ID170819

sabtu/minggu 19-20 AGUSTUS 2017

| 24

Investor Daily/IST

Gaya Hijup membentuk style bagi modest fashion (busana sopan) Indonesia hingga Asia Tenggara. Bersama ratusan merek busana berskala UMKM, Hijup bertekad mewujudkan mimpi menjadikan Indonesia pelopor dan kiblat modest fashion dunia.

Oleh Mardiana Makmun

D ian Pelangi sumringah. Dian juga memanfaatkan penjualan secara online lewat e-commerce. “Saya punya 14 butik, punya Dianpelangi.com, tapi untuk menjangkau penjualan lebih luas dan lebih banyak, saya juga bergabung di Hijup.com dan ternyata penjualan di Hijup.com lebih banyak dibanding toko online saya sendiri. Kalau dihitung, 15-20% penjualan busana saya melalui Hijup,” ungkap Dian Pelangi kepada Investor Daily. Dian adalah satu dari 200 perancang busana yang memanfaatkan e-commerce macam Hijup. Selain Dian Pelangi, juga ada Jenahara dan Ria Miranda yang memanfaatkan Hijup untuk memperluas pasar merek busana muslimnya. “Saat berdiri enam tahun lalu pada 2011, Hijup hadir untuk menjawab kebutuhan modest fashion (busana sopan) mulai dari pelosok dan kota besar Indonesia hingga luar negeri. Secara otomatis, kami juga mendukung para desainer, brand lokal, serta konsumen yang ingin mendapatkan modest fashion berkualitas,” kata Hanna Faridl, CCO Hijup di sela perayaan ulang tahun ke-6 Hijup bertema Hijup Innovasix di Jakarta baru-baru ini. Dengan ratusan brand dan perancang yang berbeda karakter, konsumen pun mendapat ragam inspirasi gaya. “Sebagai e-commerce, buat saya Hijup itu gak cuma jualan modest fashion , tapi juga membentuk style perempuan muslim karena memiliki karakter dan gaya tersendiri,” nilai Dian. Tak ayal, lambat laun, pasar loyal pun Perancang busana terkenal itu bercerita bahwa penjualan busananya laris manis. Selain menjual secara konvensional melalui butik,

produksi yang dialami oleh para tenants. Sering kali desainer atau tenant memiliki masalah dalam produksi, seperti mencari bahan hingga diproduksi menjadi busana. Dengan HPH, desainer dapat leluasa menuangkan ide kreatifnya merancang berbagai produk, sedangkan produksi Hijup yang melakukan” kata Hanna . Ke depan, Hijup akan memperluas pasar hingga ke Asia Tenggara dan dunia seiring besarnya potensi market modest fashion di dunia. “Beberapa waktu lalu kami sempat mengadakan kegiatan di beberapa kota dan negara, respon yang kami dapatkan sangat baik, bahkan order international dari tiga negara (Brunei, Malaysia, dan Singapur) naik cukup signifikan. Hal inilah yang mendasari rencana HIJUP Pop Up Store di beberapa kota di Indonesia dan luar negeri yang insha Allah akan dilakukan di penghujung 2017,” tutup Hanna.

Dian Pelangi, Ria Miranda, Barli Asmara, Sejauh Mata Memandang, HAPPA by Mel Ahyar, dan Kami Idea serta koleksi menswear terbaru dari HIJUP yang tersaji dalam trunk show bersama Muse HIJUP Indah Nada Puspita. Menandai usia keenam, HIJUP juga menggandeng enam wanita muda inspiratif sebagai The New Face of HIJUP mewakili bidang karya masing-masing; Lia Karina Mansur (atlet taekwondo), Gita Savitri Putri ( YouTuber dan influencer ), Hamidah Rachmayanti ( influencer sosial media muda), Athieqah Asy-Syahidah (dokter dan fashion enthusiast ), Nadiah Fatriana ( influencer sosial media yang aktif dalam kajian-kajian di Jakarta), dan Ratu Anandita ( entertainer ). Tak hanya itu, yang ketiga, perancang sangat diuntungkan berkat inovasi program HIJUP Power House (HPH). “HPH adalah solusi untuk permasalahan

kenaikan hingga 4 kali lipat.Sedangkan pada 2015 sampai dengan 2016, GMW kami meningkat 3 kali lipat,” ungkap COO Hijup Akli Djumadie. Inovasi Kunci keberhasilan tersebut, papar Hanna selain style yang disukai konsumen, juga karena sejumlah strategi dan inovasi yang dilakukan e-commerce yang didirikan oleh Diajeng Lestari ini. Tiga inovasi yang dilakukan, kata Hanna, pertama adalah diluncurkannya My Hijup Card untuk pelanggan. “Kartu ini memilik banyak manfaat, mulai promo, diskon, hingga undian hadiah Trip to Spain with Dian Pelangi, Jewellery Set dari Frank & Co., dan satu unit motor untuk loyal customer HIJUP,” terang Hanna. Kedua, Hijup juga berkolaborasi dengan enam desainer kenamaan Indonesia, yaitu

terbentuk seiring bertambahnya jumlah perancang dan brand yang bergabung dengan beragam pilihan style. Kalau di awal berdiri hanya enam perancang, kini 200 perancang dan brand bergabung di sini. Penjualan pun meningkat pesat. “Pada 2014 sampai dengan 2015, GMV (Gross Merchandise Value) kami mengalami

Investor Daily/IST

Oleh Asix dapat menjadi salah satu oleh-oleh ikonik Kota Malang nantinya,” harap Aurel. Untuk membangun brand awareness , akan digelar jalan santai bersama keluarga Asix pada Minggu (20/8), dan keluarga Asix akan terjun langsung melayani pembeli.Yang menarik, pada program pre sale, Oleh-Oleh Asix akan memberikan hadiah sepeda motor sebagai hadiah utama beserta hadiah menarik lainnya. “Kami menyambut gembira dengan dibukanya gerai perdana Oleh-Oleh Asix di kota batu Malang. Pembukaan gerai Oleh-Oleh Asix ini untuk mendukung passion Aurel yang sejak lama ingin menekuni bidang kuliner, khususnya di bidang pastry & cake . Kami harap Oleh-Oleh Asix juga dapat memberikan kontribusi positif bagi kota Malang. Saat ini, Aurel juga sedang mempersiapkan studi di Australia dengan jurusan culinary sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi Oleh-Oleh Asix,” terang Anang. (nan)

Jakarta - Berawal dari kecintaannya terhadap pastry dan cake , Putri Anang Hermansyah dan Krisdayanti, Aurel membuka gerai kue yang diberi nama Oleh-Oleh Asix di Malang, Jawa Timur. Gerai oleh-oleh ini menghadirkan kelezatan aneka macam kue dengan enam varian rasa, antara lain Achio Chocolava, Jielly Hazelline, Acabi Chiz Melt, Loly Rainberry Velvet, Anang Charchoal, dan Ash Kaya Green. Seluruh kue dibuat dengan bahan baku khusus tanpa bahan pengawet sehingga sehat dan enak dinikmati keluarga. “Nama Oleh-Oleh Asix atau dibaca A6 diambil dari singkatan enam orang anggota keluarga kami, yaitu Anang, Ashanti, Aurel, Azriel, Arsy, dan Arsya dengan Akung,” kata Aurel dalam siaran pers yang diterima Investor Daily di Jakarta, Jumat (18/8). Menurut Aurel, peluang bisnis pastry dan cake di kota apel atau Malang, masih besar. “Kami ingin memulai penetrasi dari wilayah Jawa Timur. Harapan kami pula dengan promosi yang terintegrasi,Oleh-

Jakarta - Merek kosmetik Indonesia ternyata tidak kalah dan mampu menyaingi merek global. Hal itu terlihat dengan banyaknya merek kosmetik Indonesia yang telah memenuhi standar ketat dari BPOM. Praktisi kecantikan yang juga direktur Lunadorii, Dina Kumara Dinata, mengatakan, penjualan komsmetik di Indonesia masih didominasi oleh produk impor atau merek global. Bahkan, kata dia, angkanya tercatat hampir mencapai 70 persen. “Padahal, saat ini banyak merek kosmetik Indonesia yang berkualitas dan tidak kalah dengan merek internasional. Hal itu terlihat dengan keamanan yang dijamin oleh merek Indonesia karena telah lulus seleksi BPOM,” kata Dina di sela peluncuran Lunadorii di Jakarta, Jumat (18/8). Menurutnya, tidaklah mudah untuk lolos dari seleksi BPOM. Terlebih, kata Dina, standar yang diterapkan BPOM tidak kalah dengan FDA. “Bahkan ada beberapa bahan baku yang tidak lolos di BPOM, tapi bisa lolos di FDA,” ungkap Dina. Tidak hanya itu, lanjut dia, merek kosmetik Indonesia juga mengikuti tren yang tengah berkembang di dunia internasional. Buktinya, merek Indonesia juga memiliki varian BB atau C cream, ditambah dengan tren lipstik cream mate yang tengah

Kreativitas, kata Frederik Rasali, pengusaha dan analis keuangan, juga berlaku pada uang. “Orang selalu mendewakan uang. Tapi bila jumlahnya banyak namun tidak kreatif mengelolanya, uang tidak bisa membantu sesama manusia. Harus kreatif mengelola uang,” kata Frederik. Pelaku seni harus kreatif, kata Nikita Dompas, itu sudah pasti. Namun, kata Nikita, kreatif bukan hanya ketika mencipta produk seni, tetapi juga kreatif menciptakan peluang-peluang baru. “Banyak seniman mengeluh dari soal pembajakan, hingga gak ada pekerjaan. Mereka kebanyakan hanya menunggu, bukan menciptakan peluang dan tantangan. Saya sendiri akhirnya kreatif membuat inkubator dan mengkurasi musisi-musisi baru,” kata Nikita. TEDx adalah acara yang dibuat oleh mahasiswa pascasarjana Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya. Acara ini bertujuan merealisasikan visi TED kepada komunitas mahasiswa untuk menyebar ide-ide kreatif yang layak disebar. Sejumlah tujuh pembicara dari beragam bidang, mulai komunikasi, keuangan, hingga musisi menyajikan ide-ide kreatif yang bisa ditiru anak muda. (nan)

Jakarta -Indonesia akan mencapai tahap bonus demografi pada rentang waktu antara tahun 2020-2030. Pada saat itu, jumlah anak muda akan mendominasi demografi penduduk dibanding orang tua atau anak-anak. Kalau tidak siap dengan ide-idel liar atau kreatif, Indonesia akan menjadi penonton karena generasi mudanya tidak bisa mengisi berbagai lapangan pekerjaan di masa datang. “Pada 2020-2030, anak muda Indonesia mendapai jumlah terbesar. Ini kesempatan bagi anak muda untuk mulai berlari dari sekarang sehingga ketika waktunya tiba, mereka sudah siap,” ujar Rudy Handoko, Dekan Universitas Prasetia Mulya Jakarta saat berbicara di acara TEDx (Technology, Entertainment, dan Design) yang digelar Universitas Prasetiya Mulya di Jakarta, baru-baru ini. Edwin Tanga, pelaku di bidang komunikasi mengatakan, semua bidang harus berbasis kreatif. “Kreatif itu jangan hanya dianggap untuk orang di bidang seni saja. Seorang industrialis pun harus berbasis kreativitas. Memang harus ada sinergi antara industri dan pelaku kreatif tersebut,” kata Edwin kepada Investor Daily.

digandrungi wanita dunia saat ini. “Keuntungan dari merek kosmetik Indonesia adalah harga yang terjangkau dan berkualitas,” jelasnya. Dina menegaskan, masyarakat Indonesia masih memilih produk impor atau merek internasional bukan karena tidak percaya dengan merek Indonesia. “Namun, lebih karena mereka kurang mengetahui atau mengenal merek-merek Indonesia,” tegasnya. Melihat hal itu, kata Dina, pihaknya menghadirkan Lunadorii yang mewakili berbagai pilihan merek kosmetik lokal dengan produk-produk terbaik di Indonesia. Terlebih, produk itu telah lulus seleksi BPOM. “Kami ingin merevolusi industri kecantikan di Indonesia sambil mengubah cara orang Indonesia belajar, berinteraksi, dan berekperimen dengan produk kecantikan merek Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, salah satu selebritas Indonesia yang memiliki merek kosmetik Dissy Cosmetics, Ussi Sulistiawaty, mengatakan, produk kosmetik miliknya tengah berkembang luas sejak lahir pada 2015. “Kebanyakan masyarakat mengetahui produk ini melalui media sosial. “Sekarang, masyarakat bisa mengenal lebih luas lagi dengan adanya Lunadorii,” kata Ussi. (iin)

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker