu, tahun ini pihaknya kembali akan melaksanakan rights issue . “Kami melakukan rights issue pada November 2016. Setelah rights issue , rasio kecukupan modal ( capital ad- equacy ratio /CAR) kami naik menjadi 13,34%,” jelas dia di Jakarta, Rabu (17/5). Aksi rights issue dan subdebt tahun ini, menurut Hariati, juga bertujuan untuk meningkatkan CAR perusa- haan. Adapun target CAR setelah rights issue dan subdebt adalah 16%. Berdasarkan data Bank Mayapada, setelah melakukan penawaran umum saham perdana ( initial public offer- ing /IPO) pada 1997, pihaknya sudah melakukan rights issue sebanyak

Made with FlippingBook HTML5