ID171019

kamis 19 OKTOBER 2017

24

keuangan nasional. Melihat pertumbuhan yang tinggi dan semakin baik tersebut, jelas dia, industri jasa keuangan syariah harus dapat memanfaatkan dinamika ekonomi domestik dan mengambil peran yang lebih besar dalam pem- bangunan nasional. Dalam kaitan ini OJK memiliki tiga pilar utama arah pengembangan sektor jasa keuangan syariah di Indonesia, yakni, pilar per- tama adalah Stabil. OJK menjaga stabilitas sistem keuangan termasuk mengatur serta mengawasi implementasi prins- ip-prinsip syariah pada lembaga keuangan syariah, sebagai landasan bagi pembangunan yang berkelan- jutan. Pilar Kedua adalah Kontributif, mendorong Sektor Jasa Keuangan (SJK) Syariah berkontribusi lebih besar dalam mendukung percepatan ekonomi nasional. “Pilar Ketiga ada- lah Inklusif, mendukung upaya pen- ingkatan pemerataan kesejahteraan masyarakat sertamengatasi ketimpan- gan dalam pembangunan nasional,” kata Aulia. (nid)

NPF perseroan masih terjaga dengan baik. Terlihat dari posisi NPF yang berada di bawah industri, yakni sekitar 2%. “NPF kami masih terjaga dengan baik, masih sekitar 2%, di bawah indus- tri yang sekitar 3,95%,” kata dia. Aset Bank Syariah Sementara itu, sektor perbankan syariah setelah mengalami perlam- batan pertumbuhan selama tiga tahun, sejak tahun 2016 hingga Agustus 2017 mulai rebound. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan total aset yang cukup tinggi pada Agustus 2017 sebesar 24,2% (yoy), sehingga share total aset perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional mencapai 5,44%. Aulia menjelaskan, secara nasional industri keuangan syariah Indonesia tumbuh cukup tinggi sebesar 17,48% sampai dengan Agustus 2017 ( year to date /ytd). Dengan demikian, total aset keuangan syariah Indonesia tidak termasuk pasar modal mencapai Rp 1.048 triliun dan market share keuan- gan syariah sebesar 8,01% terhadap

rumah berdampak positif bagi per- tumbuhan perbankan syariah yang berkualitas. Hal tersebut juga terlihat pada per- mintaan pembiayaan pemilikan rumah Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank OCBC NISP Tbk yang meningkat hingga kuartal ketiga tahun ini. Tren pembiayaan pemilikan rumah syariah menjadi potensi besar bagi perseroan ke depan. Kepala Divisi UUS Bank OCBC NISP Koko T Rachmadi mengatakan, por tofolio pembiayaan pemilikan r umah (PPR) sebesar 100% dari total portofolio. Hal tersebut karena pihaknya masih fokus pada bisnis tersebut. “KPR syariah tahun ini bagus sekali, sampai dengan kuartal kedua tahun ini saja sudah tumbuh 15-20%. Untuk kuartal ketiga bisa lebih dari 30% pertumbuhannya, itu karena kami fokus di sana, karena OCBCNISP kan bank yang kuat di KPR, maka kami garap ke sana dengan kolaborasi,” jelas Koko. Sementara itu, dari sisi pembiayaan bermasalah, Koko mengungkapkan,

aan tertinggi secara tahunan terdapat pada sektor konstruksi sebesar 87,96% (yoy). “Secara rinci, pembiayaan perb- ankan syariah pada sektor rumah tangga sebagian besar disalurkan untuk pemilikan rumah tinggal, yaitu sebesar 52,5%. Berdasarkan perkem- bangannya dari tahun ke tahun, terli- hat pertumbuhan yang signifikan pada pembiayaan pemilikan rumah tinggal mencapai 21,69% dibandingkan tahun sebelumnya,” papar Aulia di Jakarta, Rabu (18/10). Dia menjelaskan, kualitas pembiay- aan yang disalurkan untuk pemilikan rumah tinggal juga terjaga dengan baik, terlihat dari kecenderungan non performing financing (NPF) gross yang menurun selama dua tahun terakhir hingga Agustus 2017. Posisi NPF gross untuk pembiayaan pemilikan rumah tinggal di level 2,45%, di bawah NPF gross total pembiayaan perbankan syariah yang sebesar 3,96% per Agus- tus 2017. Pihaknya mengharapkan, pengem- bangan pembiayaan pemilikan

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Agustus tahun ini pembiayaan pemilikan rumah (PPR) tinggal oleh perbankan syariah tumbuh 21,69% secara tahunan ( year on year /yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh permintaan perumahan yang mulai meningkat menjelang akhir tahun ini.

Sedangkan porsi pembiayaan perb- ankan syariah pada sektor perdagan- gan besar dan eceran sekitar 11,6% dari total pembiayaan. Porsi pembiay- aan pada sektor konstruksi sebesar 7,8%, kemudian, porsi sektor industri pengolahan 7,4%. Dari tahun ke tahun, jelas Aulia, per- tumbuhan pembiayaan rumah tangga meningkat tinggi sebesar 32,5% pada Agustus 2017. Pertumbuhan pembiay-

Direktur Penelitian, Pengemban- gan, Pengaturan dan Perizinan Perb- ankan Syariah OJK Aulia Fadly mengatakan, perbankan syariah dikenal memiliki por tofolio baik dalam pembiayaan rumah tangga. Hal tersebut terlihat dari porsi pem- biayaan yang disalurkan ke sektor rumah tangga per Agustus 2017 sebesar 40,6% dari total pembiayaan yang disalurkan.

Investor Daily/ant

Selain memberikan pinjaman baik berupa kredit konstruksi maupun KPA, BTN juga bakal menyediakan aneka produk layanan jasa perbankan lainnya untuk Undip. Di antaranya yakni perluasan pengelolaan kas, pengelolaan pembayaran biaya pen- didikan, gaji kar yawan, jasa pem- bukaan tabungan, pengadaan kartu ATM sebagai kartu identitas, fasilitas Kredit Ringan Batara, dan Program Pengembangan Operasional (PPO), serta jasa perbankan lainnya. “Kami akan memberikan one stop service untuk produk dana dan pem- biayaan sebagai wujud komitmen kami memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ujar dia. Ke depannya, BTN juga akan terus mengeksplorasi berbagai kemitraan dengan perguruan tinggi lainnya dalam rangka mendukung lingkungan pendidikan yang bebas narkoba dan Program Satu Juta Rumah. “Sebagai integrator utama Program Satu Juta Rumah, kami terus berkomitmen menyukseskan program nasional tersebut sehingga masyarakat Indone- sia bisa memiliki hunian yang nyaman dengan mudah,” pungkas Maryono. Sementara itu, dari Januari hingga Agustus 2017, BTNtelahmerealisasikan kredit konstruksi senilai sekitar Rp 9,04 triliun atau naik 18,6% secara tahunan ( year on year /yoy) dari Rp7,62 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Dengan per tumbuhan tersebut, outstanding kredit atau posisi kredit konstruksi per Agustus 2017 bank bersandi BBTN itu mencapai Rp 23,75 triliun. Angka ini mendekati target kredit konstruksi tahun ini yang se- besar sekitar Rp 24 triliun. “Kami optimistis target pertumbuhan tahun ini sebesar kurang lebih 20% dari tahun lalu bisa tercapai, sementara un- tuk tahun depan, kami targetkan angka pertumbuhan yang sama dengan tahun ini karena kebutuhan tempat tinggal masih tinggi,” kata Maryono. (ris

JAKARTA–PTBankTabunganNeg- ara (Persero) Tbk (BTN) menggelar kemitraan dengan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) untuk menghadirkan hampir 2.000 unit hunian di apartemen yang akan dibangun di sekitar kawasan Per- guruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut. Direktur Utama Bank BTN Maryono dalam keterangan tertulisnya yang diter- ima InvestorDaily mengatakan,kemitraan tersebutdigelaruntukmeningkatkanjum- lah hunian di kawasan perguruan tinggi dalam rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan perguruan tinggi yang bebas narkoba. “Kami telah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untukmenghadirkan hunian di sekitar kawasan Perguruan Tinggi yang bebas narkoba. Dengan hadirnya tower hunian di Undip ini, diharap- kan memudahkan tiap individu di sekitar Undip memiliki hunian dan lingkungannya bebas dari narkoba,” jelas Maryono usai Ground Breaking Menara IKA Undip di Semarang, Selasa (17/10). Adapun, kemitraan ini merupakan aksi lanjutan setelah perseroan sukses berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI). Dari kemitraan tersebut, akan ada tiga tower yang mencapai hampir 2.000 unit bertajuk Apartemen Alton Pal- trow yang dibiayai BTN dengan skema kredit konstruksi. Nantinya, salah satu tower akan dikhususkan bagi alumni Undip dan diberi nama Menara IKA Undip. Kemudian, dua tower lainnya akan dijual untukmasyarakat umum. Harga tiap unit hunian di apartemen tersebut berkisar Rp 340 juta hingga Rp 970 juta. Untuk pemilikan apar temen tersebut, BTN juga akan memberikan fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) bagi para alumni Undipmaupun masyarakat umum.

Final Sprint 2017 Sun Life Financal Indonesia Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty (kedua kanan) berpose bersama Chief Agency Officer Wirasto Koesdiantoro (kiri), Chief of Partnership Distribution Danning Wikanti (kedua kiri), dan Chief Agency Officer Syariah Norman Nugraha (kanan) saat acara Final Sprint 2017 yang digelar Sun Life Financal Indonesia di Yogyakarta, Rabu (18/10). Selama 22 tahun berkiprah di bisnis asuransi di Indonesia, kini per September 2017 Sun Life telah memiliki 7.204 agen konvensional dan 2.202 agen syariah yang hadir di 77 Kota di seluruh Indonesia, serta memiliki 112 kantor pemasaran mandiri konvensional, plus 57 kantor pemasaran syariah. Diharapkan seusai Final Sprint pertumbuhan Sun Life dapat lebih besar, dimana total pendapatan premi per kuartal III 2017 Sun Life Rp2.177miliar, atau tumbuh 121 persen dari Rp987 miliar kuartal III 2016. Pendapatan premi baru (first year premium including single) sebesar Rp1.425 miliar. Itu tumbuh 262 persen dari Rp394 miliar pada kuartal III 2016. Semua pendapatan tersebut, 51 persen disumbang dari agent, dan 49 persen dari partnership distribution.

di seluruh Indonesia. “Pembiayaan peralatan medis ini dapat dilakukan melalui skema pembiayaan konven- sional, maupun dengan skema syariah melalui Unit Usaha Syariah MNC Leasing,” ungkap dia. Sementara itu, MNC Leasingmenar- getkan untuk memperkuat organisasi agar menjadi pemimpin pasar di sektor pembiayaan peralatan medis. “Dalam pembiayaan alat kesehatan, kami fokus pada kebutuhan-kebutuhan alat-alat kesehatan pada subkategori obstetric and gynecology, dental , radiology , life support , operating room , laser, skin and beauty ,” tutur Ageng. (th) telah siap untuk dipasarkan,” kata dia. Dia menjelaskan, Finspire diseleng- garakan dalamdua aktivitas, yaitu Finspire startup pitchday yang digelar pada 18 Ok- tober 2017 di rumah Mandiri Inkubator, dan Finspire Summit pada 19 Oktober 2017 di Soehanna Hall, Energy Building Jakarta. Direktur Utama Mandiri Capital Eddi Danusaputro menjelaskan, kegiatan di Fin- spire startup pitchday terdiri atas beberapa rangkaianacara yaituworkshop,mentorship dan seleksi startups . Adapun topik yang dibahas pada workshop tersebut antara lain regulatory clinic , partnership , product development dan growth and marketing . Setelah melalui workshop , peser ta melalui proses mentoring dan penjurian bersama pelaku-pelaku industri fintech baik dari venture capital maupun startup , seperti Mandiri Capital Indonesia, MDI, Skystar, Venturra capital, East ventures dan Convergence. Melalui acara Finspire startup pitchday , juri dan mentor mengu- sulkan enam startup terbaik untuk melak- ukan pitching di finspire summit pada 19 Oktober 2017. (gtr)

caya, yang selalu mendukung industri kesehatan di Indonesia. Chief Marketing Officer MNC Leas- ing Paulus C Janala menambahkan, masih banyak supplier , dokter, klinik, dan rumah sakit yang belum menge- tahui bahwa alat-alat kesehatan dapat dibiayai oleh perusahaan pembiayaan seperti layaknya pembiayaan alat-alat berat dan otomotif lainnya. MNC Leasing, jelas Paulus, terus memperkuat organisasi dengan menyediakan sumber daya yang handal dan fokus pada pembiayaan alat-alat kesehatan di setiap kantor MNC Leasing yang tersebar di 11 kota

dukung pembiayaan peralatan medis di Indonesia. “Sejak tahun 2015, kami selalu berpartisipasi pada acara Hospital Expo ini untuk memberikan solusi pembiayaan peralatan medis bagi para dokter, klinik, dan rumah sakit di seluruh Indonesia,” terang dia dalam siaran pers yang diterima Investor Daily , Rabu (18/10). Dia menjelaskan, MNC Leasing merupakan perusahaan pembiayaan satu-satunya yang turut berpartisipasi pada acara tersebut. Dia menyatakan, perseroan fokus pada tujuan per- usahaan untuk menjadi perusahaan pembiayaan peralatan medis terper-

JAKARTA – PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing) gencar berekspansi di sektor pembiayaan alat kesehatan, karena potensi bisnis di sektor ini terbilang menggiurkan. Untuk mencapai target tersebut, MNC Leasing berpartisipasi pada acara Hospital Expo 2017 dengan membuka stand yang berlokasi di Hall B nomror 43, Jakarta Convention Center. Direktur Utama MNC Leasing Ageng Purwanto mengatakan, parti- sipasi pada Hospital Expo 2017 ini merupakan bentuk nyata atas ko- mitmen MNC Leasing untuk men-

Investor Daily/ant

share sekitar 5-10%, nilainya sekitar US$ 1-2 juta,” kata dia. Sedangkan modal yang dimiliki oleh MCI sampai September 2017 mencapai Rp 550 miliar. Sebanyak Rp 200 miliar dari dana tersebut merupakan kucuran dari Bank Mandiri pada tahun ini. “Dengan modal yang dimiliki kami berkomitmen untuk mengucurkan investasi untuk 2-3 perusahaan rintisan baru,” ucap dia. Sementara itu, untuk menjaring ban- yak talenta muda dan mengembangkan industri kreatif di tanah air, MCI kembali menggelar kompetisi bagi para pelaku usaha rintisan di bidang teknologi fin- ansial ( fintech ) bertajuk Finspire. Menurut SVP Bank Mandiri Rahmat Broto Triaji, dalam kompetisi tahunan yang berlangsung pada 18 -19 Oktober 2017 tersebut, sebanyak 71 star tup dari dalam dan luar negeri akan memp- resentasikan produk-produk terkait fintech untuk meningkatkan kemudahan dan efisiensi transaksi keuangan. “Melalui penyelenggaraan kompetisi bisnis bagi perusahaan startup fintech ini, kami ingin mendapatkan deal flow berkualitas yang

JAKARTA – PT Mandiri Capital In- donesia belum berminat berinvestasi di perusahaan e-commerce . Pasalnya, hal tersebut sulit untuk disinergikan dengan MCI ataupun Mandiri secara grup yang bergerak di sektor keuangan. Direktur Keuangan MCI Hira Lak- samana menjelaskan, secara peraturan, MCI diperbolehkan untuk berinvestasi di perusahaan e-commerce . Namun, pihaknya lebih memilih berinvestasi di tiga sektor utama yang berhubungan dengan keuan- gan. “Lebih mudah untuk disinergikan,” kata dia di Jakarta, Rabu (18/10). Sejauh ini, MCI melakukan investasi untuk usaha perintis yang bergerak di bidang sistem pembayaran, pembiayaan ( peer to peer lending ), dan SME sollution . “Kami fokus di segmen tersebut sampai tahun 2018,” kata dia. Per usahaan rintisan yang sudah mendapatkan investasi tersebut berjumlah tujuh perusahaan. Dari ketujuh perusa- haan tersebut, MCI sudah mengucurkan dana sekitar US$ 14 juta atau mencapai US$ 1-2 juta per perusahaan rintisan. “Setiap perusahaan rintisan kami punya

FWD Olympic 2017 Wakil Direktur FWD Life, Rudi Kamdani (ketiga kiri), menyaksikan para mahasiswa President University bermain board game pada FWD Olympic 2017, di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (18/10). FWD Life mengadakan FWD Olympic 2017 yang diikuti mahasiswa dari tiga perguruan tinggi, President University, Trisakti dan London School of Public Relations, agar para mahasiswa mengetahui dan memahami lebih jauh mengenai pengelolaan dan industri keuangan, termasuk cara mempersiapkan investasi yang tepat, perlidungan asuransi bahkan persiapan pensiun.

Made with FlippingBook Online newsletter