Suara Pembaruan 03

Suara Pembaruan

Utama

2

Senin, 3 September 2018

TGB Masuk Tim Pemenangan Jokowi?

T im Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin dikabarkan mendapat “amunisi” baru. Setelah Dedy Mizwar me- nyatakan bergabung dalam tim pemenangan Jokowi, Gu- bernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Ma- jdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) disebut-sebut juga akan bergabung. Informasi yang diperoleh SP menyebutkan, saat ini TGB meminta untuk tidak dimasuk- kan dalam struktur resmi yang

dilaporkan ke Komisi Pem- ilihan Umum (KPU). Untuk sementara, dirinya akan fokus dulu menangani pemulihan di NTB setelah gempa yang ter- jadi beberapa waktu lalu.

iden (cawapres), TGB baru akan masuk tim. Nama TGB akan dimasukan dalam struk- tur resmi yang masuk ke KPU. “Setelah penetapan masih boleh memper- baiki nama-nama tim pemenangan. Nanti saat itu bisa dimasuk- kan namanya,” ujar sumber tersebut. Menurutnya, sebenarnya TGB memiliki potensi menjadi ketua tim pemenangan. Tetapi, karena ada gempa di Lom- bok, maka dia akan dicarikan posisi lain. Hal itu supaya

tidak ada serangan dari kubu lawan. “TGB akan mendapat- kan tempat yang strategis di tim pemenangan. Bisa seperti Dedy Mizwar, yang menjadi juru bicara,” tutur sumber tersebut. Dia menambahkan TGB sudah siap lahir dan batin untuk mendukung Jokowi. Apalagi, cawapres yang dipilih Jokowi dari kalangan ulama. “TGB sudah seribu persen mendukung pasangan itu. Kalau tidak ada bencana gempa, dia sudah kampanye duluan,” katanya. [R-14]

“Posisi saat ini, TGB mendukung dari be- lakang. Adanya ben- cana gempa membuat

dia minta agar namanya jangan masuk dulu,” kata sumber SP di Jakarta, Senin (3/9). Dijelaskan, setelah ada penetapan KPU terhadap pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil pres-

Ketua KOI: Perbanyak Event Olahraga Internasional

ANTARA/INASGOC/Paramayuda Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir memberikan keterangan pada wartawan tentang penyelenggaraan Asian GameS 2018, di Main Press Center (MPC) JCC, Jakarta, Sabtu (1/9).

[JAKARTA] Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir yakin, peluang Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 jika kelak mengajukan diri cukup besar, meskipun harus bersaing dengan negara lain seperti Tiongkok dan Korea Selatan. Untuk itu, Indonesia harus lebih seringmenjadi tuan rumah event olahraga berskala internasional. “Presiden IOC (Komite Olimpiade Internasional) Thomas Bach dan Presiden DewanOlimpiadeAsiaSheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah terkesan dan memuji kerja keras Indonesia denganwaktu yang singkat ini, 3 tahun dapat menggelarAsianGames 2018 yang sukses. Pencalonan kita disambut baik, dan Indonesia didaulat pantas untuk dapat menjadi tuan rumah Olim- piade pada 2032. Ini sebagai modal utama, sebagai bentuk dukungan kuat,” ujar Erick, di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (2/9). Menurutnya, sebelum In- donesia resmimengajukandiri, ada beberapa hal yang harus dilakukanterlebihdahulu.Salah satunya, lebihseringmenggelar event olahraga bertaraf interna-

sional sebagai ajang persiapan. Salah satunya adalahmenjadi tuan rumahPialaDuniaBasket 2023, bersama denganFilipina dan Jepang. Pihaknya pun meminta pemerintah dan para pengurus cabang olahraga untuk lebih aktif menyelenggarakan keju- araan-kejuaraan internasional seusai Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang. Apa- lagi, Indonesia telahmemiliki sejumlah arena pertandingan kelas dunia. “Mudah-mudahan federasi olahraga lainnya juga turut menggelarnya, agar inimenjadi salah satu langkah lobi. Bila nantinya setelahAsianGames ini Indonesia bisa menggelar kejuaraan-kejuaraan lainberta- raf internasional, selainmenjadi salah satu ajang promosi untuk tuan rumah Olimpiade, venue yangsudahdibangun juga tidak terbengkalai, mengingat venue yangdibangunsudahmemenu- hi standar internasional. Selain kebutuhan olahraga, juga bisa membuatmasyarakatIndonesia bersaing sehat denganmasya- rakat dunia,” imbuhnya. Selain itu, lanjut Erick, kesuksesanmenjadituanrumah Asian Games ke-18 menjadi pintu pembuka terpenuhinya

standar penyelenggaraan event olahragaberskala internasional. “Kriteria lainnya, penampilan timatletjugaharusbagusdalam prestasi.Makanya, diOlimpia- de 2020 nanti Indonesia harus bisa meraih medali emas dari berbagai cabor lain, tidakhanya dari bulutangkis,” ujarnya. Pertanggungjawaban Erick, yang juga Ketua PanitiaPelaksanaAsianGames 2018 (Inasgoc) berpendapat, sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018 memberi fondasi yang sangat kuat untuk melangkah ke pencalonan se- bagai tuan rumahAsianGames 2032. “Dengan kesuksesan tuan rumah Asian Games ini, Indonesia telah menunjukkan memiliki semua bahan untuk menyelenggarakanOlimpiade di masamendatang,” katanya. Sebagai Ketua Inasgoc, Erick menjelaskan, baru akan menyelesaikanmasa tugasnya 100%padaApril 2019, meski- punAsianGames sudah resmi ditutuppadaMinggu (2/9).Hal itu dikarenakanmasih terdapat berderet pertanggungjawaban administratif yang harus dise- lesaikan panitia. Pertanggung- jawaban secara administrasi ini jugauntukmembuktikanbahwa

Indonesia pantasmenjadi tuan rumah Olimpiade 2032. “Kami (Inasgoc) tidakakan berhenti bekerja setelah hari Minggu (2/9), tetapi hingga April 2019. Kami ingin sukses administrasi, karena banyak penyelenggaraan multievent di dunia yang bermasalah secara administrasi, dan kami tidak ingin itu terjadi kepada kami,” ungkap Erick. Dengan sering menjadi tuan rumah event berskala internasional, menurut Erick, juga akan berdampak positif

terhadap pembangunan mental dan karakter bangsa. “Indonesia akan berkembang menjadi negara yang lebih besar ke depan dengan terus berupaya menyelenggarakan acara-acara internasional,” tandasnya. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga optimistis Indonesia bisa terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Hal ini berkaca dari kesuksesan Indonesia menggelar Asian Games 2018 di Jakarta dan

Palembang.

“Saya kira masyarakat dunia tahu, bagaimana kese- riusan Indonesiamenjadi tuan rumah. Selain penyelengga- raan dan venue , juga kera- mahan masyarakat Indonesia menerima tamu. Indonesia memiliki beberapa venue bertaraf internasional untuk sejumlah cabang olahraga. Tentu, nilai tambah inimenjadi modal Indonesia menggelar Olimpiade,” ujarnya. [H-15] > 24-25 Terkait hal

Made with FlippingBook - Online catalogs