ID180327

selasa 27 maret 2018 2 INTERNATIONAL

Investor Daily/AFP/RUSSIAN EMERGENCY SITUATIONS MINISTRY

Oleh Iwan Subarkah Nurdiawan  WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) dan be- lasan negara Eropa, termasuk enam negara yang pernah dikuasai oleh Rusia, pada Senin (26/3) men- gumumkan pengusiran para diplomat dari Negeri Beruang Merah tersebut. Hal terkait serangan gas saraf terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris. Respons bersama tersebut mengundang reaksi dari Rusia, yang disebut sebagai langkah provokatif.

tik harus kuat untuk penuhi permint- aan AS,” jelas dia. Ekonom Bank Permata Josua Pard- ede mengatakan, dampak langsung bagi ekspor Indonesia ke AS setelah pemerintah AS mengenakan tarif impor untuk baja cenderung marginal mengingat kontribusi ekspor baja ke AS relatif kecil, yakni sekitar 1-2% dari total ekspor baja Indonesia. Namun demikian, akan cukup berdampak bagi ekspor aluminium ke AS mengingat kontribusi ekspor aluminiumke ASmencapai sekitar 31% dari total ekspor aluminium Indonesia. Di sisi lain, dia menilai dampak dari proteksionisme AS tersebut adalah potensi peningkatan impor baja dan aluminium dari Tiongkok yang ber- potensi akan mendorong pelebaran defisit perdagangan Indonesia dengan Tiongkok dari tahun lalu yang menca- pai defisit US$ 12,72 miliar. Meskipun andil kinerja eskpor pada perekonomian relatif kecil, namun ada beberapa hal yang perlu diperha- tikan untuk menjaga kinerja ekspor Indonesia, antara lain struktur ekspor Indonesia masih terpaku pada komod- itas sumber daya alam (SDA) dengan pasar ekspor yang semakin terkon- sentrasi secara khusus ke Tiongkok mengingat total nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok mencapai US$ 58,8 miliar pada tahun lalu. “Potensi timbulnya perang dagang yang berpengaruh pada kinerja ekspor Tiongkok tentunya akan mempen- garuhi cukup signifikan. Oleh sebab itu, kaitannya dengan kebijakan mem- perkuat integrasi ekonomi regional melalui RCEP, selain mencari mitra dagang utama non-tradisional yang potensial seperti Afrika, Eropa Timur Tentang kekhawatiran memban- jirnya produk Tiongkok ke Indonesia, Sarmuji mengatakan, memang harus diantisipasi secara serius terutama produk-produk yang secara daya saing kalah dengan Tiongkok. “Perlu dilakukan kajian mendalam tentang produk ekspor Tiongkok ke Amerika yang bisa dipasarkan ke dalam negeri, misalkan baja yang oleh Tiongkok diekspor ke Amerika sangat “Sebagai respons atas serangan kimia di Salisbur y, Ukraina dalam semangat solidaritas dengan mitra kami Inggris dan para sekutu transat- lantik serta dalam koordinasi dengan negara-negara UE, memutuskan untuk mengusir 13 diplomat Rusia,” tutur Presiden Ukraina Petro Poroshenko. Inggris menyambut baik respons internasional yang luar biasa terhadap kasus yang menimpa mantan agen ganda di tanah airnya. (afp) dan Asia Tengah,” jelas dia. Dampak Perang Dagang Langkah-langkah tambahan, termasuk pengusiran lebih lanjut, bakal keluar dalam beberapa hari atau pekan ke depan,” tutur Tusk, dalam konferensi pers di kota Varna, Bulgaria. May pada pertemuan puncak UE di Brussels, Belgia akhir pekan lalu mendesak blok 28 negara tersebut un- tuk mendukung penilaian negaranya bahwa Rusia harus dipersalahkan. UE kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya sepakat kemungki- nan besar Rusia bertanggung jawab atas pengracunan terhadap Skripal dan putrinya. Respons bersama dari UE adalah penarikan para duta besar untuk Rusia. Tercatat Jerman, Prancis, Polandia masing-masing mengusir empat diplo- mat Rusia. Sedangkan Republik Ceko dan Lituania mengusir tiga diplomat dan Italia, Denmark, serta Belanda mengusir dua diplomat dan Latvia mengusir satu diplomat Rusia. Kanada juga mengumumkan pengusiran em- pat diplomat Rusia dari negaranya. Bahasa yang digunakan oleh nega- ra-negara itu sama, yakni menunjuk- kan solidaritas terhadap Inggris atas tindakan yang dilakukan oleh Rusia di wilayah negaranya. “Tidak perlu diragukan lagi solidari- tas kami dengan Inggris. Kami sepakat dengan Inggris bahwa kemungkinan besar Rusia dalangnya. Tidak ada pen- jelasan lain, Rusia harus berubah,” ujar Menlu Denmark Anders Samuelsen. Enam negara dari Eropa Tengah dan Eropa Timur, yang pernah di- kuasai Rusia, sudah mengumumkan pengusiran itu. Yakni, Ceko, Polandia, Ukraina, dan tiga negara Baltik, yakni Estonia, Latvia, serta Lituania.

Tiongkok di antaranya bisa saja menerapkan tarif bea masuk (impor) untuk produk jagung dan kedelai, dan hal tersebut dapat menguntungkan produk sawit Indonesia. “Kalau jagung dan kedelai AS dikenai tarif bea masuk/impor oleh Tiongkok, kan produk sawit kita menjadi lebih murah. Kita bisa ekspor sawit ke sana,” ujar Kiswoyo. Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan, dampak proteksionisme AS terhadap Indonesia tergantung bagaimana memanfaatkannya. “Ibarat mengayuh di antara dua karang, harus jitu benar langkahnya. Salah satu langkah yang diambil adalah memacu ekspor ke AS dengan mencari komoditi apa yang selama ini diimpor dari Tiongkok yang kita dapat memproduksinya dan mengek- spornya,” kata Sarmuji. Dia mencontohkan, aluminium yang kebetulan Indonesia sudah mengekspor ke Amerika, Tiongkok juga mengekspor, maka dapat meng- gantikan porsi ekspor Tiongkok ke Amerika dengan produk aluminium Indonesia. “Nilai ekspor Tiongkok ke Amerika sangat besar untuk dapat kita gantikan sebagian. Amerika juga secara tradi- sional merupakan negara tujuan ek- spor terbesar kedua setelah Tiongkok. Jadi eksportir Indonesia sebenarnya sudah hafal benar bagaimana cara ek- spor ke AS. Sekarang peluangmenjadi lebih besar setelah ada perang dagang dengan Amerika,” kata dia. Secara otomatis, lanjut dia, jika ekspor dan cadangan devisa (cadev) meningkat maka stabilitas mata uang akan semakin baik. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara juga ber- pendapat, Indonesia bisa melakukan negosiasi bilateral dengan AS untuk menjadi pengganti impor barang dari Tiongkok yang dihambat. “Ketika impor dari Tiongkok berkurang, AS tetap butuh bahan baku industri, jadi Indonesia bisa substitusi Tiongkok. Syaratnya, kapasitas produksi domes- Presiden AS Donald Trump, kata Gedung Putih, memerintahkan pengu- siran 60 terduga mata-mata Rusia dari negaranya. Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai respons atas penggunaan senjata kimia kelas militer oleh Rusia di tanah Inggris. “Sebanyak 48 staf intelijen yang ditempatkan di AS dan 12 lagi di misi Rusia untuk Perserikatan Bangsa- Bangsa memiliki waktu tujuh hari untukmeninggalkan negara ini,” bunyi pernyataan pemerintah AS. Trump juga memerintahkan pe- nutupan konsulat Rusia di Seattle. Misi Rusia tersebut, kata pihak AS, menjadi fokus upaya-upaya mata ter- hadap pangkalan kapal selam Kitsap dan Boeing. Seorang pejabat senior pemerintah AS, seperti dilaporkan AFP , menga- takan masih ada lebih dari 40 lagi staf intelijen Rusia yang beroperasi di AS. Tapi, kemampuan kolektif Rusia disebut bakal sangat terdampak oleh langkah pengusiran tersebut. Pada 4 Maret 2018, mantan mata- mata Rusia Sergei Skripal (66 tahun) dan putrinya Yulia (33) didapati tidak sadarkan diri setelah terjatuh dari bangku di luar sebuah pusat perbelan- jaan di kota Salisbury, Inggris. Setelah sempat menyampaikan pesan-pesan berbeda mengenai siapa yang harus dipersalahkan, AS seka- rang sepakat dengan penilaian pemer- intahan PerdanaMenteri (PM) Inggris Theresa May bahwa Rusia berada di balik serangan tersebut. “Bilamana anda menyerang se- kutu kami, anda akan menghadapi konsekuensinya,” ujar pejabat senior pemerintah AS itu. Presiden Uni Eropa (UE) Donald Tusk pada Senin mengungkapkan, empat belas negara anggota UE men- gumumkan pengusiran diplomat Rusia terkait serangan gas saraf tersebut. “Sebagai tindak lanjut langsung dari keputusan Dewan Eropa akhir pekan lalu untuk bereaksi terhadap Rusia secara bersama-sama, hari ini sudah 14 negara anggota yang memutus- kan untuk mengusir diplomat Rusia.  Sambungan dari hal 1

Kebakaran Mal Tewaskan Puluhan Orang Gambar yang dirilis Kementerian Keadaan Darurat Rusia pada Senin (26/3) ini menunjukkan pemadam kebakaran berupaya memadamkann api yang melalap sebuah mal di kota Ke- merovo, kawasan Siberia. Kebakaran pada Minggu (25/3) waktu setempat ini menewaskan setidaknya 64 orang.

diri dan kapasitas untuk melindungi kepentingan sah dan legal kami, apa- pun situasinya. Sekarang bola ada di pengadilan AS,” kata Hua. Tiongkok bukan satu-satunya ne- gara yang menghadapi kemarahan Trump atas perdagangan. Trump pada Kamis mengizinkan penanggu- han tarif kontroversial impor baja dan aluminium dari mitra dagang utama termasuk Uni Eropa (UE), Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Meksiko, dan Korea Selatan (Korsel), tetapi hanya sampai 1 Mei 2018. Sementara itu, Pemerintah Korea Selatan (Korsel) pada Senin menya- takan telah menyetujui besaran kuota ekspor baja ke AS sebesar 30% atau di bawah angka penjualan saat ini dan menerima pemberlakuan tarif tambahan pada truk-truk pick-up guna mengamankan kesepakatan dagang yang direvisi dengan AS serta lolos dari pemberlakukan tarif bajanya. Menteri Perdagangan (Mendag) Korsel Kim Hyon Chong menyam- paikan bahwa Korsel dan AS telah sepakat secara prinsipmengenai revisi perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan juga tarif baja. (afp/leo/pya)

untuk berkomunikasi. Kedua negara telahmemperdagang- kan ancaman dan retorika panas dalam beberapa hari terakhir, meningkatkan kekhawatiran bahwa dua ekonomi ter- besar dunia sedang menuju ke perang perdagangan yang merusak. Trump mengatakan pada Kamis (22/3) lalu bahwa AS akan member- lakukan tarif baru pada sekitar impor Tiongkok senilai US$ 60 miliar atas pencurian kekayaan intelektual. Wakil Presiden AS Mike Pence membela langkah-langkah itu dengan menga- takan bahwa era penyerahan ekonomi telah berakhir. Sementara Hua mengatakan saat konferensi pers bahwa akan lebih tepat untuk mengatakan bahwa su- dah waktunya untuk menghentikan intimidasi ekonomi dan hegemoni AS. Tiongkok tidak tinggal diam. Tiongkok pada Jumat (23/3) meng­ umumkan daftar barang-barang AS senilai US$ 3 miliar, termasuk daging babi, buah-buahan dan anggur, yang dapat dikenakan tarif sebagai pembala- san untuk tarif baja dan aluminium, jika negosiasi gagal. “Kami juga memiliki kepercayaan

selalu terbuka lebar untuk dialog dan konsultasi. Berbicara di Fox News Sun- day , Mnuchin mengatakan pihaknya sedang mencari jalan untuk melihat apakah pihaknya dapat mencapai kesepakatan tentang perdagangan adil bagi AS. “Saya dengan hati-hati berharap kami mencapai kesepakatan, tetapi jika tidak kami melanjutkan dengan tarif ini,” ucap dia. Mnuchin dan Lighthizer mengirim surat kepada Liu pada pekan lalu, untuk menjelaskan permintaan ter- masuk akses AS yang lebih besar ke sektor keuangan Tiongkok, pen- gurangan tarif oleh Tiongkok pada kendaraan AS dan bagi Tiongkok untuk meningkatkan pembelian se- mikonduktor AS. Kantor berita resmi Tiongkok Xinhua melaporkan pada akhir pekan bahwa Liu, tangan kanan Presiden Xi Jinping yang dipro- mosikan ke jabatan wakil perdana menteri awal bulan ini, mengatakan kepada Mnuchin pada Sabtu (24/3) bahwa pihaknya siap untuk memb- ela kepentingan nasionalnya, tetapi keduanya setuju untuk melanjutkan

mungkin makin deras mengalir ke Indonesia. Jika pabrik baja kita tidak dipersiapkan makin kompetitif tidak menutup kemungkinan baja Tiongkok akan menguasai pasar dalam negeri Indonesia,” ujar dia. Dilihat dari perspektif ekonomi global, Josua menilai perang dagang antara AS dan Tiongkok akan berpo- tensi menekan pertumbuhan ekonomi global seiring dengan potensi penu- runan volume perdagangan global sebagai konsekuensi dari kebijakan proteksionisme AS dan Tiongkok. Dia mengatakan, dampak dari kek- hawatiran pecahnya perang dagang antara AS dan Tiongkok terefleksi dari sentimen global yang cenderung risk aversion sehingga pasar saham global terkoreksi dan mendorong apresiasi aset safe haven seperti yen, emas dan US Treasury. Sentimen global yang cenderung risk aversion akibat dari perang dagang tersebut juga telah mempengaruhi nilai tukar rupiah karena potensi pel- ebaran defisit perdagangan Indonesia yang juga akan mendorong pelebaran defisit transaksi berjalan dalam jangka menengah. “Dalam jangka pendek ini, sentimen perang dagang antara AS dan Tiong- kok diperkirakan masih akan berpe­ ngaruh negatif pada pasar keuangan global, termasuk pasar regional Asia yang juga akan berpengaruh pada nilai tukar Asia dan rupiah,” kata Josua. Namun demikian, Bank Indonesia (BI) akan selalu berada di pasar dalam rangka menjaga nilai tukar rupiah berada di level fundamentalnya. Sementara itu, Bhima Yudistira mengatakan, dampak perang dagang cukup besar mempengaruhi kinerja perdagangan secara global khususnya bagi negara mitra dagang AS dan Tiongkok. Saat Tiongkok terhambat aturan bea masuk impor ke AS maka produksi manufaktur Tiongkok akan turun, begitu juga dengan permintaan bahan mentah dari Indonesia khususnya batu bara dan kelapa sawit. “Ekspor Indonesia ke Tiongkok porsinya mencapai 15% dari total ekspor non migas. Oleh karena itu, pertumbuhan ekspor Indonesia tahun ini diprediksi terkoreksi. Apalagi BEIJING – Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) saling menebar ancaman perang dagang pasca-pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang tarif impor atas baja serta aluminium. Meski begitu, di belakang layar kedua raksasa ekonomi ini justru sedangme- mulai negosiasi untuk meningkatkan akses AS ke pasar terbesar di Asia tersebut. The Wall Street Journal ( WSJ ) me- laporkan pada Senin (26/3) bahwa pembicaraan, yang dipimpin oleh pemimpin ekonomi Tiongkok Liu He, Menteri Keuangan AS SteveMnuchin, dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mencakup topik ter- masukmanufaktur dan jasa keuangan. WSJ mengutip sumber anonim yang mengetahui masalah ini. “Kami terus mengatakan bahwa pihak Tiongkok bersedia bernegosiasi dengan AS untuk mengelola diver- gensi dengan benar, atas dasar saling menghormati dan salingmenguntung- kan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying, ketika ditanya tentang laporan itu pada Senin (26/3). Ia menambahkan pintu Tiongkok

ham, paling hitungan bulan saja, yakni tiga bulan dan paling lama enambulan. Sentimen negatif itu memang sudah dimulai sekarang, meskipun AS dan Tiongkok masih sebatas saling ger- tak. Tarif bea masuk/impor terhadap produk-produk tertentu juga belum diterapkan,” kata David. David mengakui, hal yang paling dikhawatirkan pasar adalah dam- pak perang dagang AS-Tiongkok bakal memicu perlambatan ekonomi global. Selain bisa memperlemah perekonomian global, perang dagang dikhawatirkan dapat membuat pro- duk-produk Tiongkok akan memban- jiri pasar Tanah Air, seperti produk baja Tiongkok yang telah di- dumping. Namun demikian, David tidak ter- lalu yakin perang dagang antara dua kekuatan ekonomi dunia itu bakal menjadi kenyataan, mengingat perang dagang dipastikan akan merugikan kedua pihak. Tiongkok di antaranya telah menerapkan strategi untuk menerapkan bea masuk/impor untuk produk daging babi dan anggur yang notabene merupakan produk yang banyak diproduksi negara bagian yang didominasi oleh pendukung ( voters ) Presiden Donald Trump. “Jadi, ada kemungkinan nantinya Presiden Trump bakal mendapatkan tekanan dari voters -nya sendiri, karena mereka dirugikan. Hal semacam ini yang mungkin membuat perang dagang tidak semudah itu menjadi kenyataan,” ujar dia. Selain itu, David juga yakin masih terbuka peluang bagi AS dan Tiong- kok untukmenyelesaikan perselisihan dagang mereka melalui kesepakatan bilateral. Penyelesaian permasalahan dagang AS dan Tiongkok juga bisa diselesaikan melalui mekanisme WTO, kendati itu memerlukan waktu lebih panjang.

Sedangkan dampak ke pasar finan- sial sudah terlihat jelas. Dalam sem- inggu terakhir investor asingmencatat aksi jual bersih ( net sell ) Rp 3,55 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jadi, investor mulai melihat efek langsung trade war akan terasa pada kinerja ekspor dan keuangan emiten di bursa. “Rupiah pun hari ini ditutup mele- mah -0,32% terhadap dolar AS. Otoma- tis defisit perdagangan dengan Tiong- kok akan semakin membengkak,” kata Bhima. Menurut Bhima, solusi untuk mem- inimalkan dampak perang dagang adalah diversifikasi pasar ke negara tujuan ekspor lain yang potensial seperti Afrika Utara, Eropa Timur, Asia Tengah. Langkah mitigasi risiko dapat dilakukan dengan melakukan antisipasi seperti memperkuat per- mintaan domestik. Dengan begitu, barang tujuan ekspor yang terhambat bisa diserap ke pasar lokal. Tidak Lama Menurut Kiswoyo, sentimen negatif perang dagang AS-Tiongkok yang te- lah memicu pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 10,52 poin atau 0,17% menjadi 6.200,17 pada penutupan pasar saham, Senin (26/3), diyakini hanya bersifat sesaat. Isu perang dagang telah memicu sentimen negatif di bursa AS dan re- gional ditengarai juga menyeret IHSG ke zona merah, namun pasar saham diperkirakan segera rebound lagi. “Harusnya besok pasar saham bisa positif lagi, apalagi kalau bursa Dow Jones dan regional juga sudah hijau,” papar Kiswoyo. Sependapat dengan Kiswoyo, David Sumual juga memperkirakan dampak isu perang dagang AS-Tiongkok ter­ hadap pasar finansial tidak akan lama. “Dampaknya ke pasar uang dan sa-

Tiongkok juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 6,5%,” kata Bhima. Dampak lainnya adalah barang Tiongkok akan membanjiri pasar di Indonesia. Perang dagang ini bisa meningkatkan impor dalam jangka panjang. Apalagi Indonesia termasuk negara yang paling rendah ham- batan non tarifnya ( non tarif barrier ) yakni hanya 272 jenis, lebih rendah dibanding Tiongkok dan AS yang masing-masing di atas 2.000 jenis. “Artinya, Indonesia akan jadi sasaran empuk bagi barang-barang Tiongkok yang terhambat masuk ke AS,” tegas dia. Sedangkan dampak ke industri manufaktur akibat banjirnya barang dari Tiongkok bisa mempengaruhi permintaan produk lokal, dan menu- runkan omset pelaku usaha kecil. Tercatat Januari-Februari 2018 nilai impor non migas dari Tiongkok naik signifikan 49,12% year on year (yoy) atau nilainya setara US$ 7,2 miliar. Secara spesifik, nilai impor barang konsumsi pun tumbuh 44,3% diband- ing posisi yang sama tahun lalu. Jadi, ada korelasi positif antara naiknya tensi perang dagang dengan impor barang konsumsi di Indonesia. “Ujungnya growth manufaktur sulit menembus 5%. Tahun lalu cuma 4,2% growth -nya di bawah pertumbuhan PDB. Hal ini juga akanmempengaruhi pertumbuhan ekonomi 2018 yang diprediksi akan berada dibawah target 5,4%,” ujar dia. Menurut dia, kesiapan menghadapi impor dengan memperketat SNI khu- susnya untk impor barang konsumsi. Kemudian, memperkuat industri substitusi impor dalam negeri dengan memberikan aneka insentif. Lalu, per- ketat izin importir barang-barang yang bisa diproduksi dalam negeri.

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker