ID190206

rabu 6 februari 2019 2 INTERNATIONAL

Saatnya Berubah Mark Sobel, yang memiliki karir panjang di Departemen Keuangan AS dan mengawasi hubungan dengan IMF, mengatakan sudah waktunya untuk melakukan perubahan dalam kepemimpinan Bank Dunia. Tetapi dia setuju dengan pernyataan Johnson, jika saat ini negara-negara pasar berkembang kurang bersatu dibandingkan selama krisis global, yang dimulai dan sebagian besar dipengaruhi ekonomi negara maju. “Saya pikir itu akan tergantung pada siapa yang dijalankan oleh orang Amerika dan apakah orang itu dipandang memusuhi lembaga itu atau dipandang memiliki resume yang kredibel dan akan mendukung bank. Saya juga berpikir bahwa pada akhirnya institusi lebih baik dilayani oleh orang yang kredibel dalam menjalankan tugas, terlepas dari apa kebangsaan mereka,” kata Sobel ke­ pada AFP . (afp/pya)

Twitter. Sedangkan, Masood Ahmed – yang memiliki karir panjang di Bank Dunia dan IMF – merespons lebih diploma­ tis. Menurut dia, seorang kandidat kontroversial dengan pandangan terk­ enal akan lebih sulit mendapatkan dukungan dari para anggota. Ahmed – yang juga presiden Center for Global Development di Wash­ ington, AS – berkata: “Siapa pun itu, yang penting bahwa ia adalah orang yang dapat menempa konsensus itu dan mendapatkan kepercayaan semua pemegang saham.” Tetapi dia memperingatkan soal kepatuhan yang terus berlanjut pada cengkeraman yang telah berlangsung selama puluhan tahun di kepemimpi­ nan Bank Dunia dan IMF, ketimbang mengandalkan proses “yang benar- benar berdasarkan”, di mana pada akhirnya mengikis legitimasi dan kredibilitas organisasi sedikit lebih jauh lagi.

Keuangan (Menkeu) Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala – yang pernah dicalon­ kan oleh negara-negara Afrika untuk bersaing dengan Kim pada 2012; man­ tan kepala PIMCOMohamed El-Erian – warga Amerika kelahiranMesir; dan mantan CEO PepsiCo Indra Nooyi, warga Amerika kelahiran India. Menurut laporan, David Malpass digadang-gadang sebagai kandidat utama yang dicalonkan oleh AS. Pada­ hal Malpass – yang menjabat sebagai wakil menteri keuangan AS bidang hubungan internasional – kerap mengkritik Bank Dunia secara agresif karena terus-menerus memberikan pinjaman kepada Tiongkok dan nega­ ra-negara yang relatif makmur. Menanggapi pencalonan Malpass, mantan Asisten Menteri Keuangan era pemerintahan George W. Bush, Tony Fratto secara terang-terangan berkata: “DavidMalpass akanmenjadi pilihan yang berbahaya dan beracun bagi presiden Bank Dunia,” via akun

disukai atau tidak memenuhi syarat untuk menyatukan negara-negara berkembang serta Eropa. Demikian disampaikan para pejabat yang meng­ etahui proses itu. Apabila Eropa menentang kandidat yang dicalonkan AS maka mereka akan secara diam-diam menyerahkan kepemimpinan IMF yang jauh lebih penting, begitumasa jabatan Christine Lagarde berakhir. “Saya pikir negara-negara berkem­ bang bersatu, mengatur diri mereka sendiri, sulit dibayangkan. Mungkin enam atau delapan tahun yang lalu mereka menjadi lebih kompak sebagai sebuah blok. Saya tidak berpikir kalau sekarangmereka sangat kompak,” ujar Simon Johnson, mantankepala ekonom IMF, kepada AFP, Selasa (5/2). Kredibilitas Terkikis Ada pun kandidat-kandidat potensial yang sedang dipertimbangkan oleh Trump, termasuk mantan Menteri

Dunia Jim Young Kim – warga Amerika kelahiran Korea Selatan – mendadak mengundurkan diri dari jabatannya, dan berlaku efek­ tif pada 1 Februari, bahkan belum sampai per tengahan lima tahun masa jabatan keduanya. Tetapi, kabar tersebut mendapat tantangan dari negara-negara di pasar berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun tidak ada aturan tertulis, namun negara-negara berkembang menuntut supaya dilaku­ kan proses seleksi yang lebih terbuka dan berbasis prestasi, serta memiliki suara yang lebih besar dalam lembaga- lembaga itu sendiri. Tapi kemungkinan besar mereka tidak dapat membangun kesatuan yang mencukupi untuk menentang kandidat yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump, mengingat Trump tidak akan menyerahkan posisi pent­ ing pada panggung global. Kecuali yang dicalonkan Trump sangat tidak

WASHINGTON – Dewan bank menyampaikanmulai menerima nama- nama kandidat presiden Bank Dunia (World Bank) pada 7 Februari hingga 14Maret, dan dikatakan siapa pun dari 189 anggota dapat mengajukan calon­ nya. Diharapkan presiden Bank Dunia akan terpilih sebelum digelarnya per­ temuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia pada 12-14 April di Washington, Amerika Serikat (AS). Namun, kabar yang beredar luas menyebutkan, ada dugaan kuat kan­ didat yang terpilih sebagai presiden Bank Dunia berasal dari Amerika Serikat. Hal tersebut tidak mengherankan mengingat Bank Dunia – yang berkan­ tor pusat di Washington, AS – sudah sejak lama dipimpin oleh warga negara Amerika, sejak didirikan usai Perang Dunia II. Sementara, lembaga sejenis, Dana Moneter Internasional (IMF) se­ lalu dipimpin olehwarga negara Eropa. Sebelumnya, Pr esiden Bank

Investor Daily / Vatican Media / AFP

Oleh Grace Eldora  ABU DHABI – Paus Fransiskus mengadakan misa terbuka bersejarah di Zayed Sports City Stadium, yang terletak di ibukota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, pada Selasa (5/2). Gelaran misa yang dihadiri oleh sekitar 170.000 umat Katolik tersebut juga sekaligus menutup lawatan kepausan pertama ke salah satu negara di kawasan Teluk – yang menjadi tempat lahirnya agama Islam.

Sejauh ini, belum ada tanggal maupun lokasi yang ditetapkan untuk rencana pertemuan tersebut. Perpanjangan gencatan perang dagang juga berpotensi dilakukan, lantaran pertemuan pekan lalu di Washington, AS, belummenunjukkan kemajuan berarti pada poin-poin atau isu yang krusial. Ini termasuk isu terbesar tercapai atau tidaknya kesepa­ katan masalah perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual (haki). Di luar masalah tersebut, Tiong­ kok berkomitmen terus membuka pasarnya terhadap perusahaan-pe­ rusahaan asing. Perusahaan besar jasa finansial asing juga terus dapat membuka bisnisnya di Tiongkok. Co-president JPMorgan Daniel Pinto mengatakan, pihaknya akan membuka cabang bank investasi di Tiongkok tahun ini. JPMorgan juga akan mengakuisisi lebih banyak saham di sebuah perusahaan mana­ jemen kekayaan asal Tiongkok, yang sudah menjadi mitra bisnisnya selama beberapa tahun terakhir. Butuh Perubahan Tiongkok Analis The Economist Intelligence Unit untuk Tiongkok dan Asia Nick Marro mengatakan, sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bahwa pem­ bicaraan yang terakhir tidak meng­ pukul 10.30 waktu setempat, dan disiarkan langsung di televisi Emirati. Pemerintah Uni Emirat Arab men­ gundang Paus untuk berkunjung sebagai bagian dari Tahun Toleransi 2019 yang diurus oleh kementerian tersendiri. Menteri Toleransi Sheikh Nahyan bin Mubarak menyambut kerumunan di stadion. Sebelumnya, Paus menyerukan diakhirinya perang di Timur Tengah yang bergejolak termasuk di Yaman dan Suriah, dalam sebuah pertemuan dengan seorang syekh dan rabi tinggi di Uni Emirat Arab. Pada pertemuan antar pemuka agama tersebut ia mengatakan bahwa semua pemimpin agama memiliki kewajiban untuk me­ nolak setiap nuansa persetujuan dari kata perang. “Saya sedang memikirkan khususn­ ya Yaman, Suriah, Irak dan Libya,” kata Paus, pada Senin (4/2). Yaman sendiri merupakan negara yang sedang berada dalam cengkera­ man perang, dan dipandang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia yang disebabkan oleh inter­ vensi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan sekutu mereka dalam perang saudara antara pemerintah dan pemberontak Muslim Syiah. Kendati Paus tidak secara ter­ buka membahas politik, namun ia menyerukan pengakuan penuh atas hak-hak manusia di seluruh wilayah Timur Tengah dan memberi referensi potensial bagi minoritas umat Kristen, termasuk komunitas Syiah di Arab Saudi, pengungsi, imigran, dan orang- orang tanpa kewarganegaraan. “Saya menantikan masyarakat di mana orang-orang dari kepercayaan berbeda memiliki hak kewargane­ garaan yang sama dan hanya dalam kasus kekerasan hak tersebut diha­ pus,” lanjutnya kemudian. Pada pertemuan mereka di awal pekan ini, Paus Fransiskus, dan Imam Al-Azhar dari Kairo Syekh Ahmed al-Tayeb, menandatangani dokumen tentang persaudaraan manusia untuk perdamaian dunia. Penandatanganan tersebut disam­ but baik oleh Vatikan sebagai langkah maju dalam dialog antara umat Kris­ ten dan Muslim. Penandatanganan itu juga menyer ukan kebebasan berkeyakinan, promosi budaya toler­ ansi, perlindungan tempat ibadah, dan hak kewarganegaraan penuh untuk minoritas. (afp)

Sementara itu, dalam wawancara dengan CBS Minggu (3/2) waktu setempat, Presiden AS Donald Trump kembali menyuarakan opti­ misme terhadap prospek tercapainya kesepakatan dengan T iongkok untuk mengakhiri perang dagang. “Sepertinya kami bergerak sangat baik untuk mencapai kesepakatan dengan Tiongkok. Saya belum tahu, tapi peluangnya sangat bagus. Jika kesepakatan itu tercapai, akan jadi kesepakatan yang nyata, bukan un­ tuk sementara,” ujar Trump. Kedua negara itu menetapkan nego­ siasi hingga batas waktu 1 Maret 2019 agar tidak jatuh ke pengenaan bea ma­ suk tinggi oleh AS atas US$ 200 miliar ekspor Tiongkok. Gencatan perang dagang 90 hari itu akan berakhir pada 2 Maret 2019 dan pada tanggal itu, Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer diberi kewenangan untuk menaikkan bea impor atas barang- barang Tiongkok, jika pembicaraan lanjutan bulan ini tidak menghasilkan kesepakatan. Peluang Diperpanjang Namun demikian, Trump dan Pre­ siden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Asia dalam empat pekan ke depan, sehingga masa gencatan tersebut kemungkinan diperpanjang. dan India, di mana kedua negara itu sebagai pemasok tenaga kerja migran terbesar ke UEA. Tercatat, sekitar satu juta umat Katolik yang tinggal di negara itu, atau sekitar satu dari 10 penduduk Uni Emirat Arab. Warga negara Asia mendominasi 65% dari populasi dan menjadi bagian yang sangat penting untuk semua sek­ tor di negara Teluk yang kaya minyak, mulai dari sektor konstruksi hingga layanan dan hotel. Paus Fransis, yang kelahiran Italia dan dibesarkan di Argentina itu sangat memberikan perhatian khusus kepada para imigran dan pengungsi selama masa kepausannya. 135 Ribu Tiket Sementara itu di dalam stadion, sebanyak 50.000 umat Katolik yang memiliki tiket berkumpul dan men­ dukung Paus di dalammisa. Salah satu kelompok kecil terlihat mengangkat poster berwarna merah muda ber­ tuliskan “Kami, Umat Katolik Yaman Mencintaimu”. Selain itu, sekitar 120.000 orang lainnya berkumpul di luar stadion dan menyaksikan misa melalui layar besar. Paroki-paroki di seluruh Uni Emirat Arab mengatakan, sebanyak 135.000 tiket untuk mengikuti misa yang dipimpin Paus Fransiskus pun habis dibagikan kepada umat paroki. Se­ dangkan 4.000 tiket telah diberikan kepada umat Islam yang ingin meng­ hadiri misa. Demikian pernyataan yang disampaikan dari gereja-gereja setempat. Paduan suara yang menyanyikan lagu-lagu pujian dilantukan ketika Paus dan para pendeta dari berbagai negara memulai kebaktian sekitar

