ID180327

SELASA 27 MARET 2018

24

Investor Daily/IST

biayaan baik pada segmen consumer banking maupun business banking . Berdasarkan komposisi, sektor wholesale banking sebesar 57% yang terdiri atas segmen korporasi, komer- sial, serta segmen usaha kecil dan menengah (UKM). Sedangkan kom- posisi pembiayaan konsumer sebesar 43%. “Tahun ini target komposisi pembiayaan wholesale banking akan sekitar 60% dan konsumer menjadi 40%,” lanjut dia. Tahun ini, jelas Pandji, pihaknya akan mengeluarkan kartu platinum yang sudah mendapat izin dari Otor- itas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian, perseroan mulai fokus meningkatkan pembiayaan ke segmen otomotif. Sementara itu, sampai dengan 31 Desember 2017, CIMB Niaga Syariah mencatatkan pertumbuhan aset 85,0% menjadi Rp 23,6 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 12,8 triliun. Hal ini sekaligus menem- patkan CIMB Niaga Syariah sebagai “Andalan Finance telahmenyiapkan kebijakan strategis untuk menyikapi kondisi tahun ini. Salah satu strategi kami adalah dengan memperkuat pembiayaan mobil bekas dengan usia tertentu ,dan meningkatkan/memak- simalkan volume penjualan di kan- tor-kantor cabang/ representative office yang telah ada saat ini,” jelas Frans. Sampai dengan Februari 2018, An- dalan Finance berhasil mencatatkan pencapaian penyaluran pembiayaan sebesar Rp 819 miliar atau tumbuh 18% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Komposisi pembiayaan ini terdiri atas mobil baru 28% dan sisanya untuk mobil bekas 72%. (ris) perbankan nasional untukmendukung modal kerja perusahaan. Selain yang berasal dari modal sendiri, portofolio sumber pendanaan Andalan Finance sejauh ini lebih ban- yak berasal dari pinjaman bank, baik dalam bentuk kerja sama bilateral maupun kredit sindikasi. Dia mengatakan, untuk menopang pertumbuhan pembiayaan tahun ini, Andalan Finance akan memperoleh tambahan fasilitas kredit kembali dari perbankan sekitar Rp 1 triliun dan pendanaan medium term notes (MTN) mencapai Rp 2 triliun. aplikasi JakOne Mobile Bank DKI. JakOne Mobile sendiri merupakan aplikasi layanan keuangan yang terdiri atas mobile banking dan mobile wallet, yang dapat digunakan untuk melak- ukan transaksi kebutuhan sehari-hari pada merchant-merchant yang bekerja sama dengan Bank DKI. JakOne Mobile juga dapat digun- akan sebagai alat pembayaran dengan menggunakan fitur scan to pay . Dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor, wajib pajak cukup men- download aplikasi JakOne Mobile pada Android dan App Store pada IOS. Selanjutnya, wajib pajak cukup melakukan scanning pada QR code yang disediakan pada loket nontunai di Samsat. Kresno menambahkan, Bank DKI juga menyiapkan fasilitas pembayaran untuk para biro jasa dengan menggun- akan kartu ATM Combo Bank DKI yang multifungsi untuk dapat digun- akan sebagai ID Card sekaligus seba- gai alat pembayaran pajak kendaraan bermotor DKI Jakarta. Tujuan lain dari penggunaan ID Card adalah sebagai bentuk tertib administrasi di lingkun- gan Samsat. “Berbagai inovasi yang dilakukan dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor ini bertujuan un- tuk turut mendukung program less cash society Pemprov DKI Jakarta,” ujar dia. Dia melanjutkan, layanan pemba- yaran via e-Samsat ini bertujuan untuk mendukung penerimaan pendapatan asli daerah dari sektor pajak. pay- ment system Bank DKI juga sangat mendukung untuk program e-Samsat karena jaringan Bank DKI host to host dengan sistem Diskominfomas dan Samsat Polda Metro Jaya. “Pada prinsipnya, pembayaran PKB via e-channel dari Bank DKI menciptakan indikasi positif pada sektor pajak daerah, terutama sete- lah diterapkannya pembayaran pajak kendaraan bermotor secara online ,” tutup Kresno. (ris)

JAKARTA – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMBNiaga Tbk pada tahun lalu mencetak laba sebelum pajak Rp 489,7 miliar, tumbuh 60,3% dibandingkan tahun 2016 senilai Rp 305,4 miliar. Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara men- gungkapkan, perolehan laba bersih tahun 2017 berasal dari penyaluran pembiayaan sebesar Rp 16,7 triliun. Nilai tersebut meningkat 63,5% dari pembiayaan padaDesember 2016 yang sebesar Rp 10,2 triliun. “Kinerja yang bagus tahun lalu tersebut didorong oleh meningkatnya pembiayaan dan juga penghimpunan dana pihak ketiga (DPK),” kata Pandji di Jakarta, Senin (26/3). Adapun pertumbuhan pembiayaan hingga 31 Desember 2017 mencapai 63,5% menjadi Rp 16,7 triliun diband- ingkan posisi sama tahun 2016 sebesar Rp 10,2 triliun. Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan pem- “Kerja sama ini merupakan bukti terjalinnya hubungan baik serta ting- ginya tingkat kepercayaanBCAkepada Andalan Finance. Kerja sama ini juga sejalan dengan prediksi kinerja industri pembiayaan dan pasar otomotif yang akan membaik pada tahun ini,” kata Frans dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily , Minggu (25/3). Dia menjelaskan, tahun ini An- dalan Finance menargetkan kebu- tuhan pendanaan mencapai Rp 6 triliun dan tetap fokus pada pem- biayaan kendaraan roda empat, baik baru maupun bekas. Dalam segi pendanaan, Andalan Finance telah bekerja sama dengan berbagai mitra JAKARTA – PT Andalan Finance In- donesia kembalimendapat tambahan fa- silitas kredit dari sektor perbankan. Kali ini, fasilitas kredit didapat dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebesar Rp 300 miliar berbentuk installment loan . President Director Andalan Finance Frans F Rundengan mengatakan, fasilitas pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung tar- get penyaluran pembiayaan sampai dengan akhir tahun 2018 yang di- proyeksikan mencapai Rp 4,8 triliun atau tumbuh 8% dibanding penyaluran pembiayaan tahun 2017. JAKARTA – PT Bank DKI bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, menghadirkan layanan pem- bayaran nontunai/ less cash dan di- gitalisasi STNK di Samsat Digital Polda Metro Jaya. Layanan tersebut dihadirkan dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) untuk meningkatkan layanan kepada warga DKI Jakarta dan sekitarnya. Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi mengatakan, kerja sama ini merupakan sinergi positif antara Bank DKI dan Polda Metro Jaya dalam mewujudkan peningkatan pelayanan publik. Dengan demikian, masyarakat merasa mudah dan nyaman untuk melakukan transaksi pembayaran pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor se- cara nontunai. “Selain itu, kerja sama ini juga se- bagai wujud modernisasi sistem tran- saksi pembayaran yang didukung oleh produk dan layanan Bank DKI,” kata Kresno usai peresmian Samsat Digital dan pembayaran nontunai di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/3). Dalam hal ini, Bank DKI akan ber- peran sebagai bank penerima pem- bayaran PKB, PNBP, dan SDWKLLJ di DKI Jakarta sekaligus agregator pengumpulan dana hasil penerimaan pembayaranuntukwilayahDKI Jakarta. Adapun mekanisme pembayaran pajak kendaraan bermotor secara non- tunai adalah pemilik kendaraan/wajib pajak cukup datang ke Samsat untuk mengisi data kendaraan via e-form. Selanjutnya, wajib pajakmendaftarkan kendaraannya pada loket pendaftaran untuk melakukan proses verifikasi data pemilik dan kendaraannya, kemudian mendatangi loket nontunai untukmelakukan pembayaranmelalui Bank DKI. Selainmelalui ATM, saat ini, pemba- yaran pajak kendaraan bermotor DKI Jakarta sudah dapat dilakukan melalui

Paparan Kinerja CEO Citi Indonesia Batara Sianturi (tengah), Chief Financial Officer Citi Indonesia Warren Huang, Country Treasurer and Local Markets Treasury Head Citi Indonesia Suryadi Ong berbincang saat pemaparan kinerja Citi Indonesia di Jakarta, kemarin. Citibank N.A Indonesia menutup tahun 2017 dengan mencatat laba bersih sebesar Rp.2,51 triliun, men- ingkat 10% dari tahun sebelumnya, yang berasal dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 5,1% menjadi Rp.4,33 triliun.

Oleh Nida Sahara

Untuk itu, Batara menjelaskan, salah satu upaya yang sudah dilak- ukan yakni dengan program 50% off The Next Transaction saat berbe- lanja di lima e-commerce yaitu Blibli, Bukalapak, Lazada, Shopee, dan Toko- pedia. “Kami adalah salah satu credit card player yang cukup besar dengan 1 juta nasabah. Kerja sama ini memberi peluang untuk membuka pintu nasa- bah Citibank agar lebih mudah lagi terfasilitasi kalau bertransaksi dengan e-commerce ,” lanjut dia. Batara juga menjelaskan, induatri perbankan saat ini memasuki era kolaborasi dengan per usahaan keuangan berbasis digital seperti e-commerce dan financial technology ( fintech ). Kerja sama tersebut dinilai sangat penting untuk saling mengisi, memenuhi kebutuhan masyarakat. Di samping itu, dalam wealth management , kampanye Citigold on Your Terms diluncurkan untuk men- jawab perubahan tren dan preferensi tujuan keuangan nasabah melalui layanan perbankan digital guna men- goptimalkan pertumbuhan investasi. Di commercial banking , berbagai inisiatif terkait e-commerce dan menghubungkan perusahaan-perusa- haan menengah Asia yang ingin ber- investasi di Indonesia mendapatkan momentum yang baik tahun 2018. Terkait gejolak ekonomi global terhadap kebijakan moneter dan per- ang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok, menurut Batara, hanya akan berpengaruh dalam jangka pendek terhadap perekonomian Indonesia. Batara menjelaskan, hal tersebut disebabkan karena dampak pergerakan ekonomi global jangka panjangmaupun jangka pendek sudah dianalisis lebih jauh. “Yang terdampak dari pergerakan gejolak ekonomi global tersebut adalah sektor pasar modal,” imbuh dia. jadi tahun 2022. “Kami rencanakan pada 2022 akan spin off , tapi setelah spin of f kami menargetkan sudah bisa minimal masuk kategori BUKU (bank umum kegiatan usaha) III,” ungkap Pandji. BUKU III adalah kategori bank yang memiliki modal inti minimal Rp 5-30 triliun. Saat ini, dana usaha atau modal inti CIMB Niaga Syariah sekitar Rp 2,4 triliun. Menurut Pandji, dengan waktu yang tersisa empat tahun, pihaknya meyakini mampu memenuhi modal tersebut agar bisa masuk BUKU III. “Masih ada waktu empat tahun, dengan akumuasi PBT ( profit before tax ) dan komitmen in- duk supaya bisa terpenuhi dari sisi internal,” tambah dia. Di samping itu, Pandji mengatakan, rasio kecukupan modal ( capital adequacy ratio /CAR) di kisaran 16%. Pihaknya juga belum memikirkan mencari mitra strategis untuk mengembangkan CIMB Niaga Syariah. (nid)

ital adequacy ratio (CAR) sebesar 27,48% per 31 Desember 2017. Bank telah mampu mempertahankan rasio kecukupan modal ini dan tetap men- catatkan peningkatan dalam aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) sebesar 13,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada institutional banking , Citibank senantiasa memberikan konten dan solusi yang lengkap kepada klien, baik perusahaan lokal, perusahaan mul- tinasional, institusi finansial, maupun sektor publik. Treasury and trade solutions group menyediakan platform digital Citi Direct dengan kemampuan layanan pembayaran pajak, sebagai bagian dari komitmen untuk memfa- silitasi proses pembayaran pajak di Indonesia bagi perusahaan. Sedangkan pada consumer banking , Citibank telah merelokasi cabang Surabaya ke Citibank Smart Branch untuk memberikan pengalaman perb- ankan yang mengesankan melalui proses yang lancar dan kemampuan digital kelas dunia, yaitu Citi Signature Experience. Platform digital consumer banking Citi Mobile menyediakan peringatan apabila terjadi fraud dan keamanan berlapis melalui Touch ID Citibank Indonesia fokus untuk menjalankan kolaborasi dengan per- usahaan-per usahaan e-commerce seperti Tokopedia dan Lazada. Strategi tersebut sudah dimulai sejak 2016, ketika perusahaan menutup setengah kantor cabang. Saat ini kantor cabang Citibank sebanyak 10 kantor dari yang sebelumnya 20 kantor cabang. “Sekitar 80% dari semua transaksi sudah ada di luar cabang. Jadi kami lihat perilaku nasabah, untuk trans- fer, transaksinya tidak lagi datang ke cabang,” kata Batara. Terbitkan Sukuk Pada kesempatan itu, Pandji mengatakan, tahun ini pihaknya juga berencana menerbitkan sukuk sebesar Rp 4 triliun secara bertahap. Tahap pertama, CIMB Niaga Syariah akan emisi sukuk sebesar Rp 1 triliun pada kuartal III-2018. “Kami rasa pada semester II-2018 yang Rp 1 triliun. Mungkin kami terbitkan pada Juli atau Agustus tahun ini, karena kami likuiditas tidak ada masalah,” kata dia. Dia mengungkapkan, CIMB Niaga Syariah mencatatkan financing deposit ratio (FDR) sebesar 84%. Artinya, pihaknya tidak terlalu merasa kekur- angan pendanaan. Terkait sukuk ritel SR-010, pihaknya telahmenjual sekitar Rp 400 miliar kepada nasabah ritel. Pandji juga menjelaskan, CIMB Niaga Syariah berencanamemisahkan diri dari induk ( spin off ) pada tahun ini. Namun, karena persiapan yang belum matang, maka rencana terse- but diurungkan dan rencanakan men- serta otentikasi sidik jari. Kolaborasi e-Commerce

JAKARTA – Citibank NA Indonesia mencetak laba bersih sebesar Rp 2,51 triliun pada 2017, meningkat 10% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya. Peningkatan laba bersih tersebut berasal dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 5,1%menjadi Rp 4,33 triliun.

ketiga (DPK) yang mencapai Rp 84 tri- liunatau tumbuh9,6%dalambentukgiro dan tabungan. “Tahun ini proyeksi DPK tumbuh 8% juga sama seperti proyeksi kredit,” ungkap dia. Kedua jenis simpanan tersebut men- capai 73,51% dari total DPK Citibank per 31 Desember 2017. Selain itu, pihaknya fokus dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dalam pemberian pinjaman. Di sisi lain, peningkatan laba bersih Citibank juga didukung oleh pen- ingkatan kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross pada Desember 2017 sebesar 1,88%, menurun dari peri- ode sebelumnya pada posisi 2,83%. Sedangkan NPL net pada akhir tahun lalu berada di posisi 0,54% atau mem- baik dibandingkan tahun lalu yang di level 0,94%. “Tahun ini NPL gross kami jaga di level 1,48% dan untuk NPL net di level 0,57%,” imbuh dia. Dia mengungkapkan, return on asset (ROA) Citibank pada 2017 men- jadi 4,34% dari 4,14% pada tahun se- belumnya. Kemudian, terdapat juga peningkatan pada return on equity (ROE) menjadi 15,51% dari 14,88% tahun 2016. Di sisi lain, kecukupan modal bank menjadi semakin kuat, dengan cap- 0,91% per 31 Desember 2017 dari 1,1% pada periode sama tahun se- belumnya. Hal ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang konsisten diterapkan CIMB Niaga Syariah yang terus meningkatkan portofolio pembiayaan. “Tahun ini NPF kami jaga di bawah 1%, jangan sampai le- bih dari 1%. Tahun lalu penyumbang terbesar NPF berasal dari mortgage yang hampir 50% dari NPF 0,91%,” ungkap Pandji. Pandji menegaskan, momentum pencapaian gemilang kinerja CIMB Niaga Syariah tahun 2017 tersebut menjadi motivasi untukmeningkatkan kinerja pada tahun ini. “Kami optim- istis dapat mencapai target bisnis yang lebih baik pada 2018. Karena itu, kami memaksimalkan penetrasi produk-produk unggulan kami sep- er ti Tabungan Haji, Tabungan iB Mapan Waqaf, Syariah Gold Card, KPR Syariah, corporate banking , dan commercial banking ,” kata dia.

Chief Executive Officer Citibank In- donesia Batara Sianturi mengatakan, perolehan laba bersih Citibank juga berasal dari pertumbuhan pendapatan fee based income yang sebesar 6,6% menjadi Rp 2,1 triliun. Tahun ini, pihaknya menargetkan laba bersih tumbuh sekitar 4% dari tahun lalu menjadi Rp 2,61 triliun. “Pendapatan bunga bersih ( net interest income /NII) Citibank dito- pang oleh kinerja yang seimbang antara institutional banking dan con- sumer banking, yang masing-masing menyumbang 54% dan 46% terhadap pendapatan bunga bersih Citibank tahun 2017,” kata Batara di Jakarta, Senin (26/3). Terkait margin bunga bersih ( net interest margin /NIM) tahun ini, pihaknya menargetkan pada posisi 5,64%. Sementara itu, net interest mar- gin (NIM) pada 2017 sebesar 6,36% dan untuk NIM 2016 di level 6,24%. Batara mengatakan, penyaluran kredit tumbuh 2% dibandingkan tahun 2016. Tahun ini, pihaknya menargetkan penyaluran kredit tumbuh 8% secara tahunan ( year on year /yoy). Pertumbuhan kinerja Citibank juga tercermindari total aset yangmeningkat 4,8%menjadi Rp 75 triliun. Kinerja positif ini didukung oleh jumlah dana pihak UUS dengan pertumbuhan aset paling tinggi sepanjang 2017 di industri perb- ankan syariah nasional. Kenaikan ini juga turut meningkatkan pangsa aset CIMB Niaga Syariah terhadap total aset bank induk CIMB Niaga, yaitu mencapai 9,3% per 31 Desember 2017 dibandingkan posisi yang sama tahun 2016 sebesar 5,5%. Meningkatnya aset CIMB Niaga Syariah tak lepas dari kenaikan signi- fikan pada penghimpunan DPK dan penyaluran pembiayaan. Total DPK yang berhasil dihimpun hingga akhir 2017 mencapai Rp 19,9 triliun atau tumbuh 87,3% dibandingkan DPK tahun 2016 sebesar Rp 10,6 triliun. “Komposisi deposito 65% dan dana murah (CASA) 35%. Tahun ini deposito akan 60% dan CASA sebesar 40%,” kata Pandji. Di sisi lain, kualitas pembiayaan juga kian membaik dengan rasio pembiayaan bermasalah ( non per- forming financing /NPF) menjadi

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker