SP260219

Suara Pembaruan

28

Selasa, 26 Februari 2019

Mantan Anggota Exco PSSI Jadi Tersangka Hidayat Tawarkan Ratusan Juta agar PSSMenang

[JAKARTA] Mantan ang- gota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Hidayat yang ditetapkan se- bagai tersangka kasus mafia pengaturan skor pertanding- an sepakbola di Indonesia, menawarkan ratusan juta ru- piah untuk kemenangan PSS Sleman. Ka ropenmas Di v i s i Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin (25/2), menuturkan, Hidayat diduga mengatur pertandingan Madura FC la- wan PSS Sleman dalam kompetisi Liga 2 2018. Ia menawarkan sejumlah uang, mulai dari Rp 100 juta kepa- da Manajer Madura FC Januar Herwanto. "Dalam mengatur per- tandingan ini, saudara H minta agar PSS Sleman sela- lu dimenangkan, baik di kan- dang maupun tandang," kata Dedi Prasetyo. Penyidik akan memerik- [JAKARTA] Rotasi besar -besaran yang dilakukan Gube rnur DKI , An i es Baswedan, Senin (25/2). Namun, rotasi itu menyisa- kan persoalan, yakni masih banyaknya satuan kerja pe- rangkat daerah (SKPD) DKI yang dipimpin oleh se- orang pelaksana tugas (Plt). Ada enam dinas dan dua badan yang jabatan kepala dinas atau badan masih ko- song. Sehingga mau tak mau, harus ditunjuk seo- rang Plt untuk mengisi ke- kosongan jabatan tersebut. SKPD yang dipimpin plt itu, adalah Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Dinas Perhubungan DKI, Dinas Perindustrian dan E n e r g i DK I , D i n a s Lingkungan Hidup DKI, Dinas Cipta Karta, Tata Ruang dan Pertanahan ( C i t a t a ) DK I , D i n a s Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dan Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI. Menanggapi hal itu, Gube rnur DKI , An i es Baswedan mengatakan ja- batan kepala dinas atau ke- pala badan dalam delapan

gelar perkara, Jumat (21/2). "Setelah dilakukan gelar perkara, menetapkan saksi H menjadi tersangka, terkait dugaan tindak pidana penyu- apan pertandingan antara PSS Sleman dan Madura," ujar Argo. Penyidik telah mengan- tongi minimal dua alat bukti yang cukup untuk menetap- kan yang bersangkutan seba- gai tersangka. "Ada dua alat bukti yang cukup yaitu, kete- rangan pelapor, keterangan saksi, bukti petunjuk, surat, dan sebagainya," kata Argo. Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta agar Polri membersihkan para mafia bola yang diduga menjadi pelaku pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. "Itu sudah menjadi ke- wenangan Polri untuk me- nyelesaikan ini. Jadi kalau saya ya, selesaikan sampai Bersihkan Mafia Dalam rotasi terhadap 1.125 pejabat eselon 2, 3, dan 4 d i l i ngkungan Pemprov DKI, ada bebera- pa pejabat eselon 2 yang mengalami demosi atau pe- nurunan jabatan. Anies mengatakan, alas- an melakukan demosi kepa- da beberapa pejabat eselon 2 dikarenakan program ke- giatan strategis daerah (KSD) tidak dapat tercapai. Kemudian, pelaksanaan se- rapan anggaran dalam pro- gram yang tertuang dalam APBD DKI terealisasi atau tidak. “Ya capaian program. Jadi KSD kita itu lengkap, apa yang harus dikerjakan di semester pertama dan ke- dua apa saja, itu sudah ada ukurannya. Kemudian juga pelaksanaan program serap- an. Itu tercapai atau tidak, itu yang kita ukur,” kata Anies. Ketika program KSD ti- dak tercapai, ia tidak serta merta langsung mencopot pejabat itu dari jabatannya, tetapi akan melalui proses pemeriksaan terlebih dahu- lu. Proses pemeriksaan itu akan dibuatkan berita acara Alasan

tuntas agar sepakbola kita benar-benar bersih," kata Presiden Joko Widodo di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta pada Jumat. Hingga saat ini, Satgas Antimafia Bola Mabes Polri sudah menetapkan 15 orang tersangka terduga pelaku pengaturan skor. "Yang jua- ra juga betul-betul juara agar jangan sampai kita sudah ter- lanjur wah (euforia keme- nangan) wah juara, juara, te- tapi ternyata (hasil pengatur- an skor). Ternyata banyak pengaturan skor. Itu yang sa- ya kira dituntaskanlah sam- p a i r ampung , " t e g a s Presiden. Terkait dengan siapa ca- lon Ketua Umum PSSI m e n g g a n t i k a n E d i Rachmayadi yang mengun- durkan diri, Presiden juga mempersilakan PSSI me- nyelesaikannya sendiri. "Ya itu urusannya PSSI lah," tambah Presiden. [Ant/BAM/G-5] “Bagi mereka yang ti- dak tercapai ada proses pe- meriksaan. Jadi ada BAP dulu, ada proses pemeriksa- an dan ditunjukkan datanya. Jadi bukan sesuatu yang mereka tidak tahu,” tukas- nya. Beberapa pejabat eselon 2 yang diturunkan jabatan- nya setingkat di bawahnya ada l ah Kepa l a Di na s Lingkungan Hidup DKI, Isnawa Adji menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Selatan. Lalu, Kepala BPBD DK I , J u p a n R o y t e r Sahalatua dilantik Asisten D e p u t i B i d a n g P e r i n d u s t r i a n d a n Perdagangan DKI. Kepala Satpol PP DKI, Yani Wahyu Purwoko dilantik sebagai Asisten Deputi Bidang Budaya. Sebelumnya, Anies juga pernah mendemosi tiga pe- jabat eselon 2 pada pelan- tikan yang dilakukan 28 September 2018. Ketiga pe- jabat itu adalah Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah d a n P e r d a g a n g a n (KUMKMP) DKI, Irwandi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Pusat. [LEN/W-11] pemeriksaan (BAP).

DOK SP

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo

sa Hidayat sebagai tersangka pada Rabu (27/2). Fakta hu- kum yang dimiliki Satgas Antimafia Bola, kata Dedi Prasetyo, akan terus digali, termasuk soal aliran dana dan hasil akhir pertandingan lain di Liga 2. "Tidak menutup ke- mungkinan Liga 2 yang di- gelar akan didalami. Satgas

memeriksa langsung Sekjen PSSI terkait dengan jadwal, penunjukan perangkat per- tandingan," ucapnya. Manajer Madura FC Januar Herwanto menjadi saksi dalam kasus itu tidak menerima tawaran uang dari Hidayat. Hidayat ditetapkan seba- gai tersangka setelah dilaku-

kan pemeriksaan terhadap 14 saksi, termasuk Sekjen PSSI. Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik Satgas Antimafia Bola dari Bareskrim Polri menetapkan Hidayat sebagai tersangka setelah melakukan

8 SKPD di DKI Masih Dipimpin Pelaksana Tugas

LENNY TAMBUN

Gubernur DKI, Anies Baswedan melantik pejabat eselon II di Monas, Jakarta, Senin (25/2).

SKPD tersebut tidak ko- song, melainkan belum ada pejabat definitif yang terpi- lih. “Tidak, itu bukan jabat- an yang kosong. Pelaksana tugasnya ada semua dan di beberapa tempat yang cu- kup penting, malah plt-nya atasannya. Misalnya, Dinas SDA itu, plt-nya asisten pembangunan,” kata Anies di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (26/2). Masih adanya delapan SKPD yang belum memi- liki kepala dinas atau ba- dan, dikarenakan Anies ingin melakukan reformasi birokrasi yang tepat dan lengkap. Dengan menda-

patkan pemimpin yang te- pat di bidangnya. “Karena itu, kenapa di- pimpin Plt, supaya kita bisa melakukan promosi terbu- ka. Kalau tidak ada plt, kita tidak bisa melakukan pro- mosi terbuka,” ujar Anies. Ia ingin pejabat eselon yang selama ini tersembu- nyi, distafkan atau tidak pe- gawai negeri sipil (PNS) DKI yang tidak bisa naik menjadi eselon, bisa mengi- kuti promosi terbuka ini. Sehingga, mereka bisa mempunyai peluang yang sama untuk naik jabatan atau promosi. “Sementara kita ingin ada figur-figur baru berpo-

tensi yang selama ini ter- sembunyi, distafkan, tidak jadi eselon, itu yang mau kita tarik. Namun, kan saya tidak boleh angkat orang satu per satu, kita harus bu- ka, kita harus undang,” te- rangnya. Bahkan, aparatur sipil negara (ASN) DKI yang memenuhi persyaratan un- tuk eselon 2 diwajibkan mendaftar promosi terbuka tersebut. “Jadi mereka tidak perlu sungkan. Banyak dari ASN yang sungkan daftar, karena atasannya juga daf- tar. Sekarang sudah tidak ada sungkan-sungkanan. Semua harus daftar,” tegas- nya.

Made with FlippingBook - Online catalogs