Para investor gembira dengan lapor­ an ketenagakerjaan AS akhir pekan lalu, di tengah tidak banyaknya katalis yang dapat menggerakkan pasar saham global pekan ini dan periode perdagangan yang pendek karena libur Imlek di sejumlah bursa Asia. “Ada sentimen positif ekspektasi bahwa The Federal Reser ve (The Fed) tidak akan buru-buru menaik­ kan lagi suku bunga acuan AS dan optimisme bahwa AS-Tiongkok pada akhirnya akan mencapai kesepakatan perdagangan. Penundaan oleh The Fed untuk menaikkan suku bunga dan ekspektasi adanya kemajuan dari pembicaraan perdagangan AS-Tiong­ kok akan terus menjadi penyokong saham,” ujar Tsuyoshi Nomaguchi, analis Daiwa Securities kepada AFP di Tokyo, Senin lalu. Manajer por tofolio Templeton Global Equities Peter Wilmshurst di Melbourne, Australia, berpendapat bahwa 2019 dapat menjadi tahun pemulihan saham. Jika pertumbuhan ekonomi bergerak stabil, kata dia sebagaimana dilansir Bloomberg TV Senin lalu, orang-orang akan lebih yakin terhadap proyeksi perolehan laba perusahaan. Paus yang datang ke stadion dengan menaiki kendaraan terbuka itu terlihat melambaikan tangannya kepada keru­ munan orang yang menyambutnya dengan antusias. Banyak dari kerumu­ nan itumembawa spanduk kuning dan bendera nasional Vatikan. Setelah turun dari kendaraan, Paus berjalan menuju altar yang dihiasi dengan salib besar, yang digunakan untuk menggelar misa terbuka yang belum terjadi sebelumnya. Pelaksanaan misa terbuka tersebut merupakan penutup dari lawatan bersejarahnya selama tiga hari untuk menjangkau masyarakat Muslim. Dalam pernyataan yang disampai­ kan di hadapan publik di Abu Dhabi, Paus melontarkan seruan untuk men­ gakhiri perang di Timur Tengah dan melindungi hak semua warga negara. Dalam khotbahnya, dia juga menying­ gung keberadaan puluhan ribu pekerja migran yang tinggal di UEA. “Tentu saja tidak mudah bagi Anda untuk tinggal jauh dari rumah, kekurangan kasih sayang orang yang Anda cintai, dan mungkin juga mera­ sakan ketidakpastian tentang masa depan. Tetapi Tuhan setia dan tidak meninggalkan hambanya,” ujar Paus. Uni Emirat Arab yang berbatasan dengan Arab Saudi merupakan tempat kelahiran Islam, tetapi tidak seperti negara tetangganya yang lebih besar, yang melarang keberadaan tempat ibadah bagi umat non-Muslim. Pemer­ intahan Abu Dhabi mengizinkan umat Kristenmenjalankan ibadahnya secara diam-diam, mengingat sebagian besar tenaga kerja migran menganut agama non-Muslim. Lawatan Paus Fransis disambut hangat oleh umat Katolik Filipina  Sambungan dari hal 1

Paus Fransiskus bertemu Putra Mahkota Dubai Paus Fransiskus (kiri) berjabat tangan dengan putra mahkota Pangeran Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan (kanan) sebelum naik ke pesawatnya pada Selasa (5/2).

hal yang dapat diselesaikan,” tutur Lu Xiang, pakar hubungan AS-Tiongkok dari Chinese Academy of Social Sci­ ences kepada South China Morning Post , akhir pekan lalu. Larry Kudlow, ketua Penasihat Se­ nior Nasional Gedung Putih mengun­ gkapkan, suasana cair sudah terjadi dalam perundingan di Washington. Meski masih lumayan jauh untuk merampungkan kesepakatan karena masih banyak yang harus dikerjakan, pihaknya sudah bisa memajukan hal- hal spesifik yang sebelumnya tidak mau dibahas oleh pihak Tiongkok. Trump juga sudah dua kali me­ nyebut AS sedang mengerjakan sebuah kesepakatan besar dengan Tiongkok. Perusahaan-perusahaan multinasional AS juga mengusulkan perjanjian perdagangan bilateral, meski tampaknya kedua pemerin­ tah tidak mempertimbangkan hal tersebut. Menurut Wei Jianguo, mantan wakil menteri perdagangan Tiongkok dan sekarang peneliti di China Centre for International Economic Exchanges, Trump dan Xi dapat mencapai kesepa­ katan yang sangat positif. “Setidaknya untuk memperpanjang gencatan. Kesepakatan ini dapat dipandang sebagai jalan keluar dari perselisihan selama setahun lebih. Seharusnya, kesepakatan itu dapat melebihi eks­ pektasi,” kata dia kepada South China Morning Post , akhir pekan lalu. (afp/ sumber-sumber lain) Menurut laporan, komisi kera­ jaan akan mengeluarkan beberapa rekomendasi, salah satunya adalah melakukan perubahan legislatif dan peraturan besar-besaran, menindak tegas paket gaji besar yang diterima direksi bank, hingga tuntutan pidana terhadap eksekutif senior. (afp/eld) peraturan lebih ketat dan penghapu­ san komisi, jika rekomendasi tersebut diadopsi – sebagai pihak pecundang besar, ditambah lagi dengan anjloknya harga saham di perusahaan-perusa­ haan yang listing, pada Selasa. Terlepas rasa optimistis investor, masih terlihat ada awan gelap yang menggantung di masa depan chair- man NAB Ken Henr y dan CEO Andrew Thorburn – yang terpaksa membatalkan cuti panjang tahunan pada Selasa, untuk kembali bekerja. Analis perbankan veteran Brian Johnson dari CLSA mengungkapkan, perubahan di puncak kepemimpinan NAB mungkin saja terjadi. Sebelumnya, sektor perbankan Australia kemungkinan akan men­ galami perombakan besar-besaran setelah laporan final penyelidikan atas pelanggaran di industri jasa keuangan tersebut dirilis pada Senin (4/2).

Di banyak segmen teknologi, Tiong­ kok sudah menjadi rival serius perus­ ahaan-perusahaan AS maupun Eropa. Tidak hanya di pasar domestiknya, tapi di seluruh Asia. Drama terkait Huawei di Tiongkok dan Polandia menunjukkan tingginya ketidakper­ cayaan pihak Barat terhadap perusa­ haan-perusahaan teknologi Tiongkok. Lebih Teknis Kalangan analis memperkirakan, jika Lighthizer melaksanakan penai­ kan bea impor barang Tiongkok pada 2 Maret 2019, hal itu dapat menghancurkan perjanjian gencatan perang dagang tersebut. Jika Trump dan Xi tidak jadi bertemu muka bulan ini, ancaman AS menaikkan tarif atas US$ 200 miliar barang Tiongkok, dari 10% menjadi 25%, bakal mulai menimbulkan ketakutan di pasar finansial. Apalagi, bagaimana pun, AS melihat Tiongkok sebagai pesaing strategis, baik dalam kekuatan diplomasi mau­ pun kekuatan ekonomi di seluruh Asia. Ini terutama dengan munculnya banyak perusahaan finansial dan te­ knologi besar dari Tiongkok. “Namun demikian, kedua pihak juga berkemungkinan untuk men­ angguhkan penerapan tarif tinggi dan mengeluarkan janji atas isu-isu lain sebelum 1 Maret mendatang. Kedua pihak dapat mulai melanjutkan ne­ gosiasi atas isu-isu yang lebih teknis. Jika atmosfernya membaik, banyak (NAB), yang mana chairman dan chief executive officer (CEO) - nya dipilih oleh komisaris penyelidik Kenneth Hayne, ikut menguat 3,9%. “Menurut kami, rilis Laporan Akhir Komisi Kerajaan yang diharapkan san­ gatmengecewakan. Rekomendasi akhir jauhdari harapanpasar. Tanpa rekomen­ dasi yang kuat, kami khawatir upaya memastikan perubahan budaya yang berkelanjutan selama bertahun-tahun akan sulit, terutama karenamanajemen dan dewan dirotasi,” ujar analis UBS Jonathan Mott dalam catatan. Sedangkan para analis dari Deuts­ che Bank mengatakan pada Selasa, bahwa terdapat 76 rekomendasi praktir namun mungkin terlalu patuh, di antaranya menutup celah hukum dan meningkatkan perlindungan bagi konsumen, seperti melarang beberapa praktik penjualan yang agresif. Lembaga pemeringkat global, Moody’s menambahkan bahwa min­ imnya seruan laporan komisi untuk melakukan perubahan besar pada struktur perbankan merupakan hal “positif bagi profitabilitas bank”. Akibatnya, para pialang hipotek ( mortgage ) dan lembaga keuangan non-bank lainnya – yang menghadapi

hasilkan kesepakatan antara AS-RRT. “Pasalnya, sejak Desember lalu belum banyak keluar reformasi kebijakan dari Tiongkok. Prasyarat utama bagi tercapainya kesepakatan terletak pada seberapa drastis Tiongkok merefor­ masi lingkungan bisnisnya, bukan pada seberapa besar barang ekspor AS mau dibelinya,” katanya seperti dilansir Forbes . Keluhan utama Trump adalah lebar dan dalamnya defisit perdagangan AS dengan Tiongkok, yang bahkan semakin lebar tahun lalu. Sementara itu, rumor yang berkembang adalah Tiongkok akan meningkatkan impor barang dari AS, tapi orang-orang yang terlibat dalam pembicaraan kedua pihak itu tidak mempercayainya. Pasalnya, sektor swasta Tiongkok harus memperoleh mandat kalau mau membeli barang dari AS. Selain itu, perusahaan-perusahaan non-AS akan mengadu ke Organisasi Perda­ gangan Dunia (WTO) karena merasa diperlakukan tidak adil oleh Tiongkok. Di sisi lain, meski Tiongkok sudah memangkas tarif impor kedelai AS dan meningkatkan impornya, tapi angka­ nya jauh dari kata melonjak. Sementara itu, untuk mencapai tujuannya, Trump mungkin harus mempertahankan kebulatan tekad para anggota kabinetnya. Lighthizer, antara lain, harus memutus rantai pasokan barang AS dari Tiongkok dan menghambat kemajuan Negeri Tirai Bambu itu di sektor teknologi tinggi. Pada penutupan perdagangan di Sydney pada Selasa, indeks saham empat bank besar menguat tajam, di mana Commonwealth Bank naik 4,7%, ANZ melonjak 6,5% dan Westpac melonjak 7,4% Bahkan National Australia Bank SYDNEY – Indeks-indeks saham perbankan besar di Australia men­ galami lonjakan pada Selasa (5/2). Penguatan tersebut didorong oleh kelegaan yang dirasakan oleh para in­ vestor atas hasil penyelidikan nasional. Sebelumnya pemerintah melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran di sektor keuangan yang dapat mengan­ cam keuntungan. Kondisi finansial perbankan Aus­ tralia sendiri berada di bawah tekanan berkelanjutan menjelang publikasi laporan Komisi Kerajaan, yang akan mengungkap merajalelanya perilaku dan perlakuan buruk terhadap para nasabah. Penyelidikan panjang selama satu ta­ hun merujuk pada lebih dari 20 kasus untuk regulator yang kemungkinan berujung pada penuntutan, tapi yang terpenting bagi pasar adalah segera berhentinya rekomendasi peromba­ kan struktur bank.

Made with FlippingBook Annual report