ID190126

sabtu/minggu 26-27 januari 2018 2 INTERNATIONAL

pokoksepertimakanandanobat-obatan. Laporan PBB menunjukkan ada sekitar 2,3 juta orang telah melarikan diri sejak 2015, sementara Dana Mon- eter Internasional (IMF) mengatakan inflasi akan mencapai tingkat menge- jutkan 10 juta persen, pada tahun ini. Langkah berani Guaido mengakh- iri tiga hari ketegangan tinggi yang dimulai pada Senin (21/1), ketika sekelompok tentara mengambil alih pos komando di Karakas dan bangkit melawan Maduro. Pemberontakan itu dengan cepat dibatalkan dan para pejabat mengata- kan 27 orang ditangkap, tetapi memicu gelombang protes yang lebih kecil dis- ambut oleh pasukan keamanan meng- gunakan gas air mata dan peluru karet. Dua hari setelahnya, protes jalanan massal pertama terjadi di Venezuela sejak tindakan keras terhadap protes anti-pemerintah atara April dan Juli 2017 merenggut nyawa 125 orang. To- koh terkemuka di seluruh dunia telah meminta agar semua pihak tenang untuk menghindari terulangnya per- tumpahan darah. Sebuah lembaga nirlaba yang ber- basis di Karakas, Venezuela, yakni Observatorium Konflik Sosial men- gatakan, 26 orang telah tewas sejak protes minggu ini dimulai empat hari lalu. Di sisi lain, Juru bicara Paus Francis berbicara pada Hari Pemuda Sedunia di Panama, mengatakan di- rinya berdoa untuk para korban dan untuk semua rakyat Venezuela. (afp)

Partai Republik mendapa dukungan dari Partai Demorat dalam hal krisis Venezuela. Namun hanya ada satu suara berbeda yang disampaikan sena- tor independen Bernie Sanders: “Kita harus mempelajari pelajaran dari masa lalu dan tidak berada dalambisnis peru- bahan rezim atau mendukung kudeta, seperti yang terjadi di ChileGuatemala, Brazil, dan Republik Dominika”. Meski berbeda, Sanders tur ut mengecam tindakan keras Pemerin- tah Venezuela terhadap pengunjuk rasa. Selain negara-negara di Amerika Selatan, Amerika Serikat, Kanada dan Inggris sama-sama mengakui Guaido sebagai pemimpin sementara Ven- ezuela, sedangkan Perancis menyata- kan menolak legitimasi Maduro. Sebaliknya, Rusia dan Tiongkok memberikan dukungan kepada Ma- duro yang diperangi oleh oposisi. Pres- iden Rusia Vladimir Putinmenyerukan dukunganuntukMadurodanmenuduh krisis telah dipicu dari luar. Tiongkok sebagai kreditor utama Venezuela juga menentang campur tangan pasukan eksternal dalam urusan Venezuela. Maduro telahmem- pertahankan dukungan dari Meksiko, Kuba, dan Bolivia, semuanya dipimpin oleh pemerintah sayap kiri. Kebijakan Maduro telah memimpin krisis ekonomi semakin dalam dan menyebabkan jutaan orang berada dalam kemiskinan, karena negara yang kaya akan cadanganminyakmentah itu menghadapi kekurangan kebutuhan

Bangsa (PBB), terkait krisis yang sedang berlangsung. “Waktu untuk debat sudah usai. Rezim mantan presiden Nicolas Ma- duro tidak sah,” ujar Pompeo dalam pidato yang disampaikan di hadapan anggota Organization of American States, seraya mengingatkan Maduro tentang penggunaan kekuatan militer terhadap demonstran. Maduro pun menanggapi dengan kemarahan atas langkah AS, dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah AS “imperialis” serta memberikan waktu 72 jam bagi para diplomatnya untuk angkat kaki dari negaranya. Dia juga memanggil pulang semua diplomat Venezuela dari Amerika Seri- kat. Di saat yang sama, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS memerintah- kan staf non-darurat untukmeninggal- kan Venezuela, namun menolak untuk mematuhi pengusiran. Pihaknya mengatakan akan mempertahankan hubungan diplomatik dengan pemer- intah sementara Presiden Guaido. Sementara itu, Trump secara ter- buka merenungkan intervensi militer di Venezuela dengan mengatakan se- mua opsi telah dibuka. Para analis menyarankan supaya Trump dapat mempertimbangkan sanksi ekonomi lebih lanjut terhadap negara – yang telah memasok sepertiga produksi minyaknya ke AS. Pemandangan jarang juga terlihat dalam parlemen AS, di mana presiden

terhadap perekonomian sektor riil, termasuk perikanan dan kelautan. Dia berharap situasi di dalam negeri di tahun politik pilpres dan pileg 2019 juga aman, apalagi kita juga mengha- dapi tantangan kondisi pertumbuhan perekonomian dunia yang masih melambat. “Kalau di sektor perikanan, kita su- dah antisipasi sejak 4 tahun lalu. Seka- rang, Indonesiamenjadi pemasok besar ikan dan produk perikanan bagi dunia. Kita juga sangat disegani. Harga ikan kita memang dikeluhkan (oleh buyers ) semakin mahal. Harga cumi-cumi Rp 90 ribu per kilogram (kg). Kenapa ? Itu karena diekspor. Kenapa? Karena per- mintaan tinggi sekali. Kenapa tinggi? Karena pasokan satu-satunya bisa dikatakan hanya dari kita,” kata Susi. Perang Berebut Pangan Saat ini, kata Susi, jumlah stok ikan di Indonesia meningkat hingga 2 kali lipat dan biomassa ikanmelonjak 3 kali lipat. Potensi perikanan Indonesia, ujar dia, masih sangat besar. “Karena itu, laut kita harus dijaga terus. Bukan berarti karena jumlah­ nya meningkat dieksploitasi terus seenaknya. Ingat, perang di masa depan bukan lagi soal ideologi atau politik, tapi perang atas ketahanan pangan dan en- ergi. Keduahal ini bakalmenjadi pemicu perang yang akan terjadi di dunia. Jadi, ikan ini harus dilihat sebagai yang san- gat penting, kalaumaubangsakitabesar dan berdaya saing,” kata Susi. Karena itu, lanjut dia, pemerintah juga tegas melarang penggunaan alat penangkap ikan (API) yang tidak ramah lingkungan. Ini misalnya can- trang dan trawl . “Cantrang itu tidak selective catch, t api untuk perdagangannya diseleksi. Kalau 1 kapal cantrang melaut bawa tidak akan berusaha mencerminkan apa yang dilakukan rudal Rusia un- tuk rudal, pesawat untuk pesawat atau tank tempur untuk tank tempur, melainkan akan mencoba membuat tanggapan jera yang efektif. Sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putinmemperingatkan tentang adanya perlombaan senjata baru jika perjan- jian – yang ditandatangani pada 1987 oleh Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev – runtuh. Ada pun isi perjanjian INF, melarang rudal yang diluncurkan darat dengan jangkauan 500 hingga 5.500 kilometer dengan tujuan mengakhiri peningka- tan hulu ledak berbahaya di Eropa dan juga kekhawatiran bahwa situasi serupa akan muncul kembali. Di sisi lain, Pemerintah Rusia me- negaskan bahwa rudal-rudal yang dimiliki sudah sesuai dengan per- janjian, dan rudal dengan jangkauan maksimum 480 kilometer itu tidak dapat dimodifikasi oleh tentara. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pada Rabu (23/1), para pejabat media dan militer asing telah diberi- kan penjelasan tentang sistem kon- troversial di luar Rusia – kendati tidak negara anggota NATO yang ikut ambil bagian dalam kegiatan itu. (afp/pya) Mahkamah Agung (MA) Venezuela, yang terdiri dari loyalis rezim, pun turut menyampaikan hal serupa yakni penegasan kembali kesetiaan mereka kepada Maduro sebagai otoritas yang sah. “Kudeta sedang terjadi di Venezuela dengan persetujuan dari pemerintah asing,” demikian tudingan yang disampaikan Presiden MA Mai- kel Moreno baru-baru ini. Debat Sudah Usai Sementara itu, dalam wawancara dengan Univison via Skype, Guaido menyatakan dirinya tidak dapat me- nyingkirkan Maduro dalam amesti yang ditawarkannya kepada pejabat militer dan sipil yang memimpin tran- sisi di Venezuela. Tapi, pilihan seperti itu harus dievaluasi karena Maduro dianggap bertanggung jawab atas tewasnya sejumlah demonstran. Para analis dari grup konsultan Eurasia mencatat, terlepas adanya pengakuan internasional atas Guaido sebagai presiden sementara Venezuela yang memperkuat posisinya sebagai pemimpin oposisi utama. Namun dia telah gagal memenangkan elemen tentara senior. “Kejatuhan Maduro sepertinya tidak segera terjadi,” tulis para analis. Sedangkan di dalam pemerintahan AS sendiri, Menteri Luar Negeri (Menlu) Mike Pompeo terus-menerus mendesal pemimpin kiri dengan me- nyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-

Oleh Grace Eldora  KARAKAS – Pihak militer Venezuela berkuasa mendukung Presiden Nicolas Maduro pada Kamis (24/1), ketika pemimpin oposisi Juan Guaido – yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) – memberikan tantangan langsung pada otoritasnya sehingga nasib negara, yang dilanda krisis, bergantung pada keseim- bangan.

Karena itu, Susi mengimbau, ne- layan dan pengusaha perikanan na- sional memanfaatkan adanya Peratu- ran Presiden (Perpres) No 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Beleid ini menutup sektor perikanan tangkap terhadap modal dan kapal asing. “Bisnis ini hanya sedikit lebih besar dari usahamikro, kecil, danmenengah (UMKM). Tidakmembutuhkanmodal besar. Karena itu, saya mendorong semua orang Indonesia berlari untuk berinvestasi. Mumpung Perpres No 44 Tahun 2016 masih ada, sebelum berubah. Saya berharap nanti nggak ada perubahan (atas Perpres No 44 Tahun 2016),” kata Susi. Perpres No 44 Tahun 2016, lanjut Susi, berdampak positif terhadap sektor perikanan tangkap Indonesia. Terbukti, kata dia, sektor perikanan na- sional menikmati pertumbuhan positif. Mulai dari jumlah biomassa dan sum- ber daya ikan yang terus bertambah, hingga besaran Nilai Tukar Usaha Ne- layan (NTUN) danNilai Tukar Nelayan (NTN) yang meningkat. NTUN dan NTN yang naik ini mengindikasikan pendapatan nelayan naik. “Semua capaian kita dalam 4 tahun ini, 100% hasil kekuatan dan kapasitas domestik. Karena saya buat peraturan yang clear (tegas) kadang diterjemah- kan sebagai anti foreign investment , padahal saya tidak anti-asing. Karena dampak Perpres No 44 Tahun 2016 bagus buat sektor perikanan kita, saya berharap apa yang sudah kita capai selama ini bisa dipertahankan. Kita harus jaga,” kata Susi. Susi juga mengharapkan, kondisi dan perubahan-perubahan politik di Indonesia tidak berdampak negatif berg, seraya menuding Kremlin telah melubangi perjanjoan INF. Menurut Stoltenberg, sekarang Rusia melanggar perjanjian dengan mengembangkan dan mengerahkan rudal-rudal baru. “Rudal-rudal baru ini sulit dideteksi, mereka mobile , punya kemampuan nuklir, dapat mencapai kota-kota di Eropa dan dapat men- gurangi waktu peringatan yang men- jadi ambang batas bagi setiap potensi penggunaan senjata nuklir,” katanya. Stoltenberg juga menggambarkan periode singkat sampai 2 Februari dan proses penarikan AS selama enam bulan mendatang dari perjanjian itu sebagai peluang yang diberikan ke- pada Rusia untuk kembali mematuhi kesepakatan. “Kita harus menyadari bahwa per- janjian itu dalam bahaya nyata. Itulah alasan mengapa kita meminta para komandan militer kita untuk melihat konsekuensi dari sebuah dunia tanpa perjanjian INF,” tambah dia. Para pejabat AS mengungkapkan, jika Rusia melewatkan batas waktu 2 Februari maka Pentagon (Depar- temen Pertahanan/Dephan) akan mulai bekerja menuju sistemnya sendiri, yang tidak akan dilarang oleh perjanjian itu. Stoltenberg mengatakan NATO Menhan juga berjanji memperta- hankan otoritasnya dari percobaan kudeta. Selain Padrino, ada delapan jenderal lain yang akhirnya menegas- kan kembali kesetiaanmutlak dan sub- Mengikuti pimpinan Padrino, delapan jenderal pada gilirannya menegaskan kembali kesetiaan absolut dan bawa- han mereka kepada pemimpin sosialis tersebut, dalam sebuah pesan yang disiarkan di televisi pemerintah. Terpilihnya Maduro kembali pada tahun lalu menuai kritikan dari oposisi dan internasional. Tetapi pemimpin sosialis itu masih bertahan dengan bergantung pada kesetiaan militer yang kuat dan mendapat pengawasan dengan ketat. Bahkan Menteri Per- tahanan Venezuela Vladimir Padrino menyatakanMaduro sebagai presiden yang sah.

“Kapal cantrang cuma mengam- bil ikan yang sudah diseleksi 1 ton misalnya, namun yang dibuang 0,5-1 ton. Kalau kapal cantrang 1.000 unit, berarti ada ikan yang hanya dibuang lagi ke laut 1.000 ton. Sebaliknya, jika mereka mau berganti alat tangkap diberi izin untuk penangkapan ke laut Arafuru yang kaya ikan-ikan mahal, sehari mereka bisa dapat Rp 75 juta dari menangkap 1 ton yang harga ikannya Rp 75.000 per kg atau lebih,” ujar Susi dalam acara makan malam dan diskusi dengan pemimpin redaksi media massa di kantornya, Jakarta, Jumat (25/1). Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP M Zulficar Mochtar mengatakan, kapal besar beralat tangkap cantrang dengan bobot 30 GT ke atas itu semula berjumlah sekitar 1.000, atau sekitar 16,67% dari dari total kapal penangkapan ikan 30 GT ke atas yang beroperasi di Indonesia sebanyak 6.000. Sedangkan total kapal ikan di Tanah Air sekitar 830.000 unit. “Jumlah kapal yang menggunakan alat tangkap yangmerusak lingkungan sebenarnya hanya sedikit, sekitar 0,5% dari total kapal ikan di Tanah Air seki- tar 830.000. Kapal ikan yang izinnya dari KKP hanya yang besar, 30 GT ke atas, sedangkan yang di bawah 30 GT izinnya sudah di tingkat provinsi saja. Kalau soal harga kapal, variasinya sangat banyak, misalnya 70 GT dengan cold storage ada yang Rp 2-5 miliar per unit,” paparnya. Tak Anti-investasi Asing Pada kesempatan tersebut, Men- teri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga menegaskan, dirinya tidak anti terhadap investasi asing. Pelarangan kapal dan modal asing di sektor perikanan tangkap nasional, im- buh dia, semata karena pertimbangan kepentingan ekonomi nasional. Susi mengatakan, kapal ikan berukuran 150 GT hanya membutuh- kan modal Rp 10-15 miliar, atau relatif bisa didanai oleh pengusaha nasional. Dengan hasil ‘melaut’ 2-3 kali, pemilik kapal ikan tersebut sudah bisa menda- patkan modalnya kembali. BRUSSELS – Para pejabat senior Pakta Per tahanan Atlantik Utara (NATO) dan Pemerintah Rusia telah gagal membuat terobosan dalam negosiasi untuk menyelamatkan trak- tat Angkatan Nuklir Jarak Menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces/ INF) sehingga meningkatkan momok perlombaan senjata baru di Eropa. Ibu kota negara-negara di Barat menuding generasi terbaru rudal ja- rak menengah Rusia telah melanggar ketentuan-ketentuan dari perjanjian INF di era Perang Dingin, dan mem- bahayakan kota-kota di Eropa. Amerika Serikat (AS) juga sudah memperingatkan bahwa pihaknya akanmemulai proses penarikan enam bulan dari traktat pada 2 Februari, kecuali Rusia menarik sistem rudal darat 9M729. Para duta besar NATOmengadakan pembicaraan dengan delegasi Rusia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov di mar- kas besar aliansi di Brussels, Belgia, namun pertemuan tersebut berakhir tanpa muncul terobosan. “Tidak ada kemajuan nyata dalam per temuan hari ini karena Rusia tidak menunjukkan keinginan untuk mengubah posisi mereka,” ujar Sek- retaris Jenderal NATO Jens Stolten- Sekarang, negara yang memiliki cadangan minyak mentah itu telah hancur secara ekonomi dan terjeru- mus ke dalam ketidakpastian pada Rabu (23/1), ketika Guaido (35 tahun) – yangmenjabat sebagai KetuaMajelis Nasional – menyatakan dirinya seba- gai presiden interim. Klaim Guaido tersebut langsung mendapat dukun- gan dari Pemerintah AS dan sejumlah kekuatan regional lainnya, termasuk Brazil, Argentina, dan Kolombia. Ketika jumlah korban tewas akibat aksi protes di jalanan bertambah men- jadi 26 orang, Presiden Maduro (56 tahun) pun mengeluarkan pengumu- man penutupan kedutaan dan konsulat Venezuela di AS. Hal tersebut terjadi selang satu hari setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump menyata- kan rezim Maduro tidak sah.  Sambungan dari hal 1

Investor Daily/Richard SARGENT / AFP

Kunjungan Media Tiga orang berjalan di sisi jalan pada kunjungan media yang digagas pemerintah, Jumat (25/1) ke kota Buthidaung dekat sumber konflik yang tengah membara antara kelompok bersenjata tentara Arakan Army dan pasukan pemerintah di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Sedangkan negara tujuan utama ek- spor Indonesia adalah AS, Tiongkok, Jepang, kawasan Uni Eropa, Asia Tenggara, Taiwan, dan Timur Tengah. “Udang hingga 66% dari total nilai ekspor US$ 1,62 miliar kita pasok ke Amerika Serikat. AS jugamenjadi tujuan utama ekspor tuna kita, yakni hingga 30,06% dari total nilai ekspor US$ 558,82 juta. Sementara, hingga 38,89%dari total ekspor cumi, sotong, dan gurita kita yang sebesar US$ 489,01 juta dipasar- kan ke Tiongkok. Juga, hingga 73,02% dari total ekspor rumput laut Indonesia yang mencapai US$ 270,06 dipasarkan ke Tiongkok,” kata Nilanto. PNBP Naik Sementara itu, terkait penerimaan negara bukan pajak (PNBP), Nilanto mengatakan, pada tahun 2018 terdapat perubahan tata tata cara pembayaran PHP yang dilakukan setelah hasil review menunjukkan bahwa semua kewajiban terhadap obyek review telah dipenuhi. Sepanjang Januari- Desember 2018, kata Nilanto, PNBP perikanan tercatat mencapai Rp 645 miliar, meningkat dibandingkan ta- hun 2017 yang sebesar Rp 624 miliar. Tahun 2019, kata Nilanto, KKPmenar- getkan capaian PNBP yang lebih besar Penerimaan pajak sektor perikanan juga naik. Tahun 2017 tercatat total sebesar Rp 1,08 triliun, naik dari tahun 2016 yang hanya Rp 850,10 miliar. KKP, lanjut dia, juga tengah mel- akukan penataan perizinan. Salah satunya, untuk memperbaiki capaian penerimaan pajak di sektor perikanan. Pasalnya, ditemukan pemilik-pemilik kapal ikan menyampaikan laporan penghasilan yang jauh di bawah yang seharusnya. “Saat ini, kami sedang mendorong agar pemilik kapal dalam mengaju- kan perizinan, melaporkan penghasi- lan yang sebenarnya. Kalau laporan pendapatannya tidak benar, saya memang tidak terbitkan izin. Izin kapal yang ditangani KKP (pusat) adalah un- tuk ukuran 30 GT ke atas,” kata Susi. Susi menegaskan, langkah itu bu- kan untuk mempersulit pemilik kapal memperoleh izin. Karena itu, Susi menambahkan, pihaknya bakal mem- publikasi nama-nama pemilik kapal. Dengan begitu, ada transparansi. “Per 1 Februari 2019 akan saya pub- likasikan nama-nama pemilik kapal. Berapa kapal yang dimiliki, berapa ukurannya,” kata Susi. (pd)

SekjenKementerianKelautan dan Peri- kanan (KKP) Nilanto Perbowo mema- parkan, NTN tahun 2018 mencapai 113,28, naik dibandingkan tahun 2017 yang sebesar 109,86. Demikian pula, Nilai Tukar Perikanan (NTP) tahun 2018 mencapai 105,99, naik dari tahun 2017 yang sebesar 104,05. Sedangkan NTUP tahun 2018 naikmenjadi 118,87, dari tahun 2017 yang 115,56. “Kalau nilai tukar di atas 100, arti­ nya nelayan dan usaha perikanan itu menikmati hasil yang lebih. Surplus,” kata Nilanto. Produk domestik bruto (PDB) peri- kanan Indonesia (berdasarkan harga konstan) pada triwulan III tahun 2018 juga naik menjadi Rp 59,98 triliun. Ini dibandingkan triwulan sama tahun 2017 yang sebesar Rp 57,84 triliun. “Pada triwulan III tahun 2015, nilai PDB perikanan Indonesia tercatat mencapai Rp 51,23 triliun. Pada pe- riode sama tahun 2016, naik 5,64% menjadi Rp 54,13 triliun. Lalu, pada triwulan III tahun 2017 naik 6,85% menjadi Rp 57,84 triliun,” kata Nilanto. Untuk ekspor, lanjut dia, sepanjang Januari-November 2018 naik menjadi US$ 4,45 miliar dibandingkan periode sama tahun 2017 yang sebesar US$ 4,09 miliar. Angka tahun 2018 itu masih sementara, dengan data ber- sumber dari BPS, yang diolah oleh Ditjen PDS KKP. Nilai itumerupakan nilai ekspor atas 480 produk perikanan kode HS 2017 (tidak termasuk pellet HS 230110). Neraca perdagangan perikanan Indo- nesia pada periode Januari-November 2018, lanjut dia, terpantau masih surplus sebesar US$ 4,04 miliar, naik dibandingkan periode sama tahun 2017 yang sebesar US$ 3,69 miliar. “Ekspor perikanan Indonesia sepan- jang Januari-November 2018 (angka sementara) mencapai 621,20 ribu ton, senilai US$ 4,45 miliar. Komoditas utama ekspor kita secara volume terbanyak adalah rumput laut, den- gan porsi 28,27% atau 176,64 ribu ton. Sedangkan secara nilai, didominasi oleh udang, dengan porsi 36,32% atau setara US$ 1,62 miliar. Sementara itu, sepanjang 2018, ekspor hasil peri- kanan diperkirakan US$ 4,89 miliar,” kata Nilanto. Ia menjelaskan, komoditas ung- gulan ekspor lainnya adalah cumi, sotong, gurita, tuna, dan rajungan. Saat ini, Indonesia merupakan pemasok utama rajungan di Amerika Serikat.

ikan 1 ton setiap hari dan yang dibuang itu bisa setengah atau 1 ton, itu keru- sakan yang kami ingin cegah. Sean- dainya ikan-ikan kecil yang dibuang itu dibiarkan dan besar, nilai ekonominya akan berlipat-lipat,” kata Susi. Susi mengharapkan, kapal-kapal pengguna API seperti cantrang mau beralih ke alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Mereka bisa beral- ih dengan mendapat izin menangkap ikan ke laut Arafuru, bahkan di sana banyak cumi mahal yang terkenal ter- baik di dunia. “Bisa juga ke timur lagi, banyak tuna yang mahal harganya di sana,” imbuh dia. Susi menuturkan, sejak tegas mem- berantas praktik penangkapan ikan secara ilegal ( illegal, unreported, un- regulated fishing ), Indonesia yang sebelumnya menempati posisi sekitar nomor tiga sebagai eksportir ikan di Asia Tenggara, sekarang menjadi no- mor satu. “Ikan sekarang banyak. Kalau ada yang melaporkan perusahaannya jadi tidak jalan, ya memang ada. Tapi, jumlahnya nggak lebih dari jumlah jari tangan. Tapi, sebenarnya, mereka se- lama ini juga nggak beroperasi. Perusa- haan itu dibangun dulunya hanya untuk sebagai syarat supaya kapal asing bisa dapat izinmenangkap di Indonesia. Ka- rena dulu syaratnya begitu, pabriknya dibangun, tapi nggak jalan. Hanya buat stempel saja,” kata Susi. Ekspor Naik Dengan memperkuat sektor peri- kanan yang sepenuhnya menggu- nakan kekuatan Indonesia, kata dia, nelayan-nelayan lokal, masyarakat, dan negara diuntungkan. Tidak hanya dari sisi ekspor, tapi juga karena se- makin banyaknya konsumsi ikan di dalam negeri. Tahun 2018, KKP menargetkan, konsumsi ikan nasional mencapai 50,69 kg per kapita per tahun. Tahun 2019, dibidik mencapai 54,49 kg per kapita per tahun. Angka tersebut me­ lonjak dibandingkan tahun 2014 yang sebesar 38,14 kg per kapita per tahun. “Kalau dikali jumlah penduduk Indo- nesia yang 250 juta orang, artinya ada setidaknya tambahan 2,5 juta ton ikan yang dikonsumsi di dalam negeri. Itu pun kita masih di bawah Jepang yang mencapai 80 kg per kapita per tahun. Ini kan demi pembangunan kapasi- tas manusia Indonesia yang ber-IQ tinggi,” kata Susi. Dalam kesempatan yang sama,

Made with FlippingBook flipbook maker