ID150302

28 >>

PROFILE

MONEY & BANKING

ENERGY

21 >>

9 >>

INDONESIA

SENIN 2 MARET 2015

MEDIA HOLDINGS

Investor Daily/ant

AGRIBUSINESS

IST

n Herman Khaeron

Wacana Perubahan Raskin Menjadi E-Money Dongkrak Harga Beras Komisi IV DPR menyatakan bahwa waca- na penggantian beras untuk rakyat miskin (raskin) menjadi bantuan uang secara nontunai ( electronic money / e-money ) telah menjadi salah satu pemicu naiknya harga

HUT BCA Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja (kanan) melakukan pemotongan kue HUT BCA ke-58 didampingi jajaran direksi masing-masing Subur Tan, Suwignyo Budiman, Anthony Brent Elam, dan Rudy Susanto, di Jakarta, Sabtu (28/2). Dalam HUT-nya yang ke-58, BCA melakukan beragam kegiatan untuk mengapresiasi nasabah, karyawan, dan masyarakat Indonesia.

beras akhir-akhir ini. Wacana tersebut telah menimbulkan aksi spekulatif yang mem- buat sebagian para pedagang menahan stoknya.

>> 7

Oleh Devie Kania dan Yosi Winosa JAKARTA –Pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan bersifat sementara dan lebih dipicu oleh penguatan dolar AS terhadap semua mata uang dunia. Rupiah akan segera bergerak ke level aman serta cenderung menguat karena perbaikan sejumlah indikator dan fundamental ekonomi di dalam negeri.

18.000 itu terlalu mahal. Bandingkan dengan SILO yang masih ditutup Rp 12.225 akhir pekan lalu. Jadi, ideal­ nya kalau pun mau beli, harga ideal saham Mitra Keluarga adalah Rp 12.000. Pada akhirnya, harga saham Mitra Keluarga akan ditentukan ketika book building dan premarket- ing kepada para pemilik modal, ter- masuk dana pensiun dan asuransi,” ujar Edwin kepada Investor Daily di Jakarta, Sabtu (28/2). Hal senada dikemukakan Kepala Riset NongHyup Korindo Securities Reza Priyambada, analis Universal Broker Indonesia Satrio Utomo, dan analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee. Mitra Keluarga membidik dana hasil IPO senilai Rp 3,7–4,7 triliun. Jika terealisasi, IPO saham Mitra Keluarga akan menjadi yang ter- besar setelah penawaran perdana PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada 2011 senilai Rp 4,75 triliun. Mitra Keluarga akan menawarkan hingga 261,9 juta saham atau setara 18% dari modal ditempatkan. Jumlah itu terdiri atas 72,7 juta (5%) saham (27/2). Pada tahun ini, rupiah men- capai level terkuat di posisi Rp 12.444 per dolar AS. Solihin, Peter Jacobs, Kiswoyo Adi Joe, dan Ryan Kiryanto menya- takan, pelemahan rupiah terutama dipengaruhi oleh menguatnya dolar AS terhadap hampir semua mata uang dunia. “Jangan hanya melihat rupiah, tetapi juga posisi mata uang lain terhadap dolar Amerika Serikat. Misalnya, yen dan euro. Sebab, dolar AS memang menguat di negara emerging markets, ” ujar dia kepada Investor Daily , Minggu (1/3). Sejak awal tahun ( year to date ), rupiah melemah 4,6% terhadap dolar AS, euro melemah 8,2%, ringgit Ma- laysia 3,3%, serta dolar Singapura melemah 2,9%. ( Lihat tabel ) Ketika rupiah melemah, kata Pe- ter dan Solihin, BI selalu berupaya menjaga volatilitas rupiah. Namun, BI tidak pernah memproyeksi nilai tukar rupiah akan berada di level berapa. Peter juga melihat faktor lain yang membuat rupiah terdepresiasi, seperti defisit transaksi berjalan ( current account deficit , CAD) yang masih menjadi tantangan besar da- lam perekonomian domestik.

JAKARTA - Harga penawaran umum perdana ( initial public offer- ing /IPO) saham PT Mitra Keluarga Karyasehat pada kisaran Rp 14.500- 18.000 yang mencerminkan price to earning ratio (PER) 35–42 kali dinilai kelewat tinggi karena tidak didukung ekspansi bisnis yang optimal. Dengan target dana IPO sebesar Rp 3,7-4,7 triliun namun hanya akan membangun tujuh rumah sakit dalam empat tahun mendatang, unit usaha Grup Kalbe itu dianggap kurang agresif mem- bangun bisnisnya. Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang berpendapat, har- ga awal penawaran IPO saham PT Mitra Keluarga Kar yasehat pada kisaran Rp 14.500-18.000 terlalu mahal. Penilaian tersebut didasarkan pada potensi gain dan dividennya, terutama jika dibandingkan rumah sakit selevel seperti PT Siloam In- ternational Hospitals Tbk (SILO). “Harga Mitra Keluarga Rp 14.500- Perbaikan indikator dan funda- mental tersebut antara lain adalah inflasi yang tetap terjaga rendah, bahkan Februari akan deflasi, ca- dangan devisa yang tinggi, neraca perdagangan yang bakal membaik, derasnya aliran modal masuk ( capi- tal inflow ), serta sejumlah reformasi struktural lainnya. Demikian rangkuman wawancara Investor Daily dengan Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Solihin Juhro, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Peter Jacobs, ekonom Standard Chartered Bank Indonesia (Standard Chartered) Eric Sugandi, Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Ryan Kiryanto, analis PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe, serta Head of Economic and Fi- nancial System Surveilance Divition Risk Management II Group Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) M Dod- dy Ariefianto. Mereka dihubungi terpisah di Jakarta, pekan lalu. Rupiah sempat menyentuh level Rp 12.887 per dolar AS pada 25 Februari lalu dan ditutup pada posisi Rp 12.863 per dolar AS pada Jumat Oleh Rausyan Fikry dan Abdul Muslim

selama 6,5 bulan ke depan,” kata dia. Ryan yakin pelemahan rupiah hanya sementara karena ini me­ rupakan fenomena global, hampir semua mata uang di negara emerging economies melemah terhadap dolar AS. “BI pasti memiliki solusi untuk menstabilkan rupiah, jadi tidak perlu khawatir,” tegas dia. Rupiah diprediksi segera stabil dan menguat karena inflasi terjaga rendah, aliran dana asing terus masuk, neraca perdagangan mem- baik, serta APBN Perubahan yang sudah disahkan segera diimplemen- tasi sehingga mampu mendorong ekonomi tumbuh lebih kencang. Rendahnya inflasi diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Mar towardoyo. Dia mem- perkirakan pada Februari 2015 terjadi deflasi meksipun terjadi kenaikan harga beras di beberapa kota di Indonesia.

rencana tersebut bakal mendorong kenaikan harga produk manufaktur Amerika Serikat dan hal tersebut tengah menjadi perhatian The Fed. “Itulah yang membuat The Fed sedang menimbang apakah tetap menaikkan suku bunga dalam wak- tu dekat atau menundanya,” papar Kiswoyo. Namun, dia optimistis rupiah akan stabil dan cenderung menguat, serta bergerak ke level yang aman walaupun The Fed menaikkan suku bunga. “Efek kenaikan suku bunga The Fed hanya akan berlangsung sementara. Apabila pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi, inflasi rendah, dan harga minyak tetap ren- dah, rupiah bisa kembali menguat ke Rp 12.500 per dolar AS,” ungkap Kiswoyo. Ryan Kiryanto menilai, saat ini likuiditas valuta asing (valas) dan ru- piah masih terjaga dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat pada jumlah cadangan devisa yang masih cukup tinggi, yaitu US$ 114miliar. “Cadang­ an devisa kita masih cukup untuk membiayai impor dan kewajiban luar negeri pemerintah maupun swasta H ow low can you go? Pelan tapi pasti, rupiah menca­ tatkan pelemahan yangber- lanjut. Per tanggal 27 Februari lalu, nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp 12.938 per dolar AS (USD) atau melemah 3,5%dari awal tahun ( year to date /ytd). Dengan depresiasi tersebut, rupiah termasuk mata uang yang berkinerja terburuk di antara mata uang Asia lainnya, wa- laupun tidak seburuk rubel --mata uangRusia--, yang terpuruk karena sanksi ekonomi. Rubel terdepre- siasi sampai 10% ytd. Membandingkan rupiah dengan rubel sebenarnya kurang fair. Namun kinerja rupiah yang terus melemah inilah yang perlumenjadi perhatian. Ekonomi Indonesia se- dang tidak terkena sanksi, di saat yang sama posisi cadangan devisa Bank Indonesia juga bertambah, yang secara teoritis menjadi sum- ber pasokan yangmembuat rupiah setidaknya tidak semakin mele- mah. Dalam dua bulan terakhir Oleh Lana Soelistianingsih*

Solihin Juhro menambahkan, BI selalu menjaga pergerakan rupiah agar stabil dan tidak terlalu bergelo- jak ( volatile ). “BI sebenarnya selalu ada di pasar dan sewaktu-waktu menginter vensi. Tapi memang rupiah belum waktunya menguat karena CAD belum membaik. Kon- disi ini hanya bersifat sementara,” paparnya. Menurut Solihin, Indonesia tidak berniat untuk sengajamemperlemah rupiah demi mendongkrak kinerja ekspor seper ti yang dilakukan Jepang. “Pemerintah Jepang sengaja memperlemah yen agar bisa bersa- ing dengan produk ekspor Korea Selatan,” katanya. Kiswoyo Adi Joe juga melihat rupiah melemah terutama dipicu oleh penguatan dollar AS. “Ini bukan karena rupiah yang melemah, tetapi karena penguatan dolar, yang juga berdampak terhadap mata uang negara-negara lain di dunia,” kata Kiswoyo. Dia menjelaskan, dolar menguat karena dipicu rencana bank sentral AS (The Fed) untukmenaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, baru dan 189,1 juta (13%) saham divestasi induk usaha. Adapun harga indikasi ditetapkan pada kisaran Rp 14.500–18.000. Mitra Keluarga menunjuk PT Kresna Graha Sekurindo Tbk se- bagai penjamin pelaksana emisi ( lead underwriter ). Perseroan juga menunjuk PT Deutsche Securities Indonesia, PT Morgan Stanley Asia Indonesia, dan PT UBS Securities Indonesia sebagai penjamin emisi efek. Masa penawaran awal digelar pada 27 Februari, 2–6 Maret, dan 9 Maret 2015, masa penawaran umum pada 17–18 Maret 2015, penjatahan pada 20 Maret 2015, dan distribusi saham secara elektronik pada 23 Maret 2015. Saham Mitra Keluarga rencananya dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24Maret 2015. Chief Executive Of ficer (CEO) Kresna Graha Sekurindo Michael Stevens sebelumnya mengakui, dengan PER 35–42 kali, harga IPO Mitra Keluarga termasuk premium.

INTERNATIONAL BUSINESS

PBoC Turunkan Lagi Suku Bunga

Bank sentral Tiongkok, People’s Bank of China (PBoC), Sabtu (28/2) malam waktu setempat memangkas lagi suku bunga acuan, karena disinflasi

memberikan ruang untuk mendukung perekonomian yang tengah melambat.

>> 5

MONEY & BANKING

OJK Atur Agen Asuransi Mikro Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera me- nerbitkan Peraturan OJK (POJK) mengenai pelatihan dan lisensi bagi agen asuransi mikro. Agen branchless bank- ing akan diizinkan untuk berpartisipasi sebagai tenaga pemasar asuransi mikro. >> 22 Mustika Land Bangun Properti Rp 1,2 Triliun Mustika Land Group, melalui anak usaha- nya PT Menara Pelangi terus melebarkan sayap bisnis properti dengan menggarap proyek senilai Rp 1,2 triliun. PROPERTY

Bersambung ke hal 11

s a m p a i Februari lalu, dana a s i n g por tofo- lio masih mengalir m a s u k ke pasar modal In- donesia.

Proyek-proyek tersebut tersebar di Jakarta, Jawa Barat, dan Bali.

>> 23

Dari pasar obligasi tercatat sebesar Rp 46 triliun atau setara dengan US$ 3,7 miliar dan di pasar saham sekitar US$ 900 juta, sehingga total devisa dari dana portofolio ini mencapai hampir US$ 4,6 miliar, namun rupiah masih melemah. Rupiah sebagai Aset Memegang rupiah seperti me- megang aset. Dengan pendekatan aset ini, memegang rupiah men- jadi semakin tidak menarik kalau nilainya semakin turun.

Bersambung ke hal 11

Bersambung ke hal 2

>> INVESTOR DAILY EDISI 2014 NO. 3982

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker