SP160827

Metropolitan

Suara Pembaruan

27

Sabtu-Minggu, 27-28 Agustus 2016

Sekolah Berdinding Kayu yang Telah Melahirkan Banyak Orang Sukses

Penundaan DAU Berdampak pada Tunjangan Tidak hanya Kota Bekasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, juga terkena imbas penundaan pencairan dana alokasi umum (DAU) yang dipang- kas pemerintah pusat hing- ga Rp 212 miliar. Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi, Juhandi, pemerintah daerah bakal ke- hilangan Rp 53 miliar per bu- lan mulai September 2016. "Dampak pemangkasan itu, kami masih menghitung kembali untuk dengan kon- disi yang ada saat ini dan disesuaikan dalam APBD Perubahan," ujar Juhandi, Jumat (26/8). Dia menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk belanja gaji pegawai dan in- frastuktur atau pembangun- an fisik. "Pemerintah daerah tengah berupaya mencari pengganti dana itu," ujarnya. Meski begitu, kata dia, alokasi gaji pegawai akan diupayakan tetap dibayar- kan dan melakukan efisiensi honor kegiatan. "Apabila masih kurang juga, terpaksa tunjangan pegawai dipang- kas," imbuhnya. Alternatif lainnya, sam- bung dia, pemerintah dae- rah akan memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD). "Salah satunya, me- ningkatkan pendapatan pa- jak hotel, apartemen, resto- ran, dan sebagainya," ucap- nya. [160] Bandit Berstatus Pelajar Dibekuk Polisi Subdirektorat Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, menangkap tiga pela- ku pencurian sepeda motor dan satu penadah, di se- jumlah lokasi berbeda di Jakarta Timur. Dua di anta- ranya, berstatus pelajar. Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto mengatakan, keempat pela- ku berinisial R (18), AP (17), HR (20), dan seorang pe- rempuan yang berperan se- bagai penadah M (34). Budi menyampaikan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan terjadi- nya pencurian sepeda mo- tor dengan modus merusak kunci kontak menggunakan kunci letter T, di Kampung Pisangan RT 16 RW 05, Penggilangan, Cakung, Jakarta Timur. "Kami kemudian mela- kukan penyelidikan dan memburu pelaku," ujar Budi, Jumat (26/8). Dikatakan, setelah meng- antongi identitas para pelaku, penyidik melakukan penang- kapan terhadap keempat ter- sangka di beberapa lokasi berbeda di Jakarta Timur, Kamis (25/8). [BAM/W-11]

R iuh riang suara dari ratusan pelajar kelas taman kanak -kanak dan se- kolah dasar yang berkum- pul di sebuah bangunan tua yang luasnya tidak lebih dari 30 meter persegi di pinggiran Jakarta. Sekolah Darurat Kartini (SDK) yang berada tidak jauh dari kolong Tol Lodan Ancol, menjadi secercah harapan bagi anak-anak un- tuk mendapatkan pendidik- an yang layak di tengah ke- terbatasan ekonomi dari orangtuanya yang tinggal di area ilegal. Ada binar di mata para pelajar yang sudah duduk rapi di deretan meja dan kursi yang dibuat meman- jang, mereka sedang me- nunggu kedatangan anggo- ta Jatanras Ditreksrimum Polda Metro Jaya datang untuk memberikan penyu- luhan bahaya kekerasan fi- sik dan seksual serta eks- ploitasi terhadap anak. Adalah si kembar Rossi dan Rian, dua sosok guru yang tidak mengenal lelah untuk mendidik puluhan bahkan hingga ratusan pel- ajar yang bersekolah di SDK Ancol dan SDK Kelapa Gading. "Kita tidak hanya mem- berikan pembelajaran, tapi kami juga ingin memberi- kan harapan lebih baik bagi anak marginal yang ada di sekitar kolong tol Pademangan ini. Meski kondisi keluarga mereka didera kemiskinan, kelak mereka bisa mencapai ke- sejahteraan," ujar Rian, Kamis (25/8) di SDK Ancol. Berpakaian apik dan berwarna sama, Rossi dan Rian mengungkapkan bah- wa mereka tidak saja mengajar seorang diri, teta- pi juga dibantu oleh para guru relawan yang berasal dari profesi guru yang ter- gerak hatinya untuk mem- buka cakrawala pengetahu- an dari anak-anak marginal di kolong tol Ancol itu. "Kalau di Ancol saja murid kami ada sekitar 300 siswa, kebanyakan dari mereka adalah pelajar un- tuk tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah per- tama, kita juga ada sekolah lainnya di Kelapa Gading sekitaran area marginal di Tanah Merah, jumlah mu- ridnya juga 300 orang," ka- ta Rian. Kedua guru wanita kembar ini memiliki tujuan agar kesejahteraan dan ta- raf hidup dari para pelajar tersebut bisa dicapai kelak

foto-foto: SP/Carlos Roy Suasana pelajar Sekolah Darurat Kartini beserta orangtuanya di Kolong Tol Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (25/8).

jika mereka sudah beranjak dewasa. Kondisi bangunan sekolah kayu yang sudah mulai lapuk tidak tidak menyurutkan harapan me- reka untuk mendidik anak -anak di sekolah tersebut. "Kalau sumber dana itu didapat dari relawan dan donatur yang berasal dari berbagai pihak yang peduli dengan anak-anak ini, ter- kadang ada dari kepolisian, ada juga dari sejumlah per- usahaan yang menyalurkan tanggung jawab sosialnya, Alhamdulilah sekolah ini masih bisa terus berjalan," ucap Rossi. Bahkan, katanya, ba- nyak lulusan yang sudah memiliki kehidupan dan kesejahteraan yang jauh le- bih baik. Ada yang menjadi pelaut dan polisi. Mereka meninggalkan masa lalu mereka yang kelam di ba- wah garis kesejahteraan. Sudah ribuan pelajar yang lulus dari SDK. Meski letaknya di utara Ibukota, fasilitas yang ter- dapat di sekolah tersebut sangat sederhana. Gedungnya berdinding ka- yu, jalan setapak dari ta- nah, dan kondisi bangku dan meja sekolah sudah memprihatinkan. Berdiri di tengah Jalan Lodan Raya yang merupa- kan penghubung wilayah Sunda Kelapa Penjaringan, dengan Ancol dan Tanjung Priok, bangunan SDK Ancol tidak terlihat lang- sung dari pinggir jalan la- yaknya sekolah-sekolah megah milik negeri dan swasta. SDK Ancol terimpit ko- long Tol Lodan dan pinggir rel kereta api jurusan Kampung Bandan - Ancol. Di sekeliling sekolah terse- but juga dipenuhi bangun- an liar yang berdiri di ko- long tol. Kebanyakan dari

warga di sana memiliki usaha mengumpulkan ba- rang bekas baik sampah plastik, besi rongsok dan palet. Perhatian Pemerintah Kedua guru kembar ini berharap pemerintah memi- liki perhatian lebih bagi anak-anak marjinal yang ada di lingkungan SDK Ancol. Kebanyakan dari mereka memang pendatang, namun anak-anak mereka berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah ini terdiri dari TK sampai dengan SMP. Mereka disatukan dalam sa- tu ruangan yang berselimut kayu dengan satu kipas yang memutar di tengah-tengah ruangan tersebut. "Aku suka belajar di si- ni, pelajarannya yang aku suka matematika, tambah -tambahan itu yang paling gampang. Yang lainnya bi- asa aja," kata Ifa, salah satu siswa SDK. Suasana kelas saat dite- mui oleh Suara Pembaruan terlihat sangat ramai, mere-

ka antusias dalam belajar. Sekolah ini terdiri dari TK sampai dengan SMP. Mereka disatukan dalam sa- tu ruangan yang berselimut kayu dengan satu kipas yang memutar di atas tengah ru- angan tersebut. "Senang di sini, belajarnya enak," ucap Nisa, siswa lainnya. Tidak hanya anak saja yang antusias, orangtua yang menemani anaknya juga bahagia di sekolah ini. "Seru, kadang ada kegi- atan buat ibu-ibunya yang biasa menemani di sini. Kegiatannya buat mi, bak- so, dibuat lomba sih baru dua minggu yang lalu," ka- ta Ida (35), warga Kampung Bandan, RT 13/ RW 02. Banyak orangtua yang menaruh harapan di seko- lah ini. Mereka memperca- yai guru kembar sebagai panutan anaknya dalam belajar. Nurmalasailah (48), warga Kampung Bandan mengatakan, anak- nya sudah memberikan timpal balik positif walau- pun baru dua minggu ber-

sekolah.

"Iya nih , anaknya sudah lumayan, sudah bisa baca, nulis sedikit-sedikit. Padahal baru dua minggu," tuturnya. SubDitreskrimum Polda Metro Jaya hari ini datang memberikan pemahaman tentang kriminalisasi untuk mengantisipasi anak jalan- an agar tidak menjadi pela- ku atau korban kejahatan. Pendalaman yang di- pimpin oleh Kasubdit IV Jatanras Ditreksrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy Febrianto Kurniawan itu juga dihiasi dengan penyuluhan, pe- nampilan musik angklung dari siswa SDK. Acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini memberikan imbauan agar anak tidak pergi ke jalan yang salah. Acara pun ditutup de- ngan memberikan sembako yang berisi minyak, beras, dan peralatan alat tulis un- tuk anak-anak dan orangtua murid. [SP/Carlos Roy Barus/ Agnes Lumbangaol]

Sejumlah anak Sekolah Darurat Kartini memperhatikan Kasubdit IV Jatanras Ditreksrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy Febrianto Kurniawan yang menuliskan tulisan harapannya bagi ratusan anak sekolah yang bersekolah di lingkungan kolong Tol Ancol Lodan, Jakarta Utara, Kamis (28/8) sore. Ibu guru kembar (kiri dan kedua kiri) juga ikut mengamati.

Made with FlippingBook - Online catalogs