SP-191211

Harian Umum Sore

memihak kebenaran

Rabu, 11 Desember 2019

MEDIA HOLDINGS

Peresmian Tol Layang Peresmian Tol Layang Jakarta-Cikampek II bisa lebih cepat dari jadwal semula, yakni 20 Desember 2019.

Inter Milan Kandas Inter Milan gagal lolos dari zona grup di Liga Champions setelah dikalahkan Barcelona, 1-2.

Mahathir Siap Mundur PM Malaysia Mahathir Mohamad siap mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar Ibrahim, Desember 2020.

Sport > 12 2021, Ujian Nasional Diganti Asesmen Penalaran Jakarta > 6 > 16

Luar Negeri

Mantan Koruptor Daftar Pilkada

P emilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020 akan digelar di 270 daerah yang terdiri atas sembilan provin- si, 224 kabupaten, dan 37 kota.

[JAKARTA] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengakhiri

Pemungutan suara akan dilaksanakan 23 September 2020. Masa pendaftaran pasangan calon (paslon) pilkada memang baru dibuka pada 16-18 Juni tahun depan. Sejumlah partai politik (parpol) telah melakukan pen- jaringan kandidat calon kepala daerah atau wakilnya. Antusiasme kader serta figur-figur yang mendaftar selek- si ternyata cukup tinggi. Mantan narapidana kasus korupsi pun ada yang mengikuti penjaringan tersebut. Sebab, tidak ada ketentu- an yang secara tegas melarang mantan koruptor maju dalam pilkada. Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 18/2019 hanya mengimbau parpol tidak mengusung terpidana korupsi. “Beberapa partai sudah buka penjaringan internal. Memang banyak mantan koruptor yang ternyata mendaf- tar sebagai bakal calon kepala daerah atau wakil. Mereka berharap bisa mendapatkan rekomendasi untuk kemudian diusung parpol dalam pilkada,” kata sumber SP, Rabu (11/12). PKPU 18/2019 yang mengatur tentang pencalonan dalam Pilkada Serentak 2020, dalam Pasal 4 ayat (1) huruf h, hanya melarang mantan terpidana bandar narko- ba dan mantan terpidana kejahatan seksual terhadap anak untuk maju pilkada. Walaupun tidak ada larangan mantan koruptor maju pilkada, ada partai yang mempertimbangkan tidak meng- usung. “Kalau mau daftar seleksi silakan, tapi latar bela- kangnya akan dilihat dan diteliti. Bisa jadi para eks koruptor bakal gigit jari tidak bisa diusung,” ungkap sumber itu. [C-6] Ketimpangan Menghambat Pembangunan SDM

[MANILA] Kontingen Indonesia gagal mewu- judkan target yang diberikan Presiden Joko Widodo, yakni meraih peringkat dua besar pada SEA Games ke-30 di Manila, Filipina. Pada pesta olahraga negara-negara se-Asia Tenggara yang digelar sejak 30 November dan ber- akhir Rabu (11/12), kontingen Merah Putih harus puas di posisi keempat di bawah F i l i p i na , Vi e t nam, dan Thailand. Posisi tersebut naik satu peringkat dibandingkan SEA Games sebelumnya di Malaysia, 2 tahun silam. Dengan kekuatan 841 atlet, Indonesia turun di 52 cabang dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan. Jumlah medali yang diraih sebanyak 366 keping, terdiri dari 72 medali emas, 83 perak, dan 111 perunggu. Medali emas terakhir dipersembahkan atlet bola voli putra yang menundukkan tim tuan rumah di final. Selain dari voli putra, medali emas juga disabet Muhammad Ariq Noor dari cabang olahraga jiu-jitsu, setelah mengalahkan atlet Thailand, Phanungphong Kitpongpanit. Dari 52 cabang olahraga yang diikuti, sebanyak 18 Mulai 2021, UN akan diganti menjadi asesmen kom- petensi minimum dan survei karakter, terdiri dari kemam- puan bernalar menggunakan bahasa atau literasi, kemam- puan bernalar menggunakan matematika atau numerasi, dan penguatan pendidikan karakter. Nadiem menyebutkan, pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang seko- lah. Misalnya, kelas 4, 8, 11, sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk mem- perbaiki mutu pembelajaran. Hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. “Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional, seper- Anwar Makarim memutuskan UN terakhir dilaksanakan pada 2020. polemik mengenai pelaksanaan ujian nasional (UN). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem

Investor Daily/David Gita Roza Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) NadiemMakarimmemberikan pengarahan pada rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (11/12) pagi.

ti PISA dan TIMSS,” ujar Nadiem saat menyampaikan empat pokok kebijakan bidang pendidikan pada rapat koor- d i n a s i b e r s ama D i n a s Pendidikan provinsi dan kabu- paten/kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (11/12).

Hal ini juga menindaklan- juti arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk mening- katkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Mendikbud telah menetapkan empat pro- gram pokok kebijakan pendi- dikan dengan fokus merdeka

belajar.

kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembela- jaran ke depan yang fokus pada arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam mening- katkan kualitas sumber daya manusia,” kata Nadiem.

Program tersebut meliputi UN, ujian sekolah berstandar nasional (USBN), rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan peraturan peneri- maan peserta didik baru (PPDB) zonasi. “Empat program pokok

> 6

bersambung ke hal

[JAKARTA] EkonomInstitute forDevelopment of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, ket- impangan akses pendidikan dan kesehatan masih menjadi masalah struktural di Indonesia. Siswa dari keluargamiskin sulit bersaing dengan siswa dari keluarga kaya karena akses menuju sekolah lebih jauh misalnya. Kemudian ketimpa- ngan aset juga membuat opti- malisasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) indonesia terganjal.

negara dengan IPM tinggi, namun, pencapaia itu terganjal oleh ketimpangan yang terjadi. Menurut Bhima, pembangunan infrastruktur yang digenjot pemerintah belum ada dam- paknya karena butuh waktu. “Pembangunansumberdaya manusia (SDM) ini jangka panjang efeknya. Selain itu, infrastruktur pendidikan yang tertuang dalam APBN 20% anggaran untuk pendidikan sebagian habis untuk birokrasi. Selain itu, juga terkadang tidak tepat sasaran,” ujarya. Maka dari itu, kata Bhima perlu difokuskan pada daerah terluar dan termiskin, serta menyasar infrastruktur pendi- dikan dan kesehatan dasar. "Kemudian kualitas guru dan sistem pendidikan wajib di upgrade," tambahnya. Ekonom Universitas Surakarta Agus Trihatmoko menilai, untuk meningkatkan kinerjamasing-masing param- eter IPM memang menjadi pekerjaan rumah yang sangat rumit. Oleh karena faktor jumlah penduduk di Indonesia masuk kategori empat besar di dunia. Selain itu masing- masing parameter IPMmemi- liki keterkaitan dampaknya terhadap satu kepada yang lainnya. Namun demikian, jika dipetakan penyebab lambatnya peningkatan IPM Indonesia terletak pada pendapatan per kapita atau ditunjukkan oleh angka kemiskinan yangmasih tinggi.

SEA Games Berakhir, Target 2 Besar Pupus

cabang sukses meraih jumlah medali emas y a n g d i h a r a p k a n . Sementara 8 cabang lainnya gagal mencapai target emas, yaitu pen- cak silat, renang, tinju, balap sepeda, soft ten- nis , taekwondo, e-sport , dan kurash. Di cabang pencak silat, Indonesia hanya meraih 2 emas dari 3 medali emas yang ditar- getkan. Dua medali emas Indonesia disumbangkan Puspa Arum Sari dari nomor seni individu putri, serta Suci Wulandari pada kelas tanding A (45-50kg). D i c a b a n g r e n a n g , Indonesia awalnya berharap bisa meraih empat medali emas dari nomor gaya punggung 50 m putra, gaya punggung 200 m putra, renang perairan ter- buka 10 km putra, dan gaya punggung 100 m putri. Namun pada kenyataannya, hanya gaya punggung 50 m putra melalui perenang I Gede Siman Sudartawa yang sukses men- dapatkan medali emas. Begitu juga dengan balap sepeda yang mematok target dua emas dari nomor BMX dan sepeda gunung. Hasil di lapangan menyatakan balap sepeda hanya membawa pulang satu emas dari nomor road

event individual time trial putra melalui Aiman Cahyadi. Sementara itu, cabor lainnya seperti soft tennis , taekwondo, e-sport , dan kurash gagal meraih medali emas. Mereka hanya mampu meraih perak dan perunggu. Peluang Indonesia meraih emas dari cabang bergengsi sepakbola juga kandas. Anak- anak asuhan Indra Sjafrie dikalahkan Vietnam dengan skor 0-3 pada partai final, Selasa (10/12) malam. Masalah Internal Menanggapi pencapaian kontingen Indonesia, Menteri P emu d a d a n O l a h r a g a (Menpora) Zainudin Amali mengatakan tidak tercapainya target 2 besar lantaran sejum- lah cabang olahraga tidak memberangkatkan atletnya karena ada persoalan internal. “Patut kita sayangkan, disal- ipnya kita yang sempat di posisi kedua, antara lain karena ada tiga cabang olah- raga yang diikuti atlet Vietnam dan Thailand, tapi kita tidak ikut. Seperti gulat, hoki, tenis meja dan beberapa cabang olahraga yang belum ada federasinya,” kata Zainudin dalam keterangannya.

Anggaran perlu difokuskan pada daerah terluar dan termiskin, serta menyasar infrastruktur pendidikan dan kesehatan dasar. “

“Orangmiskin ketika jatuh sakit, sawah, ternak bisa hilang seketika. Berbeda dari orang kaya yang lebih siap ketika sakit,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (11/12). Pernyataannya itu mengomentari pencapaian IPM Indonesia tahun 2018, yang tercatat 0,707 dan menduduki urutan ke-111 dari 189 negara yang dipantau UNDP. Meski masuk ketegori

> 6

bersambung ke hal

> 6

bersambung ke hal

 Redaksi: 2995 7500 • Sirkulasi: 2995 7555 - 2995 7500 ext 3206 • Iklan: 2995 7500 ext: 1469, 3409 • Tahun XXXIII 11.135 • 16 Halaman • Rp 4.000 • Langganan Rp 75.000 • beritasatu.com • suarapembaruan.com

Made with FlippingBook - Online catalogs