ID200708-P

7 >>

22 >>

15 >>

INFRASTRUCTURE

LIFESTYLE

MARKETS & CORPORATE

RABU 8 JULI 2020

BNI terdaftar dan diawasi oleh I BNI merupakan peserta penjaminan I www.bni.co.id

BERITA INDEPENDEN DI LAYAR ANDA

GRATIS 1 BULAN VERSI DIGITAL

SCAN DISINI

MACRO ECONOMICS

Kredit Modal Kerja UMKM Rp 80 Triliun Ditargetkan Tersalur hingga Akhir Tahun Pemerintah resmi meluncurkan pen- jaminan kredit modal kerja (KMK) bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp 5

Airlangga Hartarto Shinta Kamdani

Danang Giriwardana

Oleh Sanya Dinda dan Arnoldus Kristianus

JAKARTA-Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini tetap positif. Agar perekonomian tidak mengalami kontraksi, pe- merintah akan menggenjot pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), terutama proyek-proyek infrastruktur, pada kuartal III dan IV.

ekonomi nasional pada kuartal II bakal terkontraksi. “Namun yang paling penting, pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV bisa naik signifikan, sehingga ekonomi 2020 secara keseluruhan menjadi positif,” ujar dia. Airlangga menjelaskan, pada kuartal III-2020, ada beberapa pos yang bisa didorong pemerintah, salah satunya belanja kementerian/ lembaga (K/L).

dalam program Special Dialogue di Beritasatu TV , Selasa (7/7) malam. Program berlabel Geliat Ekonomi di New Normal yang ditayangkan secara live itu dipandu Direktur Pemberitaan BeritasatuMedia Hold- ings (BSMH), Primus Dorimulu. Dorong Belanja Menurut Airlangga Har tar to, pemerintah terus mendorong sektor belanja untukmendongkrak pereko- nomian domestik selama pandemi corona. Dia mengakui, akibat PSBB dan pembatasan jarak fisik ( physical distancing ) yang dijalankan dalam tiga bulan terakhir, pertumbuhan

pensasi kinerja per tumbuhan ekonomi kuar tal I dan II. Pada kuartal I-2020, PDB hanya tumbuh 2,97%, sedangkan PDB kuartal II diperkirakan minus 3,8%. Optimisme pemerintah juga didukung relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah, meningkat- nya penyerapan stimulus fiskal, serta kian efektifnya penanganan Covid-19. Di sisi lain, pemerintah akan mengupayakan penyerapan belanja barang dan belanja modal di kementerian/lembaga (K/L) lebih berkualitas. Hal itu diungkapkan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

triliun melalui PT Jamkrindo (Persero) dan PT Askrindo (Persero).

>> 12

MONEY & BANKING

senilai US$ 125 miliar dalam lima tahun ke depan. Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah yakin pertumbuhan produk domestik br uto (PDB) pada kuartal III dan IV setidaknya mencapai 5,40% untuk setiap kuartal. Tingginya pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV akan mengom-

Selain itu, pemerintah akan men- dorong sektor-sektor pengungkit yang selama pandemi corona tetap tumbuh, seperti industri makanan minuman (mamin), alat pelindung diri (APD), dan logistik. Pemerintah juga akan memacu sektor potensial lainnya, seperti sektor ekonomi digital, yang memiliki potensi pasar

Himbara Telah Salurkan Kredit Rp 11 Triliun Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan Himpunan Bank

Bersambung ke hal 2

Milik Negara (Himbara) telah menyalurkan kredit sebesar Rp 11 triliun sampai 6 Juli 2020.

>> 24

penyelamatan Jiwasraya beserta dana nasabah kini mulai mende- sak. Sebab seiring berjalannya waktu, kondisi keuangan Jiwasraya semakin parah. Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen un- tuk menyelamatkan dana nasabah dengan berbagai opsi yang tengah ditempuh.

Oleh Prisma Ardianto

JAKARTA - Restrukturisasi polis menjadi opsi jangka panjang dalam upaya pemerintah menyelamatkan dana para nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Skenario ini mulai ditawarkan kepada nasabah pada Agustus 2020. Polis akan dipindahkan ke perusahaan baru bernama Nusantara Life. Setelah semua polis berpindah, Jiwasraya nantinya ditutup. Wakil Menteri Badan Usaha

Kartika Wirjoatmodjo

Hexana Tri Sasongko

Bersambung ke hal 12

Milik Negara (BUMN) Kar tika Wirjoatmodjo menyampaikan,

JAKARTA – Kementerian Keuang­ an (Kemenkeu) RI telah merilis PMK Nomor 71/2020 mengenai tata cara penjaminan untuk UMKM dalam rangka pelaksanaan program Pe­ mulihan Ekonomi Nasional (PEN). Menindaklanjuti beleid tersebut, Bank BRI melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Askrindo dan Jamkrindo sebagai lembaga penjamin yang ditunjuk oleh Kemenkeu RI untuk menjamin kredit modal kerja yang diberikan kepada pelaku UMKM terdampak Covid19, pada Selasa (6/7), di Jakarta. “Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari mandat pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekono­ mi dengan menggerakkan kembali UMKM yang terkena dampak pande­ mik sehingga debitur UMKMbisa ber­ tahan atau kembali beraktifitas. Selain itu, melalui mekanisme penjaminan ini Perseroan juga semakin optimis untuk

dapat menyalurkan pembiayaan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ungkap Sunarso, Direktur Utama Bank BRI yang menghadiri acara penandatanganan tersebut. Dalam melaksanakan penjaminan tersebut, terdapat beberapa kriteria bagi UMKM selaku terjamin, antara lain pelaku UMKM baik perseorang­ an, koperasi maupun badan usaha dengan plafon maksimal Rp 10 miliar dengan tenor pinjaman maksimal 3 tahun. Selain itu, debitur mempunyai kolektibilitas Performing Loan per 29 Feb 2020 dan tidak termasuk dalam Daftar Hitam Nasional (DHN). Sunarso menambahkan, dalam per­ janjian penjaminan ini Askrindo atau Jamkrindo akan menjamin pinjaman program PEN yang direalisasikan dan Pemerintah menanggung Imbal Jasa Penjaminan (IJP) yang dibayarkan kepada kedua lembaga penjamin di­ maksud. “Bank BRI sebagai penyalur

kredit akan selalu tetap menerapkan asas prudential banking serta berpe­ doman pada syarat dan ketentuan atas penjaminan tersebut,” tambah Sunarso. Dalam kesempatan sebelumnya, MenkoBidangKemaritiman dan Inves­ tasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta para pihak untuk melakukan percepat­ an implementasi kebijakan Pemerintah untukmenangani dampak virusCorona terhadap perekonomian, salah satunya yaitu programpenjaminanmodal kerja kepada UMKM terdampak. Terkait hal itu, BRI sebagai Bank Pelaksana yang memiliki portofolio UMKM terbesar di Indonesia sangat mendukung program penjaminan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan langkah Perseroan yang telah memapping penyaluran kredit kepada sektorsektor usaha yang terdampak agar para pelaku UMKM tersebut dapat bangkit membangun usahanya kembali. Seperti halnya Sofia Rahayu, salah

satu pelaku UMKMpenerima tambah­ an kredit modal kerja program PEN yang disalurkan Bank BRI mencerita­ kan usaha produksi dan perdagangan souvenir nya mengalami penurunan omzet lebih dari 50% selama masa pan­ demi. Penurunan tersebut disebabkan adanya keterlambatan pembayaran piutang pelanggannya yang juga mengalami penurunan dan bahkan ada yang menutup usahanya. Di tengah tekanan kondisi saat ini, Sofia melihat peluang usaha dengan mer ubah strategi bisnis dengan memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) dan tas untuk sembako Ban­ sos. Uniknya, APD yang diproduksi­ nya tidak hanya memiliki standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, namun juga cukup fashionable . “Adanya penambahanmodal kerja dari programPEN ini, Saya berharap dapat menumbuhkan usaha yang sangat berpotensi berkembang untuk saat

ini,” ujar Sofia yang memiliki usaha perdagangan dan produksi souvenir di Mampang Prapatan, Jakarta. BRI terus berkomitmen untuk men­ jaga keberlanjutan usaha para pelaku UMKMdengan tetapmenyalurkan dan memberikan relaksasi kredit khususnya di segmen UMKM. Salah satu upaya untuk membantu debitur terdampak untuk tetap bertahan adalah melalui program restrukturisasi. Sampai deng­ an pertengahan Juni 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi dengan nilai mencapai Rp 164,9 triliun yang mayori­ tas ada di segmen UMKM. Selain itu, hingga akhir Juni 2020, Bank BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp 56 triliun kepada lebih dari 2 juta pelaku UMKM. “Bank BRI yangmemiliki komitmen untuk fokus terhadap pemberdayaan UMKM di Indonesia akan melakukan berbagai strategi dan inovasi dalam rangka mendukung pemerintah me­ nyelamatkan UMKM,” tutup Sunarso.

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTOR.ID

>> INVESTOR DAILY EDISI 2020 NO. 5522

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker